Sistem Kecantikan [Pendamping]

Sistem Kecantikan [Pendamping]
CHAPTER 27


__ADS_3

<<<_____________________________*


Sebenarnya Author mau gunain kata 'gadis' dan bukan 'wanita', tapi Author lebih suka pakai kata 'wanita'.


HAPPY READING❗


*_____________________________>>>


❇❇❇


.


.


.


.


.


Lampu secara bertahap meredup, dan latar belakang panggung menjadi gelap gulita.


Sebuah batu kristal besar dipanggang mengeluarkan cahaya biru dan putih seperti langit berbintang, bersinar menerangi panggung yang gelap.


Diatas panggung, sebuah piano putih berada ditengah panggung.


Jari giok wanita itu menekan tuts piano hitam putih.


Dengan anggun dia memulai ritme musik yang menenangkan, suara lembut piano seperti musim semi, tampaknya ada suara lembut wanita yang tengah jatuh cinta tengah bersenandung dengan lembut.


Semua orang yang menyaksikan dewi mereka di tengah panggung menikmati suara musik yang lembut.


Nada berkelok-kelok menembus ke telinga semua siswa dalam gedung.


Nada lembut dan alami, mereka merasa berada di hutan belantara yang dipenuhi sinar matahari.


Sesaat mereka membayangkan ribuan bunga yang indah bermekaran di musim semi, kemudian suara ombak menabrak batu karang, dan tawa anak-anak yang tengah bermain dengan gembira di pantai.


Tampa sadar kepala mereka semua bergoyang lembut mengikuti ritme musik yang di mainkan wanita peri dipanggang.


Saat ujung jari giok wanita itu bergerak lebih cepat, dan kuncinya menjadi semakin keras.


Seluruh panggung tampak menakjubkan.


Mereka melihat laut bergulir dan gelombang ombak memercik batu karang dan membuat debaran yang kuat. Jantung semua orang berdetak kencang.


Ribuan bunga menggoyangkan tangkai mereka dan mekar dengan memperlihatkan kecantikan mereka pada sinar matahari yang menyapa.


Perlahan ritme musik mencapai puncaknya, dan saat itulah semua penonton merasakan apa itu keindahan alam.


Langit biru bercampur dengan awan putih dan bergerak perlahan mengikuti angin.


Ribuan kupu-kupu melayang dan mengelilingi ribuan bunga, serbuk putih berjatuhan seperti salju dan membuat kilau emas ketika terkena sinar matahari.


Pohon-pohon ramping dan tinggi dalam hutan membuat bayangan ketika matahari bersinar, membawa cahaya pada hutan yang rimbun dan lembab.


Laut menggulung ombak dan mengikuti arus dan mendorong segala hal berbahaya menjadikannya pemandangan luarbiasa.


Segala hal didunia nampaknya saling melengkapi, langit, darat, laut, dan hutan. Segalanya berjalan sesuai arusnya.


Setelah lama menonton dan merasakan keajaiban musik, suara piano akhirnya berhenti.


Seluruh panggung hening.


Kemudian suara gemuruh tepuk tangan dari ribuan siswa menggema diseluruh gedung tersebut.


Ada banyak teriakan dari para penggemar wanita itu.


Hampir sebagian besar siswa perempuan di dalam ruang gedung menatap wanita dipanggang dengan mata bersemangat dan kekaguman, iri dan cemburu, serta bintang-bintang dan mata cinta yang diproyeksi dari mata siswa laki-laki.


"Ahhh... peri Yeong sangat cantik! Dia adalah dewi yang paling aku kagumi..."


"Musik peri Yeong jauh lebih baik dari satu tahun yang lalu. Dia memang anak berbakat dari keluarga bangsawan Yeong..."


"Hah... isteriku memang yang terbaik, dia bermain dengan sangat baik, seperti biasa."


"Siapa isterimu? Peri Yeong adalah dewi-ku! Hati-hati dengan mulut sampahmu!"


"Tidak peduli bagaimana aku melihat dewi Yeong, dia tetap sangat cantik. Aku iri pada siswa laki-laki dari kelas khusus, mereka dapat melihat peri Yeong hampir setiap hari. Tidak mudah bagi kita untuk melihatnya di hari biasa."


"Dia adalah salah satu dari dewi sekolah kita. Aku beruntung mendapat kursi hari ini. Hei, bulan lalu aku bahkan tidak bisa berdiri disamping panggung." Seseorang mengeluh dengan mata penuh semangat menatap wanita di atas.


....


Wanita dipanggang memiliki penampilan yang sangat indah dan lembut.


Mata persik berbunga dan bulu mata ramping dan panjang dengan alis melengkung seperti willow. Ada senyum lembut dan tenang dibibirnya yang merah muda, wajah bulat seukuran telapak tangan.


Dia mengenakan gaun putih bersih yang pada bagian pundak terbuka, memperlihatkan kulit seputih salju, ada selendang putih yang melilit tangan kanan dan kirinya, bergoyang anggun ketika wanita itu berjalan.


