![Sistem Kecantikan [Pendamping]](https://asset.asean.biz.id/sistem-kecantikan--pendamping-.webp)
.
Sebuah pesawat mewah mendarat di lapangan luas beraspal di bawah gunung berlokasi kota S.
Gunung Shi Wan namanya, merupakan satu-satunya gunung di kota S. Semua orang kaya dan berkuasa di kota S sekarang ini tahu bahwa di puncak gunung Shi Wan terdapat Mansion Utama keluarga paling berpengaruh di kota S.
Keluarga Lou.
....
Diikuti puluhan seorang pengawal dengan tinggi semeter dan berparas khas orang-orang barat. Tampak ganas dengan aura menakutkan.
Seorang pria tampan dan dingin nampak begitu misterius berjalan tenang dan anggun namun tegas. Matanya penuh dengan cahaya haus darah dan dapat membuat orang-orang mati ketakutan hanya dengan tatapan dinginnya.
Lou Qiunchang diikuti orang-orangnya berjalan menuju selusin mobil Rolls Royce.
Dan deretan mobil mewah melaju menuju puncak gunung yang dipenuhi pepohonan tinggi dan angin gunung membuat suhu udara lebih baik karena sinar matahari yang terik.
Sesampainya digerbang tinggi dengan ukiran bunga-bunga yang indah, gerbang itu perlahan terbuka.
Deretan mobil mewah masih terus melaju menuju bagian yang lebih dalam.
Taman bunga, air pancuran, ukiran patung batu, dan melewati banyak tempat-tempat indah lain yang pada dasarnya memperindah Mansion Utama keluarga Lou.
Bangunan megah itu muncul di mata dingin Lou Qiunchang.
Tampa sadar dia ingin mempercepat mengemudi mobilnya, dan dia memang melakukannya.
"Percepat." Suara itu memerintah dan dingin, membuat punggung sang supir yang merupakan salah satu elit dari keluarga Lou merasa merinding.
Seolah-olah dia ditatap binatang buas paling kejam dan ganas.
"Baik Tuan Pertama." Supir buru-buru menjawab dan dengan pengemudi profesional, dia melaju dengan kencang tanpa menimbulkan banyak guncangan di mobil.
Karena pada dasarnya ini berada didalam area Mansion Lou dan tidak ada orang yang berani menghalangi mobil dengan nomor plat yang sangat jelas khusus milik orang penting dari keluarga Lou dan merupakan satu-satunya di Negara China.
Mereka sampai tidak jauh di depan pintu masuk bangunan megah didepannya.
Kepala pelayan yaitu Lin Ji dengan cepat membukakan pintunya dan menunduk dengan sikap merendah dan hormat. Suaranya masih dingin dan dia nampak tenang.
"Selamat datang kembali ke Mansion Utama, Tuan Pertama." Ucapnya dengan membuka payung hitam dan mulai memayungi Lou Qiunchang.
Namun Lou Qiunchang bahkan tidak mengangkat matanya dan berjalan cepat meninggalkan para bawahannya yang tercengang karena melihat penampilan atasannya yang tampak terburu-buru.
Kepala pelayan yang memegang payung: "...."
Puluhan pengawal yang menemani Lou Qiunchang kembali ke Mansion saling memandang dalam diam, dan dengan tenang mereka berjalan mengikuti arah tuannya menuju bangunan megah itu.
Lou Jian telah menunggu keponakannya yang pertama datang ke Mansion.
Asistennya yaitu Zhang Jun memegang teh yang baru ia tuangkan untuk atasannya.
"Tuan besar, aku mendengar kabar dari penjaga gerbang. Tuan pertama sudah datang ke Mansion, dia seharusnya sudah sampai ke sini." Dia berkata dengan tenang.
Tangannya sibuk merapikan piring yang akan dibuat untuk penjamuan kecil-kecilan yang hanya didatangkan oleh keluarga Utama Lou.
Beberapa pelayan pria yang tampan dan mengenakan jas memegang banyak botol anggur dan ditempatkan ditengah-tengah meja persegi panjang terbuat dari kayu terbaik.
Lou Jian mengangguk dengan dingin.
"Bagaimana dengan yang lainnya, kapan mereka datang? Kenapa begitu lambat?" Dia mengerutkan keningnya tidak senang.
