![Sistem Kecantikan [Pendamping]](https://asset.asean.biz.id/sistem-kecantikan--pendamping-.webp)
"Ayah."
Lou Ren membuka pintu ruangan dan masuk tepat saat melihat senyum sedih ayahnya. Dia malah menjadi bingung.
Kemudian matanya jatuh pada sosok cantik yang kini tengah menatapnya dengan sepasang mata rubah polos. Nampak familiar.
Jantung Lou Ren berdegup kencang dan mengabaikan citranya.
"Yan..." Lou Ren memanggil dengan suara bergetar.
Mata Lou Yan berkedip polos.
"Kamu...." Lou Yan berhenti sejenak.
Senyum lembut muncul dibibir merah Lou Ren, namun detik berikutnya senyumnya membeku mendengar pertanyaan adik kesayangannya ini.
"Kamu... siapa?" Lou Yan menjadi bingung, matanya yang polos menatap mereka dengan tanya.
Tangan Lou Ren terkepal erat. Dia tak menyangka pertanyaan seperti itu akan terlontar dari bibir adiknya.
"Yan, kamu..." Lou Ren memandang ayahnya tampa sadar.
Dan benar saja, mata tajam yang penuh kesedihan dan kehilangan dapat terlihat dari pandangan ayahnya yang tampak muram.
Lou Ren tersenyum kecut, dia dapat menebak apa yang terjadi pada adiknya. Namun dia masih sulit untuk menerimanya.
Adiknya yang telah koma selama tiga tahun lamanya, setelah ratusan dokter terbaik yang bisa dipanggil ayahnya melalui koneksi mengatakan untuk menyerah karena mereka tidak tahu apa yang terjadi pada adiknya.
Mereka hanya mengatakan itu mungkin karena kecelakaan mobil waktu itu menyebabkan tubuh Lou Yan lemah dan mengalami koma. Terlebih ketika Lou Yan dilahirkan, ibunya mengalami pendarahan, dan membuatnya harus dilahirkan melalui caesar.
Tubuh Lou Yan pun selalu kekurangan berat badan, sekarang dia tidur selama tiga tahun membuatnya lebih kurus dan kecil. Tinggi badannya yang seharusnya bisa mencapai 170-175 untuk usianya yang ke-17 thn, nampak seperti anak sekolah dasar.
Desah~
Lou Jian mendesah tak berdaya, dia menggelengkan kepalanya pada putera pertamanya untuk tidak membahas masalah ini disini. Dia tidak ingin anak keduanya yang baru bangun dikejutkan oleh masalah rumit ini.
"Biarkan Xiao Yan beristirahat." Lou Jian berkata dengan ekspresi tenang.
Sebagai seorang ayah, dia harus kuat. Tidak boleh terlalu lama larut dalam kesedihan. Lou Yan telah pulih, jika mereka malah berekspresi seperti ini. Kesannya mereka malah kecewa karena kebangkitan anaknya.
Lou Ren hanya mengangguk.
Sebelum mereka keluar, tak lupa Lou Jian dan Lou Ren memperkenalkan diri mereka dan membujuk Lou Yan untuk istirahat. Nada mereka begitu lembut yang kontras dengan mata tajam. Membuktikan bahwa mereka benar-benar memanjakan anak cantik yang sekarang nampak patuh itu.
Setelah mereka keluar, ekspresi Lou Yan yang lembut dan patuh langsung berubah.
Dia dengan malas bersandar pada bantal lembut dan mengambil air minum.
Jika dikatakan dia tidak gugup, maka salah. Sebenarnya Lou Yan tidak yakin bisa menipu ayah pemilik asli dan saudaranya. Berdasarkan ingatan yang diwariskan, latar belakang pemilik tubuh tampaknya tidak sesederhana orang terkaya di kota S.
Takutnya kemampuan aktingnya yang telah ia banggakan tidak akan berguna dihadapan rubah tua.
Ya, benar.
Lou Yan mengira ayah pemilik tubuh asli adalah rubah tua. Karena dia mendengar dari gosip-gosip atau orang-orang besar yang masuk ke televisi.
Mereka tampak sangat lihai dan pintar, selain identitas Lou Jian sebagai salah satu kepala keluarga besar. Dia masih seseorang yang sangat kaya.
Selama dia hidup mungkin telah banyak melihat dunia dari pada dirinya yang dulunya hanya anak yatim piatu dan orang miskin.
Dia rela menjilat dan memuji orang-orang kaya yang datang ke toko dia bekerja. Bagaimanapun itu juga demi memuaskan kesombongan orang-orang kaya itu. Dia juga mungkin beruntung mendapatkan bonus.
