Sistem Kecantikan [Pendamping]

Sistem Kecantikan [Pendamping]
CHAPTER 16


__ADS_3

Di saat semua orang tengah berbisik dengan keterkejutan mereka karena kedatangan murid baru.


Disisi lain Lou Yan justru malah menjadi bingung dengan keramaian yang ada disekitarnya.


Dia baru sampai ke sekolah dan disini ratusan murid menatapnya dengan berbagai macam pandangan.


Dia tidak mengerti kenapa didepan gerbang sekolah memiliki begitu banyak siswa yang berkumpul.


Apakah ada acara disini?


Disaat dia memiliki banyak pemikiran, namun dia tidak akan pernah lupa dengan tugasnya.


Teruslah tersenyum pada semua orang.


Jadi dia tetap tersenyum pada semua orang yang ada disekitarnya, menunjukkan citranya yang berkepribadian baik.


Para direktur tersadar dari kelamunan mereka, orang-orang itu saling memandang dan direktur tertinggi yang sepertinya memiliki pengaruh terbesar diantara mereka mengangguk kearah direktur dan kepala sekolah maupun guru lain.


"Itu adalah orangnya, tuan muda Yan yang dimaksud para kepala keluarga. Saya sudah melihat fotonya yang dikirim oleh pihak atas. Dia jauh lebih menakjubkan dari yang ada difotonya." Direktur itu berdecak kagum.


"Ayo kita sapa tuan muda Yan."


Dia buru-buru berjalan memimpin dan para direktur yang lain bersama kepala sekolah serta guru mengikuti dibelakangnya dengan rapi.


Ketika Lou Yan merasa kecanggungan dalam hati karena dia tidak tahu harus bertanya dengan siapa dan kemana dia harus pergi karena sekitarnya penuh dengan orang-orang yang tengah bergosip.


Dia melihat sekumpulan orang berpakaian rapi dan tampak elit dan penuh keagungan datang ke arahnya dengan langkah terburu-buru.


[ Itu para direktur yang menunggumu. ] suara sistem masih mengejutkan Lou Yan, dan kemudian dia fokus pada perkataan sistem.


Menunggunya?


Maka bagus, dia selamat.


Lou Yan menghembuskan nafas lega, disini benar-benar panas dan membuat Lou Yan tak nyaman.


Tatapan semua orang padanya nampak seperti duri yang menggerogoti tubuhnya.


Walaupun semua besar orang memang memujinya, namun membiarkan begitu banyak wanita dan pria memanggilnya cantik masih membuat Lou Yan merasa malu.


Hei, dia itu pria.


Untungnya mentalnya itu sudah berusia 22 tahun, jadi dia dapat menahannya.


"Tuan muda Yan, anda sudah datang."


Direktur yang memimpin itu membungkuk dengan sopan dan sikapnya seperti orang yang menjilat.


Direktur yang lain bersama kepala sekolah dan guru terkejut melihat perubahan direktur tertinggi itu.


Mereka semua tercengang.


Bahkan para siswa yang menonton juga membuka mulutnya tak percaya.


Direktur tertinggi yang terkenal sombong dan bahkan tidak akan memberikan sedikitpun muka pada anak-anak kaya dan bangsawan seperti mereka.


Sebenarnya akan membungkuk didepan pria cantik itu?


Bahkan ketika direktur tertinggi dihadapkan para anak dari 10 keluarga besar, dia masih akan tetap berdiri dengan penuh keagungan walaupun akan tetap berbicara sopan.


Namun dihadapan pria cantik itu, dia benar-benar akan menurunkan standarnya ke tingkat seorang pelayan,


dan ada apa dengan nada menjilat itu?


Semua siswa saling berbisik dengan tatapan aneh.


Lou Yan merasa sangat panas.


Dia tak menyangka bahwa ibukota China didunia ini akan sama dengan dunianya dulu.


Sangat panas.


Dia diam-diam bergumam dengan kesal, namun dipermukaan dia tenang dan lembut.


Dia melirik direktur dan lainnya disudut matanya tampa terdeteksi.


Dan mulai bergerak.


"Ini..."


Lou Yan berpura-pura bingung dan buru-buru menggelengkan kepalanya pada direktur tertinggi yang masih membungkuk dan memintanya untuk segera bangkit.


"Direktur, tolong anda jangan membungkuk seperti ini. Ayo berdiri!"


Dia menundukkan kepalanya dengan ekspresi malu-malu.


Melihat tingkahnya yang malu dan imut membuat semua orang disana menahan napas.


Wajah itu sangat cantik, ditambah matanya yang rubah besar dan polos terdapat kemurnian seorang anak yang tak bersalah, sedikit air.


Ditambah ekspresinya yang malu-malu dan panas dari suhu sekitarnya membuat wajahnya yang putih sedikit memerah, tampak manis dan imut.


Itu benar-benar serangan yang sangat mematikan bagi semua orang yang menontonnya.


Para gadis disekitarnya segera ricuh, mereka semua melupakan identitas mereka dalam sekejap, dan berteriak-teriak seperti penggemar kecil.


"Ya tuhan... cantik, cantik sekali...."


"Ahh... ahhh... sangat imut! Bagaimana bisa ada pria begitu imut di dunia..."


"Oh...Ohh... pria cantik selalu nomor satu! Biarkan aku mengambil fotonya dan menyebarkannya di forum sekolah!"


"Sialan, siapapun dapatkan nomornya... ahhh..."


"Tidak, tidak, tidak.... apakah bunga sekolah kita harus diganti? Chu sialan itu bukan tandingannya ahh....!"


