![Sistem Kecantikan [Pendamping]](https://asset.asean.biz.id/sistem-kecantikan--pendamping-.webp)
Setelah Lou Yan bergabung dilingkaran itu, pria cantik berambut merah memperkenalkan dirinya dengan senyum genit.
"Cantik, namaku Mo Zhiyang. Kau bisa memanggilku Yang Yang, atau jika kau mau kau bisa memanggilku 'sayang'. Aku tidak akan keberatan." katanya dengan menyeringai.
Lou Yan: "...." Yang Yang, Yang Yang, kepalamu peyang!
Ada apa dengan otak si setan merah ini? Apakah bagus menggoda sesama pria cantik?
Lou Yan tersenyum canggung.
"Namaku Lou Yan." Dia mengangguk memperkenalkan namanya.
"Thom, kau datanglah kemari untuk makan. Jangan membuat alasan." Grace Vouche Adelo menatap Donald Phantom dan memberinya tatapan peringatan.
Sejujurnya tatapan itu bukan tatapan ancaman, hanya agar supaya pria Donald mau makan. Hal seperti ini seharusnya menjadi kebiasaan. Dan nama panggilannya itu thom? Lou Yan berpikir.
Donald Phantom melirik tenang pada teman-temannya yang tampaknya menyambut kedatangan pria cantik Lou Yan.
Dia juga berdiri dan berjalan tanpa tergesa-gesa menuju meja mereka.
Kemudian dia duduk disebelah pria inggris dengan mata ungu.
"Yan Yan, ini juga teman kami. Namanya Michel Ellesmer, panggil saja dia Esmer. Dia ini pangeran ke tiga dari kerajaan inggris." Vouche memperkenalkan pria tampan dengan aura bangsawan dan bermata ungu yang merupakan anggota keluarga kerajaan inggris.
Lou Yan sedikit terkejut, orang ini berasal dari negara inggris dan masih anggota kerajaan.
Michel Ellesmer mengangkat kepalanya dan mata ungu itu dengan tenang menatap Lou Yan. Dia mengangguk sebagai salam.
Lou Yan membalas tersenyum. Dia ragu-ragu sebentar.
"Itu... apakah kamu mengenal Michel Nicholas?" Lou Yan bertanya penuh rasa ingin tahu, menatap Ellesmer.
Esmer mengangkat sebelah alisnya.
"Ya, dia sepupuku." Katanya dengan sopan.
"Tidak heran kalian berdua memiliki mata yang sama. Agak sedikit mirip." Gumam Lou Yan namun masih didengar semua orang.
Mo Zhiyang mengangkat alisnya.
"Cantik, apakah kamu mengenal pria itu?"
Pria itu mengacu pada Michel Nicholas, Mo Zhiyang juga mengenalnya.
Karena dia sering terbang menuju negara inggris dan datang ke kerajaan untuk bermain dengan temannya ini ketika dia liburan, dia sering menemui Nicholas itu.
Bagaimanapun mereka berdua memiliki hobi yang sama, yaitu mengencani seseorang. (Playboy)
"Ah, ya. Ayahku memintanya menjadi dokter pribadiku. Dan sekarang dia tinggal di Villa bersama dengan saudara Ryuji dan paman Ennma." Jawab Lou Yan sambil mengambil i-ipad untuk memesan makanan.
Semua orang disana terkejut, dan bahkan Donald Phantom melirik Lou Yan dengan tenang.
"Dia tinggal di Villamu?" Mo Zhiyang menyipitkan matanya dengan tajam.
Dia tidak menyangka bajîngan itu akan mendahuluinya untuk dapat mendekati peri kecil ini.
Mo Zhiyang memperlihatkan ekspresi seseorang yang membenci besi dan baja.
"Em." Lou Yan mengangguk, dia menaruh i-ipad setelah memesan makanan.
Grace Vouche Adelo menatap Lou Yan penuh arti.
Dia selalu berpikir keluarga Lou memang sangat kuat, karena dalam kesannya, keluarga Lou dan keluarga Grace selalu bergantian mengubah posisi dalam daftar keluarga Phantaminum.
Seperti keluarga Grace yang dalam hal kekayaan berada diurutan ke-3 daftar Phantaminum, sedangkan kekuatannya berada di urutan ke-4. Sedangkan keluarga Lou kekayaannya berada diurutan ke-4 dan kekuatannya berada di urutan ke-3.
Namun ayahnya mengatakan bahwa para tuan keluarga Lou tidak menggabungkan keuangan mereka, dan keluarga Lou yang membuat mereka berada didaftar Phantaminum semua didukung oleh kekayaan tuan pertama keluarga Lou.
Jika semua tuan dan angggota keluarga Lou menggabungkan kekuatan dan kekayaan mereka. Tidak bisa dipastikan bahwa keluarga Grace dan Olsen masih dapat menduduki peringkat ke-3 dan ke-2.
Saat itu dia pikir ayahnya terlalu memandang tinggi keluarga Lou. Namun baru setelah dia mencari tahu semua tentang keluarga Lou. Dia menyadari keluarga Lou memiliki 12 tuan dan 3 tuan muda di keluarga utama mereka.
Masing-masing tuan keluarga Lou memiliki kekuatan yang dapat bersanding dengan para kepala keluarga besar China. Beberapa bahkan sangat kuat dan berkuasa.
Kali ini dia tidak menyangkal pernyataan ayahnya. Dia tahu sebagai pangeran ke lima keluarga besar negara Dubai, dia harus bersikap rasional.
Lou Yan ini tampaknya dicintai oleh keluarganya, berteman dengannya tidak akan menjadi hal yang buruk. Tidak semua keluarga besar Phantaminum harus bersaing satu sama lain.
Grace Vouche tahu, selain menyingkirkan musuh, memiliki banyak teman berarti mendapat lebih banyak dukungan.
Tentu saja hanya beberapa orang khusus yang dapat layak untuk menjadi 'temannya'. Dan Lou Yan adalah salah satu orang khusus itu.
Amerika dinobatkan sebagai negara pemimpin perekonomian dunia. Dubai dinobatkan sebagai negara termahal didunia. Dan China merupakan negara terbesar yang skalanya menempati 1/4 luasnya dunia. (Hanya novel!)
Semakin besar suatu negara, semakin kuat pula dukungan sebuah keluarga besar di negara tertentu.
Grace Vouche mengedipkan matanya dan dia kembali dari pemikirannya dan melirik temannya, Donald Phantom.
Pria ini adalah binatang buas yang sebenarnya di sekolah ini.
Diantara puluhan ribu siswa diseluruh sekolah, orang ini akan selalu menduduki nomor satu.
Ketukan!
Suara mengetuk pintu membuat orang dalam ruangan memutuskan pikiran masing-masing.
Mo Zhiyang menekan tombol 'Buka', dan pintu masuk terbuka otomatis, memperlihatkan selusin pelayan pria dengan masing-masing membawa kereta makanan yang tertutup.
Mereka memasuki ruangan dengan sopan dan hormat.