Selain itu, dalam panti asuhan, ada banyak anak-anak nakal yang biasanya akan saling mencuri atau berebutan makanan. Ketika dia masih berumur lima tahun, dia telah banyak ditindas oleh anak-anak yang lebih besar tubuhnya dari dirinya.
Dia jarang mendapatkan makanan karena semuanya diambil mereka. Jadi untuk bisa hidup dengan tenang, dia mulai belajar akting.
Menjual imut, atau mencoba menjilat anak-anak itu dengan semacam berkah keberuntungan, memuji bakat dan penampilan mereka. Atau membiarkan mereka menjadikan dirinya pelayan yang akan diperintahkan kesana-kemari.
Karena itu, walaupun pada akhirnya dia bekerja sembilan ketika masih sekolah menengah sampai kuliah, dia tidak pernah merasa puas hanya dengan sedikit uang tabungannya.
Paling-paling gajinya yang satu bulan hanya kisaran 10.000-20.000 yuan.
Untuk orang biasa, itu cukup banyak. Tapi bagi anak sepertinya yang sedang bersekolah, itu masih belum cukup.
Dia bersekolah dengan bantuan beasiswa, namun semua buku mata pelajaran akan dibayar mengunakan uangnya sendiri. Meski ibu panti berusaha untuk membantunya dalam biaya, namun itu tidak seberapa.
Karena panti asuhan yang dia tinggali ada disebuah desa kecil yang kebanyakan pekerjaan disana adalah petani, dukungan pemerintah sangat sedikit. Dan ibu panti untuk terus mendukung anak-anak yatim bahkan harus setiap harinya akan memberi makan ayam, babi atau bebek yang dipeternakan.
Sekarang dia menjadi anak orang kaya. Memiliki seorang ayah yang sangat menyayanginya, kakak yang peduli padanya. Dan juga seorang adik.
Pengalaman ini sangat jarang, membuat Lou Yan tidak tahu harus berekspresi macam apa.
Namun...
Lou Yan mengambil cermin dibelakang bantal yang menjadi sandaran. Mengangkatnya sehingga dia melihat penampilannya dalam cermin.
Cantik.
Sungguh pria yang sangat cantik.
Anak orang kaya, masih anak kesayangan dalam keluarga.
Ada makanan, minuman, dan tempat tinggal. Bahkan dirumah yang akan dia tinggali mungkin akan terdapat seorang pelayan, pengawal, koki, dan pengurus rumah, bahkan mungkin ada yang lainnya.
Rumah besar seperti istana, deretan mobil yang harganya selangit, barang-barang merek besar dan mewah.
Lou Yan perlahan-lahan membayangkan kehidupannya dimasa depan yang akan penuh dengan kemewahan.
Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak mengangkat sudut mulutnya. Sangat gembira.
Suara tawa kencang terdengar dari kamar VVIP No.1, jika ada yang mendengarnya, mereka akan berpikir seseorang memiliki suasana hati yang senang sehingga tawanya begitu kuat.
Namun jika mereka melihat apa yang dibalik ruangan VVIP itu, mereka mungkin akan terkejut.
Seorang pria... tidak, seorang anak kecil yang kurus dengan penampilan seperti peri tertawa dengan tak senonoh. Hampir terjungkal ke belakang.
Penampilannya begitu cantik seperti boneka porselen yang polos dan rapuh, rambut panjang yang belum dipotong selama tiga tahun tampak lembut seperti sutera.
Namun senyum konyol menghiasi bibirnya yang tipis dan tawanya yang kencang membuatnya tampak sangat tidak elit dan kasar. Orang-orang akan merasakan pelanggaran yang kuat padanya.
Apakah ini masih peri yang imut dan patuh tadi?
....
"Bagimana situasi puteraku?" Suara dingin itu nampak begitu tenang membuat orang merasakan tekanan yang lebih kuat.
Dokter Raka mengelap keringat dingin didahinya, dan mulai berbicara.
"Tuan besar Lou, seperti yang anda tahu. Tuan muda kedua mengalami kecelakaan mobil yang menyebabkan dia koma selama tiga tahun.
Dan selama pemulihan, kemungkinan dia untuk amnesia memang tinggi karena pada saat kecelakaan itu terjadi, yang paling parah adalah kepalanya yang terkena benturan pada mobil.
Sejujurnya menurut saya pribadi, tuan muda kedua termasuk orang yang sangat beruntung. Kecelakan waktu itu bisa dikatakan sangat hebat, namun dilihat dari kondisi tuan muda kedua, tubuh nya tidak ada yang terluka parah selain kepalanya.
Kita semua harus bersyukur atas kondisinya sekarang. Walaupun tuan muda kedua amnesia, seharusnya ingatannya akan pulih perlahan dimasa depan. Kondisi tubuhnya juga akan membaik setelah melakukan perawatan yang teratur, makanan bergizi dan seimbang."