"Ya tuhan... peri macam apa ini? Seorang pria, masih begitu cantik? Dan warna seragamnya itu putih?"


"Wooo~ akhirnya sekolah kita menambah pria cantik, aku bosan melihat para pangeran kita yang semuanya tidak waras."


Teriakan terakhir berhasil mendapatkan perhatian semua siswa.


Seorang gadis yang 'tampan' dengan tinggi 180 cm dan sedikit kurus mengenakan rok putih dan stoking putih tinggi reflek menutup mulutnya ketika dia mengetahui bahwa dia mengatakan sesuatu yang salah.


Dia dipelototi oleh ratusan siswi yang berkumpul disana.


Beberapa gadis yang memang iri dengan kecantikan Lou Yan mencibir dengan ganas.


"Bajingàn! Kamu berani menyebut pangeran kita semua tidak waras?! Kamu yang tidak waras, bagaimana bisa kulit wajahmu begitu tebal, hah?!!"


"Pelàcur! Kita semua masih disini, kamu berani menggonggong untuk menjadi anjing yang berduka?! Berani mengutuk pangeran kita tidak waras? Kami akan memukulmu sampai mati!"


"Apa maksudmu dengan membandingkan pangeran kita dengan pria cantik itu? Bagaimana bisa pria genit itu dibandingkan dengan semua pria tampan terutama para pangeran sekolah?"


Lou Yan: "...." siapa yang kamu panggil genit? Aku hanya terlalu cantik!!!


"Itu benar, seorang pria masih ingin menyombongkan kecantikannya, apakah dia ingin menjadi tidak tahu malu?!" Para wanita itu berteriak marah.


Lou Yan: "...." aku cantik, aku kaya, dan aku berbakat. Bukankah itu punya modal untuk sombong?


"Hah! Pria itu hanyalah porselen yang mudah pecah jika disentuh, bagaimana bisa membandingkannya dengan pangeran kita yang perkasa?" Gadis lain setuju.


Lou Yan: "...." porselen? Maaf, tapi tuan muda ini adalah pria dewasa berusia 22 tahun. Cukup tua menjadi kakak kalian semua!


"Tulang tuamu mati! Kamu berani menyebut pangeran sekolah kita itu membosankan! Apakah kamu ingin mencari kematian? Pria cantik itu hanyalah anjing mati jika dibandingkan dengan pangeran sekolah kita!"


Lou Yan: "...." gadis, mulutmu cukup beracun. Aku bukan anjing mati, hanya seekor anjing yang melajang, oke?


Para penggemar pria tampan disekolah bergegas datang untuk mengutuk dengan marah.


Pandangan mencemooh, jijik, dan merendahkan diarahkan pada Lou Yan dan gadis yang 'tampan' itu.


Gadis yang kurus dan tinggi itu secara menunduk dan menciut diatas tuduhan begitu banyak siswa perempuan sekolah.


Dia ingin membantah, namun tidak memiliki kemampuan.


Namun ini belum berakhir.


Zaman sekarang, pria cantik lebih populer dari pria tampan. Terutama fakta bahwa para idola terkenal di industri hiburan didominasi oleh pria cantik.


Jadi para penggemar pria cantik yang ada disana bahkan tak kalah ganas. Mereka mendorong para gadis yang tadi bersumpah-serapah.


Teriakan mereka dapat mengguncang seluruh sekolah hanya dalam tarikan nafas.


"Persetan nenekmu! Siapa yang kamu semua tumpahkan air liurmu, hah?! Berani mengejek idola kami? Siapa pun murid baru itu, Dia adalah Bunga Sekolah KITA!"


Begitu suara itu jatuh!


Para penggemar pria cantik segera berseru. Entah itu murid pria atau wanita, mereka terlihat sangat bersemangat.


"....." Lou Yan yang mendengar.


Teriakan mereka tak kalah keras dengan pengeras radio sekolah yang baru saja berbunyi karena ini sudah waktu pelajaran.


Dari murid, guru hingga para karyawan sekolah di gedung mendengar suara itu dan menyentuh jantungnya ketakutan.


Mereka mengira ada sesuatu yang terjadi disekolah sehingga kemarahan murid menghancurkan gendang telinga mereka.


Namun mereka tidak tahu bahwa ini hanyalah awal pembentukan sebuah Organisasi yang nantinya akan menjadi pendukung Lou Yan yang fanatik.


"Bunga Sekolah!!"


"Bunga Sekolah!!"


"Bunga Sekolah!!"


"Bunga Sekolah!!"


"Bunga Sekolah!!"


....


"...." Lou Yan baru saja selesai membereskan para direktur.


Mendengar apa yang dikatakan mereka dan teriakan setuju dari banyak siswa membuat dia tertegun di tempat.


Tatapannya agak konyol.


Siapa yang bunga sekolah?


Seharusnya yang mereka bicarakan bukan dia, kan?!


Bahkan jika dia murid baru, siapa tahu murid baru yang mereka maksud itu orang lain.


Selain itu, dia itu seorang pria!


Tidak mungkin menjadi bunga sekolah.


Kalian semua pasti salah membaca jenis kelaminnya! Pasti!


Kemudian dia berbalik dan ingin mengikuti salah satu guru yang baru diperintahkan direktur untuk melihat lingkungan sekolah.


Namun segera dia membeku.


Seluruh tubuhnya tercengang.


"...."


Ratusan siswa pria dan wanita saling mendorong dengan ganas. Mereka berteriak dengan penuh semangat seperti penggemar kecil yang mulai menggila ketika idola mereka tengah dibully oleh masyarakat.