"Ei? Begitu banyak makanan, bukankah aku hanya memesan beberapa hidangan?" Mo Zhiyang menyipitkan matanya curiga.
"Apa salah satu dari kalian memesan begitu banyak makanan?" Dia bertanya pada temannya.
Grace Vouche menggelengkan kepalanya dan berkata dengan tenang.
"Aku hanya memesan tiga hidangan makanan barat."
"Aku memesan dua." Kali ini Michel Ellesmer membuka mulutnya. Dan suara lembut dan tenang itu keluar sebagai gantinya.
Kemudian ketiga orang itu menatap Donald dan Lou Yan dengan pandangan bertanya.
Donald Phantom mengerutkan keningnya dan dia dengan dingin menatap penuh peringatan pada temannya itu.
"Bukan aku." Suara dingin tidak memiliki sedikit pun suhu dan membuat ketiga temannya dengan cepat membuang pandangan.
Bukan karena tidak nyaman, namun lebih banyak ketakutan teman mereka akan meledak dan menendang mereka bertiga keluar dari ruangan.
Mereka menatap Lou Yan.
Lou Yan: "...."
Lou Yan menyentuh hidungnya dengan canggung.
"Itu... maaf jika itu mengganggu kalian. Setiap kali aku makan, koki di rumah selalu memberikan aku banyak makanan, dan dia memintaku mencobanya satu-persatu. Ini menjadi kebiasaan karena ini pertama kalinya aku makan di restoran ini." Dia menjelaskan dengan ekspresi malu.
Mo Zhiyang menatapnya dengan samar, sedikit senyum.
Grace Vouche dan Michel Ellesmer juga menatapnya dengan aneh. Mereka sepertinya cukup terkejut karena ini pertama kalinya mereka menemukan seseorang yang memiliki hobi aneh.
"Kau makan begitu banyak?" Vouche bertanya.
"Tidak, aku hanya ingin mencobanya. Ini pertama kalinya aku datang ke resto ini." Jawab Lou yang mulai fokus pada makanan yang akan disajikan oleh para pelayan pria.
"Apa yang kau pesan?" Mo Zhiyang bertanya dengan penuh minat ketika melihat selusin kereta makanan yang dibawa pelayan.
Lou Yan mencoba mengingat apa saja yang ia pesan. Dan dia terkejut melihat dia dapat mengingat semuanya dan bahkan dapat belajar mengucapkan nama makanan nya yang awalnya cukup sulit diucapkan, seperti dia benar-benar berasal dari negara asal makanan tersebut.
Dia membuka mulutnya dan suara lembut yang fasih menyebutkan makanan-makanan yang ia pesan.
"Aku memesan hampir seluruh hidangan pembuka dan penutup di restoran ini. Ada dessert Frozen Haute Chocolate." Lou Yan menunjuk pada ice cream seperti piala yang dilapisi emas dan berlian bersama dengan sendok emas disampingnya.
Makanan ini adalah makanan yang mewah dan harganya juga tidak main-main.
43,7 juta yuan.
Ice cream ini terbuat dari aneka ragam cokelat dari 14 manca negara. Di bagian atas, ada lumuran krim cokelat dan serutan La Madeline au Truffle yang terlihat mengagumkan.
"Ini Fortress Stilt Fisherman Indulgence." Lou Yan menunjuk ke arah kue cassata khas Italia.
Bentuknya cokelat berupa patung nelayan yang dihiasi dengan baik dengan batu aquamarine 80 karat. Rasakan sensasinya di Fortress Resort and Spa, Sri Lanka.
Kue cassata khas Italia dengan basis champagne dan beberapa racikan segar lainnya. Misalkan pomegranate dan mangga yang dibubuhi dengan Dom Perignon Champagne.
Kue ini seharga 41,9 juta yuan.
"Ini Louis XIII pizza." Dia menunjuk kearah sebuah pizza worth every penny karena ukurannya seluas 7.8 inch!
Pizza ini dihargai lebih dari 36,2 juta yuan.
"Makanan ini White Truffle."
Truffle sendiri merupakan jenis hidangan yang mewah, namun jenis jamur bawah tanah dengan aroma yang sangat kuat ini hanya ditemukan pada pangkal pohon Ek di Prancis dan Italia.
Ini dihargai lebih dari 23,7 juta yuan.
"Almas Cavier." Tunjuk Lou Yan pada sebuah telur ikan yang tampak seperti bola emas.
Jenis Almas merupakan yang termahal, seharusnya makanan ini hanya ditemukan di Belgia Sturgeon, yaitu Laut Kaspia.
Harga di resto ini lebih dari 22,9 juta yuan.
"Bombay Brassiereâ."
Dia menatap makanan yang bernama 'Bombay Brassiereâ' dengan tatapan serakah, menjilat bibirnya dan dia merasa perutnya keroncongan.
Makanan 'Bombay Brassiereâ' merupakan platter luks yang dihias dengan white truffle abalone, hollowed quail eggs, tomat, Scottish lobster dipoles dengan kepiting Devon emas, Beluga caviar, dan gold leaf, tentunya.
Makanan ini dihargai oleh pihak resto lebih dari 19,9 juta yuan.
"Daging steak the 2000 vintage cote de boeuf."
Daging steak yang dipesan oleh Lou Yan adalah yang termahal di antara makanan steak.
Daging ini sebelumnya diawetkan.
Melalui proses pengawetan yang distingtif, tak diragukan lagi daging ini menghasilkan cita rasa yang berkelas.
Ini merupakan makanan Prancis yang mewah, dapat ditemui dibeberapa tempat salah satunya di Boucherie Polmard, Prancis.
Harganya sekitar 20-21 juta yuan.
Semua makanan ini adalah yang termahal di restoran dan salah satu makanan paling mahal didunia. Masing-masing makanan ini bisa membeli selusin mobil sport.
Masih ada beberapa makanan mewah lainnya, namun Lou Yan merasa beberapa nama ini yang terbaik.
Mo Zhiyang menatap semua makanan di meja yang sudah penuh dengan tatapan aneh. Bukan hanya dia, tapi Vouche dan Esmer juga terkejut melihat semua jenis makanan termahal semuanya disajikan di meja makan mereka.
Walaupun mereka semua anak-anak yang lahir dari keluarga yang kuat, kaya dan berkuasa.
Dan uang bulanan mereka juga melebihi satu miliar, namun mereka tidak akan begitu berani menghabiskan begitu banyak uang karena kartu yang mereka miliki berasal dari orang tua mereka.
Namun beberapa miliar juga bukan uang yang sedikit, orang kaya membutuhkan bertahun-tahun untuk menghasilkan uang sebanyak itu. Namun mereka bisa menghabiskan uang itu dalam waktu satu bulan. Ini dianggap 'gila' oleh orang-orang kaya.
Namun dibandingkan dengan makanan yang harganya melebihi beberapa ratus juta. Itu dianggap agak luarbiasa untuk mereka.
Jadi ini pertama kalinya mereka melihat orang yang begitu 'sombong' melebihi mereka.
"Semua makanan ini sangat mahal, tuan muda Yan. Anda benar-benar sesuatu." Mo Zhiyang berkata dengan emosi.