Dokter Raka menaruh segelas teh di meja dan meminta Lou Jian meminumnya.
Lou Jian menolak dengan tenang, dan Dokter Raka juga tidak mempermasalahkannya. Bagaimanapun orang kaya selalu memiliki selera yang berbeda.
Setelah mendengar penjelasannya Lou Jian memhela nafas. Dia perlahan menenangkan emosinya yang mengganggunya berpikir dengan baik.
Sekarang Lou Yan telah bangun, masalah dia amnesia itu bukan masalah. Selama dia baik-baik saja.
Dia menghibur sendiri.
"Baiklah." Lou Jian mengangguk dan segera keluar dari ruangan tampa mengatakan apa-apa.
Setelah dia berada diluar ruangan.
"Ayah, bagimana?" Lou Ren bertanya dengan khawatir. Wajahnya yang tampan dan dingin nampak mengerutkan kening.
Lou Jian hanya menggeleng dan pergi dari sana.
Dia berhenti ditengah jalan, dan berkata pada putranya.
"Hubungi semua anggota keluarga utama, berkumpulah di Mansion utama diatas gunung. Kita akan menyambut kepulangan Xiao Yan." Suaranya dingin dan memerintah.
Lou Ren mengangguk dan mulai menghubungi semua anggota keluarga utama.
Keluarga Lou merupakan keluarga yang kuat dan berkuasa. Selain keluarga utama, ada juga keluarga cabang.
Keluarga utama merupakan anggota penting dalam keluarga, keturunan langsung dari kepala keluarga atau anggota keluarga yang memiliki prestasi entah dari segi kekuatan, kekayaan, reputasi dan bakat yang kuat pada diri mereka.
Bisa dibilang, mereka benar-benar anggota keluarga yang sangat diutamakan dan dilindungi.
Sedangkan keluarga cabang keluarga Lou ada tujuh. Cabang satu berada di Ibukota, cabang dua di kota B, cabang tiga ada di kota F, cabang empat ada di kota G, cabang lima ada di kota H, cabang enam ada di kota Y, dan yang terakhir ada di kota X.
Namun keluarga cabang tidak memenuhi syarat untuk berada di Mansion utama. Apalagi menginjakkan kakinya disana.
Kedudukan mereka dalam keluarga bisa dibilang rendah. Karena itu, mereka tidak akan diundang dalam penyambutan Lou Yan nanti.
Lou Jin membanting setir dan mengerem mendadak, membuat decitan keras diparkir rumah sakit. Beberapa orang mengalihkan perhatiannya.
Mengetahui itu mobil orang kaya, mereka lalu pergi karena tidak ingin mendapat masalah.
Salah satu pengawal dirumah sakit mengerutkan keningnya mendengar kebisingan itu. Sekarang pengawal itu ada di pintu toilet samping tempat parkir.
Dia datang dengan tergesa-gesa, dan melihat sebuah mobil sport mewah diparkiran rumah sakit dan seorang pria tampan dengan mata tajam yang agresif keluar dari mobil.
"Bukankah itu..." pengawal itu terkejut melihat pria yang tampak familiar itu.
Lou Jin yang merasa diperhatikan kemudian melirik pengawal itu dengan tajam. Membuat yang lain bergidik ketakutan, pengawal buru-buru datang dengan sikap hormat dan takut.
"Tuan muda ketiga, ternyata itu anda. Biarkan saya parkirkan mobilnya." Dia dengan hormat membungkuk.
Lou Jin tidak mengatakan apa-apa. Dia melempar kunci mobil santai, dan berjalan pergi kearah berlawanan.
Pengawal memegang kunci mobil dengan perasaan bahagia, ini pertama kalinya dia akan mengendarai mobil dengan nilai puluhan juta. Disaat bersamaan juga merasakan kegugupan karena takut mobil ini akan lecet.
Jadi dia harus berhati-hati. Pikirnya saat ini.
__ADS_1
....
Lou Jin memandang kamar VVIP No.1 didepannya dengan ekspresi rumit.
Dengan tenang membuka pintunya dan membuat orang didalamnya mengalihkan perhatian dari acara Tv yang ditonton.
Mata rubah yang polos itu bertemu tatapan tajam dan agresif pria di pintu.
Udara membeku sejenak.
Lou Jin mendengus rendah.
"Kau sudah bangun rupanya." Dia berkata dengan acuh tak acuh.
Lou Yan mengedipkan matanya dengan pandangan aneh. Dia kemudian dengan polos bertanya pada pria yang dingin itu.
"Kamu... siapa?"
Tubuh Lou Jin menegang. Dia melotot pada pria kecil yang cantik itu dengan pandangan tak percaya.