Rambutnya yang hitam panjang dan halus dibiarkan tergerai bebas sampai punggungnya.


Sosoknya yang sempurna dengan lekuk tubuh yang menawan dan lembut. Senyum lembut dan sopan mencerminkan pendidikan wanita bangsawan.


Dia tampak dipenuhi kebaikan dan kelembutan diseluruh tubuhnya, seperti bunda maria yang penuh kasih.


Ketika wanita itu mendengar suara teriakan para penggemarnya, senyumnya tampak lebih tulus dan dia dengan anggun melambai dan menyapa para siswa dalam gedung.


Para penggemar yang melihat dewi mereka melambai tampak heboh. Suara mereka tampak seperti akan membalik seluruh gedung sekolah.


Para guru yang menilai di samping panggung saling memandang dengan senyum tampa daya. Tapi mereka juga tampak puas dan penuh kekaguman pada wanita yang masih berdiri dipanggang dengan senyum lembut.


Setelah selesai penilaian, wanita itu turun dari panggung dan berjalan menuju tangga yang mengarah pada lantai dua, di mana siswa kelas khusus berkumpul.


Semua orang hanya bisa melihat punggung anggun wanita itu yang menjauh dengan tatapan enggan.


....


Lou Yan melihat penampilan wanita yang baru saja turun dari panggung, dia juga merasa wanita itu memang sangat berbakat. Suara musik piano yang dimainkan mampu menghipnotis semua penonton dan membuat mereka merasakan kedamaian yang tak tertandingi.


Disisi lain dia juga penuh rasa ingin tahu pada teman sekelasnya ini.


Wanita itu memang tidak bisa dibandingkan dengannya dalam hal penampilan, tapi wanita itu masih sangat cantik seperti peri dan berbakat bermain musik seperti piano.


"Saudara Ye, apa kamu mengenal wanita itu? Dia sangat pandai bermain musik."


Lou Yan tahu jika dia bertanya pada Nangong Ryuji, pria itu tidak akan membalasnya, bukan tidak mau, tapi dia terlalu malas menjelaskannya. Karena itu dia langsung bertanya pada Ye Qifeng.


Ye Qifeng mengangkat sebelah alisnya. "Oh, dia adalah Yeong Yi, anak perempuan dari keluarga bangsawan Yeong, salah satu 10 keluarga besar ibukota."


Yi Yeong? Namanya terdengar bagus. Lou Yan mengangguk paham.


"Apakah dia seorang penggemar musik?"


Lou Yan mengingat permainan piano yang dimainkan wanita itu, dia tidak tahu apakah pemilik tubuh asli bakatnya bisa dibandingkan dengan wanita itu. Bagaimanapun guru dari pemilik tubuh asli adalah seorang pianis terkenal dari prancis.


Lou Yan masih tidak mau menyerah tentang bakat pemilik tubuh asli sebelum dia mengalami kecelakaan. Dia ingin mengembangkan bakat pemilik tubuh asli dan menghargai kerja kerasnya sebelumnya.


"Apa kau tertarik padanya?" Ye Qifeng melihat dia begitu penasaran dan kilatan cahaya aneh melintas dimatanya.


"Hah?" Lou Yan bingung.


"Apa? Aku hanya ingin tahu." Apakah itu berlebihan? Lou Yan ragu. Tapi dia langsung tidak peduli.


"Tidak." Ye Qifeng tersenyum anggun. Dia melirik temannya yang masih dengan tenang melihat layar televisi besar yang menampilkan penampilan orang-orang dipanggang satu per satu. Seolah-olah tidak terjadi apapun.


Senyum penuh arti muncul di mata menawan Ye Qifeng.


....


Di tempat kelompok enam orang, salah satu pria itu menatap Lou Yan dari jauh. Matanya bersinar penuh ketertarikan. Dan dia mengabaikan teman-temannya yang masih mengobrol disampingnya.


Dengan segelas anggur ditangannya, dia meminum semuanya langsung dan menyeka bibirnya yang berair dengan tisu, gerakannya santai namun penuh keanggunan yang berasal dari tulang.


Rambut perak yang unik namun mewah pria itu disisir kebelakang, menampilkan dahi halus dan putih pria itu.


Pria muda itu mengenakan seragam sekolah dan dilapisi jas hitam panjang yang lurus dan rapi dengan sedikit ekor dibelakangnya, peniti di kepala setelan jas itu terdapat rantai perak dan kristal ungu.


Pria itu terlihat sangat tampan dengan kulit yang sangat putih namun sehat, wajahnya mengukir garis anggun dan perpaduan antara fitur china dan barat, namun itu tampak sangat harmonis membuat pria itu semakin menawan.


Senyumnya masih sangat lembut dan dia menopang kepalanya dan menatap lurus kearah Lou Yan. Lensa mata seperti bulan perak yang bersinar dilangit malam terlihat sangat indah di mata lembut pria itu.


Pria berambut perak itu adalah Sifon Orleansk. (Bca: sai/seifon orlensik)


Keluarga Orleansk merupakan keluarga besar dan terkaya di negara Rusia.