Dua orang lain setuju.
Hanya Donald yang selalu tanpa emosi dari awal hingga akhir.
Baginya ratusan juta tidak lebih uang receh dan tidak layak disebut.
"Baiklah, kalau begitu selamat makan."
....
Ding!
[ Selamat tuan rumah menyelesaikan misi khusus: Makan makanan disebuah restoran terbaik di kota anda, dan biaya seluruh makanan harus diatas 50 juta yuan.
Hadiah:
1.000.000.000 yuan.
Villa Fantasia Blue, Distrik B.
30 poin kecantikan
30 poin pengalaman ]
Lou Yan mendengar suara sistem dan tersenyum puas.
Alasan dia memesan begitu banyak makanan karena dia harus menyelesaikan misi sistem yang menjengkelkan.
Semua makanan yang ia pesan menghabiskan lebih dari 169 juta yuan.
Jumlah ini sangat mengerikan bahkan jika itu hanya makanan. Itu adalah alasannya restoran ini dikenal restoran terbaik dan termahal di sekolah.
Bahkan orang kaya akan takut mendengar jumlah itu.
Bukan masalah apakah itu akan membuat seseorang bangkrut.
Namun menghabiskan ratusan juta hanya untuk makan, itu tidak bisa dikatakan keterlaluan lagi, tapi akan dicap 'orang gila'.
Bahkan mereka bertiga, Mo Zhiyang, Pangeran ketiga Ellesmer, dan Grace Vouche juga menatap takjub pada pria cantik yang asik makan.
Namun Lou Yan tidak menyesal.
Dia menghabiskan 169 juta yuan untuk makan sebagai gantinya mendapat 1 miliar yuan.
Kenapa dia harus merugi?
___
Dua jam berlalu setelah mereka secara resmi menjadi teman.
Tentu saja yang mengajukan pertemanan adalah Mo Zhiyang, dan Grace Vouche serta Michel Ellesmer tidak keberatan.
Hanya Donald yang tidak peduli apa yang mereka bicarakan. Dia fokus pada laptop-nya.
Mo Zhiyang mendapat telepon dari pacar barunya dan segera pergi dari ruang kotak. Grace Vouche harus pergi ke gedung OSIS untuk menyelesaikan tugasnya.
Dan pangeran Esmer kembali ke kelas karena bagaimanapun dia seorang pangeran dan harus menjaga sikap didepan para guru, walaupun para guru disekolah memiliki status yang tidak begitu tinggi di mata siswa.
Sekarang hanya ada Lou Yan dan Donald Phantom di ruang kotak.
Lou Yan ragu-ragu. Dia tidak tahu bagaimana caranya supaya tugas yang diberikan sistem bekerja dengan cepat.
Berdasarkan informasi yang didapat sistem, dunia ini tindakan seseorang jauh lebih bebas dari pada didunianya dulu. Hukum memang ada, tapi asalkan tidak melakukan pembunuhan atau kejahatan pemerkosaàn, itu tidak akan terlalu serius.
Melakukan sèx diusia 18 tahun seharusnya tidak akan begitu mengejutkan.
"Donald..." Lou Yan membuka mulutnya dan tidak bisa berkata apa-apa. Dia gugup dan malu.
Ini pertama kalinya dia berinisiatif untuk meminta sesuatu yang di luar akal sehatnya.
Donald Phantom yang fokus pada Laptopnya akhirnya mendongak.
__ADS_1
Mata emas yang tenang, wajah tampan yang terpahat sempurna dan dagu tajam yang membuatnya lebih maskulin. Dia benar-benar reinkarnasi dari Dewa Yunani yang terkenal itu.
Tidak akan berlebihan dengan sebutan keindahan yang menghancurkan Benua.
"Itu... apa kau pernah tidur dengan seseorang?" Lou Yan bertanya dengan berani. Dia hampir ingin mengubur kepalanya di tanah karena malu.
Mata dingin dan tenang pria itu akhirnya menyentuh sedikit emosi, itu adalah kejutan.
Donald mengangkat sebelah alisnya melihat ekspresi malu di wajah cantik pria didepannya.
"...tidak." katanya tenang.
Tangan Lou Yan sedikit berkeringat. Dia dengan gugup berbicara padanya. Seolah-olah mereka teman dekat yang telah berteman selama bertahun-tahun, namun faktanya mereka baru berteman tidak lebih dari dua jam, dan dia masih malu.
"Aku... aku selalu berpikir bahwa aku adalah pria normal. Namun... sejak aku masih kecil semua orang selalu menyebutku cantik, beberapa orang tidak tahu jenis kelaminku dan mengatakan aku wanita yang cantik." Lou Yan menggigit bibirnya, ekspresinya agak sedih, mengeluh dan enggan.
Yang pasti sangat imut.
"Aku... temanku pernah berkata bahwa aku terlalu cantik untuk seorang pria dan akan sulit memiliki pasangan wanita dimasa depan, akan ada banyak wanita yang cemburu dan iri pada wajahku. Aku juga tidak pernah bereaksi pada seorang wanita manapun dan hal ini membuatku bingung dan temanku mengatakan aku seorang gay."
"Aku mengira aku pria normal yang menyukai wanita, namun kejadian ini membuatku bertanya-tanya apakah aku benar-benar seorang homoseksuàl?" Lou Yan bertanya entah pada siapa, mungkin juga diri sendiri.
Donald Phantom tidak menjawab, namun dia dengan tenang mendengarkan sembari meminum tehnya dengan anggun.
"Aku... aku selalu ingin mengetahui seksualitàs ku terhadap seseorang. Aku awal nya ingin mencoba dengan seorang wanita, namun aku terlalu malu untuk mengajukan permintaan seperti itu pada mereka. Seseorang akan berpikir aku adalah orang cabúl atau tuan muda yang tidak punya môral, atau mereka mungkin bahkan mengira aku merendahkan mereka."
"Jadi aku berpikiran sempit dan ingin melihat apakah aku benar-benar seorang gay. Temanku memintaku untuk pergi ke distrik B dimana disana banyak orang-orang yang akan menjual tubuh mereka."
"Awalnya aku menginginkan pasangan pria, aku ingin mencoba untuk melakukan one night stand dengan mereka. Memastikan śeksualitasku. Namun jika aku kesana, ayahku dan keluargaku pasti akan tahu. Mereka akan menjadi gila dan melarangku untuk keluar dari Villa, bahkan mungkin membawaku kembali ke kota S untuk mendapat hukuman."
"Aku... aku hanya ingin memastikan sèksualitasku..." Lou Yan berhenti berbicara.
Tentu saja, semuanya adalah kebohongan. Dia baru saja membuat cerita palsu.
Kemudian dia membuka mulutnya lagi dan menatap Donald dengan ekspresi menyedihkan.
"Donald, bisakah aku meminta bantuanmu..." dia bertanya dengan gugup.
Donald menatap pria yang sangat cantik dan ekspresi menyedihkannya itu dengan tatapan dalam.