"Kau...!" Dia berhenti ketika mendengar suara langkah kaki dari luar.
"Ah Jin, kamu sudah datang rupanya." Suara dingin itu menyela pembicaraan mereka berdua.
Kemudian seorang pria tampan dengan mata tajam yang sama datang dengan senyum lembut namun masih terkesan dingin.
"Kebetulan, ayo bantu kemas barang. Yan Yan akan pulang hari ini juga. Karena dokter menyarankan Yan Yan untuk tinggal, namun ayah takut Yan Yan akan bosan, jadi dia akan membawa semua peralatan rumah sakit ke Mansion utama dan menaruhnya di kamar Yan Yan. Kondisi Yan Yan sudah stabil, dia akan baik-baik saja." Dia berkata sambil mengambil barang-barang yang perlu dibawa pulang.
Sebenarnya lebih mudah dengan pelayan atau perawat yang membereskannya, namun Lou Ren ingin mengurus adiknya dan memberikan kesan yang baik pada pandangan pertama.
Lou Jin mengerutkan bibirnya tanpa sepatah katapun, dia dengan kesal membereskan barang-barang untuk membantu kakaknya.
Lou Yan di sisi lain masih mempertahankan ekspresi polosnya, namun dalam hati dia merasa sangat rumit.
Ini adalah adiknya.
Berdasarkan pandangannya yang tampak tidak ramah.
Apakah dia tidak menyukainya?
Entah kenapa ada perasaan sedih dalam hati Lou Yan. Dia berpikir itu seharusnya perasaan pemilik tubuh asli yang tertinggal.
Tapi Lou Yan tidak merasakan kebencian yang datang dari anak yang tampak galak ini.
Dia hanyalah orang luar, dia tidak yakin apakah keluarganya nantinya akan baik atau tidak.
Walaupun ayahnya tampak sangat menyayanginya dan kakaknya memanjakannya, namun dia tetap waspada dan mungkin dimasa depan dia harus menyimpan uang lebih banyak dilain kesempatan. Siapa tahu apa yang akan terjadi nantinya?
Sebuah keluarga besar memiliki akar yang dalam, dilihat dari novel-novel yang ia baca. Sering kali anak-anak dalam keluarga besar saling bersaing satu sama lain. Jadi dia harus tetap siaga.
Untuk sekarang akan lebih baik dia berpura-pura amnesia dan menjual imut pada ayah dan saudaranya. Itu tidak akan terlalu buruk.
Pikiran Lou Yan tersadar ketika suara dingin yang familiar terdengar dalam ruangan yang ia tempati.
"Apakah semuanya sudah selesai?" Lou Jian masuk dan bertanya pada anak-anaknya.
Dibelakangnya terdapat selusin pengawal yang tinggi dan kekar. Nampak kuat dan agresif, memberikan tekanan tak kasat mata pada orang-orang disekitarnya. Namun Lou Jian acuh tak acuh.
"Baiklah ayah." Lou Ren mengangguk dengan dingin.
"Kalau begitu ayo pergi, biarkan pengawal membawa barang-barang itu." Lou Jian datang ke putera keduanya yang masih duduk bersandar pada ranjang rumah sakit.
Dengan hati-hati melepas semua kabel yang terdapat cairan hampir kosong. Kemudian memeluknya dengan pelukan puteri.
Sudut mulut Lou Yan hampir berkedut.
Dirinya saat ini berusia 17 thn, namun jiwanya sudah berumur 22 thn. Gendongan puteri ini nampak sangat buruk, untungnya penampilannya tidaklah terlalu menonjolkan seorang pria.
Kalau tidak, dia akan membuat lubang di tanah dan menguburnya.
Setelah dokter Raka diluar ruangan menjelaskan beberapa hal yang perlu dilakukan dan perhatikan terutama menjaga kesehatan tubuh.
Lou Yan dan lainnya berjalan menuju keluar bangunan rumah sakit. Karena mereka memiliki banyak pengawal dibelakangnya, keberadaan mereka sangat mencolok.
Semua orang mengabaikan pandangan orang-orang yang ada dirumah sakit.
....
Dalam perjalanan pulang ke Mansion, Lou Yan terus menerus memperhatikan jalanan kota S. Seumur hidupnya ini merupakan kedua kalinya dia melihat kota S, pertama kalinya waktu ketika sekolah menengah melakukan liburan bersama teman-temannya.
Bagaimanapun kota S salah satu dari lima kota terbesar negara China. Jadi tentu saja perekonomian disini bisa dikatakan sangat kuat dan jumlah orang yang tinggal juga padat. Seharusnya mencapai puluhan juta.
Mereka mengemudi melalui jalanan pegunungan yang penuh warna hijau.
Alis Lou Yan terangkat.
