![Sistem Kecantikan [Pendamping]](https://asset.asean.biz.id/sistem-kecantikan--pendamping-.webp)
Pada tengah malam, Lou Yan belum mengantuk. Dia dengan santai membuka ponselnya dan ingin melihat perkembangan tugas yang belum diselesaikan.
[ Tugas: (tekan panel) ]
[ Tugas: Buat akun Weibo dan perlihatkan bakat dan kecantikanmu. Buat dirimu menjadi terkenal dan mendapat setidaknya 1 juta penggemar dalam waktu tiga hari.
Hadiah: —
Hukuman: Berat badan naik 7 kg. ]
"Hm? Sepertinya tugas ini juga harus cepat diselesaikan. Namun reputasi di live streaming sebelumnya belum mencapai puncak nya. Besok aku harus kembali menyelesaikan tugas ini."
"Sistem, apa kau tahu dimana tempat selain live streaming yang dapat membuatku lebih populer?"
[ Industri hiburan. ] sistem berkata singkat.
"...." Lou Yan.
"Selain itu."
[ ...Youtobe. ]
"Em... selain itu... ada lagi?" Lou Yan tidak yakin harus berkata apa.
[ Weibo. ]
"...." Lou Yan.
"Selain itu."
[ Tuan rumah terlalu banyak menuntut, jika tuan rumah ingin cepat populer. Anda dapat membeli trending topik tentang diri anda sendiri. Dengan begitu lebih banyak orang melakukan pencarian tentang anda. Anda akan langsung populer. ]
"...."
Walaupun dia ingin cepat populer, namun melihat saran sistem membuat Lou Yan tidak bisa berkata apa-apa. Apa yang dapat dia lakukan.
"Tidak perlu seperti itu." Sudut mulut Lou Yan berkedut.
[ Terserah tuan rumah. ]
"Sepertinya melakukan live streaming juga bagus. Bagaimana menurutmu?"
[ Tuan rumah yang memilih. ]
"Oke, ayo pertimbangkan. Sekarang aku masih harus berperan sebagai generasi kedua kaya di siaran langsung Yue Xing. Besok aku perlu menggesek kartu untuk mendapat kepopuleran sebelum aku mendaftar akun di Weibo dan mengumpulkan satu juta penggemar." Lou Yan mengangguk puas ketika memikirkan jumlah uang yang dia miliki.
[ Bukan ide yang buruk. ]
"...jangan berbicara lagi." Lou Yan memutar mata mendengar jawaban sistem yang terdengar asal-asalan walaupun tidak ada emosi di suaranya.
"Tengah malam ini cukup panas, aku akan minum." Lou Yan menaikkan suhu dalam Ac, membuat kamar menjadi lebih dingin.
Dia berdiri dan keluar dari kamar tidurnya hanya dengan pakaian atas yang kebesaran sampai lututnya, datang ke lift dan turun ke lantai pertama.
Sejujurnya tidak perlu dia turun karena kamarnya juga terdapat air dan kulkas, namun Lou Yan tiba-tiba merasa lapar. Dia sepertinya harus memasak sendiri mengingat ini sudah tengah malam. Semua orang tertidur.
Sampai di lantai pertama, dia keluar dari lift dan melihat ruang tamu kosong dan sepi. Dia datang ke dapur dan membuka kulkas.
Setiap pagi hari semua kulkas didapur akan dipenuhi dengan semua kebutuhan untuk memasak, dan untuk makan malam tadi mungkin sudah menghabiskan bahan dikulkas. Jadi disini tidak banyak.
Tapi masih ada telur, daging sapi yang di impor dari luarnegeri, beberapa ikan dibekukan dan Lou Yan dapat memasaknya. Sayuran hanya tinggal sedikit, namun dia berencana untuk menumisnya. Sederhana dan cepat. Tidak perlu terlalu ribet karena dia hanya untuk sendiri.