Matanya begitu langsung sehingga Lou Yan merasa dingin dipunggungnya. Rasanya seekor binatang buas menatapnya dengan tatapan lapar dan ganas.
Ingin mencabik-cabiknya dan memakannya ke dalam perutnya.
Tatapan yang sangat sombong.
"...."
Donald yang hanya diam akhirnya membuka mulutnya, suaranya tenang, rendah dan magnetis seperti lagu buddha di kuil suci. Namun apa yang dikatakannya berbanding terbalik dengan sikapnya.
"Apa kau memintaku untuk melakukan sèx denganmu dan memastikan sekśualitasmu?" Tanyanya dengan ekspresi penuh minat.
Batuk.
Lou Yan buru-buru menundukkan kepalanya dengan ekspresi malu dan bersalah.
Dia seharusnya tidak memanfaatkan orang lain seperti ini.
Walau Lou Yan juga tahu dia bukan orang baik, karena dia selalu mementingkan diri sendiri dan menggunakan wajahnya dulu untuk mendapat manfaat lebih.
Namun rasa bersalah masih memenuhi hatinya.
Kemudian dia berpikir bahwa ini adalah tugas sistem dan bukan keinginannya. Jadi seharusnya ini salah sistem kan?
Itu benar.
Sistem yang rusak inilah yang memberikan dia tugas melakukan sèx dengan pria itu. Sistem seharusnya yang disalahkan, kenapa dia yang seorang korban harus merasa bersalah.
[ .... ] sistem.
Ini akan menjadi kali pertamanya baik kehidupan dulu maupun sekarang. Bukankah terlalu murah untuk pria itu jika dia malah merasa dia memanfaatkannya.
Lou Yan ragu bahwa pria ini tidak pernah tidur dengan siapa pun. Walau sikapnya dingin dan sulit untuk didekati, namun latarbelakangnya sangat kuat dan dia bilang tidak pernah melakukannya?
Tapi dia masih menjawab dengan suara pelan yang hampir tidak terdengar.
"Apakah terlalu berlebihan?" Tanya Lou Yan pelan.
Apakah terlalu berlebihan?
Mata keemasan pria itu berkilat cepat.
Ini adalah pertama kalinya seseorang mengajukan permintaan yang begitu berani padanya. Ayahnya dan keluarganya tidak pernah meminta bantuan apapun atau teman-temannya yang butuh bantuannya.
Jika dikatakan ini akan menjadi pertama kali seseorang dalam hidupnya meminta bantuan padanya, namun orang yang meminta bantuannya malah memintanya untuk melakukan sèx.
Dan itu masih seorang pria yang sangat cantik.
Donald mengetuk sisi kursinya dengan tatapan terpaku erat pada Lou Yan yang masih menundukkan kepalanya.
Dia masih berani bertanya apakah itu berlebihan?
Apakah pria ini tahu dia merupakan pewaris keluarga Phantom yang berkuasa?
Satu tetes darahnya lebih berharga dari nyawa ribuan orang. Dan pria cantik ini menginginkan tubuhnya.
Masih berani mengatakan apakah ini berlebihan?
Terkekeh.
Ini... benar-benar menarik.
Karena seekor kelinci datang untuk memberinya makan, maka biarkan dia menyelesaikannya dengan pelan dan menikmatinya selama beberapa waktu.
Lou Yan mendengar tawa samar dari arah depan. Dia merasa agak tercengang.
Dia mengira pria ini memiliki hati yang beku dan wajah lumpuh, ternyata masih bisa tertawa. Tapi kenapa dia merasa tawanya membawa firasat buruk eh?
"Oke. Mari lakukan sèx, kau datang ke kamar mandi untuk membersihkan diri di kamar tamu, kemudian setelah itu datang ke kamarku." Kata pria itu dan dia berdiri berjalan menuju salah satu pintu yang merupakan kamar utama.
....
Lou Yan membuka seluruh pakaian ditubuhnya.
Tubuh polos itu muncul begitu saja, kulitnya begitu putih dan dibawah air dan cahaya lampu itu bersinar seperti porselen. Semua bentuk tubuhnya begitu sempurna sehingga bahkan seorang pria akan mengaguminya.
Rambut lembut, wajah yang sangat cantik, leher ramping dan perut rata yang indah, kaki panjang yang ramping.
Menekan sakelar dan air hangat langsung membasahi wajah dan tubuhnya.
Seluruh orang tampak basah dan memberi ilusi seorang peri yang tengah mandi dan disucikan. Itu pemandangan yang mampu membangkitkan ģairah siapapun.
Fitur wajah Lou Yan sangat lembut. Tetes air jatuh dari pipinya, membasahi bulu mata dan rambutnya, dan tetes kristal air mengalir di kulitnya...
Sudah tiga tahun sejak tubuh ini mengalami koma, tetapi kulit lelaki itu hampir tidak memiliki pori-pori, tidak terbakar matahari, tetap lembut dan putih.
Penampilan Lou Yan hampir sempurna.
Pada pandangan pertama, penampilannya akan membuat orang merasa sesak napas dan terkesima. Tapi penampilannya tidak feminine, melainkan cantik dan lembut.
Lelaki itu memiliki sepasang mata cokelat terang yang sempit, seperti seekor rubah, tampak terbungkus cahaya bintang, dan ketika menatap orang, begitu polos dan murni. Orang tidak bisa tidak ingin mencintainya dan menggertaknya.
Jika lelaki ini menjadi selebriti, dia jelas akan menjadi idola yang terkenal. Dan dengan suara hangat yang membawa daya tarik yang dalam, disertai senyum lembutnya, itu akan membuat seseorang sulit untuk melepaskan dia.
Di pertengahan mandinya, pintu kamar mandi dibuka, dan seseorang masuk ke dalam. Lelaki di belakang memeluknya dengan lembut. Tubuh Lou Yan dikelilingi oleh aroma asing, dia membeku sesaat, namun segera menjadi gugup.
"Siapa—"
"Sstt! Tenanglah..." suara rendah dan magnetis familiar terdengar ditelinga Lou Yan.
Itu adalah suara Donald Phantom.
Lou Yan membeku, kemudian dia rileks.
Pria itu mencium dan menggigit leher Lou Yan dengan pelan, meninggalkan bekas merah kecil. Kemudian akhirnya membalik tubuh Lou Yan, menggigit putíng yang tegak di dada Lou Yan, dan mulai mengisap seperti anak kecil.
Dia menggigil akan sensasi asing yang menggelitik seluruh tubuhnya. Ini pertama kalinya dia merasakan perasaan seperti ini.
"K-kamu... kamu tidak... ugh..." Lou Yan tanpa sadar ingin mendorong pria didepannya, namun sepasang tangan yang lembut dicekal kuat oleh satu tangan pria itu. Kedua tangannya diangkat ke atas.
Donald mengisapnya dulu, kemudian menggambar lingkaran di sekitar putîng dengan lidahnya.
Pada saat yang sama dia menggigit dengan giginya. Lou Yan berbisik antara sakit dan bahagia. Putîngnya sangat sensitif oleh kendali Donald. Dia menggigil dan perlahan mulai rileks.