Apakah Mansion utama keluarga Lou ada di puncak gunung?
Setelah berjalan selama setengah jam, mereka akhirnya sampai disebuah gerbang tinggi dengan ukiran bunga-bunga yang indah. Sangat jelas pengrajin tampaknya berada di kelas dunia.
Mulut Lou Yan terbuka sebentar sebelum kembali tenang.
Gerbangnya begitu tinggi sehingga dia bahkan tidak dapat melihat bangunan didalamnya. Gumam Lou Yan pelan.
Mobil mewah yang membawa Lou Yan terus melaju ke tempat yang lebih dalam.
Detak jantung Lou Yan terus menggema sehingga telinganya sedikit pusing.
Itu semua dikarenakan matanya yang dibutakan oleh kemewahan bangunan-bangunan tinggi di kanan kirinya. Bahkan jika dia tinggal dikota B yang merupakan salah satu kota utama negara dan lingkungan penuh orang kaya.
Dibandingkan dengan bangunan keluarga pemilik tubuh asli, rasanya mereka semua hanyalah orang kaya palsu.
Mobil berhenti didepan taman bunga yang penuh mawar. Lou Yan dituntun oleh ayahnya dan berhasil berdiri dengan stabil walau rasanya kakinya agak jelly.
Tiba-tiba aroma bunga mawar yang khas masuk di indra penciumannya. Tubuh Lou Yan langsung merasa rileks.
Ini sangat nyaman dan harum.
Berbalik ke sisi lain tubuh Lou Yan membeku dan tatapannya tampak aneh. Ada rasa takjub, bahagia dan sombong di hatinya. Namun dipermukaan masih sangat polos dan patuh.
Bangunan megah seperti istana dengan perpaduan antara khas barat dan modern. Beberapa pilar besar terbuat dari emas murni dan nilainya mungkin mencapai ratusan juta hingga miliar hanya untuk sebuah pilar. Bisa membayangkan betapa mahalnya nilai bangunan megah tersebut.
Lou Yan menenangkan emosinya yang bergejolak.
Dia dipapah oleh ayahnya dengan pelan karena Lou Jian takut anaknya terjatuh. Padahal dia ingin menggendong Lou Yan, namun dia menolak dengan halus dan mengatakan ingin belajar berjalan. Lou Jian hanya bisa pasrah.
Berjalan menuju bangunan megah itu terdapat seorang pria yang tampan dengan pakaian elit berdiri dengan sikap tegas dan dingin.
Matanya yang biru terang nampak seperti lautan glasir yang dingin dan beku.
Ketika pria itu melihat atasannya bersama seorang pria kecil yang cantik berjalan perlahan kearahnya. Lin Ji yang merupakan pria elit dan seorang kepala pelayan di Mansion utama keluarga Lou langsung membungkuk dengan anggun.
"Selamat datang kembali tuan muda kedua." Dia menyambut Lou Yan dengan senyum yang agak kaku.
Karena biasanya dia sangat dingin dan tidak tersenyum membuatnya kesulitan untuk mengekspresikan arti 'senyum lembut'.
Lou Yan melihatnya hampir tertawa dan dia menahannya.
Dia hanya tersenyum semanis mungkin sebagai jawabannya. Sedangkan Lou Jian disampingnya mengangkat sebelah alisnya.
"Masuk." Lou Jian berkata dengan tenang.
Kepala pelayan itu menyingkir dan membiarkan keduanya berjalan menuju pintu masuk bangunan megah, alias Mansion Utama keluarga Lou.
Pintu dibuka oleh pengawal dan detik berikutnya sudut mulut Lou Yan berkedut.
Karena dia melihat deretan pria tak berujung (ya kali) mengenakan jas hitam, puluhan pria berjas dengan tampilan yang bisa dibilang tampan itu membungkuk dengan hormat dan mengatakan hal yang sama dengan kepala pelayan.
"Selamat Datang Kembali Tuan Muda Kedua!!"
Lou Yan membuka mulutnya dan dia hanya bisa tersenyum lembut.
"Yan Yan, mereka semua adalah pelayan dan pengawal di Mansion Utama. Jika kau butuh sesuatu, kau bisa meminta bantuan bersama kepala pelayan." Lou Jian melirik kearah kepala pelayan yang mengikutinya dan membuat isyarat.
Lin Ji mengangguk hormat, dan dia menatap semua pelayan pria berjas dengan dingin.
"Kembali ke tempat kalian." Ucapnya dengan suara agak keras, tatapannya tenang setenang danau tak beriak.
"Baik." Semua orang menjawab serempak.
Masing-masing pria berjas berjalan rapi dan tegas, mereka tidak saling bertabrakan walau jumlah orang berkerumun banyak. Seperti tentara yang terlatih dengan baik.