Keluarga tersebut biasanya disebut juga 'keluarga salju'. Karena kebanyakan orang yang memiliki darah dari anggota keluarga Orleansk memiliki kulit yang sangat putih, hampir dapat menyaingi warna salju.


Sedangkan warna pupil keluarga Orleansk adalah biru muda, namun Sifon Orleansk yang merupakan tuan muda kedua keluarga Orleansk lebih menyukai mengenakan lensa kontak warna perak keputihan untuk menyesuaikan warna rambut dan kulitnya, yang membuatnya semakin menawan.


(Untuk mempermudah, Author langsung gunain nama 'Sifon' jadi 'seifon'.)


"Hei seifon, apa yang kau lihat? Apakah pria cantik itu menarik perhatianmu?"


Seorang pria muda dengan wajah bayi dan tubuh mungil menatap temannya penasaran. Pria muda itu duduk disisi kanan dan tatapannya mengikuti arah pandang temannya. Melihat Lou Yan dan dua orang familiar, dia akhirnya tahu apa yang diperhatikan temannya.


"Pria cantik itu yang tadi menampar Long Seyin, kan?" Dia mengingat adegan sebelumnya dan menatap Lou Yan kagum.


Pria muda dengan wajah bayi itu adalah Zhen Son, nama yang sangat lucu dan unik. Semua temannya memanggil nya 'anak Zhen'.


Dia merupakan siswa di kelas khusus yang tidak punya latarbelakang, bisa dibilang dia hanyalah siswa miskin namun memiliki nilai tinggi disekolah.


Seperti Fu Shichen, dia juga di rekomendasi oleh temannya yang berambut perak itu.


Dengan latarbelakangnya, bahkan jika nilainya disekolah tinggi, dia tidak akan bisa memasuki kelas khusus dengan mudah, dan hanya bisa masuk ke kelas utama di mana semua siswa dengan nilai terbaik namun tidak memiliki latarbelakang berkumpul.


Namun dengan latarbelakang Sifon Orleansk yang merupakan keluarga paling kaya negara Rusia, seifon dengan mudah memasukkan Zhang son ke dalam kelas khusus. 'Ini juga termasuk pintu belakang'.


"Tidak, aku hanya berpikir dia cukup lucu." Sifon tersenyum lembut.


Dia kemudian mengalihkan perhatian dari kelompok Lou Yan.


"Ngomong-ngomong anak itu mengenal Nangong Ryuji dan Ye Qifeng, latarbelakangnya pasti tidak mudah." Zhang son berkata dengan sedikit iri.


Dia yang merupakan anak dari keluarga miskin secara alami memiliki sedikit rasa iri pada mereka yang berasal dari keluarga kaya, jika bukan karena temannya adalah anak keluarga besar dan hubungan mereka juga dekat, dengan latarbelakangnya sekarang, dia tidak akan bisa masuk ke kelas khusus dan bergaul dengan banyak anak keluarga besar.


Dan dia juga tahu bahwa semua anak-anak keluarga besar itu mau berkomunikasi dengannya sepenuhnya karena untuk memberikan wajah pada temannya. Tidak ada teman sejati di kelas khusus, jika bukan untuk membangun koneksi, atau kepentingan mereka sendiri, mereka akan jarang berkomunikasi satu sama lain.


Zhang son melirik temannya, seifon. Menghela nafas dalam hati.


Dia juga tahu temannya tidak benar-benar menganggapnya serius, mereka mungkin bisa dikatakan teman dekat, namun selain duduk bersama dan mengobrol, mereka hampir tidak melakukan apapun. Bahkan ketika mereka makan, temannya tidak akan bersama dengannya. Dan dia juga hampir tidak dapat menemukan keberadaan temannya.


Dunia mereka berbeda, secara alami pandangan mereka tentang dunia juga berbeda.

__ADS_1


Satu-satunya yang mungkin berhasil menarik perhatian temannya padanya mungkin hanya satu, yaitu prestasinya disekolah.


Dia tidak punya latarbelakang, penampilan yang bisa dikatakan sedikit diatas rata-rata, namun secara keseluruhan sangat biasa, sulit untuk mengatakan bagaimana bisa orang besar seperti temannya mau berteman dengan orang biasa seperti dirinya.


Jadi hanya satu, itu adalah nilai akademisnya disekolah.


Bagaimanapun seifon ini berasal dari Rusia dan menerima pendidikan tertinggi sejak kecil, namun dia sekarang tinggal di china dan bersekolah di sekolah SMA Elit Young Lan. Banyak mata pelajaran berhubungan dengan negara China sendiri, sedangkan dia dibesarkan di Rusia.


Walaupun temannya dikenal sebagai genius sejak dia masih kecil, namun masih banyak kesulitan untuk mempelajari banyak hal di negara asing baginya seperti China.


Jadi untuk bisa mengatasi kesulitan tentang masalah akademis, dia datang padanya dan mulai berteman dengannya.


Zhang son dengan tenang menunduk menutupi wajahnya yang sedih.