Ketika Lou Yan hendak mengambil telur, sebuah tangan besar lain juga mengambil air di bagian kulkas paling atas. Membuat bayangan hitam memenuhi tubuhnya.
Lou Yan mencium aroma salju dingin dan bunga poppy yang harum dan lembut.
Reflek dia berbalik dan wajahnya langsung menghadap sebuah dada bidang yang terbungkus pakaian sederhana.
Lou Yan mendongak dengan bingung.
Matanya bertabrakan dengan mata lembut pihak lain.
Lou Yan agak terkejut.
"Saudara Fu? Itu kamu." Lou Yan melihat wajah tampan dengan kesan lembut yang familiar.
Siapa lagi yang memiliki ekspresi begitu lembut seperti malaikat yang penuh kasih selain pria tampan ini, Fu Shichen?
"Tuan muda." Fu Shichen sudah tahu itu adalah tuan muda dari punggung belakangnya. Dia juga tidak menyangka tengah malam seperti ini dia datang ke dapur hanya karena haus akan bertemu tuan muda yang sedang melihat-lihat isi kulkas.
Tatapan Fu Shichen mendarat di sebutir telur ditangan giok pemuda cantik itu.
"Apakah tuan muda ingin menggoreng telur?" Fu Shichen bertanya dengan lembut.
Lou Yan melirik telur ditangannya.
"Ya, tiba-tiba aku merasa lapar dan ingin memasak beberapa hidangan untuk makan. Ngomong-ngomong malam ini sangat panas, aku juga haus." Lou Yan menyentuh lehernya dan ingin mencari air.
__ADS_1
"Ini." Fu Shichen melihatnya dan langsung memberikan botol air mineral ditangannya.
Lou Yan juga tidak sopan dan langsung membukanya dan meminumnya kurang dari separuh. Fu Shichen mengambilnya kembali, tatapan lembut pria itu jatuh pada botol, matanya berkedip dengan aneh. Namun dengan cepat kembali normal.
Tanpa beban sedikitpun dia memutar tutup botol dan langsung meminum air didalamnya tepat dimana tadi Lou Yan meminumnya.
Air itu langsung dia telan dan Fu Shichen merasa tubuhnya segar.
"Ini manis." Ucapnya lembut, dan tatapannya yang dalam menatap Lou Yan.
Lou Yan merasa agak aneh, dia melihat pria didepannya yang meminum air bekas yang dia minum. Namun dia tidak memikirkannya terlalu lama.
Lou Yan kembali membungkuk dan mengambil beberapa buah dikulkas bagian bawah.
Dia mengenakan pakaian atas kebesaran yang menutupinya sampai lutut, karena dirinya membungkuk, seluruh pakaian tertarik keatas membuat pakaiannya dibagian belakang memperlihatkan kakinya yang putih dan ramping.
Tubuhnya melengkung indah, dan tatapan Fu Shichen yang aslinya lembut juga menggelap.
Mata hitam itu secara tidak sengaja melihat bagian belakang tubuh Lou Yan. Sedikit saja Lou Yan membungkuk lebih tinggi, sesuatu dibelakangnya mungkin akan terlihat.
Fu Shichen membuang muka dengan wajah merah. Telinganya terasa berasap dan dia melirik sesekali tuan muda dan juga orang yang dia sukai.
"Tuan muda, biar, biar aku yang memasak untukmu." Fu Shichen berbicara dan sedikit gugup karena baru saja memikirkan pikiran kotor tentang tuan mudanya.
Lou Yan yang tengah memilih sayuran terdiam.
Dia berbalik dan melihat wajah Fu Shichen yang memerah. Matanya yang rubah menyipit curiga.
'Mata langit'.
[ Nama: Fu Shichen
Umur: 18 Tahun
Status: Seorang pelajar, pembawa acara live streaming, dan pengikut tuan rumah
Kesukaan: ( 90 ) (cinta)
Kecantikan: 98 poin ]
Mata Lou Yan berkedip tak percaya.