"...." Lou Yan.


Permisi, bolehkah aku bertanya apa yang sebenarnya terjadi?


Ada apa dengan para generasi kedua yang kaya dan anak bangsawan ini.


Dimana sikap seorang pria yang elegan, lembut atau mendominasi.


Dimana seorang wanita yang cantik, anggun dan penuh kebangsawanan.


Para tuan muda dan nona muda semuanya.


Apa yang kalian lakukan bertengkar dengan ganas dan melemparkan kata-kata kotoran tampa dijelaskan?


Perkembangan ini diluar dugaan Lou Yan.


Dia hanya mengira kedatangannya hanya akan mendapatkan sedikit perhatian.


Namun melihat situasi sekarang.


Ini tidak bisa lagi disebut 'sedikit perhatian'.


Namun walau begitu, Lou Yan tidak akan mengira permusuhan para siswa disekolah ini begitu kuat.


Tidak heran kenapa sebelum dia berangkat ke sekolah dan menelpon ayahnya dijalan tadi, ayahnya menyuruhnya untuk berhati-hati dan tidak berteman dengan sembarangan.


Ayahnya mengatakan sekolah ini kacau dan ada banyak serigala, harimau, naga, rubah dan ular semuanya berkumpul disini.


Lou Yan awalnya ingin tertawa dengan penjelasan ayahnya yang menurutnya terlalu berlebihan.


Ayahnya bahkan sampai menyebut begitu banyak binatang buas untuk menyampaikannya.


Namun melihat sekarang, perilaku kasar dan ganas para siswa kaya ini tidak berbeda jauh dengan sekelompok binatang yang saling menghancurkan satu sama lain.


Itu penuh permusuhan dan kemarahan yang besar.


Mulut Lou Yan bergerak-gerak.


Dia akhirnya melirik para direktur yang masih berdiri dengan tenang.


Sepertinya mereka terbiasa dengan situasi para siswa ini yang saling bertengkar.


Direktur tertinggi yang bernama Du Zhu merasakan tatapan tuan muda Yan.


Dia menjadi agak sedikit malu.


Ini pertama kalinya Direktur Zhu mendapat perintah langsung dari 10 kepala keluarga teratas untuk melindungi dan memastikan keamanan seseorang.


Dan itu adalah pemuda yang memiliki penampilan peri yang sangat cantik disebelahnya ini.


Namun sekarang baru hari pertama murid ini masuk dan malah disuguhi pemandangan seperti ini.


Jujur saja, dia benar-benar merasa canggung dihatinya.


Dia dengan kikuk melotot pada kepala sekolah yang tampak berusia 40 tahun dengan ekspresi peringatan di matanya yang tajam.


Kepala sekolah Zhang menggigil ditatap dengan dingin oleh direktur Zhu ini.


Dia buru-buru berjalan kedepan, memberi isyarat pada guru olahraga yang memiliki tubuh kekar.


"Beri pengeras suara." Ucap pelan kepala sekolah Zhang.


Guru olahraga seolah tahu apa yang akan dilakukan kepala sekolah.


Dia membawa pengeras suara, dan kepala sekolah menjemputnya.


Dia menekan tombol aktif.


Kepala sekolah Zhang menarik nafas dalam-dalam. Dia berteriak pada semua orang.


"Kalian Semua. Diamm...!!"


Suara keras itu membanting telinga semua orang yang akhirnya membuat semua siswa berhenti dan menatapnya sambil menutup telinga mereka.


Melihat semua siswa akhirnya mulai diam dan memperhatikannya dengan terkejut, kepala sekolah mulai lega.


Sangat sulit membesarkan sekumpulan anak beruang ini. Gumamnya dalam hati.


Kepala sekolah berjalan kembali pada direktur Zhu.


Menyerahkan pengeras suara dengan hormat dan meminta maaf dengan ekspresi malu.


Direktur Zhu mengangguk puas.


Tidak buruk. Pikirnya.


Direktur Zhu mengambil pengeras suara dan dia terbatuk sebentar sebelum memulai pembicaraannya.


"Uhkm, kalian semua adalah siswa SMA Elit Young Lan. Kalian seharusnya tahu siapa saya dan tidak perlu memperkenalkan diri."


"Perlu saya katakan sekali lagi, mulai hari ini tolong kalian sebagai siswa menjaga sikap dengan baik. Lihatlah betapa berantakannya kalian sekarang ini. Apakah kalian begitu tidak tahu malu dengan kedua orang tua kalian?"


"Sebagai siswa yang berasal dari sekolah terbaik China, kalian malah membuat masalah yang tidak penting menjadi saling bertarung satu sama lain. Ini memalukan untuk sekolah Elit Young Lan."


"Untuk kedepannya, saya harap para siswa sekalian ini lebih menjaga emosi dan kendali diri dengan lebih baik, terutama jangan sampai reputasi sekolah ini menjadi tercemar karena kalian. Jika sampai saya tahu kalian memulai perkelahian sekolah lagi. Saya akan memastikan setiap orang yang ikut dalam pertarungan akan dipotong nilai ujian bulanannya."


Ucapan direktur Zhu membuat semua siswa menatapnya tak percaya seolah mereka telah melihat hantu.


Nilai ujian bulanan dipotong?

__ADS_1


Hal seperti ini juga ada?


Para siswa segera mengeluh, mereka menganggap direktur Zhu ini pasti gila.


Beberapa bahkan mengancam akan melapor pada orang tua mereka.