Mata Lou Yan berbinar.
Sungguh pelayan dan pengawal yang cakap.
Tapi... kenapa tidak ada pelayan wanita di sini?
Mata Lou Yan berkedip dengan aneh.
Kemudian Lou Jian memapah kembali Lou Yan ke liff (gk tau tulisannya), dan memencet tombol 4.
Mansion Utama keluarga Lou memiliki total 6 lantai, masing-masing kamar memiliki kolam renang, dan pelindung kaca yang super besar hingga menutupi separuh Mansion.
Setelah mereka sampai di depan kamar Lou Yan.
Lou Jian membuka pintunya, dan mata Lou Yan berbinar cerah.
Kamar tidur didekorasi dengan sangat mewah. Kaca besar yang menuju balkon diujung sana disinari oleh cahaya matahari membawa kilau emas pada lantai granit hijau muda dengan campuran biru muda.
Disamping kanan deretan lemari kaca menjulang tinggi dan terdapat tangga untuk dapat mengaksesnya, dan ribuan pakaian mahal dari berbagai merek besar dan jenis model dari imut-imut sampai lebih dewasa dan pakaian berkualitas.
Disisi kiri sendiri akuarium besar terdapat dunia lain dengan ikan warna-warni yang indah dan terumbu karang untuk tempat para ikan tinggal.
Luasnya kamar tidur tidak diragukan lagi hampir sepertiga lapangan sepak bola, dan ditengah-tengahnya kasur besar yang muat untuk sembilan orang terdapat empat tiang yang tinggi dengan kain transparan yang menutupi dan beberapa rumbai-rumbai yang terbuat kristal dan manik-manik kecil membuat gemerincing kecil.
Disisi balkon ada kolam renang besar dan dibawahnya pemandangan gunung yang luas menjadikan kamar ini seperti kamar VIP yang mewah.
Lou Jian memperhatikan kilau dimata anaknya dan tersenyum lembut.
"Apakah Yan Yan menyukainya?" Dia bertanya dengan lembut.
__ADS_1
Senyum manis tersinggung dibibir Yan Yan, dia menjawab pertanyaan ayahnya dengan suara imut.
"Ayah, Yan Yan sangat menyukainya."
Mata Lou Jian melembut melihat putranya begitu bahagia.
"Kalau begitu bagus, mulai sekarang ini akan menjadi kamar Yan Yan. Ayah akan pergi dulu, jika kamu butuh sesuatu, kamu hanya perlu memencet tombol merah disisi tempat tidur, lalu panggil pelayan." Katanya sambil mengelus rambut lembut Yan Yan yang belum terpotong.
"Baik." Lou Yan mengangguk patuh.
Matanya yang besar dan berbentuk rubah menatap polos ayahnya.
Hati Lou Jian meleleh melihat anaknya begitu patuh dan lembut, apalagi wajahnya yang sama persis dengan wanita yang ia cintai. Membuatnya semakin ingin memanjakannya.
"Ayah akan menyuruh seseorang untuk memotong rambut Xiao Yan besok, sekarang kamu istirahat di kamar. Ayah akan pergi dulu."
Setelah mengecup dahi putranya, dia berjalan pergi meninggalkan kamar.
Setelah memastikan ayahnya pergi meninggalkan kamar, Lou Yan langsung merubah penampilannya yang patuh menjadi tawa kencang.
Dia dengan gembira menatap segala arah dan melihat barang-barang mahal dikamarnya.
"Sial, aku benar-benar menjadi anak orang kaya." Dia dengan penuh semangat melompat ke tempat tidur yang luas.
Kemudian Lou Yan merasakan kelembutan pada kasur yang ia tempati. Sekarang dia tahu perbedaan barang yang digunakan orang kaya dan miskin.
Dulu dia juga memiliki kasur, namun kasur yang ia kenakan terbuat dari kapuk dan itu cukup keras digunakan, ketika bangun tidur, itu akan terasa sakit.
Sedangkan kasur yang ia tempati sekarang nampak begitu lembut seperti dia tidur diatas permen kapas. Lembut dan harum.
Dia tidur dengan terlentang, menatap lampu kristal bertingkat dengan puluhan berlian kecil yang menghias, indah dan mewah.
Pandangannya mulai rumit.
"Dia dilahirkan kembali menjadi anak orang kaya, sedangkan pemilik tubuh telah meninggal dunia. Berdasarkan pemahamanku tentang cerita novel, bukankah seharusnya ada... sistem?" Lou Yan bergumam dengan suara rendah.
Kemudian suara aneh seperti pesan terdengar ditelinganya.