Tatapannya jatuh pada kata 'kesukaan' yang memiliki angka yang begitu tinggi.
Dia... dia ternyata memiliki perasaan padanya.
'Sistem, keluar'. Lou Yan memanggil sistem.
'Apakah ada yang salah dengan mata langit? Bagaimana bisa aku melihat kesukaan saudara Fu padaku begitu tinggi? Ini sudah berada di angka 90!'
[ Tidak ada masalah. ]
'Maksudmu pria ini benar-benar mencintaiku?' Mata Lou Yan berkedip dengan cahaya aneh.
[ Ya. ]
'....'
Ding—
Lou Yan mendengar suara akrab dari sistem. Namun dia punya firasat buruk, kenapa ada tugas ditengah malam seperti ini.
Itu pasti bukan hal yang baik.
[ Tugas: Lakukan sèxs dengan Fu Shichen
Batas Tugas: satu hari
Hadiah: —
Hukuman: Sakit perut selama seminggu ]
"...." Heh, aku tahu tidak ada hal baik dari sistem yang rusak ini.
Sudut mata Lou Yan berkedut ketika melihat hukuman sistem.
'Sistem, apa kau bercanda?'
[ .... ] tidak menjawab.
Melihat sistem tidak ingin berbicara, Lou Yan mendesah tak berdaya.
'Sistem ini... benar-benar ingin menumbuhkannya menjadi seorang pria yang tidak bertanggung jawab.' Dia berpikir sambil menatap Fu Shichen dengan senyum manis.
Fu Shichen yang melihat tuan muda tersenyum manis padanya merasakan panah tajam menembus hatinya. Jantungnya berdebar-debar tak karuan.
Dump!—
__ADS_1
"Tuan muda..."
Lou Yan menyela ucapan Fu Shichen dengan lembut.
"Saudara Fu... kamu terlihat sangat tampan." Mata rubah itu menatap wajahnya dengan penuh kasih.
Fu Shichen mendengar pujian tuan muda pada penampilannya dan otaknya terasa kosong. Tiba-tiba dorongan pelan datang dari arah depannya. Itu tidak keras, namun karena dia linglung, dorongan itu berhasil membuatnya mundur dan langsung bersandar pada meja samping.
Dapur itu memiliki area yang cukup besar, ada banyak meja yang terbuat dari granit dengan lemari yang menempel di dinding bagian atasnya.
Fu Shichen langsung tersadar dan dia melihat sebuah tangan giok memegang kemeja di lehernya. Dia menatap kedepan dengan penuh kejutan dimatanya, seorang pemuda yang sangat cantik menatapnya dengan sepasang mata rubah cerah yang besar dan berair. Tampak memikat.
"Saudara Fu..." suara lembut pemuda itu semakin mempercepat detak jantung Fu Shichen.
Secara naluri dia memegang pinggang ramping Lou Yan. Merasakan kelembutan ditangannya, mata Fu Shichen menjadi gelap.
"Tuan muda..." suara pria itu berangsur-angsur menjadi rendah dan serak.
Bagian bawahnya memiliki tonjolan yang samar. Mata Lou Yan berkedip nakal.
Dia memajukkan tubuhnya kedepan dan aroma lembut dari pemuda cantik itu memasuki indra penciuman Fu Shichen, pemuda itu memiringkan kepalanya dan menggosok kemeja didadanya dengan lembut.
"Saudara Fu..." dia kembali memanggil, nadanya manis dan lembut.
Tangan pria itu yang memegang pinggang lembut itu mencengkram lebih erat, matanya semakin gelap dan nafasnya sedikir tidak teratur.
Fu Shichen menarik nafas dalam-dalam. Dia menutup matanya yang memancarkan obsesi tampa dia sadari.
Tidak, dia tidak bisa melakukan itu.
