![Sistem Kecantikan [Pendamping]](https://asset.asean.biz.id/sistem-kecantikan--pendamping-.webp)
Villa Tromisty Eland.
Villa itu berada di distrik yang terkenal akan keberadaan orang-orang kaya dan berkuasa.
Deretan bangunan megah dan tampak mewah dengan dipenuhi taman bunga dan tembok tinggi yang diukir seorang ahli menjadi pembatas antar villa dengan villa lainnya.
Mobil-mobil mahal ditempatkan di tempat parkir didepan masing-masing Villa.
Lamborghini, Ferrari, Bugatti, Porsche, Rolls-Royce, Hennessey Poison.....
Begitu banyak mobil mewah yang harganya diatas 10 juta yuan dapat ditemui dengan mudah di lingkungan Tromisty Eland.
Yang paling mahal pun bisa mencapai 70 juta yuan. Hanya beberapa yang bisa dihitung dengan jari dengan mobil sport mewah senilai 100 juta.
Lapangan olahraga, lapangan golf, taman pribadi, kolam renang halaman depan Villa, restoran bintang lima Michelin dan fasilitas lain yang pastinya setara dengan uang yang orang-orang itu keluarkan.
Tempat ini hanyalah surga para orang kaya!
Orang menyebutnya.
Distrik A, Ibukota.
....
Dan disalah satu Villa terbesar dan termahal di daerah tersebut.
Villa no.00, bagian terdalam Tromisty Eland.
Seorang pemuda yang sangat tampan dengan mata merah yang menawan duduk dengan malas di kursi gantung dekat kolam renang.
Dia mengetuk gelas mewah yang berisi anggur mahal di tangan kanannya.
Tampak melamun.
"Tuan muda, apakah anda tidak berangkat ke sekolah? Saya mendengar ada murid baru yang menjadi sensasional di sekolah anda."
Seorang pria kuat berjas hitam dengan membungkuk hormat ketika dia menuangkan anggur merah pada cangkir yang hampir kosong ditangan pemuda.
Long Yuan berhenti sejenak.
Dia melirik pengawalnya yang kini tengah menuangkan anggur pada gelasnya dengan ekspresi menarik.
Dia bertanya dengan penuh minat.
"Murid baru yang sensasional?" Dia mengangkat alisnya dengan tatapan aneh.
Sepertinya dia pernah mendengar rubah tua Fang itu menyebut murid baru yang masuk melalui jalur khusus, kan?
Pengawal itu segera mengerti bahwa tuan mudanya tertarik pada murid baru.
Jadi tanpa diperintah dia langsung mengatakan kejadian di sekolah dari informasi yang dia dapat dari beberapa mata-mata yang ada di sekolah tuan mudanya.
(Anggap aja cerita kemarin diulang yang guys.)
"Begitukah?" Long Yuan memiringkan kepalanya dengan ekspresi tenang.
Sudut mulutnya terangkat dengan malas. Penuh roh jahat.
Terkekeh.
"Murid baru itu mendapat sambutan dari para direktur tertinggi sekolah dan bahkan direktur yang terkenal sombong seperti direktur Zhu akan membungkuk dan mencoba menjilatnya."
Dia mengetukkan jarinya yang indah pada gelas ditangannya.
"Qilin, menurutmu. Kondisi seperti apa yang bisa membuat seseorang begitu hormat dan bahkan mencoba menyanjung orang itu?" Long Yuan tersenyum main-main.
Sudut mulut Qilin yaitu pengawal yang menuangkan anggur tadi berkedut.
Dia memandang tuan mudanya tanpa daya.
Berpikir dengan tenang.
'Tuan muda, anda orang yang paling tahu jawabannya. Bukankah semua orang yang anda temui akan membungkukkan tubuh mereka dan mencoba menyanjung anda tanpa henti.'
Tapi dia masih menjawab dengan lancar.
"Seseorang yang bisa membuat orang lain membungkukkan tubuhnya dan memperlakukan orang itu dengan hormat dan menyanjung hanya ada beberapa faktor."
"Pertama, karena latarbelakang orang itu terlalu kuat. Kedua, orang itu lebih kaya darinya. Ketiga, orang itu adalah tuan mereka. Keempat, orang itu memiliki sesuatu yang mereka inginkan. Kelima, orang itu memiliki kemampuan dan bakat yang nyata dan patut untuk menjalin hubungan lebih awal."
"Berdasarkan informasi yang saya dapat, direktur Zhu jelas memperlakukan murid baru itu dengan hormat karena itu perintah dari para kepala keluarga besar."
"Sedangkan sifatnya yang mencoba menjilat murid baru itu karena dia tahu bahwa murid itu memiliki latarbelakang yang sangat kuat. Emosinya yang penuh penghargaan dan apresiasi ditunjukkan pada penampilan murid baru karena penampilannya yang menakjubkan dan lanka."
Qilin berhenti berbicara setelah semua pendapatnya ia keluarkan.
Mata Long Yuan bersinar penuh penghargaan.
"Kau benar. Artinya..." Long Yuan tidak melanjutkan.
Namun Qilin mengerti, dia yang akan menjawabnya.
"Itu artinya murid baru itu bukan sembarangan murid. Dari segi penampilan, itu dianggap yang terdepan. Sedangkan latarbelakangnya juga patut untuk diakui."
"Tuan muda, dia layak berteman dengan anda."
Long Yuan mengangkat sudut mulutnya dengan tenang.
"Salah."
Qilin menatap tuan mudanya bingung.
Salah? Apakah tuan mudanya tidak puas dengan jawabannya.
Qilin berpikir dengan cepat.
Kemudian dia ingat sesuatu, dan menatap tuan mudanya dengan ekspresi tertekan.
"Maksud saya, murid baru itu layak menjadi kekasih tuan muda."
Long Yuan mengangguk puas.
Dia melirik pengawal itu dengan penuh apresiasi.
"Qilin, kemampuanmu dalam berpikir menjadi lebih baik. Kamu juga mengetahui apa yang aku pikirkan. Bulan ini, gajimu akan dinaikkan. Mintalah pada Butler Ma."
Long Yuan bersandar malas dan menyangga kepalanya dengan tangannya.
Qilin awalnya merasa jengkel dengan tuan mudanya itu.
Namun mendengar gajinya akan dinaikkan bulan ini, dia langsung gembira.
Dia buru-buru memijat pundak tuan mudanya dengan ekspresi menyanjung.
"Tuan muda, anda sangat tampan dan kaya. Murid baru itu pasti akan terpesona dan jatuh cinta pada anda."
Qilin berkata dengan ekspresi yakin dan dengan sungguh-sungguh memijat pundak tuan muda dengan ekspresi menyanjung.
Sudut mulut Long Yuan berkedut.
Ekspresi ini berubah begitu cepat sehingga membalik buku juga kalah cepat.
Long Yuan baru melihat sisi lain dari pengawalnya ini.
Dia diam-diam menekan sifat pengawalnya dalam hati.
Qilin ini... selain pria yang membosankan juga orang yang berkulit tebal!
"Qilin... apakah kau menyukai uang?" Long Yuan memiringkan kepalanya dan bertanya penuh minat.