Dia tahu, sejak awal dia hanya keberadaan seperti alat yang digunakan untuk mengatasi kesulitan bagi temannya. Namun dia masih bersedia untuk berdiri disampingnya dan dijadikan sebagai alat oleh temannya. Itu hanya satu, karena balas budi.


Temannya mungkin memiliki pikiran untuk memanfaatkannya, namun disisi lain temannya juga memperlakukannya dengan baik. Seperti teman pada umumnya. Jadi Zhang son menghibur diri sendiri.


Setidaknya seifon ini memperlakukannya dengan baik. Bukankah sangat memalukan jika dia hanya menerima kebaikan tampa membalas?


Dengan memikirkan ini suasana hati Zhang son juga menjadi lebih tenang. Senyumnya cerah dan dia kembali mengobrol dengan temannya yang lain.


Sifon membelai gelas kaca berlapis emas dengan lembut, seolah merasakan suasana gelap dari pria kecil disampingnya, dia melirik Zhang son dengan mata acuh tak acuh.


Ketika dia berbalik dan melihat Lou Yan, ekspresinya kembali kelembutannya dan elegan. Dia sedikit tertarik dengan murid baru yang cantik ini.


Jika tidak salah, nama yang di informasikan oleh bawahannya adalah Lou Yan, kan?


Lou...


Cahaya aneh berkilat dimatanya yang tenang. Apakah dia berasal dari keluarga itu?


Orang yang mampu menarik minat Nangong Ryuji tidak mungkin menjadi orang biasa.


Lagipula hanya keluarga itu yang memiliki kontak dekat dengan keluarga Nangong selain keluarga Ye.


Senyum elegan tertampang diwajahnya yang indah. Dia mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada seseorang.


______________________________________


CHAT:


[ Blue Orleansk ]


- Murid baru dikelas kita sangat menarik.


Tiga menit kemudian seseorang mengirim balasan:


[ Mahkota Bintang ]


- ???


___


[ Blue Orleansk ]


- Apa kau tahu apa yang terjadi hari ini?


___


Balasan:


[ Mahkota Bintang ]


- Apa yang terjadi dengan murid baru? Bisa membuat tuan muda kita begitu bahagia?😌


___


[ Blue Orleansk ]


- Sesuatu yang mungkin membuat kamu tertarik.


___


Balasan:


[ Mahkota Bintang ]


- Oh, sayangku, katakanlah! 😘


___


[ Blue Orleansk ]


- Heh, kau bisa mencari tahu sendiri. (acuh tak acuh)


___


Balasan:


[ Mahkota Bintang ]


- Sayang, kamu kejam.


- Untukmu, baby. 😚💨 (ciuman kentut)


___


[ Blue Orleansk ]


- Terserah.😒 (mengabaikan)


___


Balasan:


[ Mahkota Bintang ]


- Jangan abaikan aku...!!!!😭 (sedih)


- Jika kau mengabaikanku, aku akan membiarkan wanita itu kembali untuk pergi mencarimu.😏


_____________________________________


Seifon memandang ponselnya dan melihat tulisan temannya dengan ekspresi terdiam. Dengan mengerucutkan bibirnya dan tersenyum tampa daya.


Namun ketika dia melihat kalimat terakhir, ekspresinya berubah menjadi gelap.


Mengingat wanita itu... seifon merasakan sakit kepala.


Dia tidak ini berurusan dengan wanita yang tergila-gila itu. Adalah hal bagus untuk bocah ini menahan wanita itu di luar negeri. Jangan sampai wanita itu datang ke China.


Si neurotik ini.


Dia menunduk dan membalas dengan marah. Jika dia berani melepaskan wanita gila itu, dia benar-benar harus membunuhnya. Betapa dia berharap wanita itu cepat mati.


_____________________________________


[ Blue Orleansk ]


- Oke, Jun Bei Che. Aku akan mengingat akunmu sekarang, berani mengancam tuan muda ini!! 😇 (senyum seperti malaikat ;)


_____________________________________


Setelah dia selesai mengirim pesan, dia mengabaikan suara gemetar dari penanda 'pesan masuk' dalam aplikasi.


Ekspresi pria itu ketika menatap Lou Yan rumit dengan ketertarikan samar.


Akhirnya dia menghela nafas dengan pelan dan berpikir dunia ini terasa membosankan. Dia bahkan mulai tertarik pada seorang pria.


Tampaknya hidupnya ini benar-benar kesepian.


Setidaknya sebelum orang itu datang. Tatapannya beralih pada Lou Yan kemudian pada dua pria yang mengelilinginya.


Seolah merasakan tatapannya, mata bulan seifon bertabrakan dengan mata licik Ye Qifeng. Pihak sana mengangkat sebelah alisnya kearahnya, dan seifon dengan sangat alami mengalihkan perhatiannya. Seolah-olah dia hanya kebetulan melihat kearah sana.


Disisi lain Ye Qifeng mengangkat tangannya dan menyangga dagunya dengan penuh minat.


Melihat ekspresi rumit pria berambut perak tadi, nampaknya dia benar-benar meremehkan pesona peri kecil mereka.