Ding—
[ Sistem Kecantikan diaktifkan, proses pemasangan peleburan jiwa.... 1%, 2%, ...20%, 30%, ....100% ]
Tubuh kurus Lou Yan sedikit kesemutan dan kepalanya mulai sakit.
"Ugh, apa ini. Sakit sekali." Wajahnya yang putih porselen mulai memucat. Membuat orang merasakan kerapuhan dan kelemahannya.
Setelah satu menit berlalu, rasa sakit dikepalanya mulai menghilang. Tubuhnya yang mati rasa mulai merasakan arus hangat membuatnya mau tidak mau melenguh samar.
"Huh... huh..." Lou Yan menghirup udara dingin dengan tergesa-gesa. Rasa sakit tadi membuatnya kedinginan, namun dia malah lebih tertarik dengan suara tadi.
"Apa itu.... sistem?"
[ Sistem siap melayani tuan rumah. ]
Suara perempuan yang dingin seperti robot terdengar ditelinga Lou Yan, membuatnya bersemangat dan gugup. Namun dipermukaan dia tetap tenang.
Tapi saat pertama kali dia mendengar suara pesan nampaknya sistem ini disebut sistem... kecantikan?
Mata Lou Yan berkedip ragu.
"Sistem, apa nama sistem-mu?"
[ Sistem kecantikan. ] suara perempuan logam itu tetap dingin dan menjawab tanpa ragu-ragu.
Namun disisi lain Lou Yan hampir muntah mendengarnya.
Apa ini, bagaimana bisa dia yang seorang laki-laki malah dikasih sistem kecantikan? Apakah ada yang salah dengan sistemnya?
"Sistem, apakah kau salah mengikat tuan rumah? Aku ini laki-laki, seorang pria straight!" Lou Yan berkata dengan senyum manis yang ditekan. Jelas dia sangat marah dan jengkel, namun dia berusaha untuk menekannya.
[ Sistem tidak salah, sistem telah menilai kecantikan seseorang dan menguji sifat tuan rumah. ] jawab sistem dengan nada datar.
"Menilai kecantikan? Menguji sifat? Untuk apa itu?" Lou Yan memiringkan kepalanya dan matanya yang polos berkedip dengan ragu.
[ Menilai kecantikan berdasarkan penampilan dan wajah tuan rumah. Dari nilai nol sampai 100, tuan rumah mendapat nilai 95 poin kecantikan. Sedangkan sistem kami memiliki persyaratan yang cukup tinggi. Tuan rumah sangat berbakat dan memiliki kekuatan metal yang kuat dan juga orang yang terlahir kembali. Anda layak mendapatkan sistem. ]
Mata Lou Yan membulat.
"Sistem, kamu tahu aku terlahir kembali?" Suara Lou Yan dikecilkan, hampir seperti nyamuk.
[ Tentu saja, sistem adalah maha tahu.] walaupun nadanya tidak ada kesombongan, namun entah kenapa Lou Yan rasanya ingin memukul seseorang.
"Jadi kamu mengikatku karena aku terlahir kembali dan memiliki penampilan yang cantik?" Lou Yan mengangkat sebelah alisnya.
[ Benar. ]
Tapi Lou Yan tidak merasakan kegembiraan seperti yang diperkirakan. Dia bertanya dengan keluhan.
"Tapi kenapa harus dinamai sistem kecantikan? Kenapa tidak sistem over power, sistem kekayaan, sistem keberuntungan atau apalah. Kenapa harus sistem kecantikan? Bisakah ini diganti?" Walaupun Lou Yan tidak dapat melihat sistem, namun dia masih menunjukan ekspresi memohon walau tahu itu tidak berguna.
[....] sistem terdiam sebentar.
Kemudia suara perempuan dingin itu kembali terdengar ditelinga Lou Yan.
[ Sistem telah mengikat tuan rumah, anda adalah pemilik sistem. Untuk nama, anda bisa mengubahnya sesuka anda. Namun harap tuan rumah ingat, pengubah nama sistem hanya satu kali dan itu tidak akan berpengaruh pada misi dan hadiah dari sistem nanti yang terhubung dan membantu tuan rumah menjadi kecantikan yang berpotensial.]
Lou Yan: "...." apa artinya menjadi kecantikan yang berpotensial?
Entah kenapa Lou Yan merasakan firasat buruk. Namun dia menepisnya.
"Oke, kalau begitu mulai sekarang nama sistem kecantikan akan diganti menjadi... sistem pendamping atau pemandu?" Lou Yan menyentuh dagunya dan berpikir.
Jika dia menjadi sistem pendamping, rasanya terdengar intim. Namun jika namanya sistem pemandu, bukankah judul novel akan sama dengan yang ada di gang sebelah😁. (Bercanda gays)
"Bagus, mulai sekarang kamu akan dipanggil sistem pendamping olehku." Lou Yan mengangguk puas dengan nama yang ia pilih.