"Tentu saja." Jawaban Qilin tegas.
Lagipula siapa yang tidak suka dengan uang? Tanpa uang, kita tidak bisa hidup dengan normal.
Jawaban tegas itu membuat Long Yuan mengangkat sebelah alisnya.
"Oh, apakah itu juga alasanmu bekerja padaku?"
"Tuan muda. Bukankah memang begitu?" Qilin menatap tuan mudanya curiga.
Long Yuan terdiam. "....Oh?"
"Tuan muda sangat kaya dan menjadi pengawal anda juga lebih ringan. Tuan muda adalah anggota keluarga Long. Di China, siapa yang begitu berani mengangkat tangan pada tuan muda? Karena itu menjadi pengawal anda saya memiliki banyak kebebasan."
"Saya mendapat tempat tinggal Villa yang mewah, makanan mahal dan pakaian yang bermerek. Terutama gaji saya yang sebulannya bisa menghasilkan 3-5 juta yuan. Itu merupakan gaji rata-rata orang biasa selama dua sampai tiga tahun. Bukankah ini sangat bagus? Ini lebih bagus dari seorang idola industri hiburan. Itu jauh lebih melelahkan."
Qilin berkata dengan penuh percaya diri.
Long Yuan: "....."
"Jadi...." Long Yuan menatap Qilin dengan tenang.
"Menjadi pengawal tuan muda adalah hal yang bagus!"
"Maksudmu aku membesarkan seekor bàbi di sampingku?" Long Yuan mengangkat alisnya.
"Ten— tunggu!" Ada yang salah!
Membesarkan apa? Bàbi apa?!
Qilin terdiam, dia menatap tuan mudanya dengan curiga.
Dia melihat raut tampa ekspresi tuan mudanya dengan tatapan cermat.
Tuan muda dikenal sebagai playboy yang tersenyum.
Namun sekarang dia benar-benar melihat tuan mudanya tidak memiliki emosi diwajahnya dan tatapannya yang tenang membuat Qilin bergidik.
Raut wajah ini terasa familiar.
Jika diingat dengan benar, tuan muda juga pernah tidak memiliki ekspresi diwajahnya.
Tepat hari itu adalah hari pernikahan saudari tuan muda, juga nona besar dari keluarga Long.
Sebagai seorang anak perempuan yang lahir dari keluarga besar.
Itu adalah tanggung jawab nona besar jika dia harus menikah demi membangun kerjasama antar sesama keluarga yang kuat seperti keluarga Long.
Tuan muda pernah menentang pernikahan nona besar, dan itu membuat tuan muda dihukum selama seminggu dipenjara bawah tanah oleh kepala keluarga Long.
Namun walau begitu hukuman tersebut dianggap ringan di keluarga Long.
Bagaimanapun tuan muda juga termasuk salah satu kandidat calon kepala keluarga Long berikutnya.
Juga merupakan anak kesayangan tuan besar Long.
Latarbelakang tuan muda juga dianggap yang paling cocok dengan ambisi dan takhta keluarga Long.
Ibu tuan muda adalah nyonya besar keluarga Long dan wanita paling dicintai oleh kepala keluarga Long, juga merupakan puteri satu-satunya kepala keluarga besar Lu. Salah satu dari 10 keluarga teratas China.
Sedangkan kakek tuan muda adalah kepala keluarga besar Bo.
Dengan dua keluarga besar teratas China yang mendukung, ditambah status tinggi ibu tuan muda di keluarga Long dan dihati kepala keluarga Long.
Keberadaan tuan muda tidak diragukan lagi merupakan keberadaan yang kokoh dan memiliki hak berbicara dalam mengambil setiap keputusan di keluarga Long.
....
Qilin langsung berbicara dengan gugup.
"T-tuan muda, ma-maksud saya bekerja dengan tuan muda saya memiliki kesempatan untuk belajar lebih banyak."
"Keluarga Long memiliki banyak bakat yang tidak terhitung jumlahnya. Saya merasa terhormat bisa menjadi salah satu orang yang dapat dipercaya dan bekerja di samping tuan muda."
Qilin melirik tuannya dengan hati-hati.
Melihat raut wajah tampan tanpa cacat tuan muda masih tidak bergeming. Dia merasa frustasi dihatinya.
Qilin bodoh!
Apa yang baru saja kamu katakan?
Masih berani menyebut manfaat di depan tuan muda disaat kamu sedang bekerja!
Kenapa otakmu bekerja lebih cepat dari sistem komputer namun begitu lambat dalam hal menilai emosi seseorang.
Mulut ini perlu di charger!!
Qilin diam-diam mengutuk dirinya sendiri dengan marah.
Dia melirik tuan mudanya dengan ekspresi sedih.
Tingginya yang mencapai 1,9 meter, dengan kulit putih dan otot-otot yang kuat. Namun sekarang memiliki ekspresi seperti seorang isteri yang ditinggalkan.
Jika Lou Yan melihatnya, dia akan tertawa terbahak-bahak.
Long Yuan hampir tersedak melihat ekspresi penuh kebencian terhadap besi dan baja di wajah tampan pengawalnya.
Dia mengerutkan keningnya dengan tatapan aneh.
"Apa yang kau lakukan? Tidakkah kau sekarang bekerja dan mencari tahu identitas murid baru itu? Pergilah dan cari tahu sebanyak mungkin!" Long Yuan melambai tidak sabar. Punggungnya bersandar malas seperti ikan tampa tulang.
Qilin buru-buru mengangguk penuh kelegaan.
Dia kembali ke sikap profesionalisme-nya.
"Tuan muda, saya akan pergi sekarang." Dengan begitu Qilin berbalik dan berjalan menuju keluar dari ruangan tersebut dengan tergesa-gesa.
Long Yuan ditinggal sendirian dengan tatapan yang terpaku erat pada kolam renang disampingnya.
Tangannya mengetuk cangkir dengan pikiran yang mulai berkutik.
Tiga hari, ini sudah tiga hari dirinya mengikuti akun kaisar agung 'Caplips' dan mencoba mencari tahu identitasnya.
Namun selain informasi yang sama didapat dengan beberapa perubahan, yang lainnya semuanya rahasia dan mata-mata serta hacker master dari keluarga Long semuanya mengatakan mereka diserang baik itu di dunia nyata atau komputer mereka.
Perlu diketahui bahwa semua mata-mata dan para hacker keluarga Long itu memiliki kemampuan baik bertarung yang kuat atau EQ yang tinggi.
Ini pertama kalinya anggota Elit keluarga Long dari kelompok shadow guard gagal melakukan misi yang ia perintahkan.
Entah karena mereka terlalu lemah atau ceroboh, atau latarbelakang kaisar agung 'Caplips' ini lebih kuat dari keluarga Long.
Namun...
Long Yuan lebih optimis tentang yang terakhir.
Latarbelakang kaisar agung seharusnya sangat kuat sehingga elit keluarga Long tidak dapat mencari tahu informasinya.
Namun jika itu angggota inti dari shadow guard keluarga Long, mungkin masih ada kesempatan untuk mengetahui latar belakang kaisar agung.
Mungkinkah dia perlu menghubungi tetua kedua dan memintanya untuk mengirim anggota inti shadow guard?