Ini adalah pertemuan untuk menyambut kembalinya Xiao Yan. Dia memanggil semua anggota keluarga utama Lou, dia menyuruh mereka untuk datang dengan cepat besok pagi dan sekarang hanya satu yang baru hadir.
Ini benar-benar membuat Lou Jian yang pada dasarnya memiliki sifat seperti bom waktu yang sewaktu-waktu akan meledak sangat tidak puas.
Asisten Zhang hampir menjatuhkan cangkir yang sedang ia tata.
Tubuhnya menggigil melihat aura suram dan dingin disekujur tubuh atasannya.
Dia buru-buru menempatkannya dan berkata pada atasannya alasan para tuan yang lain belum datang sampai sekarang.
"Tuan besar, aku sudah mendapat laporan tentang beberapa tuan. Tuan kedua adalah seorang Marsekal muda, anda juga seharusnya mendengar berita tentang banjir bandang yang menyebabkan beberapa desa mengalami kerusakan parah. Dia saat ini sedang bertugas dengan beberapa tentara elit lain untuk menangani masalah ini. Dia kemarin berkata akan sebisa mungkin pulang ke sini, namun mungkin akan terlambat."
"Tuan ketiga sedang mengalami beberapa masalah, ada virus yang menyebar luas di benua Eropa yang menyerang beberapa negara kecil dan tingkat menengah, bahkan beberapa negara besar terpengaruh. Sebagai dokter genius yang diakui semua orang, dia saat ini tengah menyembuhkan banyak pasien yang tertular Virus ini. Dia tidak berani pulang karena takut virus yang belum terdeteksi penawarnya akan memengaruhi orang-orang di dalam Mansion. Jadi dia harus absen untuk pertemuan ini."
Lou Jian yang mendengar ini menjadi khawatir.
"Apakah Xiao Zhi tidak kenapa-napa, bagaimana bisa dia begitu ceroboh untuk menjadi orang yang memeriksa pasien terkena Virus yang asalnya tidak diketahui. Bagimana jika terjadi sesuatu padanya?" Dia bertanya dengan marah, khawatir dan merasa tertekan untuk keponakannya itu.
Dia bergumam dengan suara rendah.
"Xiao Zhi biasanya yang paling dewasa diantara 12 anak itu, kenapa menjadi ceroboh sekarang?" Dia tampak sangat tidak puas.
Lou Jian memegang ponselnya dan ingin menghubungi seseorang.
Orang yang ingin ia hubungi adalah Adam Lord Son. Pemimpin serikat kedokteran diseluruh dunia. Dan merupakan pemilik rumah sakit West Art.
Rumah sakit terbesar dengan peralatan tercanggih didunia.
Sedangkan Xiao Zhi adalah panggilan dari Lou Zhi Rei, yang dipanggil tuan ketiga di keluarga utama Lou.
Dia adalah seorang direktur di rumah sakit West Art.
Dan merupakan seorang genius dokter karena dia lulus S2 saat dirinya masih berusia 16 tahun.
Dan kedudukannya didunia dokter sangat kuat, bahkan dia termasuk lima dokter terbaik selama lima tahun terakhir ini karena selama 11 tahun dia didunia dokter tidak pernah menerima berita kecelakaan selama masa operasi.
Semuanya lancar dan membuat posisinya menjadi direktur juga karena sikapnya yang dewasa dan tenang. Bisa dibilang Lou Zhi Rei ini sebenarnya jauh lebih tenang dari Lou Jiu Chang, sang Guru Agung Negara yang dikenal Rubah Tua nomor satu.
"Tuan besar, ini... anda sebaiknya tidak perlu merasa terlalu cemas. Tuan ketiga adalah orang pintar, sebelum dia menerima tugas ini, dia pasti tahu seberapa besar tanggung jawab yang akan dia pikul.
Selain itu saya juga menerima laporan bahwa Tuan ke Delapan akan melakukan penelitian pada Virus itu. Kudengar mereka berdua bekerja sama untuk menciptakan penawar yang ampuh untuk menekan Virus yang terus menyebar luas ini." Asisten Zhang menenangkan.
Benar saja, setelah mendengar 'Tuan ke Delapan' juga akan bersama dengan Xiao Zhi, sekarang Lou Jian jauh lebih tenang.