"Apa?! Itu tidak mungkin! nilaiku sudah berada dibawah rata-rata. Jika sampai dipotong, bukankah ayahku akan membunuhku?!!"


"Direktur Zhu ini keterlaluan! apakah mereka ingin kita bunuh diri? Bagaimana bisa nilai ujian bulanan harus dipotong. Walaupun nilai ujian bulananku bagus, tapi itu kerja kerasku untuk mendapat nilai yang baik. Jika dipotong bukankah pelajaran yang ku kerjakan selama berminggu-minggu menjadi sia-sia."


"Aku akan melapor pada ayahku! Para petinggi sekolah sudah gila!! Mereka bahkan berani ingin memotong hasil ujian bulananku."


"Itu... yah, walaupun ujian bulanan tidak terlalu penting. Namun nilainya tetap akan dipajang di aula utama sekolah. Bukankah memalukan jika nilai ujian bulananku menjadi di bawah rata-rata karena terpotong?"


.........


......


....


"Para direktur ini masih waras, kan?! Lalu kenapa mereka membuat keputusan yang begitu penting dengan memotong hasil ujian bulanan tampa mempertimbangkan kerja keras para siswa. Apakah murid baru itu begitu penting dari pada kemarahan semua siswa disini?"


Salah satu pria berkacamata emas bergumam lirih dengan tatapan cermat menatap Lou Yan.


Ada perhitungan dan pertimbangan dimatanya yang tajam tertutup kacamata.


Jika Lou Yan melihatnya, satu kata yang cocok menggambarkannya adalah...


Rubah Tua.


Pria itu berdiri di tempat yang cukup jauh dari keramaian, namun dia bisa dengan tenang melihat segala sesuatu yang terjadi disana tercermin dimatanya yang dalam.


Otaknya berputar dengan cepat, dan akhirnya sebuah senyum menyeringai terbentuk dibibirnya yang sexy.


"Bisa membuat direktur tertinggi sekolah memihaknya tampa mempedulikan kemarahan ratusan murid yang berasal dari keluarga kaya dan bangsawan...."


Dia terdiam sejenak, kemudian melanjutkan dengan senyuman malas yang membuatnya semakin 'gentleman'.


"Itu hanya menunjukkan murid baru ini memiliki latarbelakang yang sangat kuat sehingga bahkan direktur Zhu tidak berani mengabaikannya."


Tatapan Fang Qu Yi dipenuhi minat yang kuat. Itu jatuh pada tubuh Lou Yan yang ikut membantu direktur untuk menenangkan siswa.


"Ck! Murid baru ini memiliki energi yang begitu kuat. Bukan begitu... kawan?"


Pria itu menoleh dengan sengaja, menatap kebelakangnya dengan tatapan penuh arti.


Mengangkat kacamata emas untuk menutupi cahaya licik dan berkedip ringan.


Disana duduk empat orang dengan satu meja kaca yang terdapat empat cangkir teh yang masih mengepul.


Seorang pelayan dengan hormat menyajikan beberapa cemilan kue untuk ditaruh dalam piring porselen yang diukir dengan indah.


Tempat ini dekat dengan taman utama sekolah, yaitu taman 'Shin Lan'.


Tempat ini dibuat dengan khusus untuk mereka berlima dan beberapa teman OSIS lainnya.


Tidak ada orang yang cukup memiliki keberanian untuk datang ke sini karena semua siswa diseluruh sekolah tahu ini tempat yang biasa didatangi para petinggi OSIS.


Seorang pria yang tampak elit mengenakan setelan jas hitam dengan batu giok merah didasinya. Dia membuat kakinya saling menopang dengan anggun.


Ekspresinya dingin dengan kacamata emas mewah yang menggantung diatas hidungnya.


Tatapannya tajam terfokus pada teh yang dia pegang dengan tangan satunya membalik layar laptop diatas meja.


Ketenangan itu keluar dari seluruh tubuhnya.


Fang Xuaeyi meminum teh ditangannya dengan anggun. Mengabaikan ucapan saudaranya yang kedua.


Tangan satunya mengetik laptop dengan cepat dan akurat, sama sekali tidak ada kesulitan walau hanya satu tangan yang dia gunakan.


Tak!


Dia berhenti.


Tatapannya yang dingin segera terfokus pada layar laptop yang dengan tenang menampilkan sebuah formulir pendaftaran.


__________


Nama: Lou Yan


Kelas: — Rahasia


Usia: 17 Tahun


Lulusan sekolah: — Rahasia


Kota Asal: — Rahasia


Orang tua wali murid: — Rahasia


Perwakilan: — Rahasia


Hasil Tes: Lulus!


Izin: — Rahasia


__________


Fang Xuaeyi terdiam.


Dia melepas kacamata emasnya dan menampilkan mata tajam yang dingin.


Mengambil lap khusus dan mulai membersihkan kacamatanya dengan tenang.


Dibelakangnya sudah ada Fang Qu Yi yang melihat laptop saudaranya dengan takjub.


"Informasi murid baru ini terlalu rahasia, kan?" Dia menyipitkan matanya yang tajam dan licik, namun ada senyum menyeringai di bibirnya yang sexy.


"Ini sebanding dengan informasi kerahasiaan tingkat -SSS- milik para kepala keluarga besar." (Baca aja 3S)


Semua orang disana diam.


Namun mereka tahu apa yang dipikirkan oleh Fang Qu Yi.


Diseluruh China, kerahasiaan identitas biasanya dibagi menjadi beberapa tingkat dari yang terendah sampai yang tertinggi.


Kerahasiaan tingkat D adalah yang terendah berdasarkan lingkaran kelas atas, identitasnya setara dengan orang-orang kaya tingkat menengah di China.