Dalam urutan shadow guard, kemampuan itu dikelompokkan menjadi tiga bagian. Baik itu keluarga Long ataupun keluarga besar lain.
Kelompok inti merupakan pelindung terkuat keluarga besar tertentu, kelompok elit merupakan kekuatan utama mereka, dan terakhir kelompok pemandu yang merupakan otak yang mengendalikan atau dalam militer disebut juga ahli strategi perang.
Namun Long Yuan masih ragu.
Kelompok inti shadow guard keluarga Long merupakan kekuatan rahasia yang dibesarkan langsung turun-temurun dari kakeknya, kemudian ayahnya.
Kebiasaan ini dilakukan untuk memperkuat dan melestarikan kekuatan keluarga Long dan ini juga alasan keluarga Long bisa berdiri di kursi takhta tertinggi keluarga besar China selama ratusan tahun.
Hanya para tetua dan kepala keluarga Long yang dapat memerintah mereka.
Dan biasanya kelompok inti ini tidak akan keluar dari wilayah mereka jika bukan keluarga Long dalam bahaya atau terdesak.
Sekarang dia akan menggunakannya, ayahnya mungkin akan memiliki banyak pendapat tentangnya.
Anak-anak keluarga Long yang lainnya juga akan mengambil kesempatan ini untuk mengkritiknya dan membuat alasan mencari masalah dengannya, walaupun Long Yuan tidak peduli pada sekumpulan orang-orang yang tidak tahu ketinggian langit ini.
Namun itu masih membuat Long Yuan tidak sabar dan kesal.
Apalagi anak-anak keluarga Long itu memasukkan namanya dalam daftar musuh terkuat untuk mewarisi keluarga Long.
"Ck, membosankan!" Long Yuan menutup matanya dengan tenang.
.........
......
....
[ Lou Yan poff. ]
Sekarang aku tengah mengikuti salah satu guru disekolah ini. Nama guru itu adalah Xiao Xi, semua siswa lain memanggilnya guru Xi. Guru ini termasuk guru baru.
Dia berusia 30 tahun dan memakai pakaian formal dengan ekspresi serius yang membosankan.
Aku mendengar semua penjelasannya tentang lingkungan sekolah disekitarku.
Aku bertanya-tanya apakah guru Xi ini seorang yang begitu ketat?
Ketika perempuan dewasa disebelahku menjelaskan tentang pembagian kelas, terutama saat dia menyebut perbedaan kasta disekolah.
Aku dapat merasakan ketidaksenangan dan ketidakberdayaan-nya.
Nampaknya guru yang tampak serius ini memiliki pendapat tentang anak-anak orang kaya yang diperlakukan seperti tuan disekolah ini.
Namun itu juga bukan hal yang mengejutkan, berdasarkan informasi yang sistem dapatkan.
Sekolah Elit Young Lan ini keberadaan siswa memiliki otoritas yang lebih kuat dari para guru, terutama siswa kaya dan berlatarbelakang kuat.
Mereka akan mendapat perlakukan tingkat dewa oleh dewan sekolah dan lainnya.
Ketika guru Xi masih ingin menjelaskan lebih lanjut, tiba-tiba sebuah dering ponsel terdengar dari arah sampingku, dan aku melihat guru Xi mengambil ponsel dan menjawab panggilan itu dengan cepat.
Setelah beberapa saat dia menjawab, ekspresi guru Xi terlihat cemas dan khawatir, dan berdasarkan jawaban yang guru Xi berikan pada pihak lawan, seharusnya guru Xi ingin pergi.
Dan benar saja, guru Xi selesai menelpon langsung meminta izin padanya untuk pergi bertemu teman yang mengalami kecelakaan.
Aku tentu tidak keberatan.
Namun sebelum itu aku melihat mata guru Xi cerah, seolah menemukan penyelamat yang datang menolongnya.
__ADS_1
Guru Xi langsung saja berteriak memanggil seseorang.
Dan aku menengok untuk melihat siapa yang wanita itu panggil.
Seorang pria yang memunggunginya tampak membawa buku dan berjalan menuju taman tidak jauh.
Dari arah belakang, tinggi pria itu pasti diatas 1,8 meter.
Setelah mendapat panggilan dari wanita dewasa disampingku.
Pria itu berhenti sejenak dan nampak ragu-ragu. Lalu pada akhirnya pria itu berbalik.
Secara mengejutkan aku yang selalu merasa hatiku damai segera mengalami kejutan yang menyenangkan.
Karena...
Pria itu sangat tampan!
Aku mengira bahwa tampangku di kehidupan sebelumnya sudah dianggap layak mendapat gelar rumput sekolah, namun ketika aku tiba didunia ini.
Aku bertemu begitu banyak pria yang penampilannya semuanya diatas rata-rata.
Bahkan kata 'diatas rata-rata' tidak cukup mengespresikan penampilan orang-orang itu.
Semua pria yang ia temui entah itu Dr.Michel, Tn.Ennma, Nangong Ryuji, Fu Shichen, dan sekarang pria itu.
Dari ayahnya, saudaranya, pamannya, hingga bahkan seorang pelayan dan pengawal semuanya memiliki penampilan yang menakjubkan.
Namun aku tidak merasa rendah diri sama sekali.
Karena penampilanku sekarang juga dianggap lanka dan sulit ditemui ditempat umum atau kelas atas.
"Guru, rupanya itu anda." Suara seorang pria yang lembut dan terdengar ramah membuat lamunanku tersadar.
Secara reflek aku mendongak dan aku langsung membuka mulutku.
Pria didepannya memiliki wajah yang sangat tampan, alisnya tajam dan matanya yang tenang dipenuhi apresiasi ketika melihat ke arahku, atau lebih tepatnya pria itu nampaknya menghargai wajahku.
Bibir pria itu melengkung membentuk senyum yang tampak penuh kelembutan, dan dilihat secara normal, dia adalah pria yang lembut dan tenang, juga sangat tampan dengan aura penuh kebangsawanan.
Berbeda dengan orang lain yang pasti akan berpendapat seperti itu.
Namun satu kata itu melintas dibenakku ketika melihat wajah pria didepannya.
Munafik.
Aku dapat tahu secara sekilas bahwa pria didepanku pasti orang yang bermuka dua.
Senyum palsu, nada ramah namun penuh ketidakpedulian, dan mata yang lembut namun tampak terasing.
Yang pasti, pria ini merupakan reinkarnasi dari ketua OSIS-nya di kehidupan sebelumnya.
Orang itu selalu berpura-pura ramah padahal hatinya begitu dingin dan acuh tak acuh.
Semuanya hanya demi satu hal.
Menjaga reputasi.
Aku dengan tenang mendengar setiap percakapan dua orang itu.
Setelah aku menyaksikan guru Xi pergi dan menitipkanku pada pria tampan didepanku. Aku berpikir bahwa aku harus memiliki komunikasi lebih sering pada siswa disekolah ini.
Jadi tanpa ragu-ragu aku menyapa pada pria didepannya dengan senyum manis.
Setelah bercakap sebentar, aku mengetahui nama panjang pria itu adalah Wang Shima.
Wang. (Raja)
Marga ini terdengar sangat sombong.