"Eunghhh..." tubuh Lou Yan melengkung dengan indah. Kulitnya yang putih bersinar dengan kemerahan dan tampak bergaîrah.
Donald tetap menjilat dan menggigiti putîng yang lembut dan mengeras dengan lidahnya. Dia mengisapnya dengan penuh semangat, dan bagian bawah tubuhnya sedikit bergerak dalam tindakannya.
Dia menghisap dan menguleni, tampak sabar dan tatapannya yang dalam mengembara menatap wajah merah pria cantik yang melenguh.
Pada saat ini, Lou Yan terlihat sangat rapuh. Wajahnya memerah seperti direbus.
Bahkan Donald harus mengakui pria ini sangat cantik dan menarik. Wajahnya seperti ukiran batu giok yang mahal dan sulit untuk mengespresikan penampilannya dalam bentuk sekarang.
Lou Yan biasanya tampak polos dan naif, tapi sekarang dalam keadaan tèlanjang pria itu lebih menggoda dan penampilannya yang suci membuat orang ingin menggertaknya.
Bulu matanya terus gemetar seolah titik tertinggi di matanya tidak bisa lagi mengendalikannya. Mulutnya terbuka dan menutup seperti ikan yang kehabisan napas. Sangat tidak berdaya.
Tangannya yang masih dicekal dengan kuat telah dilepaskan oleh pria itu, dan ciuman pria itu turun dan mulai menjilat perutnya yang rata, menjilat dan mencium sampai wajahnya menghadap tongkat mungil milik Lou Yan.
Wajah Lou Yan telah memerah dan dia dengan malu ingin menutupi alat kelamînńya.
"Kamu... kamu menjauh." Lou Yan ingin mencari lubang untuk bersembunyi.
Tapi tangan pria itu dengan kuat memegang pinggangnya.
"Tenanglah..." suara pria itu rendah dan magnetis, membuat Lou Yan yang tadinya panik dan malu menjadi lebih tenang dan terkendali.
Lou Yan berpikir dia harus menyelesaikan tugas sistem dan dia menggertakkan giginya dan patuh mengikuti perkataan pria itu.
Dia bahkan berinisiatif untuk memegang bahu lebar pria itu dan memeluknya. Dia ingin mencari kenyamanan.
Donald melihat pria cantik didepannya mulai tenang dan mengangkat alis.
Dia memegang tongkat kecil Lou Yan, dan merasakan tubuh pria itu menegang.
Senyum melintas dimata keemasan Donald.
Dia menunduk dan membuka mulutnya untuk menelan tongkat mungil Lou Yan.
Tubuh Lou Yan tersentak. Dia hampir secara reflek mendorong pria itu yang mulai meńgulum kemàluannya.
"Thom... i-itu kotor... menjauhlah..." Lou Yan menepuk punggung Donald pelan, menyuruhnya untuk melepas.
Donald mengabaikan ucapan Lou Yan dan malah menggigit ujung tongkat yang tampak seperti jamur.
"Ahh... thom... pelan... itu sakit..." mata Lou Yan memerah dan dia menunduk untuk memeluk tubuh kokoh pria itu.
Donald menjilat, mengúlum dan mengigit untuk memancing nàfsu pria cantik didepannya.
Benar saja. Lou Yan melènguh samar.
Dia merasakan mulut panas pria itu berhasil mengacaukan kewarasannya. Ini pertama kalinya dia merasakan perasaan yang mempu membuat jantungnya berdebar kencang.
Antara sakit dan bahagia, dia ingin menjerit untuk melampiaskan haśrat ditubuhnya.
Dulu dia bermimpi suatu saat nanti akan ada seorang wanita yang melayaninya, namun sekarang yang duduk dibawahnya adalah seorang pria. Dan masih pria besar dengan latar belakang yang kuat dan mulia.
Ini... benar-benar membuatnya hampir gila.
Lou Yan menundukkan kepalanya dan meremas rambut lembut pria itu.
Kakinya mulai melemah dan satu tangan memegang tembok granite disampingnya, mulutnya terbuka dan menutup seperti ikan yang kehabisan napas.
"Ummhh... uh... t-terlalu cepat hahh..." dia meńdesah pelan. Matanya merah dengan mulut terbuka, wajahnya seperti direbus di air mendidih. Sangat menyedihkan.
"Ahh... thom...itu akan keluar..." Lou Yan merasakan sesuatu akan keluar dari pènisnya, bagaimana rasanya dia ingin kèncing, eh?
Untungnya dia bukan orang polos, dia tahu mungkin itu adalah cairan dalam tubuhnya setelah pelepasan.
Donald juga merasakannya, dia mempercepat menģulum tongkat mungil itu, menjilatnya, dan bermain-main dengan tidak bermoral.
Pènis Lou Yan tidak besar atau kecil, namun mengingat bahwa pria ini telah koma selama tiga tahun, itu bisa dimengerti karena masa pertumbuhannya sedikit terhambat.
"Aghhh...."
Cairan putih menembak dan masuk kedalam mulut Donald, dia langsung menelannya tanpa ragu yang membuat Lou Yan terkejut dan malu.
Lou Yan bersandar pada dinding samping sambil terengah-engah. Kakinya menjadi jelly dan dia sulit untuk berdiri.
Dia menatap pria tampan yang seperti reinkarnasi dari dewa yunani itu dengan mata besar penuh air, keluhan dan malu membuat wajah cantiknya lebih merah.
Donald berdiri dengan ekspresi tenang. Menjilat sudut mulutnya yang masih tersisa cairan putih milik Lou Yan.
Dia memandang penampilan telańjang pria cantik yang menggoda itu.
Wajah cantik itu merah seperti kepiting rebus, mulutnya terbuka dan menutup dan suara napas seksi datang dari bibir merah seperti kelopak mawar. Itu menggoda dan penuh dengan kerinduan.
Mata merah itu masih polos dan sedikit air, namun karena pria ini tidak mengenakan apapun itu membuatnya merasakan pelanggaran yang aneh namun menyenangkan.
Kemurnian yang ternoda, sungguh ingin menggertak.
Hal ini membuat ģairah dalam tubuh Donald bangkit. Bagian bawahnya menjadi keras, dan itu sangat menyakitkan untuk ditahan.
Donald bukan orang yang akan memperlakukan dirinya dengan buruk.
Jadi dia memeluk Lou Yan dan menggendongnya dengan pelukan puteri.
Lou Yan refleks memeluk leher pria itu dan mengencangkannya.
Tubuhnya masih basah dengan air dan keringat.
Dia merasakan sesuatu yang keras menonjol dari balik celana hitam pria tampan yang memeluknya. Sudut mulut Lou Yan terangkat samar, kemudian menghilang tanpa terdeteksi.
Sepertinya tugas sistem ini akan berjalan lebih lancar dari yang ia duga.
Sistem harus memberinya hadiah ekstra untuk kerja kerasnya kali ini. Gumam Lou Yan sambil berinisiatif meminta ciuman pada pria itu.