Ye Qifeng melirik Lou Yan tampa jejak dan tertawa pelan.


Lou Yan merasakan bulu kuduknya berdiri, dia menggigil dan memandang sekitarnya curiga. Bagaimana rasanya seseorang tengah menghitungnya, eh?


Lou Yan merasa sangat bosan dan ingin pergi, lagipula sebagai murid baru, dia tidak perlu mengikuti ujian selama bulan ini.


Jadi dia berdiri dan berkata pada dua orang, Nangong dan Ye Qifeng. Bahwa dia akan pergi berkeliling sekolah.


Setelah Lou Yan keluar dari gedung musik, dia ingin menemukan tempat sepi untuk tidur. Akibat kebosanan, dia mulai mengantuk.


Siapa yang membuat ada begitu banyak murid yang mengikuti ujian bulanan kelas musik hari ini? Apalagi piano yang mereka mainkan sangat lembut sehingga dia tidak tahan untuk menguap malas.


Ketika Lou Yan ada di jalan menuju taman kecil di ujung barat sekolah, tiba-tiba ponselnya berbunyi.


Nomor tak dikenal?


Lou Yan hanya ragu sebentar dan kemudian teringat sesuatu, dia akhirnya mengangkat panggilan tersebut.


"Halo, apa ini dengan tuan Lou?" Suara rendah seorang pria lembut terdengar di ujung telepon sana.


Lou Yan mengangkat alis: "Ya, ini aku Lou Yan. Apakah ini?"


Pihak sana terdiam, mungkin tidak mengira bahwa orang yang akan menjawab teleponnya akan memiliki suara begitu muda.


Tapi segera dia membalas pertanyaan Lou Yan.


"Tuan Lou, saya dari pihak perusahaan Dileven sion's, nama saya Lu Xuran, anda bisa memanggil saya menejer Lu." Pihak sana memperkenalkan diri dengan formal.


"Oh? Menejer Lu, apakah ada sesuatu?" Lou Yan sama sekali tidak mengenal pihak sana, tapi dia masih berhati-hati.


"Tuan Lou, atas nama perusahaan Dileven sion's, saya berterima kasih atas partisipasi tuan Lou untuk membeli perusahaan cabang kami, yaitu perusahaan Ai Yusshi yang ada di kota B. Saya di sini untuk mengingatkan tuan Lou bahwa sertifikat dan semua file penting yang diperlukan telah di kirim ke alamat tuan Lou yang tertera di informasi, setelahnya anda hanya perlu menandatangani sertifikat tersebut. Sertifikat itu akan sampai setidaknya tiga jam dari sekarang."


"Selain itu, jika tuan Lou memiliki kebutuhan atau sesuatu yang salah pada barang yang perusahaan kami kirim, anda hanya perlu menekan nomor saya. Sekali lagi terima kasih tuan Lou atas partisipasinya. Apakah tuan Lou butuh sesuatu?" Suara lembut pria itu tampak tenang dan santai, namun juga sopan. Membuat orang merasa baik padanya.


"Ah?" Lou Yan terkejut.


Perusahaan Ai Yusshi? Bukankah itu perusahaan yang diberikan sistem padanya?


[ Tuan rumah benar ]


Sistem yang telah diam tiba-tiba muncul mengejutkan Lou Yan.


"Bagus, kalau begitu tidak perlu. Aku tidak membutuhkan apapun. Terima kasih kerja kerasnya." Lou Yan juga menjawab dengan sopan.

__ADS_1


"Kamu sopan. Kalau begitu saya tidak akan berlama-lama karena ada banyak hal yang harus saya lakukan. Permisi tuan Lou. Berharap bisa bekerja sama dengan tuan Lou di lain hari."


"Ya." Lou Yan juga tersenyum, walau tidak bisa dilihat oleh pihak sana.


Panggilan tertutup begitu Lou Yan memanggil sistem.


'Sistem, perusahaan Ai Yusshi adalah perusahaan cabang dari Dileven sion's?' Lou Yan bertanya penasaran.


[ Ya ] sistem menjawab dengan dingin.


'Apa itu perusahaan Dileven sion's? Aku tidak pernah mendengarnya.'


[ Tuan rumah, tempat sekarang ini merupakan dunia paralel yang hampir sama dengan dunia tuan rumah, namun satu langkah lebih maju. Tapi disisi lain juga ada banyak hal berbeda dengan dunia tuan rumah. ]


[ Perusahaan Dileven sion's merupakan perusahaan yang berpusat di negara kanada dan telah merambat ke China. Mereka terutama berada di industri permodelan dan hiburan ]


'Maksudmu itu merupakan perusahaan asing?'


[ Ya ]


[ Ada dua perusahaan cabang yang dibangun oleh perusahaan Dileven sion's di China, salah satunya adalah perusahaan Ai Yusshi sekarang. Namun karena beberapa konflik dengan perusahaan Wuying Grup milik keluarga Long, pihak dari perusahaan cabang Dileven sion's terpaksa melelang perusahaan cabang Ai Yusshi untuk mengganti kerugian ]


"Konflik? Apakah ini keluarga Long lagi?" Lou Yan memutar matanya ketika mendengar nama familiar itu.