Tingkat C setara dengan keluarga kaya tingkat dua atau para pemimpin tim kepolisian dan pemerintah tingkat kota.


Tingkat B setara dengan keluarga besar tingkat satu di China. Setidaknya memiliki ratusan miliar aset dan memegang kekuasaan tertentu.


Tingkat A setara dengan seorang walikota kota besar atau setingkat dengan pemimpin dari kelompok tentara elit.


Tingkat S setara dengan seorang menteri dan beberapa anggota pengadilan yang kuat dan memegang kekuatan pemerintah tertentu.


Tingkat SS setara dengan anggota keluarga besar dan bangsawan yang berkuasa di Ibukota.


Tingkat SSS adalah orang-orang terkaya di China yaitu 10 kepala keluarga besar, seorang jenderal negara, menteri tingkat tinggi, orang setingkat profesor terkemuka dan keluarga besar tersembunyi.


Ada tingkatan lain yang diatas SSS, itu adalah SR, SSR, dan R.


Jika itu SR, setidaknya dibutuhkan status setara Guru besar agung pengadilan, dan para pemimpin yang statusnya lebih tinggi dari profesor, yaitu sapi besar.


Adapun seorang presiden sebuah negara, itu juga berada di tingkat yang sama.


Ada juga SSR, itu sudah berada dalam skala internasional atau mendunia.


Jika itu R, orang tersebut juga dapat dianggap orang yang berdiri di puncak rantai makanan diantara orang terkaya di dunia.


....


Fang Xuaeyi selesai membersihkan kacamatanya dan memakainya kembali.


Dia hanya diam dan tidak mengatakan apa-apa. Hanya melirik tempat Lou Yan berada dengan tatapan penuh arti.


Duduk diantara lima kursi di meja tersebut, seorang pria yang sangat tampan dengan mata tajam dan sikap dingin yang terasing memandang ke kejauhan dengan pandangan rumit.


Itu adalah Murong Hao.


Dia memijat kepalanya dengan sakit kepala karena terlalu memikirkan kekasihnya yang mulai kembali memberontak.


Si Duan Yi itu sangat sulit untuk diatur. Murong Hao tidak tahu harus melakukan apa lagi untuk membereskan kekacauan yang orang itu buat.


Baru saja temannya melapor dan mengatakan Duan Yi bertengkar dengan salah satu gadis tercantik di sekolah.


Itu adalah Long Seyin.


Duan Yi terkenal memiliki mulut beracun, dia juga akan menjadi agresif ketika marah dan akan mengeluarkan kata-kata kotoran dan umpatan ketika kesal.


Murong Hao mengenalnya selama bertahun-tahun, dan tahu kebiasaannya.


Duan Yi tidak menyukai orang lain menyebutnya cantik. Namun sisi lain dia juga tidak menyukai wanita yang lebih cantik darinya.


Murong Hao tidak mengerti dengan sikap Duan Yi yang suka membanding-bandingkan dirinya dengan para wanita itu.


Terkadang dia juga akan bertindak tidak masuk akal, seperti membully anak-anak miskin disekolah, atau mencari pertengkaran dengan para wanita tercantik di sekolah.


Tentu saja ada juga orang yang tidak berani Duan Yi singgung.


Itu adalah tiga wanita tercantik disekolah.


Yang satu terkenal dengan Dewi Chu yang dingin seperti Ratu iceberg.


Sikapnya yang seperti president wanita mendominasi dan memiliki tulang yang sombong dan acuh tak acuh.


Yang kedua dikenal Peri Yeong, dia adalah wanita yang terkenal karena kecantikan dan kelembutannya, namun jika dia marah, dia bisa membanting seorang pria yang tingginya lebih besar darinya.


Karena itu dia terkenal karena sifatnya yang berkepribadian ganda.


Yang terakhir dikenal dengan sebutan 'Nona Besar'.


Alasannya karena wanita itu adalah seorang playgirl terkenal, keluarganya sangat kaya dan dia memiliki kemampuan mulut yang akan menyemburkan racun kapan saja jika suasana hatinya tidak baik.


Dan yang terakhir yang paling umum sifat dimiliki seorang nona. Dia wanita yang sombongnya minta ampun.


Bahkan para petinggi OSIS selalu mudah dibuat jengkel oleh wanita yang satu ini.


Murong Hao menyingkirkan pikirannya yang rumit.


Dia meminum teh limun itu dengan perlahan.


Tatapannya mendarat pada Lou Yan yang sekarang berjalan bersama para direktur tertinggi untuk memperkenalkan sekolah.


Bergumam dalam hati.


"Kuharap Duan Yi tidak akan mengganggu murid baru itu. Akan sulit untuk menolongnya jika dia terlibat masalah."


Seperti yang diketahui, Duan Yi selalu tidak menyukai orang yang lebih cantik darinya.


Baik itu pria atau wanita.


Duan Yi selalu bertindak semena-mena.


Namun karena wajahnya yang cantik dan kepopulerannya di Weibo yang memiliki lima juta penggemar membuatnya lebih sombong dan arogan.


Murong Hao menghela nafas.


Mungkin memang benar apa yang dikatakan orang itu.


Duan Yi tidak cocok dengannya.


Namun walau begitu mereka berdua sudah menjalin hubungan selama bertahun-tahun.


Mereka melakukan banyak hal yang dilakukan orang dewasa dan ketika dia melakukan s*x bersamanya juga masih berumur 15 tahun.