Itu pasti bukan sembarangan nama, seharusnya itu milik marga keluarga besar tertentu.
....
"Apakah kamu lapar?" Wang Shima menundukkan kepalanya sedikit dan bertanya lembut pada pria cantik disampingnya.
Lou Yan memiringkan kepalanya dan berpikir sejenak.
Merasa bahwa sekarang dia juga lapar karena belum makan setelah berkeliling banyak tempat disekolah.
Jadi dia mengangguk dengan senyum manis.
"Bagus, saudara Wang. Yan Yan juga lapar, ayo pergi makan!" Lou Yan memegang tangan Wang Shima dengan ekspresi tenang. Senyumnya masih tertampang diwajahnya yang sangat cantik seperti porselen mahal.
Wang Shima sedikit terkejut pada awalnya, tapi kemudian dia tersenyum penuh arti.
Dia mengangguk dan berkata dengan tenang.
"Bagus, sekolah Elit Young Lan memiliki banyak restoran dibeberapa gedung, namun tempat makan yang paling populer dan menjadi tempat paling banyak dikunjungi oleh siswa kaya disekolah berada di gedung utama sekolah. Sebut saja namanya gedung melingkar."
"Makanan disana enak, namun harganya agak sedikit lebih mahal dari restoran lain. Apakah ini baik-baik saja?" Dia bertanya sambil mengelus kepala Lou Yan, merasakan kelembutan rambut hitam pria cantik disebelahnya, ekspresinya menjadi lebih lembut.
Mata besar Lou Yan berkedip, dia tersenyum cerah seolah-olah dia benar-benar senang dengan apa yang dikatakan Wang Shima.
"Saudara Wang, tidak masalah. Yan Yan tidak kekurangan uang, ayah bilang uang ayah tidak akan pernah habis walaupun Yan Yan membeli seluruh sekolah ini." Lou Yan berpura-pura membusungkan dadanya sombong.
Kemudian dia memeluk tangan Wang Shima lebih erat, matanya jernih penuh dengan kecemerlangan. Nampak polos dan imut.
Terutama matanya yang berbinar dengan kebaikan dan kepercayaan diri.
Ada keagungan baginya yang sulit diungkapkan.
Dia memancarkan karisma yang membuat orang merasa bahwa dia memiliki kebajikan luarbiasa dan kemurahan hati yang tak terbatas.
Auranya sendiri memiliki kemampuan untuk memikat sekumpulan lalat untuk mendatanginya.
Kharisma yang sulit ditolak oleh siapapun.
Wang Shima tertegun sejenak, nampak terpesona oleh senyuman pria disampingnya.
Kemudian dia tersentak terkejut ketika mendengar panggilan pria itu.
Dia memandang Lou Yan rumit, hampir ingin tertawa setelah dia menyadari dia baru saja tergoda untuk menekan pria cantik itu dalam pelukannya.
Kemudian dia teringat apa yang dikatakan Lou Yan tadi.
'.... ayah bilang uang ayah tidak akan pernah habis walaupun Yan Yan membeli seluruh sekolah ini.'
Sudut mulut Wang Shima berkedut.
Untuk pertama kalinya dia bertemu dengan seseorang yang selain memiliki sifat perut hitam, juga begitu narsis.
Pria cantik yang memiliki nama Lou Yan ini memiliki kekerasan wajah yang lebih tebal dari tembok ibukota atau bahkan Tembok Besar China.
Tapi..... itulah yang membuatnya tampak lebih menarik dari semua orang yang ia temui.
Orang seperti ini sangat sulit ditemukan.
Wang Shima hanya bisa tertawa tak berdaya.
Dia memeluk pinggang Lou Yan secara alami, seolah-olah hal yang ia lakukan sekarang merupakan tindakan normal diantara mereka berdua.
Sudut mulutnya terangkat dengan malas.
"Bagus. Ayo pergi!"
"...." Lou Yan.
"Em." Lou Yan dengan enggan menahan tangannya yang ingin menampar tangan hangat dipinggangnya.
Lupakan, kali ini saja aku membiarkan pria ini memegang pinggangnya. Anehnya dia tidak bisa menolak sentuhan pria itu. Lou Yan mengerucutkan bibirnya dengan ekspresi tertekan.
"Bagus." Wang Shima tersenyum puas melihat pria kecil ini tidak menolak tangan yang memegang pinggangnya.
Merasakan kelembutan dan kelenturan pinggang pria kecil, Wang Shima tergoda untuk memeluk dan mencoba menahannya dengan pelukan puteri.
Tidak tahu apakah rasa ini juga akan sama ketika dia menekannya diatas ranjang miliknya. Itu harus hebat, kan?
Wang Shima menyipitkan matanya malas.
Dia tenang dan anggun, tampak lembut dan penuh aura bangsawan.
Namun siapa yang menyangka bahwa pria yang tampak seperti anak bangsawan yang berpendidikan sekarang berdiri disamping Lou Yan dengan memikirkan ribuan cara supaya dapat menipu kelinci perut hitam kita dan mengajaknya berolahraga diatas ranjang lebih cepat.
....
Lou Yan diam-diam memandang gedung tinggi dan tidak terlalu luas didepannya yang kira-kira memiliki 20 lantai.
Ada banyak siswa yang datang pergi dari dalam gedung tersebut.
Yang paling menarik perhatian dari gedung itu sendiri adalah sebuah tangga putih memiliki ribuan anak tangga membentuk melingkar mengitari gedung tinggi tersebut.
Seseorang dapat mendaki anak tangga tersebut dengan bebas, tidak jarang seseorang akan mengambil kamera dan memfoto area sekolah yang terlihat dari ketinggian atau sekedar pamer pada teman-teman bermain mereka.
Lou Yan akhirnya mengerti kenapa gedung ini dikenal oleh para siswa Elit Young Lan dengan sebutan Gedung Melingkar.
Karena dari kejauhan, gedung dengan 20 lantai ini tampak tinggi namun luasnya tidak seberapa, jadi itu tampak ramping. Dengan ribuan anak tangga yang membentuk lingkaran melingkari gedung, itu tampak dari jauh seekor ular putih besar melilit sebuah pillar.
Deskripsi itu terdengar aneh, namun itu yang paling cocok untuk menggambarkannya.
Ketika para siswa itu melihat kearah Wang Shima, Lou Yan dapat dengan jelas merasakan keterkejutan yang lebih kuat dari pada saat melihat penampilannya.
Dia mengangkat sebelah alisnya.
Yang membuat dia lebih heran karena dia dengan jelas melihat ketakutan dan kehati-hatian dimata para siswa itu.
Mereka tampak mundur dan semua siswa yang menghalangi jalan juga buru-buru berlari liar dan menjauh dari mereka berdua.
Seolah-olah mereka telah bertemu dengan sesuatu yang menakutkan. Hal ini membuat Lou Yan menyipitkan matanya curiga.
Apa yang salah dengan mereka.
Beberapa siswa nampaknya tidak takut dan masih berjalan menuju gedung, namun Lou Yan dapat dengan jelas merasa mereka tampak hati-hati dan tidak berbicara.
Mata besar Lou Yan menajam.