"Tapi sistem, tampaknya perusahaan Dileven sion's adalah perusahaan besar yang kuat, bagaimana mereka begitu mudah untuk di tekan?" Lou Yan menyentuh dagunya.


[ Ada beberapa cara, pertama karena hampir semua kekuatan perusahaan Dileven sion's berada di negara asing terutama Eropa. Mereka juga kekurangan koneksi dengan perusahaan di China, dan yang lain karena mereka berusaha menghindari kerugian lebih banyak ]


[ Sedangkan keluarga Long adalah salah satu keluarga paling kaya di negara China, mereka juga berada di industri hiburan dan dunia bawah. Dari segi kekuatan, kekuasaan dan pengaruh. Di china mereka masih sangat kuat ]


"Ah, itu dia. Bahkan seekor naga harus membungkuk di wilayah ular lokal." Lou Yan mengerti.


"Sistem, aku akan tidur. Kau bangunkan aku jika sudah dua jam, aku akan mengambil sertifikat perusahaan Ai Yusshi dan menandatanganinya." Lou Yan mengingatkan.


[ Baik, tuan rumah. Jangan khawatir ]


"Aku sama sekali tidak khawatir." Lou Yan bergumam dengan malas.


Ketika Lou Yan melihat sebuah taman sepi tidak jauh darinya, dia ingin bergegas untuk mencari pohon untuk tidur. Namun dia langsung berhenti ketika dia mendengar suara aneh dalam taman sepi tersebut.


Setelah meningkatkan kekuatan tubuhnya mencapai 150, indra penciuman, pendengaran, nalurinya menjadi sensitif. Dan dia bisa dengan muda mendengar suara cicak yang merayap, nyamuk terbang, hingga suara angin yang bertiup.


Apalagi tempat ini sangat sepi dan suara kecil apapun akan diperbesar beberapa kali.


Lou Yan berjalan diam-diam tanpa suara, menahan napas dan bersembunyi disudut belakang pohon dan rumput tinggi.


Dari sini dia melihat ada dua orang dengan jenis kelamin berbeda tengah berdiri saling memandang. Lou Yan mendengar suara wanita yang lembut berbicara.


"Pangeran Long, aku mencintaimu. Aku tidak menginginkan apapun, asalkan kamu mau membiarkan aku menjadi teman kencan, aku akan melakukan apapun untukmu."


Lou Yan terkejut mendengar pengakuan gadis itu.


Pangeran Long? Panggilan yang familiar. Jangan bilang ini keluarga Long lagi kan?


Lou Yan cemberut, namun dia tetap mencoba mengintip karena penasaran.


Akhirnya dia melihat penampilan gadis yang mengaku barusan.


Gadis itu memiliki penampilan cantik dan murni, kulit nya yang porselen dengan mata rusa yang penuh kelembutan, dia mengenakan pakaian sekolah khas SMA Elit Young Lan warna putih.


Lou Yan dengan cermat melihat atas bawah gadis itu dan tidak menemukan perhiasan lain selain sebuah gelang tali warna hitam. Jika tidak salah, kondisi keluarganya seharusnya rata-rata atau bahkan miskin.


Penampilan gadis itu sangat kontras dengan pria didepannya.


Pria itu memiliki tinggi sekitar 1,86 meter.


Mengenakan pakaian sekolah dengan dua kancing teratas dibuka, wajah tampan yang bisa membuat semua wanita menjerit karena terpesona, alis tampan dan tajam, mata merah seperti darah dan tampak sangat menawan. Hidung mancung dan bibir merah yang sexy terangkat malas. Penuh roh jahat.


Dengan pakaian disekujur tubuhnya dipenuhi merek mewah, sepenuhnya menujukkan status keuangan keluarganya.


Apalagi tindik salib warna perak di telinga kanannya, itu membuatnya lebih terlihat nakal dan menawan.


Lebih menakjubkan aura mengesankan yang keluar dari tubuhnya, seolah-olah dia adalah hormon berjalan yang bisa memancing nàfsu semua orang didekatnya untuk memiliki keinginan menelanjanginya.


Pesona iblis.


Lou Yan memandang pria itu dengan linglung, penampilan pria ini sangat tampan dan dapat bersanding dengan Donald Phantom, walaupun masih satu level lebih rendah, tapi dalam hal pesona, dia mengalahkan semua pria yang pernah bertemu dengannya.


Yah, bukan mengalahkan dari segi penampilan atau aura, namun saat berurusan dengan wanita, dia pasti yang terbaik.


Dan itu memang tidak mengecewakan Lou Yan, karena detik berikutnya, pria itu menggunakan tangan kiri untuk memeluk gadis cantik tersebut dan mendorongnya ke pelukannya, dan tangan kanannya terangkat untuk membelai wajah cantik gadis itu.


Cara dia mengelus pipi gadis itu begitu lembut seolah-olah dia tengah menyentuh harta karun yang paling berharga. Membuat pipi gadis itu memerah karena malu dan gembira. Matanya yang seperti rusa bersinar cerah.