Murong Hao merasa sangat stres karena terlalu banyak pemikiran. Dia mencoba menenangkan dirinya lagi dan lagi.


Mari kita lihat, jika Duan Yi membuatnya kecewa lagi.


Lebih baik hubungan mereka berakhir sampai disini saja.


....


Lou Yan berjalan mengikuti guru seni didepannya.


Guru seni merupakan wanita yang usianya kira-kira 30 tahun keatas, masih tergolong muda di lingkaran guru sekolah.


Dia bukan wanita yang cantik, namun wajahnya masih memberi orang kesan baik.


Apalagi pekerjaannya yang berhubungan dengan seni membuatnya lebih kuno dan tampak bermartabat.


Dia orang yang serius dan lembut.


"Guru, kira-kira berapa banyak siswa yang ada disekolah ini?" Lou Yan bertanya dengan rasa ingin tahu.


Karena penampilan Lou Yan yang cantik, dan dia terlihat sangat patuh dan lembut. Guru Xi juga memperlambat jalannya.


Dia berkata dengan tatapan tercengang. Sedikit gugup.


"Ah... itu... guru juga tidak tahu pasti. Namun sekolah Elite Young Lan dibagi menjadi dua wilayah."


"Yang ada disebelah paling barat adalah area untuk siswa miskin yang mendapat dukungan dari pemerintah. Sedangkan timur kebanyakan anak orang kaya dan bangsawan. Jika di jumlahkan secara keseluruhan, semua siswa sekolah Young Lan dapat mencapai puluhan ribu siswa."


Walau guru Xi berkata dengan singkat, Lou Yan langsung tahu bahwa sekolah ini juga mempertimbangkan kasta seseorang.


Mereka pasti merasa siswa miskin tidak bisa satu wilayah dengan orang kaya. Dan anak-anak orang kaya itu juga tidak mau satu wilayah dengan siswa yang miskin.


Jadi mau tidak mau harus dipisah berdasarkan kasta mereka.


"Guru Xi, bagaimana pembagian kelas di sekolah ini?" Lou Yan bertanya penasaran.


Bagaimanapun dia ingin tahu, jika wilayah siswa miskin dan kaya dipisah, bagaimana dengan kelas mereka. Apakah juga dipisah?


Untungnya Guru Xi mengerti maksud Lou Yan.


Dia menyentuh hidungnya dengan canggung.


"Itu..." dia tampak ingin menjelaskan, namun ragu-ragu karena tidak menemukan kata yang tepat untuk menggambarkannya.


Bagaimanapun guru Xi tergolong masih menjadi guru baru disekolah Elit Young Lan, dia tidak berani mengatakan sesuatu diluar pemahamannya tentang sekolah ini.


Reputasi sekolah Elit Young Lan sangat penting.


Jika sedikit saja seseorang mengatakan yang tidak-tidak tentang sekolah ini. Para direktur pasti akan menggerakkan tangan mereka.


Lou Yan seperti nya merasakan kegelisahan guru Xi dan mencoba menenangkannya dengan berkata lembut.


"Guru Xi, aku tidak akan mengatakannya pada siapapun. Aku juga siswa di sekolah ini. Aku hanya ingin tahu keadaan sekarang di sekolah. Itu tidak akan melanggar aturan."


"Ahh..." Guru Xi mengangguk dengan tenang.


Dia mulai menjelaskan beberapa hal yang umumnya diketahui oleh semua siswa sekolah.


"Kelas di sekolah ini sebenarnya dibagi berdasarkan persyaratan dari para murid atau orang tua mereka sendiri, tentu saja persyaratan ini hanya bisa dipenuhi oleh beberapa orang khusus. Di dalam sekolah ini dan diantara murid juga terdapat pembagian kasta yang cukup populer." Guru Xi mulai berbicara dengan suara lembut.


Lou Yan tentu saja tahu apa yang dimaksud dengan 'beberapa orang khusus'.


Namun dia tetap diam dan mendengarkan guru Xi berbicara.


"Sekolah ini memiliki 26 kelas yang terdiri dari 10 kelas merupakan mata pelajaran umum, 10 kelas merupakan mata pelajaran tambahan dan enam kelas merupakan kelas khusus, kelas bangsawan, kelas elit, kelas utama, kelas bisnis, dan kelas malam."


"Mata pelajaran umum yaitu biomedis, kimia, matematika, B.Inggris, seni budaya, teknologi, olahraga, biologi, fisika, dan ekonomi."


"Sedangkan 10 kelas tambahan terdiri dari kelas pelatihan drama, menari, musik dan menyanyi, keempatnya dijadikan satu kelas oleh pihak sekolah karena semuanya terlibat. Kemudian ada kelas komputer, melukis, kelas hukum, kaligrafi, seni beladiri, basket, memasak, desainer, serta arsitek."


"Adapun 6 kelas lainnya, kelas khusus terdiri dari anak-anak yang berlatarbelakang kuat dan memiliki hak berbicara di sekolah ini. Identitas mereka disembunyikan dengan ketat oleh pihak sekolah."


"Kelas bangsawan terdiri dari anak-anak yang menganggap diri mereka berdarah biru. Kelas Elite merupakan kelas sekumpulan siswa kaya disekolah."


"Kelas utama semuanya adalah orang-orang pintar yang mendapat peringkat tinggi sekolah dan juga siswa yang mendapat beasiswa dan bantuan pemerintah."


"Kelas bisnis akan dihadiri oleh anak-anak dari segala bidang yang ingin mendapat pengalaman dalam berbisnis. Kelas bisnis cukup umum."