Dia bukan orang bodoh, kenyataannya sangat jelas bahwa para siswa ini tengah menghindari mereka berdua.
Namun ini adalah hari pertamanya masuk sekolah, jadi tidak mungkin karena dia yang membuat para siswa dari keluarga kaya itu merasa takut dan ngeri.
Jadi, hanya 'dia' satu-satunya alasan kenapa orang-orang ini nampak ketakutan.
Lou Yan melirik tenang pada pria tampan yang masih memegang pinggangnya.
Apa identitas pria ini...
....
Ketika mereka telah memasuki gedung, Lou Yan melihat disini lebih banyak siswa tengah berkerumun.
Yang membuat dia merasa heran karena ternyata gedung yang tampak ramping ternyata memiliki luas yang besar didalamnya.
Wang Shima dari memeluk pinggangnya berubah menjadi memegang tangannya, dia menuntunnya menuju arah selatan.
Dan disana Lou Yan melihat sebuah ruangan yang pintu nya cukup tinggi.
"Ini pintu menuju restoran." Wang Shima berkata singkat.
Dia sepertinya mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.
Itu kartu hitam putih.
Ada gambar bendera China ditengah-tengah kartu. Beserta gambar seorang pria tampan yang tidak lain Wang Shima sendiri, nampaknya kartu itu semacam identitas.
Wang Shima menggesek kartu hitam putih itu pada samping pintu dan memasukkan kode nomor.
0031.
Itulah kodenya.
"Apa itu?" Lou Yan memiringkan kepalanya dan bertanya penuh minat.
Pintu terbuka otomatis, dan Lou Yan dikejutkan oleh sebuah tangga menuju bawah dengan lampu yang menyala disepanjang tangga tersebut.
"Ini..."
"Ya." Wang Shima mengangguk ringan. Seolah-olah itu adalah hal yang biasa.
"Ini adalah restoran bawah tanah."
Mata Lou Yan membesar dan dia terkejut dengan pernyataan yang keluar dari mulut pria itu.
"Restoran bawah tanah?" Lou Yan untuk sementara merasa takjub, dan dia sulit untuk mengatakan sesuatu.
Untungnya ekspresinya tidak terlalu berlebihan, jika tidak kedepannya akan sulit membiasakan diri dengan identitasnya yang menjadi tuan muda keluarga kaya.
Akan sangat memalukan.
"Em. Ayo pergi." Wang Shima kembali memegang tangan Lou Yan dan berjalan menuruni tangga.
Lou Yan diam dan dengan patuh mengikuti.
"Untuk apa kode itu?" Lou Yan mengingat nomor yang dimasukkan oleh Wang Shima di layar kecil samping pintu.
"Itu nomor kartuku dan ruanganku dalam restoran ini." Katanya dengan berjalan tenang menuju belokan di tangga bawah tanah.
Lou Yan tidak mengerti dan Wang Shima menjelaskan.
"Restoran bawah tanah memiliki banyak kotak ruangan, ada tiga lantai dengan lantai ketiga tempat ruang VVIP berada, lantai dua milik ruang VIP dan lantai satu adalah ruang terbuka untuk orang kaya lainnya."
"Setiap ruangan di restoran ini diberi nomor. Walaupun lantai tiga semuanya VVIP, namun kemewahannya tergantung pada nomor ruangan. Contohnya nomor 0001, itu adalah ruang paling mewah dan privasi di restoran ini. Setara dengan ruang kotak kerajaan di restoran bintang sepuluh di luar sana. Ada juga kamar pribadi yang sama dengan kamar suit presidential di hotel."
"0031 adalah nomor ruanganku."
"Untuk memesan ruangan di restoran bawah tanah secara pribadi bisa dapat dilakukan selama beberapa bulan atau tahun, namun setiap bulannya akan dikenai biaya yang mahal sesuai dengan kemewahan atau nomor ruangan. Terkadang bisa mencapai beberapa juta untuk memesan ruangan agar tidak ditempati orang lain."
"Apakah ini semacam rumah kontrakan yang setiap bulannya harus membayar?" Lou Yan bertanya.
Ekspresi Wang Shima aneh, dan dia mengangguk dengan senyum lembut.
"Ya, begitulah."
Lou Yan mengangguk paham.
Ini cukup klise.
"Berapa banyak ruangan di lantai tiga restoran bawah tanah?" Tanya Lou Yan.
"50 ruangan VVIP." Wang Shima sampai didepan pintu putih besar.
"Itu cukup banyak."
"Apakah kita sudah sampai?" Lou Yan menatap pintu besar didepannya dengan rasa ingin tahu.
"Em, sampai." Wang Shima mengangguk tenang.
Dia kembali menggesek kartunya pada samping pintu.
Pintu putih itu terbuka otomatis.
Mereka berdua masuk kedalam ruangan.
Detik kemudian mata Lou Yan membesar seperti bola kecil. Dia menatap takjub pada ruang makan yang sangat besar didepannya.
Deretan kursi dan meja mahal ditempatkan rapi dengan beberapa jarak diantaranya. Ditengah-tengah ruangan sendiri sebuah jalan dibuat untuk para tamu yang ingin makan berpergian ke segala arah.
Enam lampu kristal besar dan puluhan lampu kristal kecil membuat seluruh ruangan bersinar terang, memancarkan kemewahan dan kemegahan yang superior.
Lantai yang bersinar warna kuning keemasan nampak begitu transparan dan orang mengira itu dapat bercermin saking berkilaunya, dengan beberapa pillar besar yang dibuat untuk dekorasi dan furnitur mahal yang terjual di dunia luar ditempatkan di masing-masing tempat yang cocok.
Banyak siswa yang tampak kaya dan bangsawan duduk berkelompok, beberapa bercanda, beberapa tertawa dan ada juga yang makan dengan tenang.
"Kemana kita pergi?" Lou Yan sadar dari lamunannya dan bertanya dengan bingung.
"Lantai tiga." Wang Shima berkata singkat.
Dia menyeret Lou Yan menuju arah lift tidak jauh, menekan tombol 3 dan lift melaju dengan kecepatan yang cukup cepat.
Sekejap, mereka telah menapak di lantai tiga.
Wang Shima berjalan memimpin menuju sebuah pintu yang terbuka lebar di lantai tiga itu.
Ada tulisan 'Restaurant Qin'ey' diatas pintu.
Ketika mereka berdua masuk, Lou Yan menemukan seorang wanita memakai pakaian formal duduk didepan meja seperti resepsionis.
Melihat ada seseorang yang datang, wanita itu segera berdiri dan berjalan cepat. Ada kejutan dimatanya yang bulat. Dan wanita itu buru-buru membungkuk 190° dengan sikap rendah hati dan hormat.
"Tuan muda Wang. Selamat Datang di Restoran Qin'ey kami."
Wang Shima melambai dengan ringan, menyuruhnya berdiri dengan suara rendah.
"Ada yang bisa saya bantu tuan muda Wang?"
"Buatkan kartu restaurant untuk temanku." Katanya singkat.
Wanita itu diam-diam melirik Lou Yan dengan ekspresi takjub, ada kekaguman dan rasa iri ketika melihat begitu cantik wajah pria itu.