Donald menunduk dan melihat pria cantik itu mencium dagu dan sesekali bibirnya dicium. Dia tidak menghentikannya dan membiarkannya bertindak merajalela pada tubuhnya.
Setelah keluar dari kamar mandi, dia langsung melempar tubuh tèlanjang Lou Yan dan menekannya dikasur lembut.
Kasur itu besar dan dapat menampung 8-9 orang, jadi tidak akan membuat mereka kesulitan untuk bermain.
Dia memegang pipi Lou Yan, meremasnya lembut, wajah itu semakin dekat, dan aroma sabun yang dipakai Lou Yan memenuhi indra penciuman Donald. Dan bibir mereka bersentuhan.
Mata Lou Yan yang semula terbuka, kini tertutup dengan alis yang menyatu.
Dengan pelan bibir pria tampan itu mengecup disegala sudut. Lidahnya mendorong masuk dan mengisap lidah Lou Yan.
Bibirnya mengisap bibir bawah Lou Yan, kepalanya semakin miring dan menghisap dengan sangat kuat.
Sementara, tubuh Lou Yan hanya membeku, yang dilakukannya hanya menggenggam ujung selimut dengan kuat.
Lou Yan tidak tahu apakah Donald adalah seorang pencium yang handal. Tapi, Lou Yan sangat tau jika ciuman pria ini sangatlah memabukkan.
"Ummmmmmmm..."
Lidah itu bergulat dengan keras dan mendominasi, menghisap, menggigit dan menjarah seperti binatang buas.
Tangan pria itu mencubit putîng merah muda Lou Yan dan membuatnya menjerit, hanya saja bibir itu dibungkam dan air liur meluncur menuruni dagu halus Lou Yan, datang ke leher jenjang seperti angsa yang sekarat.
"Apa kau menyukai itu rubah?" Donald menjauhkan bibir mereka, namun wajah itu masih dekat, dan aroma napas mereka bercampur membuat orang saling terikat oleh nàfsu.
Tatapannya yang tajam dan dalam menatap pria cantik yang tengah bernafas dengan keras. Terengah-engah. Dadanya naik turun dengan cepat.
__ADS_1
Sudut mulut Lou Yan membuat lengkungan yang bagus, itu terangkat membentuk roh jahat. Mata rubah menyipit licik.
Karena kemampuan aktingnya tidak berguna didepan pria ini, kenapa dia harus berpura-pura menjadi murni?
"Tidak buruk." Jawab Lou Yan dengan malas.
Dia bersandar dan mengalungkan tangannya pada leher pria itu. Mengelus kepalanya pada dada bidang yang sempurna, dia bahkan meraba-raba delapan otot perut sispex yang membuatnya iri dan mengagumi.
Donald terdiam mendengar jawabannya.
Dia harus mengakui ini pertama kalinya dia mencium seseorang. Namun dengan bakatnya, seharusnya tidak buruk, kan?
Jawabannya masuk akal, namun entah kenapa Donald merasa kejengkelan dalam hatinya.
Dia memandang pria kecil yang tengah menggosok kepalanya dan tangannya tampa moral pada tubuhnya.
Seperti seekor kucing yang sombong namun menutupi sifat liciknya dengan menjual imut ke pemilik, minta dibelai.
Donald menyipitkan matanya berbahaya.
Terkekeh.
"Tidak buruk, hm?" Tangan pria itu memegang tongkat mungil Lou Yan, membuat pria kecil itu tersentak terkejut.
"Hei??" Lou Yan memiringkan kepalanya dan menatap curiga pada pria diatasnya.
Bukankah baru saja dia melakukan sèx oral padanya? (namanya apaan Author lupa;)
Lou Yan tidak berbicara, dia memandang pria itu dan ingin tahu apa yang akan dilakukan berikutnya.
Namun Donald kemudian melepaskan tongkat mungil itu, dan tangannya menjalar menuju pantàtnya. Meremas pelan dan membuat Lou Yan hampir menjerit.
Tangan pria itu berhenti pada lubang basah yang mengeluarkan cairan.
Donald mengangkat aslinya.
"Heh, cairan ini lebih banyak keluar dari yang aku kira. Benar-benar peri yang càbul!" Ucapnya sambil menggosok lubang di tengah
Wajah cantik Lou Yan menggelap, garis-garis hitam keluar dan dia menatap marah dan malu pada pria itu.
Lubang itu masih mengeluarkan cairan, karena tubuhnya sensitif, hanya satu sentuhan jari membuat lubangnya mengencang, membungkus erat jari giok pria itu.
"Kamu càbul, seluruh keluargamu yang càbul!" Katanya dengan marah. Dia membalik tubuhnya yang tèlanjang, memunggungi pria itu.
Namun hal ini juga membuat punggungnya yang terbuka terekspor bebas didepan Donald.
Dia menatap lubang ditengah pantàt Lou Yan dengan ekspresi gelap. Tubuh bagian bawahnya masih membengkak menjadi lebih keras dan itu sangat menonjol. Namun dia menekannya.
Dia berkata dengan nada bercanda yang jarang dia lakukan.
"Itu merah muda." Katanya sambil menampar pantàt bulat Lou Yan.
"Akhh..." Lou Yan mengangkat lehernya yang ramping dan indah, melenguh samar.
"Kamu... kamu... càbul!" Kata Lou Yan tergagap. Dia menekan wajahnya pada bantal lembut, mencium aroma parfum lembut dari bantal membuatnya rileks, dia tidak gugup lagi.
"Jika kamu tidak menyentuhnya, itu akan lebih merah muda." Kata Lou Yan ketus.
Donald tidak membalas.
Dia malah menindih tubuh Lou Yan, bibir itu menyusuri tiap jengkal tubuhnya.
Lidah itu bahkan menjilat disemua tempat. Tangan kokoh yang memeluknya erat. Gerakan pria itu diatas ranjang. Dan bekas gigitannya dibahu pria cantik itu semakin banyak.
Tangannya mengelus lubang merah muda ditengah gunung besar.
Tetapi sebelum waktunya tiba, dia menahan keinginannya dan dengan sabar menusukkan jarinya.
Dua jari tertancap, merasakan lapisan daging empuk berebut untuk meremas jari-jarinya, dan klon Donald menjadi lebih besar.
"Ya... Ah thom... Ah cepat, cepat..."
Kaki Lou Yan terangkat dan menekuk untuk bergesekan dengan pinggang pria itu tanpa sadar.
Jari-jari pria ini membuatnya merasa kesal, tapi titik akupunktur lubang itu terentang. Keluar tapi tiba-tiba melahirkan perasaan hampa. Ingin, ingin diisi.
Donald menambahkan satu jari lagi, dan pada saat yang sama dia mempercepat pemeriksaan di tempat.
"Hmm...Cepatlah...Hmm...ahhhh..."
Lou Yan merasakan gelombang kenikmatan di tangan Donald, bernapas terus menerus di mulutnya.
Ada genangan air càbul yang mengalir keluar dari lubang kecil.
"Umm..." Lou Yan merasakan sesuatu itu akan memasuki lubang pàntatnya, dia menjerit pelan.