"Sedangkan kelas malam dibuka bagi semua murid pada malam hari."


"Apakah kamu paham?" Guru Xi bertanya lembut.


Mata Lou Yan berbinar cerah.


Begitu banyak kelas namun sepertinya menarik?


"Guru Xi, apakah 6 kelas terakhir itu harus dihadiri pada saat bersamaan atau pada waktu yang berbeda?"


"Tentu saja diwaktu yang berbeda. Semua murid diharuskan menghadiri kelas semua mata pelajaran sekolah. Sedangkan 6 kelas terakhir akan dibuka satu hari sekali dari masing-masing siswa kelas, contohnya kelas khusus hanya akan dihadiri pada hari senin, dan semua siswa di kelas lain akan menghadiri kelas tambahan dan kelas umum."


"Dengan begitu mereka memiliki waktu untuk menghadiri kelas lainnya."


Lou Yan mengangguk paham.

__ADS_1


Walaupun sistem kelas di SMA Elit Young Lan ini sangat rumit dan pusing. Namun Lou Yan masih menangkap intinya.


Dia membuka buku dan mencatatnya dengan serius.


JADWAL.


____


(Senin.)


[Siswa kelas khusus]



[Masuk]


....


[Non-siswa kelas khusus]



[Masuk kelas umum/kelas tambahan]


....


(Selasa.)


[Siswa kelas bangsawan]



[Masuk]


....


[Non-siswa kelas bangsawan]


[Masuk kelas umum/tambahan]


....


(Rabu.)


[Siswa kelas Elite]



[Masuk]


....


[Non-siswa kelas Elite]



[Masuk kelas umum/kelas tambahan]


....


(Kamis.)


[Siswa kelas utama]



[Masuk]


....


[Non-siswa kelas utama]



[Masuk kelas umum/kelas tambahan]


....


(Jum'at)


[Siswa kelas bisnis]



[Masuk]


....


[Non-siswa kelas bisnis]



[Masuk kelas umum/kelas tambahan]


....


(Malam Sabtu)


[Siswa dari semua kelas]



[Masuk kelas malam]


______


"Guru, jika pengaturan sistem kelas berlaku seperti itu."


"Bukankah setiap kelas umum dan tambahan harus memiliki banyak ruang dan kursi? Karena jumlah setiap orang di 6 kelas terakhir tidak menentu dan jika beberapa kelas seperti kelas bangsawan atau elite tidak masuk dan mereka harus pergi ke kelas umum dan tambahan maka jumlah ruang disekolah pasti banyak kan?"


Berdasarkan jumlah murid disekolah SMA Elit Young Lan sangat banyak, bisa mencapai puluhan ribu siswa. Itu sangat menakutkan jika dipikirkan.


Seberapa besar sekolah ini karena dapat menampung begitu banyak siswa?


Diam-diam pikiran Lou Yan berkutik.


Guru Xi mulai berbicara kembali.


"Apakah kamu lupa tentang dua wilayah yang terpisah? Jumlah siswa diseluruh sekolah SMA Elit Young Lan mencapai puluhan ribu siswa. Namun dibanding dengan siswa kaya, sebagian siswa miskin jumlahnya jauh lebih banyak. Karena itu juga mereka harus dipisahkan oleh dua wilayah oleh para petinggi sekolah."


"Jumlah gedung di wilayah SMA Elit Young Lan lebih dari 30 gedung. Semua mata pelajaran umum dan tambahan akan di satukan dalam satu gedung sesuai materi masing masing."


"Contohnya kelas umum teknologi akan disatukan dengan kelas tambahan komputer karena itu dalam bidang yang sama. Kelas umum seni budaya dengan kelas tambahan melukis, kaligrafi, serta arsitek dalam satu gedung. Begitupun mata pelajaran lainnya. Seperti kelas tambahan pelatihan drama, musik, menyanyi, menari, mereka semua akan ada disatu gedung yang sama. Tentu area gedung juga lebih besar."


Ketika guru Xi masih mengajak Lou Yan berkeliling, tiba-tiba ponselnya berbunyi dering telepon.


Guru Xi mengangkat setelah melihat nama kontak di layar ponsel.


"Benarkah?"


"Apakah kamu baik-baik saja? Perlu aku panggil seseorang?"


"Baiklah, baiklah. Aku akan kesana." Guru Xi buru-buru menjawab telepon dengan ekspresi cemas.


Dia datang pada Lou Yan dengan ekspresi minta maaf.


"Siswa Lou Yan, maaf guru tidak bisa menemani kamu berkeliling disekolah. Teman guru mengalami kecelakaan dan sekarang dia ada di rumah sakit. Guru perlu menjenguknya sekarang."


Ketika guru Xi hendak pergi setelah melihat Lou Yan mengangguk.


Tiba-tiba matanya menangkap seorang pria yang mengenakan pakaian sekolah tengah membawa buku ditangannya.


Mata guru Xi berbinar.


"Siswa Shima!!" Dia buru-buru melambai pada pria itu.


....


Wang Shima berjalan perlahan menuju taman tidak jauh. Dia membawa buku karena dia berencana mengerjakan tugas ditempat yang tenang.


Namun ketika dia handak berbelok, seseorang memanggilnya dari belakang.


Wang Shima penasaran siapa yang begitu berani memanggilnya dengan langsung. Padahal setiap orang yang menemuinya akan memanggil 'tuan muda' padanya.


Tentu saja kecuali teman-temannya.


Dia berbalik dan melihat seorang wanita dewasa yang kira-kira umurnya berusia 30 tahun melambai padanya sambil memanggil namanya.