"Sayang, apakah kamu benar-benar ingin berada disampingku?" Suara rendah pria itu tampak lembut dan dia menunduk untuk menggigit telinga merah gadis itu. Menjilatnya ringan.


"Emmm..." tampa sadar gadis itu meńdesah pelan, suaranya lembut dan merdu yang sangat enak didengar. Kemudian dia langsung melebarkan matanya karena terkejut, blush, pipinya tampak berasap dan dia menatap malu pada pria yang masih memeluknya dengan lembut.


"Y-ya. Aku ingin selalu bersama pangeran Long." Jawab gadis itu dengan gugup, tapi dia tidak menolak pelukan pria itu. Malah sebaliknya, dia dengan malu-malu menunduk membalas pelukan pria itu walaupun terasa canggung.


Sebuah cahaya melintas di mata merah menawan Long Yuan, dia menatap penuh minat pada gadis cantik yang pemalu namun berani yang ada dipelukannya.


Kemudian sebuah senyum muncul di bibir sexy pria itu, dia mengelus pinggang gadis itu dan menunduk untuk mencium bibir merah muda dengan ekspresi lembut. Pertama-tama dia hanya mencium pelan, namun lama kelamaan sebuah cahaya gelap memenuhi mata merah seperti akan meneteskan darah.


Nàfsu membara bangkit dari tubuh bagian bawah Long Yuan.


Lidah licin pria itu menjilat bibir merah muda, menjilatnya ke atas ke bawah dan tanpa sadar gadis itu mèlenguh samar, mengambil kesempatan ketika gadis itu membuka mulutnya, lidah pria itu melesat kedalam mulut hangat gadis itu. Menggoda lidah pihak lain dan tak lupa memeriksa deretan gigi putih yang rapi.


"Ummhh..." Gadis itu bergerak dengan gelisah. Tangannya memegang pakaian pria itu sampai kukunya menjadi semakin putih dan pucat. Wajahnya merah dan dia tampak akan kehabisan napas.


Dengan kemampuan veteran ciuman pria itu, gadis cantik itu tampak terpesona dan dia tidak berdaya untuk menemukan kakinya sangat lemah, mau tidak mau dia menyandarkan kepalanya dan beban tubuhnya pada pria itu.


Air liur tumpah karena mulut kecil nya tidak bisa menampung cairan mulut. Dan ciuman Long Yuan bergeser dari mulut ke dagu, kemudian menurun untuk mencium leher gadis itu.


Bibir pria itu bergerak ke atas ke bawah leher gadis itu, dia menjulurkan lidahnya dan menjilat arteri dengan ringan, menjilat kulit seputih salju dengan bibirnya, dan kemudian melepaskannya, menjilat lagi dan terus turun kebawah sampai dia melihat dua bola tertutup pakaian sekolah yang dikenakan gadis itu.


"Siapa namamu?" Long Yuan bertanya dengan lembut, tangannya terangkat dan meremas pàyudara besar gadis itu dengan ringan. Kemudian dia mengangguk puas, seolah dia puas dengan ukuran yang pas ditangannya.


"Emh, n-namaku Yue Qingqing." Jawab gadis itu kesulitan menahan eràngan samar karena rangsangàn dari pria yang dicintainya.


"Oh? Yue Qingqing? Nama yang sangat indah." Long Yuan memuji dengan senyum lembut. Tangannya meremas lebih keras dan gadis itu menjerit pelan.


"Ah."


"Apa kamu yakin kamu ingin berada disampingku?" Tanya pria itu dengan bibir mengecup ringan pada bibir basah gadis itu.


"Enghh..."


"Aku y-ya..."


"Bagus, gadis yang baik. Aku akan membuatmu merasa puas." Dia memuji sambil mengelus kepala gadis itu yang bersikap baik. Membuat Yue Qingqing merasa malu dan bahagia. Dia menggosok kepalanya pada lengan pria itu seperti seekor kucing.


Melihat keberaniannya yang mulai tumbuh dari gadis dipelukannya, Long Yuan tersenyum acuh tak acuh. Ketika mereka akan memulai aksi panas mereka. Suara seorang wanita tampak menggoda menggangu keduanya.


"Sayangku, ternyata kamu disini. Aku menunggumu di villa sejak lama."


Gadis cantik bernama Yue Qingqing terkejut mendengar seseorang datang ke tempat mereka. Dia melihat ke belakang punggung Long Yuan.


Sedangkan Long Yuan bahkan tidak berbalik, dia langsung tahu siapa yang mengganggu kegiatan mereka berdua.


Seorang wanita yang sangat cantik datang kearah mereka berdua, tubuh panasnya terbungkus oleh seragam yang ketat dan sepenuhnya menunjukkan lekukan tubuhnya yang mempesona. Rambut hitam berponi samping tergerai bebas dibelakang punggung, mata merah seperti batu ruby yang indah dan bersinar cemerlang. Bibir merah darah melengkung dengan malas. Seperti kelopak mawar yang menggoda orang untuk menciumnya.