Tiga jari giok keluar masuk ke lubang yang basah oleh cairan.
Merasakan hisapan kuat dari lubang itu dan cairan yang membasahi jarinya membuat Donald menyipitkan matanya berbahaya. Seperti seekor serigala yang akhirnya menemukan mangsanya.
Donald merasa hampir waktunya sebelum dia mengeluarkan jari-jarinya.
"Berbaliklah..." katanya dengan suara dalam.
Lou Yan ragu, namun dia masih patuh membalikkan tubuhnya. Donald menjauh ke samping.
"Ini seharusnya menjadi pertama kali untukmu... akan sedikit menyakitkan."
Donald jarang melakukan kebaikan, atau bahkan tidak pernah. Dia baru saja mengingatkan Lou Yan bahwa pertama kali akan menyakitkan. Ini cukup lanka.
"...um." Lou Yan hanya mengangguk samar.
Donald membuka celananya dan sesuatu dari balik celana itu akhirnya ditampilkan di depan mata Lou Yan.
Mata Lou Yan terbelalak, dia menatap ngeri pada pènis yang sangat besar didepannya. Tampa sadar menelan ludah.
I-ini... apakah ini masih ukuran manusia? Bukan binatang buas?
Lou Yan pernah mendengar seseorang mengatakan bahwa ukuran milik orang-orang eropa itu sangat besar, karena itu para wanita sangat menyukainya.
Selain itu video pôrno kebanyakan dilakukan oleh orang-orang barat, dan ukuran milik mereka memang sangat besar.
Donald melihat ekspresi terkejut, takut, dan iri pria cantik itu. Sudut mulutnya melengkung dengan jahat.
Dia dengan tenang mengangkat satu kaki milik Lou Yan pada bahunya yang lebar, membuat lubang yang berair dibelakang terekspor lebih banyak. Ini akan mempermudah gerakan mereka.
"Rileks..." dia menepuk pelan pinggangnya.
Lou Yan mencengkram selimut itu dengan gugup. Ini... terlalu menantang.
"Uh... aku tidak bisa." Lou Yan memandang pria itu dengan menyedihkan. Dia benar-benar gugup oke?
Donald membungkukkan tubuhnya dan mencium bibir merah Lou Yan.
"Tidak akan sakit." katanya dengan suara rendah yang berhasil menenangkan Lou Yan.
"Baiklah, aku akan masuk. Rileks oke?"
Lou Yan mendengar suara lembut pria itu yang jarang diucapkan padanya, sesuatu yang besar mendorong lubang dibelakangnya dengan pelan.
Rada sakit yang tajam membuat Lou Yan menjerit dengan kesakitan. Keringat dingin meluncur melewati dagunya dan wajahnya yang cantik juga pucat. Tampak kehilangan darah berlebihan.
Pènis yang aslinya besar tiba-tiba melonjak ukurannya, membelah lubang belakangnya.
Air mata Lou Yan jatuh tanpa kendali.
"Tidak, tidak, aku tidak ingin ditusuk dan dibelah. Ah ah ah ah!" Lou Yan menjerit ketika rasa sakit itu hampir membunuhnya.
Sialan, orang mana yang mengatakan untuk pertama kalinya hanya akan ada sedikit rasa sakit? Itu hampir membuatnya pingsan oke?
Lou Yan membuka mulutnya dan merengek untuk menangis.
"Thom... thom... itu sakit... hiks... pelan... aku tidak mau... wuu... hiks..." dia mencengkram punggung pria itu yang kokoh. Memukul-mukul pelan seperti anak kecil.
Donald berhenti ketika merasakan kuku Lou Yan menggaruk punggungnya, kemudian dia menundukkan kepalanya dan bibirnya dengan lembut mencium Lou Yan yang tengah menangis.
"Tidak akan sakit lagi." Ucapnya ketika dia mulai mencium Lou Yan dengan intens.
Dengan pelan bibir itu mengecup disegala sudut. Lidahnya mendorong masuk dan mengisap lidah Lou Yan.
Bibirnya mengisap bibir bawah Lou Yan, kepalanya semakin miring dan menghisap dengan sangat kuat.
Lou Yan merasa linglung, keterampilan berciuman Donald tidak buruk, bahkan bisa dibilang berbakat.
Dia dengan mudah membuat Lou Yan mengabaikan rasa sakit dibawahnya. Membalas ciuman pria itu dan air liur saling bertukar dengan nafas memburu.
Donald melihat ada kesempatan.
Batang besar yang belum masuk sepenuhnya di dorong keras kedalam.
"Sangat sakit..." kepala batang yang besar sekarang dengan tegas masuk ke dalam lubang madu yang sempit, yang membuat Lou Yan yang tenggelam dalam ciuman hampir transparan dan sobek, tapi kemungkinan karena sejumlah besar cairan dan ciuman pria itu sementara memainkan peran di dalamnya, membuat dia dapat menahan ini.
Tempat kecil dimana tidak ada kerutan itu tidak berdarah, tapi nyeri bengkak membuat Lou Yan tersentak. Tangan yang menggenggam pinggang Donald secara naluriah mulai memberontak, dan organ seksuàl yang digulung oleh Donald melembut.
Tubuh Lou Yan melembut.
Donald hanya merasa kalau dia akan terjebak dalam ledakan, dan rasa sesak dan terbuka menyebar ke seluruh tubuhnya, membuat kesabarannya tiba-tiba jatuh ke dasar.
Dia menggigit bibir pria kecil itu dengan lembut, napasnya memburu karena merasakan kelembutan bagian dalam daging dibawahnya, dan dia tidak bisa menahan untuk lanjut menggali ke dalam gua yang ketat.
"Mmm, pelan-pelan, sakit..." kaki Lou Yan tanpa sadar mengelilingi pinggang kuat pria itu, dan tangannya mendorong, seolah menggenggam kayu apung erat-erat dan menubruk dengan tindakannya.
Donald belum mengenal tubuh Lou Yan karena ini pertama kalinya. Dia membuka dan menutup ususnya yang ketat.
Detik berikutnya, namun selama beberapa saat dia menemukan titik kelemahan milik pria kecil diperlukannya, kepala batang yang besar meluncur menuju titik paling sensitif koridor Lou Yan secara akurat dan akrab.
"Ah...Di sana, di sana tidak ada jalan.." tubuh bagian atas Lou Yan lembut, dan organ semi-lembutnya terstimulasi untuk berdiri lagi.
Dia bilang tidak, tapi masih mengganggu Donald, dan pàntatnya berputar untuk memenuhi ketika Donald menumbuknya.
Selangkàngan Donald mengayun dengan cepat. Sebagian besar organ sèksualnya tidak sepenuhnya masuk. Dia hanya menggunakan kepala batangnya untuk menggiling titik sensitif Lou Yan dengan frekuensi tinggi.
"Sungguh jangan lakukan itu, kalau begitu aku akan menyetubuhimu lebih keras..." suara Donald tersenyum.
Dia menatap Lou Yan yang terengah-engah dan menggeliat.