Tapi segera rasa dingin menjalar dibelakang punggungnya. Tanpa sadar wanita itu mengangkat kepalanya dan bertabrakan dengan mata lembut namun terasing milik pria tampan itu.
Wang Shima melirik wanita itu acuh tak acuh.
Wanita itu buru-buru menundukkan kepalanya ketakutan. "B-baiklah tuan muda Wang."
"Bisakah tuan muda ini menunjukkan kartu identitas pada saya?" Wanita itu menekan ketakutan dalam hatinya dan bertanya lembut dan hormat pada Lou Yan.
Seseorang yang bisa berdiri disamping tuan muda Wang pasti memiliki latarbelakang yang kuat.
Lou Yan terdiam.
Kartu identitas?
Tiba-tiba dia teringat pada sebuah kartu hitam yang bertulisan namanya. Ayah nya memberikan kartu itu sebelum berangkat ke ibukota.
__ADS_1
Dia membuka tas hitam trendinya dan mencari-cari.
Ketemu.
Dia menyerahkan kartu hitam itu pada wanita didepannya dengan ragu.
"Apakah ini?"
"Ah..." Wanita itu melihat kartu itu dengan terkejut.
Bukan hanya dia, namun Wang Shima juga melihatnya dengan heran.
Ada cahaya aneh melintas dimatanya yang lembut.
Warna kartunya...
Lou Yan menjadi ragu melihat reaksi keduanya. "Ini... bukan?" Lou Yan bertanya lagi untuk memastikan.
Wanita itu tersadar dengan pertanyaan Lou Yan dan dalam sekejap dia menundukkan kepalanya lebih rendah, nampak ketakutan.
"Y-ya, tuan muda. Tunggu sebentar." Sikap wanita resepsionis itu berubah dari rasa hormat menjadi kekaguman dan ketakutan pada sesuatu yang kuat.
Dia berbalik dan berjalan tergesa-gesa meninggalkan keduanya yang segera didatangi seorang pelayan pria, meminta Lou Yan dan Wang Shima untuk duduk dengan menyajikan teh.
"Itu... ada apa dengannya?"
Lou Yan memikirkan ekspresi ketakutan dan kekaguman wanita itu ketika dia mengeluarkan kartu identitasnya.
"Tuan muda Yan, aku tidak menyangka ternyata anda merupakan anggota keluarga yang begitu kaya." Wang Shima menatap Lou Yan penuh arti.
"Apa?" Lou Yan bingung dengan perkataan pria tampan disampingnya.
Keluarganya memang sekarang sangat kaya, namun apa maksudnya dengan itu?
Tiba-tiba dia mengingat kartu identitas milik Wang Shima.
Warnanya hitam putih. Sedangkan miliknya berwarna hitam penuh. Dan dirinya juga tidak memiliki lambang bendera China.
"Apakah ada perbedaan pada warna kartu?" Dia segera menyadarinya.
"Kamu tidak tahu?" Wang Shima menatap aneh dan heran pada Lou Yan.
Dia yang memiliki kartu identitas namun malah tidak tahu apa perbedaan warna pada kartu. Bahkan anak umur 4 tahun sekarang akan tahu perbedaannya. Diam-diam Wang Shima berpikir.
Lou Yan terbatuk dengan ekspresi malu.
Bagaimana dia tahu tentang perbedaan warna pada kartu identitas. Dia dulunya orang yang sangat miskin, jangankan hidup nyaman dengan kekayaan, makan saja dia hanya sebungkus roti keras.
Namun Lou Yan juga menyesal telah bertanya, bukankah disini ada sistem yang mengetahui segalanya.
Kenapa dia malah keluar untuk mempermalukan diri sendiri. Ingatlah identitasnya!
Namun segera Lou Yan menjadi tenang.
Dia ini adalah rubah tua yang hidup dalam kesulitan masyarakat kelas rendah selama bertahun-tahun. Pikirannya untuk hidup bergerak cepat sekarang.
"Ah, itu... semenjak aku kecil, ayahku selalu memanjakan aku. Dia menolak untukku melakukan sesuatu yang berat. Semua kebutuhanku ditangani olehnya selama bertahun-tahun. Bahkan semenjak kecil, aku tidak pernah memiliki uang tunai ditanganku. Dia memberi kartu untuk dibelanjakan dan aku hanya perlu menggesek ketika berbelanja." Dia berbicara lancar seolah-olah itulah yang dia alami.
Ekspresinya sedikit malu dan dia menunduk ketika berbicara untuk menyembunyikan senyum licik dimatanya yang rubah polos.
"Kartu identitas ini juga disiapkan oleh ayahku dan dia menyuruhku untuk menunjukkan kartu ini bila aku melupakan membawa kartu untuk berbelanja diluar, biarkan pihak mall atau restoran mengirim bill-nya pada keluargaku dan mereka akan membayarnya, atau aku juga bisa menunjukkannya ketika aku menghadapi bahaya."
Lou Yan berhenti berbicara.
Dia menunggu respon pria tampan disampingnya itu.
Seharusnya tidak apa-apa menjelaskannya seperti ini, kan?
Wang Shima menunjukkan ekspresi halus.
Dia paham sekarang.
Anak ini dibesarkan seperti bayi di rumahnya. Keluarganya pasti sangat menyanyanginya sehingga begitu protektif padanya.
Sampai-sampai kartu identitas-nya juga dibuat sedemikian rupa.
Wang Shima membuka mulutnya dan berkata.
"Kartu identitas dibagi menjadi lima warna. Dan setiap warna menunjukkan tingkatan kekayaan orang yang membuatnya."
"Warna putih adalah yang terendah, hanya orang yang memiliki kekayaan di atas satu miliar atau lebih yang dapat memilikinya, kekayaan ini dapat dibandingkan orang kaya menengah di China. Warna berikutnya adalah biru, warna ini dimiliki oleh orang yang kekayaannya mencapai 100 miliar atau diatasnya, kekayaan yang setingkat kepala keluarga besar tingkat satu China."
"Warna ungu dimiliki oleh seseorang yang memiliki kekayaan diatas satu trilliun. Berikutnya warna hitam putih yang di rumahnya memiliki aset lebih dari sepuluh trilliun kekayaan. Dan terakhir hitam, keluarganya setidaknya memiliki aset melebihi 100 trilliun kekayaan."
Wang Shima berhenti menjelaskan, menatap penuh arti pada Lou Yan.
Artinya sangat jelas, keluarga pria cantik ini lebih kaya dari keluarga Long di ibukota.
Selain daftar keluarga 'Phantaminum' teratas, Wang Shima tidak bisa memikirkan siapa lagi di seluruh China yang mampu menandingi keluarga Long.
Keluarga Long memang kuat dan dikatakan sangat kaya, namun sebagai tuan muda keluarga Wang, Wang Shima tahu betul bahwa kekayaan keluarga Long setidaknya berada dikisaran antara 60-80 trilliun aset.
Harus diketahui bahwa miliar dan trilliun perbedaannya sangatlah jauh. Jadi kekayaan keluarga Long bahkan untuk keluarga besar teratas dan keluarga tersembunyi, itu termasuk jumlah yang mengerikan tidak tertandingi.