Wanita itu memiliki sosok begitu indah sehingga mampu membuat semua pria menelan air liurnya, apa lagi dua pàyudara besar yang bisa membuat siapapun kehilangan fokus mereka, terutama pria. Rok pendek yang kurang dari separuh paha dan sepenuhnya mengekspor kaki seputih salju, panjang dan ramping.


Wanita ini tidak akan berlebihan untuk disebut; 'pembunuh wanita'.


Yue Qingqing terpana.


Dia mengenal wanita ini, dia merupakan salah satu primadona sekolah SMA Elit Young Lan dan salah satu wanita paling cantik di seluruh lingkaran kelas atas ibukota.


Long Xinya.


Nona besar keluarga Long yang berkuasa dan saudara kandung Long Yuan.


Semua orang dilingkaran sama memanggilnya 'Nona Besar'.


....


Long Xinya tidak peduli dengan respon wanita dipelukan Long Yuan. Dia hanya menatap saudaranya dengan ekspresi menggoda.


"Saudaraku, apakah kamu mengabaikanku hanya demi gadis 'kecil' ini?" Dia menunjukkan ekspresi cemberut yang manja.


Long Yuan melepas pelukan gadis cantik itu, dia melirik adiknya dengan senyum yang tidak senyum.


Dengan lembut tangannya terangkat dan membelai kepala Long Xinya.


"Apa yang kamu lakukan disini? Bukankah kamu akan mengikuti ujian bulanan? Sudah selesai begitu cepat." Long Yuan menunjukkan senyum lembut yang tampak tulus, bahkan matanya meluap penuh memanjakan.


Long Xinya melirik santai saudaranya dan kemudian tatapannya yang menggoda melihat gadis cantik yang berdiri kaku disamping Long Yuan. Cahaya aneh melintas dimata merah wanita cantik itu.


"Oh? Apakah ini peliharaan baru?" Dia dengan santai mengatakan kata-kata kasar dengan ekspresi aneh.


Long Xinya melihat keatas dan ke bawah pada Yue Qingqing yang menatapnya tak percaya, mungkin terkejut dengan kata-kata kasar yang menyebutnya 'peliharaan'.


Cara memandang Long Xinya menjadi semakin aneh ketika menatap saudaranya.


"Saudaraku, aku tidak menyangka hanya karena aku tidak menemanimu tidur selama seminggu seleramu berubah drastis. Kamu bahkan menyukai seorang anak kecil? Ini benar-benar seorang bajîngan!" Dia melirik saudaranya dengan mengejek dan jijik, mendengus dingin.


"...." Long Yuan.


Sudut mulut Long Yuan berkedut ketika dia mendengar ucapan adiknya.


Mata Yue Qingqing memerah, dia menatap wanita yang sosoknya bisa membuat iri semua wanita, termasuk dirinya dengan marah. Namun dengan cepat dia menyembunyikan kebenciannya dengan menundukkan kepalanya, tangannya terkepal dan dia merasa enggan dalam hati.


Dia telah menyiapkan rencana ini selama berbulan-bulan untuk dapat mengesankan pangeran Long.


Dia bahkan melatih aktingnya siang malam untuk menujukkan ekspresi lembut dan polos.


Awalnya dia tidak cukup percaya diri karena dia telah melihat semua wanita yang sering mengelilingi pangeran Long semuanya tidak lebih buruk darinya, bahkan lebih banyak semuanya lebih cantik darinya. Dan latar belakang mereka semua juga tidak lebih rendah darinya.


Dapat dikatakan semua kualitas orang-orang yang pernah di kencani pangeran Long semuanya berkualitas baik.


Jadi dia tidak bisa cukup percaya diri untuk datang ke pangeran Long dan menyatakan perasaannya. Namun tidak tahu apa yang terjadi tiba-tiba berita bahwa teman kencan pangeran Long berubah dari wanita yang berdadà besar berubah menjadi pria lotus putih.


Walaupun pangeran Long bisa mengencani pria dan wanita, namun lebih banyak waktu dia meluangkan untuk teman wanitanya, hampir semua orang yang pernah di kencani pangeran Long 90% adalah wanita. Tapi anehnya dalam satu minggu ini dia berkencan dengan semua pria cantik dengan karakteristik yang sama, yaitu lembut, licik, dan pura-pura yang sepenuhnya merupakan karateristik seorang Lotus Putih.


Dia ingin mengambil kesempatan ini untuk bisa mendekati pangeran Long, walaupun dia bukan pria cantik, tapi dia cukup percaya dengan kemampuannya untuk berpura-pura. Asalkan memiliki karakter lotus putih, bukankah baik-baik saja?


Lalu bagaimana dengan sekarang?


Yue Qingqing melihat dua orang yang memiliki temperamen dan penampilan mirip dengan ekspresi malu dan kesal.


Dia benar-benar menyesal meminta pertemuan dengan pangeran Long di taman ini. Dia seharusnya mencari tempat dimana wanita jàlang ini tidak bisa menemukan mereka.

__ADS_1


__ADS_2