Detik berikutnya dia mendorong sèlangkangannya agak keras, memasukkan kepala batangnya beberapa inci. Daging kepala dan batangnya yang tebal menggores seluruh bagian pintu masuk pusat Yin.
Lou Yan memeluk lengan Donald dan seketika mengencangkannya. Ada eràngan serak dari tenggorokannya, seperti takut kehilangan kendali.
Daging usus dibungkus di dalamnya, dan dia tidak bisa mengendalikan kontraksi tegang yang terjadi.
Tubuh Lou Yan sangatlah sensitif, terutama itu baru saja menjadi pertama kalinya, dan tiba-tiba disapu oleh organ seksuàl yang keras dan bertemperatur tinggi.
Sensasi kesemutan seperti dikejutkan listrik tiba-tiba menyebar di seluruh tubuhnya.
Donald melihat wajahnya yang memerah, namun matanya masih mempertahankan kepolosan seperti biasa.
Dia mengerutkan bibirnya. Sangat tidak puas.
Kenapa pria kecil ini masih juga berakting menjadi Lotus putih disaat mereka sedang bercînta? Apakah dia meremehkannya?
Wajah pria itu menjadi gelap, berpikir teman bermain cintanya untuk menjadi pertama kalinya sebenarnya memandang rendah dia. Bukankah dia tidak akan memiliki wajah dimasa depan?
Donald yang emosi tiba-tiba mempercepat gerakan mendorongnya. Dia seperti banteng yang marah dan ingin menghancurkan pria kecil itu yang berani berakting di saat mereka bercînta.
Dia ingin menghancurkan mata polos yang mempertahankan kejernihan dan kebersihan seperti peri suci yang tidak ternoda.
Biarkan matanya yang bersinar cerah itu digantikan oleh nàfsu dan hàsrat yang membara.
Dia ingin memberitahu pria ini bahwa dia, Donald Phantom, bukankah orang yang mudah diprovokasi.
Gerakan yang intens membuat ranjang berderit dengan keras. Suara kecipakan cinta mereka memenuhi seluruh ruangan, membuat suhu diruangan besar itu naik beberapa kali.
"Tidak, Thom. Pelan... ah... terlalu cepat umm... Thom..." Lou Yan memeluk pundak lelaki itu, tanpa sadar mencium bibir dan dagunya, dengan artian menyanjung yang tidak diketahuinya.
Dia juga bergetar dan mundur dengan kemàluan pria itu di dalam lubang, menghindari perasaan yang tidak bisa dikendalikannya. Dia merasa sedikit mati rasa karena kenikmatan di seluruh tubuhnya. Dia dalam kerugian.
Ini adalah pertama kalinya dia merasakan kenikmatan yang aneh.
Sebelumnya, ketika pria itu menyetubuhi lubang pàntatnya, dia hanya merasa takut, ketakutan akan rasa sakit.
Mata Lou Yan dipenuhi oleh kesenangan dan nàfsu.
"Ah..." Donald mengangkat sudut mulutnya ketika mendengar teriakan pria kecil, dan dia tersenyum dan menerima ciuman Lou Yan dengan penuh kepuasan.
Melihat lelaki yang sebelumnya benar-benar menolaknya menjadi patuh, dia memiliki rasa kepuasan dan haśrat yang tidak bisa dideskripsikan, bahkan secara impulsif mengunci lelaki di bawahnya dan menyetubuhînya sampai mati.
"Kamu menyukainya..." Suara rendah dan seksi mengalir dari mulut pria itu.
Dia mencium bibir Lou Yan, sedikit menjauhkan sedikit bagian bawah tubuhnya, mengarahkannya ke lubang kecil itu dan mulai menyerang secara intensif dan ganas.
"Mn, mn, ah..." Stîmulasi yang kuat membuat Lou Yan gemetar.
Dari dicium, mulut Lou Yan mulai mengeluarkan suara samar dan rendah, yang mana sangat seksi, dengan dorongan yang membuat orang gatal dan menginginkan dia untuk lebih merintih.
"Mn, Donald... terlalu cepat, terlalu cepat..." Lou Yan mendidih karena kekeringan tubuhnya.
Dia berbicara terlalu cepat, tapi tubuhnya yang bergaîrah secara suka rela melekat pada pinggang pria itu. Dia bahkan merasakan sesuatu seolah berubah di dalam tubuhnya, seperti air mengalir dari dalam.
Ruangan itu sangat panas. Dua orang yang saling terjerat membuat suara basah. Napas seksi Donald dan eràngan serak Lou Yan saling terjalin.
Keduanya sangatlah bahagia.
Lou Yan bahkan lebih nyaman dari pertama kali. Organ sèksualnya secara terus menerus menggosok otot perut pria itu, membuatnya tidak bisa lagi menoleransinya, tapi itu tidak cukup, tidak cukup.
Lou Yan secara naluriah meraih untuk menyentuh organ sèksualnya, dan bagian bawah tubuhnya memutar dengan ketat. Dia mendapat bisikan dari Donald yang mengawasi pergerakan Lou Yan.
Mata Donald berkilat ganjil, dan bibirnya terangkat dalam senyumnya.
Detik berikutnya, dia mulai menyerudukkan pènisnya ke dalam titik rapuh dan tiba-tiba mendorong masuk, sisa dari batangnya memasuki pusat Yin yang ketat dan lembut dari Lou Yan.
"Ahhhh!" mata Lou Yan melebar, dan air mata jatuh dari matanya di luar kendali.
Dia membiarkan geraman serak keluar, dan organ seksuàl di tangannya menembak dengan keras ketika tubuhnya terguncang.
Donald juga bernapas dengan berat. Dia terjebak oleh pusat lubang yang sangat sempit, halus dan belum matang.
"Ugh..." geraman datang dari mulut Donald ketika dia menembak dan cairan memenuhi lubang sempit itu.
"Hah... hah... um..."
Lou Yan bernapas dengan keras, tangannya secara serampangan memegang lengan Donald, wajahnya berubah pucat, matanya dipenuhi banyak uap air, bibirnya bergetar.
Namun ada kelegaan dimatanya yang merah.
Akhirnya selesai.
Ding!
Suara pesan sistem berdering ditelinga Lou Yan.
Sudut mulutnya terangkat dengan puas.
Dia memeluk tubuh tinggi yang ambruk diatasnya.
Bermain pada rambut hitam lembut pria itu. Matanya yang tadinya penuh nàfsu dan gàirah menghilang dan dia berkedip dengan kilatan kejahatan, penuh roh setan. Seperti seekor rubah yang licik.
Persis!
Sistem harus memberikan dia bonus.
Bukankah dia hanya perlu tidur dengan pria tampan ini. Sepertinya keputusan yang dia buat sama sekali tidak mengecewakan. Setidaknya pria ini tidak membuatnya merasa bosan.
Ini hal yang baru.
__ADS_1
Kemudian Lou Yan merasakan pria tampan yang menindihnya mulai bergerak untuk bangkit.
Mata Lou Yan berkedip dan kemudian dia kembali ke penampilannya yang polos dan murni. Seolah-olah tidak ada yang terjadi.