Tuan ke delapan yang dimaksud adalah Lou Yu Qi, dikenal sebagai seorang profesor tampan dan termuda yang memiliki penyakit 'cinta kebersihan'.
Dia juga ketua penelitian dari serikat 'Baliho Guan Ji'. Yaitu nama organisasi tempat berkumpulnya semua profesor dengan persentase dan akademik terbaik dinegara China.
Rata-rata umur seorang profesor yang berpengetahuan adalah 30 tahun keatas, namun Lou Yu Qi ini baru berusia 25 tahun tahun ini. Sedangkan Lou Zhi Rei berusia 27 tahun.
"Baguslah jika Xiao Yu ini juga bersama dengan Xiao Zhi, ini lebih baik dari pada seorang diri, mereka berdua ini benar-benar membuat orang merasa khawatir." Lou Jian menghela nafas lega.
Alasan kenapa dia lega karena Lou Yu Qi di juluki 'Harta Nasional' oleh para petinggi negara.
Sebab IQ-nya mencapai 237 yang benar-benar sangat menakutkan.
Saking pentingnya kedudukannya di pemerintah dan pentingnya keberadaannya untuk membuat Negara China lebih maju.
Para pemerintah negara bahkan mengeluarkan surat peringatan untuk semua orang di negara China di Tv. Bahwa Profesor Lou Yu Qi ini mendapatkan perlindungan tingkat SSS yang setara dengan Guru Agung Negara China, Lou Jiu Chang.
Jika ada yang berani menyentuh harta nasional mereka, maka sama saja dengan melawan seluruh kekuatan pemerintah China.
Seluruh kekuatan China, mendengarnya saja membuat orang takut sampai mati.
China memiliki angka kelahiran yang menakutkan.
Melawan semua kekuatan China sama saja mengibarkan bendera perang. Bukankah seseorang benar-benar akan bunuh diri?!
Hukum milik negara, negara terdapat pemerintah yang mengendalikan. Perlindungan tingkat SSS, bahkan seorang walikota dan menteri kebesaran harus membungkuk didepannya.
__ADS_1
Sungguh.... fasilitas yang mewah.
....
Lou Qiunchang berjalan cepat menuju arah Liff, menekan tombol 4.
Setelah beberapa berjalan berliku. Dia akhirnya sampai di depan sebuah kamar dengan tulisan 'Yan Yan tidur'.
Melihat ini sudut mulut Lou Qiunchang berkedut.
Dia menekan tombol biru disisi pintu, dan terdapat tombol merah dibawahnya.
Pemanggilan.
Disisi lain.
Lou Yan sekarang tengah duduk bersandar dengan kaki ramping yang saling ditopang dengan anggun. Ditangannya terdapat gelas dengan air kuning yang merupakan jus jeruk yang ia minta pada Keely.
Saat ia bersantai tiba-tiba suara 'ting-tong' terdengar ditelinganya, itu menggema diseluruh kamar yang luas ini.
Lou Yan melirik pintu dengan curiga. Berpikir itu mungkin ayahnya yang datang, jadi dia berjalan menuju pintu dan menaruh gelas di meja.
Pertama-tama Lou Yan mengintip di lubang kecil dan mendapati hanya ada kegelapan.
"...."
Clek
Lou Yan membuka pintunya, detik berikutnya dia membeku dan matanya yang seperti rubah membulat dengan takjub.
Seorang pria yang sangat sempurna dengan wajah tampan, tinggi diatas 190 cm, mengenakan pakaian jas hitam dengan giok merah didasinya. Seluruh tubuhnya mengeluarkan momentum yang kuat dan udara dingin yang misterius.
Menatapnya tajam seperti binatang buas.
Lou Yan bergidik.
Tiba-tiba sebuah kilasan tentang anak 10 tahun mengenakan tuxedo dan berjalan disebelah pria muda 20-an dan memanggilnya 'Paman pertama'.
"Ah..." Lou Yan memiringkan kepalanya dan menatap Lou Qiunchang dengan tatapan bingung.
"Itu... kamu siapa?" Dia melihat dengan curiga.
Matanya yang seperti rubah diam-diam memeriksanya.
Lou Qiunchang telah mendapat kabar dari pamannya bahwa keponakannya ini mengalami amnesia.