Walau sederhana namun tetap membuatnya lebih nyaman dari pada dipanggil sistem kecantikan yang menurutnya sebagai laki-laki terdengar... ugh. (you now lah)
[ Baik. ] sistem hanya berkata singkat, namun Lou Yan tetap puas.
"Tapi sistem, tadi kamu mengatakan akan ada misi dan hadiah kan?" Lou Yan tiba-tiba mengingat perkataan sistem tadi.
[ Benar. Sebagai tuan rumah, anda harus menyelesaikan misi yang di tugaskan oleh sistem. Jika misi berhasil di kerjakan, tuan rumah bisa mendapatkan hadiah acak dari sistem. Ada juga poin yang didapatkan dari tugas yang telah di selesaikan. ]
Mata Lou Yan berkilat dengan cahaya aneh.
"Sistem, untuk kegunaan apa poin itu?" Dia bertanya dengan penasaran.
[ Anda bisa menggunakan poin untuk membelanjakannya di sistem mall. Ada banyak barang seperti kebutuhan sehari-hari, mobil, rumah dan sebagainya. ]
Mata Lou Yan cerah.
"Sistem, apakah ada keterampilan khusus atau yang terhubung dengan berbagai keterampilan sehari-hari seperti memasak, mengemudi atau apa?" Wajah Lou Yan penuh dengan harapan.
[ Untuk keterampilan tidak akan ditampilkan pada sistem Mall, anda dapat memiliki keterampilan khusus setelah menyelesaikan misi dari sistem, itupun jika tuan rumah beruntung. ]
Senyum manis yang merekah diwajah Lou Yan membeku. Dia menjadi lesu.
Berbicara tentang keberuntungan, kehidupan pertamanya benar-benar lawan main dari itu.
Apakah ada yang lebih sial darinya yang seorang yatim piatu, dia bahkan tidak mengetahui siapa orang tuanya. Hidupnya sangat miskin sehingga dia harus membungkuk tiap hari untuk menjilat orang-orang kaya.
Disaat dia telah menyelesaikan ujian kelulusan dengan nilai tinggi di jurusannya, dia hanya perlu beberapa hari sebelum dia masuk ke perusahaan besar, namun malah berakhir dengan tabrak mobil dan kematiannya.
Sungguh...
Memikirkan ini membuat Lou Yan tak tahan dan akhirnya dia mengubur kepalanya di bantal lembut dan mencium aroma harum dari sana.
Dia menenangkan emosinya.
"Baiklah kalau begitu. Sistem, apakah sekarang ada tugas yang perlu diselesaikan?" Lou Yan bertanya dengan tangan kanan mengelus rambut hitam panjangnya.
[ Ting—
Tugas: Dalam waktu dua bulan, tuan rumah diharapkan menaikkan tinggi badannya mencapai 170 cm.
Hadiah: —
Hukuman: Menumbuhkan tiga jerawat di wajah tuan rumah. Hidung, pipi, dan bawah bibir. ]
Lou Yan: "...."
!!!
Dia menatap ngeri pada panel tugas yang melayang didepan matanya. Bukan karena fenomena aneh itu yang membuatnya merasa merinding, namun hukuman tugas benar benar membuatnya tak bisa berkata-kata.
Menumbuhkan jerawat?
Dan apa itu? Hidung, pipi dan bawah bibir. Bukankah itu tempat-tempat yang sangat mencolok?
Bagaimana jika dia ingin bertingkah imut pada ayahnya dan saudaranya, bukankah jerawat di hidung itu akan merusak pemandangan, dan di pipi bukankah akan menutupi ke imutan dirinya yang chubby.
Yang dibawah bibir juga akan merusak keindahan bibirnya yang seperti kelopak mawar.
Hukuman tugas benar-benar sangat kejam bagi mereka yang mencintai kecantikan.
Lou Yan mengelus wajahnya yang seperti peri dengan enggan.
Lupa kan, lakukan saja tugasnya.
Setelah ayah datang besok, dia akan memintanya untuk mengirim ahli gizi terbaik dan mengatur kesehatannya. Juga mungkin memintanya mengirim orang dari klub kebugaran untuk mengajarinya olah raga supaya dia bisa tumbuh tinggi lebih cepat.
Berdasarkan tinggi badan ayah dan dua saudaranya yang semuanya diatas 180, seharusnya tidak akan sulit menumbuhkan tinggi badannya.
"Sistem, berapa tinggi badanku sekarang?" Dia bertanya penasaran.
[ 165 cm. ]
Sudut mata Lou Yan berkedut.
Dia harus menumbuhkan tinggi nadanya 5cm selama dua bulan!
__ADS_1
Persetan—
....