Keluarga Long juga karena itu masuk kedalam daftar keluarga Phantaminum diurutan menengah keatas.
Hanya sedikit orang di dunia ini yang bisa menggerakkan tangan untuk menghancurkan keluarga Long.
Namun dibandingkan dengan seseorang yang kekayaannya melebihi 100 trilliun aset, keluarga Long harus mengakui kekalahan.
Hanya keluarga Phantaminum teratas yang dapat mengalahkan kekayaan bersih keluarga Long di seluruh dunia.
"Namamu Lou Yan, kan?" Wang Shima teringat nama pria cantik itu.
"Ya." Lou Yan mengangguk bingung, dia melirik curiga pada pria tampan yang sepertinya tengah berpikir matang.
Apakah pria ini mengetahui sesuatu?
Lou Yan penasaran penemuan apa yang diketahui pria ini.
Wang Shima menyipitkan matanya.
Lou.
Marga ini dia ingat.
Ketika Wang Shima melakukan pencarian di situs khusus, dia melihat nama-nama keluarga Phantaminum teratas yang berada dalam daftar 'Black Philips'.
Dia tentu saja menggunakan akun milik ayahnya secara khusus. Situs ini tidak dapat dilihat oleh orang biasa bahkan hacker tingkat tinggi sekalipun akan kesulitan.
Hanya akun yang telah terdaftar di Black Phillips yang dapat membukanya.
Diantara nama-nama keluarga besar terkenal dan tersembunyi diseluruh dunia dan daftar Phantaminum. Ada satu nama keluarga besar yang cukup tidak mencolok karena belum pernah terdengar dalam skala internasional.
Namun walau namanya singkat, keberadaannya seperti bom waktu yang mengejutkan banyak orang.
Itu adalah nama keluarga Lou.
Dalam daftar Phantaminum, itu digolongkan sebagai keluarga tersembunyi dan nama CHINA ditulis dibawah kata 'negara'.
Yang mengejutkan nama keluarga itu berada diurutan ke '4' dalam daftar kekayaan dan diurutan ke '3' dalam daftar yang terkuat.
Wang Shima teringat perkataan ayahnya.
Tuan pertama keluarga Lou adalah pemimpin dari perusahaan ternama dunia, BTL, corp. Dikenal juga sebagai julukan 'Orang terkaya ASIA' dan orang yang berdarah dingin.
Tuan pertama Lou tidak memiliki istri dan Lou Yan ini kemungkinan tuan muda keluarga Lou, keponakan tuan pertama Lou.
Sebagai keponakan yang dimanja, tidak mengejutkan bila Lou Yan memiliki kartu identitas warna hitam karena dukungan keluarganya.
Namun Wang Shima masih merasa takjub, pria cantik yang ia incar memiliki energi yang begitu kuat untuk mengguncang sekolah ini.
Gosip pagi ini mengatakan seorang pria cantik di sambut secara pribadi oleh para direktur.
Orang pasti akan merasa heran mendengarnya, salah satunya dia.
Namun setelah mengetahui latarbelakang Lou Yan. Bahkan jika 10 kepala keluarga teratas disini, mereka juga akan memperlakukan Lou Yan sebagai leluhur kecil mereka.
"Ada apa?" Lou Yan sangat sensitif dengan perubahan suasana hati seseorang.
Dulu dia belajar untuk melihat pikiran seseorang melalui ekspresi dan mata mereka. Ini dilakukan tidak lebih bentuk perlindungan diri sendiri.
Dia bekerja di sebuah kafe dan restoran bintang tiga untuk melayani para tamu, kebanyakan mereka anak orang kaya atau para pekerja kantoran yang mampir. Agar tidak menyinggung para tamu itu, dia selalu melihat dengan hati-hati ekspresi dan emosi diwajah mereka.
Jika ada tanda-tanda kemarahan atau kekesalan, dia akan mencoba untuk meredakannya.
Dia memiliki mulut yang manis, wajahnya tampan dan mudah memberi kesan baik dan ramah pada orang. Selain populer diantara gadis sekolah, dia juga memiliki kemampuan untuk menyenangkan orang.
Restoran tempat dia bekerja selalu ramai didatangi para tamu, kebanyakan dari mereka didominasi oleh para gadis dan mereka datang kepadanya untuk mengambil foto atau sekedar melihatnya untuk mengaguminya.
Karena itu juga manajer restoran sering memberikan dia bonus diakhir bulan.
Jika tidak, bagaimana mungkin seorang mahasiswa biasa dan seorang pelayan restoran memiliki gaji 10.000 yuan perbulan.
Bahkan orang setingkat direktur hanya memiliki beberapa juta gaji setiap tahunnya.
....
Wang Shima menenangkan emosi yang bergejolak dihatinya. Senyumnya masih lembut dan anggun.
Dia berkedip dan dagunya menunjuk kearah teh.
"Apa kau tidak haus? Minum dulu sebelum kita menuju ruang kotak untuk makan." Wang Shima menyarankan.
Lou Yan hanya meliriknya penuh arti, namun dia masih patuh dan tersenyum manis.
"Oke."
15 menit berlalu.
Seorang wanita berpakaian formal datang dengan tergesa-gesa menuju kearah keduanya.
Dia menundukkan kepalanya dengan hormat dan rendah hati.
"Tuan muda Yan, tuan muda Wang. Nomor ruangan yang telah dipesan oleh tuan muda Yan telah didaftarkan pada sistem restoran kami beserta identitasnya. Ini adalah nomor kotak ruangan tuan muda Yan. Silakan tuan muda melihatnya."
Wanita itu mengembalikan kartu hitam milik Lou Yan dan ada satu lagi kartu warna hijau muda dengan nomor ditengahnya.
17.
Lou Yan menjadi bingung dengan dua angka yang nomor satu dan tujuh. Kenapa nomor ini berbeda dengan milik Wang Shima yang terdapat empat nomor?
Bahkan Wang Shima juga mengangkat sebelah alisnya penuh minat. Dia belum pernah melihat nomor yang seperti itu.
"Itu, kenapa nomornya hanya dua?" Lou Yan bertanya penasaran.
Wanita itu terkejut, kemudian dia tersenyum sopan.
"Itu karena manajer kami mengatakan kartu identitas tuan muda berada di level tinggi. Sebenarnya restoran kami memiliki empat lantai. Lantai satu untuk umum, dua milik VIP, lantai tiga untuk VVIP dan lantai empat untuk beberapa orang khusus."
"Lantai empat restoran kami memiliki 20 ruangan. Dan nomor tuan muda ke 17 berarti anda adalah orang ke-17 yang memiliki ruang di lantai empat. Di sini tuan muda hanya dapat membawa satu sampai lima orang kedalamnya. Jika melebihi batas pemasukkan, pihak restoran terpaksa harus mengangkat tangan untuk mengirim orang itu kembali."
Senyum wanita itu sedikit canggung.
Lou Yan langsung mengerti.
"Apakah kita akan ke ruangan saudara Wang atau aku?" Lou Yan bertanya.
Wang Shima menyipitkan matanya.
"Bagaimana jika kita melihat ruanganmu dulu? Aku belum pernah mendengar tentang lantai empat ini." Wang Shima tersenyum lembut dan memberi saran.