Awalnya dia juga telah menerimanya, bagaimanapun ini merupakan kabar baik bahwa Lou Yan tetap bangun.
Namun saat dia benar-benar mengalaminya didepannya ketika keponakannya yang ia manjakan dulu melupakannya itu masih membuatnya sangat tidak nyaman. Seolah-olah takdir membuat lelucon dan dia sangat tidak sabar.
Lou Qiunchang mengerutkan keningnya.
Mulutnya terbuka dan suara dingin membuat Lou Yan langsung membukakan pintunya.
"Masuk."
Lou Qiunchang memasuki kamar Lou Yan, duduk di tempat tadi Lou Yan bersantai.
Sedangkan Lou Yan sendiri berdiri dengan kepala menunduk, nampak sangat patuh.
"Setelah kau bangun, paman mungkin akan membuatmu tetap tinggal di Mansion selama beberapa bulan. Aku ingin bertanya, jika kamu nantinya kebosanan. Apakah Yan Yan mau bersekolah?" Aura dalam tubuh Lou Qiunchang jauh lebih santai sekarang.
Lou Yan juga merasa lega, namun yang membuatnya terkejut adalah pertanyaan yang dibuat pamannya ini.
Sekolah?
Mata Lou Yan berbinar.
Karena itu dia tidak terlalu menikmati masa-masa sekolah.
Namun sekarang berbeda, dia adalah anak orang kaya. Tuan muda cantik dan anak kesayangan dalam keluarga.
Dia tidak takut esoknya tidak akan bisa makan, juga tidak takut ada biaya kos-kosan.
Tidak mungkin selamanya dia mengandalkan ayahnya yang sekarang.
Walau dia yakin dengan kasih sayang ayahnya, mungkin dimasa depan ayahnya bisa menyiapkan semua kebutuhannya. Namun dia tidak mau benar-benar menyandang gelar 'porselen'.
Membuat ayahnya melindunginya terus menerus. Itu akan menyinggung harga dirinya yang ia bangun susah payah.
Namun sebelum dia menjawab pertanyaan pamannya, dia harus mengetahui identitas nya terlebih dahulu. Tidak mungkin dia langsung mengiyakan pertanyaannya tampa mengetahui siapa dia.
Ingat, dia sekarang amnesia.
"Paman... siapa?" Lou Yan masih tetap menampilkan ekspresi polos.
Gerakan tangan Lou Qiunchang yang mengetuk kursi berhenti.
Alisnya menyatu dengan erat.
"Lou Qiunchang, paman pertamamu." Suaranya begitu dingin sehingga bahkan Lou Yan sedikit goyah.
Lou Yan berpura-pura mundur ketakutan.
Seorang anak yang telah koma tiga tahun, artinya mentalnya hanya umur 14 tahun. Mengingat umurnya sekarang 17 tahun.
Adalah wajar jika takut pada orang yang menurutnya asing karena amnesia. Bahkan naluri Lou Yan mengatakan orang ini puluhan kali lebih kuat dan berbahaya dari ayahnya yang sekarang.
Melihat ketakutan keponakannya, Lou Qiunchang menarik permusuhannya dengan enggan.
Dia mendengus.
"Apa kamu masih ingin sekolah?" Dia bertanya lagi dengan suara yang lebih tenang.
Lou Yan berpura-pura membulatkan matanya yang besar. Ada kesenangan dan kekhawatiran dimatanya yang rubah.
Tentu saja hal itu tidak akan luput dari mata Lou Qiunchang yang tajam.
Sejujurnya Lou Qiunchang sudah merasakan adanya kejanggalan pada keponakannya.
Ketika Lou Yan membukakan pintunya.
Dia nampaknya sangat terkejut namun tidak takut. Padahal setau Lou Qiunchang semua anak yang ia temui akan langsung menangis dan berlari ketakutan ketika melihatnya. Bahkan para bawahannya juga tidak berani dengan lancang menatap dirinya sendiri.
Entah karena naluri keponakannya yang mengenalnya sebagai pamannya atau apa. Dia jauh lebih tenang.
Mata Lou Yan berkedip, dan dia dengan patuh memanggil nya dengan suara paling lembut dan matanya berbinar.
"Paman pertama~"
Mendengar suara panggilan keponakannya yang telah lama tidur membuat mata Lou Qiunchang yang dingin sedikit melembutkan.