Tuan muda masih kecil, bahkan, bahkan jika tuan muda besar nanti, dia bukan seseorang yang layak untuk tuan muda.
Lou Yan melihat pria didepannya berangsur-angsur menjadi jelas kembali. Matanya berkedip dengan penuh keraguan.
Apakah pria ini masih begitu tenang, dia sudah merayu pria ini sejauh itu, bukankah pria ini mencintainya.
Mata Lou Yan penuh dengan minat.
Kendali pria ini cukup bagus, namun lalu bagaimana, pria ini masih memiliki tubuh yang jujur.
Lou Yan melirik bagian bawah pria itu yang masih menonjol samar. Itu belum sepenuhnya terangkat.
"Saudara Fu... tubuhmu..."
Fu Shichen tersadar dan mendengar suara lembut pemuda itu.
"...keras." nada Lou Yan penuh senyuman.
Fu Shichen tertegun.
Dia menatap tak percaya pada pemuda cantik yang tersenyum menggoda menatapnya.
Keras, keras, keras...
Kata-kata itu menggema dibenaknya, dalam sekejab wajahnya langsung merah. Secara alami Fu Shichen tahu apa yang dimaksud 'keras' oleh tuan mudanya.
"Tuan muda... aku, aku tidak bermaksud..." suara Fu Shichen terbata-bata dan dia merasa gugup dihatinya.
Dia takut tuan mudanya berpikir dia adalah seorang cábul dan binatang buas dalam pakaian. Jika tuan muda berpikiran seperti itu, dia tidak akan memiliki wajah untuk menghadap tuan muda dimasa depan.
"Saudara Fu, kamu... apakah itu menyakitkan? " Lou Yan pura-pura penasaran. Matanya yang besar dipenuhi kekhawatiran.
Mata Fu Shichen penuh keraguan. Dari awal.... ada apa dengan sikap tuan muda? Apakah ini hanya perasaannya saja bahwa tuan muda terlihat seperti menggodanya.
"Tuan muda, itu tidak menyakitkan, tuan muda jangan khawatir, aku tidak akan menyentuhmu." Fu Shichen berbohong pada Lou Yan dan mencoba menenangkan diri. Menahannya memang sangat menyakitkan, namun dia tidak berani berbicara kebenaran.
Dia takut tuan muda berpikir dia memikirkan tubuhnya, jika tuan muda mengira dia orang mèsum...
"Saudara Fu... kamu sangat polos." Lou Yan tersenyum.
Tangannya yang ramping dan seputih giok dengan cekatan meraih celana bawah yang bertenda. Meremasnya lembut.
"Mmh..." Fu Shichen merasakan benda miliknya diremas dan mendesáh tampa sadar. Kemudian matanya membulat dengan tak percaya. Walaupun benda miliknya tertutup celana, namun tangan itu memang milik tuan muda.
"Tuan muda, kamu..." Fu Shichen menatap mata rubah yang tersenyum didepannya, tiba-tiba dia tidak ingin melanjutkan ucapannya.
Apa artinya ini?
Apakah tuan muda juga memiliki perasaan padanya? Tapi dilihat dari matanya, tuan muda sepertinya hanya tertarik pada tubuhnya.
Jika memang seperti itu, apakah dia memiliki kesempatan?
Hati Fu Shichen penuh dengan antisipasi. Dia kemudian hanya diam, membiarkan pemuda cantik yang dia cintai melakukan apa saja pada tubuhnya.
Lou Yan melihat bahwa pria itu hanya diam dan membiarkan dia menyentuhnya. Dia menatapnya agak geli.
Jelas-jelas menyukainya, namun berpura-pura tidak mau. Hm, pada akhirnya kau tidak bisa menolak godaan, kan?
__ADS_1
Tangan Lou Yan tidak mengendur, dia terus meremas lembut celana yang semakin membengkak. Bibir Lou Yan tertarik.
Sangat bagus.