Namun dalam hatinya ada beberapa pemahaman tertentu.
Awalnya dia sedikit curiga tentang sesuatu.
Sekolah Elit Young Lan memiliki 25 siswa didalam kelas khusus.
Seperti yang diketahui, kelas khusus ini semuanya terdiri dari siswa yang memiliki latarbelakang yang sangat kuat, mereka memiliki kemampuan dalam berbicara di sekolah ini.
Bahkan dia, tuan muda dari keluarga tersembunyi keluarga Wang tidak bisa memasuki kelas khusus karena kurangnya dukungan.
Bukan karena keluarga Wang lemah atau kurang kuat, masalahnya adalah dia Wang Shima adalah anak dari isteri ketiga kepala keluarga Wang.
Karena itu, dia hanya bisa masuk ke kelas Elit, alasan dia tidak memilih kelas bangsawan adalah karena kelas Elit jauh lebih bebas dari kelas bangsawan yang selalu belajar banyak kemampuan seperti bermain catur, ataupun melukis, yang menurutnya sangat membosankan.
Statusnya di keluarga Wang memang tidak rendah, namun belum cukup layak dibandingkan anak dari isteri pertama keluarga Wang.
Rumor mengatakan para siswa kelas khusus ini memiliki bakat yang luarbiasa dan masing-masing mereka diperlakukan seperti Dewa oleh para direktur sekolah.
Bahkan beberapa orang tingkat tinggi mengatakan masing-masing siswa di kelas khusus berasal dari keluarga yang masuk daftar Phantaminum. Baik itu siswa berasal dari luarnegeri maupun dalam negeri.
Salah satunya adalah pangeran Long yang paling populer.
Namun yang menjadi kecurigaan adalah mereka semua berasal dari sekolah yang sama, namun setiap kali waktu bebas atau istirahat, dia belum pernah melihat anggota siswa kelas khusus memasuki restoran disekolah ini.
Tidak ada kabar tentang mereka.
Banyak orang berpikir bahwa para pelayan di keluarga siswa kelas khusus akan datang untuk mengantar makanan.
Namun Wang Shima tidak berpikir demikian.
Dia lebih curiga jika para siswa kelas khusus memiliki tempat makan mereka sendiri.
Dan mungkin lantai empat di restoran ini adalah salah satunya.
Karena itu dia butuh konfirmasi secara langsung.
Lou Yan tidak terlalu banyak berpikir. Dia hanya mengangguk.
"Mari tuan muda Yan, tuan muda Wang." Wanita itu mulai membimbing keduanya menuju arah barat lantai tiga.
Ada banyak belokan di jalan yang mereka lalui. Itu tampak seperti labirin yang membuat Lou Yan merasa sedikit aneh.
Apakah ini masih sebuah restoran?
Bagaimana rasanya mereka ada di tempat tersembunyi.
"Kita hampir sampai."
Didepan mereka ada sebuah pintu besi dan wanita itu menggesek kartunya dan pintu terbuka otomatis.
Memasuki kedalam pintu tersebut ada pintu yang lain. Pintu itu tampak lebih mewah.
"Pintu apa itu?" Wanita itu berjalan memimpin mereka.
Lou bertanya sambil melirik pintu mewah yang perlahan menghilang dari pandangannya.
"Itu adalah pintu khusus untuk dimasuki orang-orang yang memesan di ruang lantai empat."
"Kemana pintu itu berasal?" Wang Shima bertanya dengan menyipitkan matanya.
Wanita itu melirik hati-hati pada pria tampan yang tampak lembut namun terasing.
"Itu taman bawah tanah tepat didepan sebuah pintu hitam. Orang-orang menyebutnya 'Black Door'."
Wang Shima langsung mengerti.
Tidak heran kenapa banyak siswa tidak pernah bertemu dengan para siswa di kelas khusus.
Taman bawah tanah adalah proyek yang dibangun oleh banyak kepala keluarga besar tiga tahun yang lalu. Taman ini tidak dapat diakses secara normal, mereka yang memasuki taman bawah tanah harus melalui persetujuan para petinggi.
Bahkan anak orang kaya dan bangsawan belum tentu dapat memasuki taman bawah tanah ini.
Tidak ada yang tahu apa yang ada di taman bawah tanah sehingga membutuhkan izin para petinggi untuk mengaksesnya.
"Ini disini."
Wanita itu menunjuk kesebuah pintu yang canggih karena terdapat layar besar yang membentuk wajah emotikon tersenyum.
"Tuan muda Yan, tuan muda Wang. Saya hanya bisa mengantar anda sampai di tempat ini. Tuan muda Yan hanya perlu menunjukkan kartu identitas anda pada layar kecil di samping layar besar. Kemudian isi kolom kata 'teman' dan anda bisa mengetik nomor jumlah teman yang anda bawa. Selama itu memenuhi syarat, anda akan diperbolehkan untuk masuk."
Wanita itu mundur dan memberi isyarat 'tolong'.
Lou Yan hanya mengangguk.
Dia berjalan menuju pintu didepan layar besar, dan menujukkan kartu identitasnya pada layar kecil yang ada disamping.
Sebuah cahaya putih mulai memindai kartu identitas tersebut.
Ting!
"Kartu telah diidentifikasi. Selamat Datang di Restaurant Qin'ey, semoga anda menikmati makanan khas restaurant kami." Suara dingin seorang wanita logam datang dari gambar wajah emotikon dilatar besar.
Kemudian layar besar yang terdapat gambar wajah mulai membelah menjadi dua. Membukakan sebagai pintu.
Lou Yan mulai mengaguminya dalam hati.
"Ayo pergi." Lou Yan melambai pada Wang Shima yang tengah menatap pintu itu erat. Seolah tengah berpikir.
"Ah, yah.. baiklah." Wang Shima langsung tersenyum lembut.
Dia berjalan melewati pintu dan suara elektronik dari wanita dingin tanpa emosi bergema di sekitar sana.
"Dua tamu telah dikonfirmasi. Selamat Datang di Restoran Qin'ey, semoga hari anda menyenangkan."
Pintu mulai tertutup otomatis.
...
CTT:
Maaf buat kalian yang nunggu lama.
Author soalnya lagi dimarahi sama kakak Author karena beli laptop tanpa bilang-bilang dulu. Hp Author di simpan di kamar kakak Author dan nggak diperbolehin untuk digunain. Baru tadi pagi kakak Author udah pergi ke cirebon buat kerja dan Hp Author dikembali-in.
Selama empat jam Author ngebut buat cerita ini, Author udah nguras semua ide di pikiran Author. Maaf banget buat semuanya.
Buat minta maaf Chapter kali ini dipanjangin yah.
Satu hal lagi.
Mungkin cerita Author terkesan bertele-tele karena dari segi teks-nya terlalu lambat berkembang ceritanya. Tapi Author itu sangat mementingkan latarbelakang para pemeran di cerita ini.
__ADS_1
Jadi kebanyakan buatnya mungkin penjelasan diawal cerita, jadinya dimasa mendatang jika cerita udah mulai di tahap konflik, kalian akan tahu keunggulan para pemeran di cerita Author dan MC-nya.