Dia mengangguk dengan tenang.
"Bagaimana, masih mau bersekolah?" Tanyanya lagi dengan sabar.
Mata Lou Yan berbinar, dia dengan malu-malu mengangguk semangat.
"Paman pertama, Yan Yan ingin bersekolah." Katanya dengan nada imut.
Sudut mulut Lou Qiunchang terangkat sedikit melihat keponakannya tampak begitu bahagia.
__ADS_1
"Itu bagus." Dia mengangguk ringan.
Jika Lou Jian mendengar perkataan keponakannya yang tertua ini, dia pasti akan langsung meledak. Lou Yan merupakan anaknya, namun keponakannya berani mengambil tiket sebelum dia mulai berbicara masalah masa depan puteranya.
Ini hanyalah terlalu baj*ngan.
....
Langkah kaki beberapa orang mengalihkan perhatian Lou Jian.
Dia melihat seseorang yang familiar itu.
"Xiao Ru, Xiao Xu, Xiao Lu, dan Xiao Jiu. Kalian semua telah datang." Lou Jian menyapa para keponakannya itu.
Sudut mulut orang-orang yang dipanggil itu tampak berkedut.
Xiao?
Asisten Zhang juga menahan tawa, sedikit bergetar. Namun dia tetap dengan hormat menunduk dan menyapa para tuan keluarga Lou.
"Tuan ke Empat, Tuan ke Lima, Tuan ke Enam dan Tuan ke Tujuh. Selamat datang kembali ke Mansion Utama." Dia berkata dengan rendah hati.
Xiao Ru atau nama aslinya Lou Ru berjalan menuju pamannya.
"Paman, lama tidak bertemu." Dia kemudian menunduk dengan hormat dan anggun. Senyumnya lembut.
Lou Ru merupakan tuan ke Enam diantara 12 bersaudara. Semuanya diurutkan berdasarkan yang tertua sampai yang ke muda.
Lou Ru mengenakan kemeja hitam dengan corak bunga mawar di beberapa sisi, tiga kancing teratas terbuka memperlihatkan garis-garis yang anggun, leher ramping dan syal putih membuatnya tampak menawan.
Dua anting putih membuat lehernya lebih ramping.
Ditambah wajahnya yang sangat tampan namun halus terdapat kesan cantik dan menawan. Matanya seperti rubah, tapi berbeda dengan Lou Yan yang polos, mata rubah milik Lou Ru nampak lebih menggoda.
Tingginya mencapai 184 cm.
Lou Ru atau mendapat panggilan dipanggung industri hiburan dengan inisial (KAY) / Kaisar Aktor Yuan.
Ya, sesuai yang kalian tahu.
Lou Ru memang dinobatkan sebagai kaisar Aktor ketika umurnya masih 19 tahun. Sekarang dia ini berusia 26 tahun, dan masih aktif berkecimpung didunia hiburan.
"Xiao Ru, kamu sudah dewasa sekarang." Lou Jian dengan santai melambaikan tangannya, menyuruhnya duduk.
Lou Ru tersenyum menawan, dan terkekeh lembut.
"Paman, kamu sudah pikun." Dia berkata dengan lembut.
Nadanya memberi orang perasaan dia sedang bercanda. Namun Asisten Zhang yang masih berdiri disisi atasannya hampir tersedak.
'Orang ini memang suka membuat masalah'. Asisten Zhang bergumam dalam hatinya ketika melihat Tuan ke Enam ingin menyinggung atasannya 'lagi'.
Lou Jian hanya bersenandung ringan. Mengabaikan ucapan mengejek keponakannya yang nakal ini.
"Xiao Jiu, Xiao Lu, dan Xiao Xu. Bagaimana dengan kabar kalian? Apakah masih sibuk sekarang?" Dia mengalihkan perhatiannya kepada tiga keponakannya yang lain.
Xiao Lu atau Lou Shi Lu juga berjalan mendekat. Pertama-tama menyapa pamannya terlebih dahulu.
"Paman, aku baik-baik saja. Kamu sudah bekerja keras, maaf aku jarang datang ke Mansion Utama." Lou Shi Lu berkata santai.
Dia mengenakan setelan jas putih dengan belakangnya panjang sampai lutut, sepatu hitam mengkilap. Dan kacamata emas berantai menutupi mata tajam yang licik. Dia berjalan anggun dengan tingginya mencapai 185 cm.
Lou Jiu Chang adalah anak kembar dengan Lou Shi Lu.
Jika Lou Jiu Chang sang guru agung matanya membawa orang perasaan tajam dan mampu melihat segalanya, maka mata Lou Shi Lu jelas-jelas menunjukkan kelicikan seorang rubah tua.
Di tambah statusnya yang merupakan Wali Kota Kota A.
Kota A, salah satu kota utama negara China.
Dikenal juga sebagai kota terlarang oleh orang-orang biasa.
Karena disana benar-benar memiliki keamanan paling ketat selain ibu kota. Disana juga tempat berkumpulnya semua keluarga cabang setiap keluarga besar.
Kota A bisa dibilang sangat berantakan.
Karena kota A adalah tempat bagi para keluarga besar saling menghancurkan satu sama lain. Saling melahap, membunuh dan juga bekerja sama. Kota A menjadi kota paling sulit untuk dimasukkan.
Orang biasa belum tentu dapat memasuki kota A jika bukan karena koneksi mereka dengan keluarga besar tertentu.
"Hahaha.... Xiao Lu, kamu juga sudah dewasa. Kapan salah satu dari kalian akan menikah?" Lou Jian bertanya dengan santai.
Semua orang disana segera diam.
Cahaya aneh melesat di mata tajam Lou Jiu Chang yang separuhnya tertutup kacamata emas.
Ruangan hening selama beberapa saat, sebelum Lou Shi Lu memecahkan suasana canggung tersebut.
"Paman, anda paling suka bercanda. Jika masalah pernikahan, paman harus berbicara dengan saudara tertua." Dia berkata dengan penuh arti menatap Lou Jian.
"...."
Lou Jian berhenti menuangkan teh ke cangkir.
Berbicara tentang saudara tertua. Semua orang dalam keluarga Lou tahu, bahwa satu-satunya orang yang tidak dapat diganggu kehidupannya adalah Lou Qiunchang atau tuan pertama.
Bahkan Lou Jian tidak dapat mengendalikan keponakan pertamanya itu.
"Baiklah, kalian semua berbicara perlahan." Suara lembut menghentikan pikiran banyak orang di ruang tamu.
Lou Jian mengalihkan perhatiannya pada pemilik suara.
Seorang pria tampan dan lembut dengan tubuh kurus mengenakan pakaian china warna hitam dan corak burung phoenix warna perak dililit beberapa bunga phoeni warna emas.
Dia nampak lembut dan anggun, jika bisa diungkapkan.
Dia benar-benar lebih cocok sebagai putera bangsawan dari keluarga kuno.
"Xiao Xu, kamu juga duduklah." Lou Jian menyambut hangat keponakannya yang ke enam.
Xiao Xu alias Lou Xui berjalan pelan menuju kursinya.
Tersenyum lembut dan tenang dengan tangan mengambil teko hitam dan menuangkan teh didalamnya pada cangkir yang ia ambil.
"Paman, bagaimana kabar Xiao Yan?" Lou Xui bertanya lembut.
"Yan Yan sekarang baik-baik saja. Dia hampir sembuh sepenuhnya." Lou Jian tersenyum lebar mengingat keadaan puteranya yang sudah sehat seperti semula.
Walaupun ingatannya belum pulih, tapi sebagai seorang ayah Lou Jian percaya, suatu saat nanti Xiao Yan pasti akan segera mengingat mereka semua.
Lou Xui mengangguk tenang.
"Kalau begitu itu bagus, lebih baik biarkan Yan Yan beristirahat lebih banyak. Jangan terlalu memaksakan dirinya. Walaupun keadaan mental Yan Yan sekarang baik, namun untuk berjaga-jaga akan lebih baik jika seseorang mengawasinya dengan cermat.
Kita perlu mengirimnya asisten dan pengawal. Kesehatannya juga harus dijaga dengan ketat. Konsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, minum susu setiap pagi dan biarkan dia tumbuh dan lebih gemuk." Dia memberi beberapa saran yang menurutnya diperlukan.
Lou Jian juga telah memikirkannya.
Seorang asisten dan pengawal?
Itu juga bagus.
__ADS_1