Dia menyipitkan matanya dengan tenang.


Namun lebih menarik perhatian adalah sosok disebelah wanita yang berpakaian formal itu.


Ini tidak bisa lagi disebut menarik perhatian, itu adalah sebuah kejutan yang nyata.


Wang Shima yang selalu tenang tidak bisa mempertahankan sudut mulutnya berkedut. Dia menatap pria cantik itu dengan heran.


Pria itu... dari mana asalnya?


Bukankah wajah itu terlalu peri?


Wang Shima yang awalnya ingin mengabaikan wanita yang menjadi gurunya itu, namun sejenak dia berpikir.


Pergilah, mari lihat pria cantik siapa itu?


Lagipula, bukankah itu sangat bagus jika dia bisa berkenalan sambil memperhatikan pria cantik yang sekarang menatapnya dengan tatapan polos.


Yah, kecuali jika seseorang mengabaikan kelihaian yang terlihat disudut mata pria cantik itu. Dan kebetulan Wang Shima melihatnya.


Mata itu... sangat indah bukan?


Wang Shima menjilat bibirnya tampa sadar, dia menyeringai.


Sesuatu yang menarik baru saja datang.


Pergi dan lihat!


....


"Guru, rupanya itu anda." Wang Shima tersenyum lembut dan ramah.


Guru Xi mengangguk lembut pada pria yang ia panggil itu.


Sejujurnya Guru Xi sendiri hanya tahu namanya, pria ini merupakan salah satu murid yang pernah ia ajar. Namun guru Xi tidak tahu identitas pria ini.


Jadi dia hanya memanggilnya dengan santai.


"Siswa Shima, begini, guru akan pergi menemui teman guru yang terluka. Namun tepat saat ini direktur meminta guru untuk memperkenalkan lingkungan sekolah pada siswa Yuan. Sekarang guru harus pergi, jika siswa Shima memiliki waktu luang. Bagaimana jika kamu yang menggantikan guru untuk memperkenalkan lingkungan sekolah pada siswa Yan?" Guru Xi menepuk pundak Lou Yan lembut.


Wang Shima menyipitkan matanya sambil menatap Lou Yan dengan mata penuh penghargaan.


Dilihat dari dekat, wajah pria cantik ini jauh lebih menakjubkan dari yang ia kira.


Wang Shima tidak pernah berpikir didunia ini akan ada seorang pria yang terlahir begitu cantik sehingga semua wanita cantik yang pernah dia temui membuatnya terlihat biasa saja.


Sungguh, pria ini sangat menarik.


Wang Shima segera tersenyum lembut, membuatnya tampak berkepribadian yang baik.


Dia menatap guru Xi sambil berbicara dengan sopan anggun.


"Guru, kita berdua sesama murid sekolah ini. Siswa Yan ini pasti murid baru, dapat membantu siswa Yan untuk mengenal lingkungan sekolah tentu saja saya tidak akan menolak. Apalagi siswa Yan terlihat sangat cantik." Wang Shima melirik Lou Yan dengan ekspresi bercanda.


Guru Xi segera tersenyum.


"Itu bagus, kalau begitu kalian berdua bisa berkeliling. Guru harus pergi sekarang. Siswa Yan, anda jaga diri anda baik-baik."


"Baik guru." Lou Yan mengangguk.


Guru Xi bergegas pergi setelah jawaban Lou Yan.


Mata Lou Yan berkedip dengan cahaya aneh.


Dia tersenyum manis pada Wang Shima.


"Senior, maka Yan Yan akan merepotkan senior untuk menemani Yan Yan berkeliling." Lou Yan terlihat sangat patuh, dia berbicara dengan nada lembut dengan senyuman manis.


Namun Wang Shima masih menangkap jejak perhitungan dimata polos itu.


Dia mengangkat sebelah alisnya dengan penuh minat.


"Apakah kamu dipanggil Yan Yan?" Dia bertanya lembut.


Lou Yan mengangguk antusias.


"Ya, namaku Lou Yan. Senior bisa memanggilku dengan panggilan Yan Yan atau Xiao Yan."


"Bagus, mari aku ajak berkeliling. Namaku Wang Shima, kamu bisa memanggilku kakak Shima atau kau juga bisa memanggilku saudara Wang." Dia mengedipkan matanya dengan senyum bercanda.


"Saudara Wang." Lou Yan berteriak patuh yang mengejutkan Wang Shima.


Wang Shima tersenyum tak berdaya.


Peri kecil ini sangat menarik.


"Kalau begitu ayo berkeliling. Aku akan memperkenalkan lingkungan sekolah dan beberapa gedung yang ada disekitar sini." Wang Shima memimpin berjalan.


Lou Yan mengikuti dibelakangnya.


Wang Shima mulai menjelaskan beberapa informasi umum yang diketahui semua murid disekolah.


"Ada 7 organisasi kelompok yang terbentuk diantara murid yang semua orang tahu."


"Itu terdiri dari:


-Sekumpulan perserikatan mahasiswa atau OSIS,


-Siswa bangsawan,


-Siswa elit,


-Murid tercantik,


-Murid luar negeri,


-Siswa berbakat, dan


-Siswa miskin."


"Masing-masing dari mereka membentuk sebuah Organisasi untuk mendukung sesama kelompok sendiri."


"....." Lou Yan. Sedikit paham.


Hal seperti itu juga ada.


"Apa kamu melihat gedung tinggi yang memiliki 10 lantai dengan gambar burung bangau itu?" Wang Shima menunjuk kearah sebuah gedung tinggi dengan gambar besar burung bangau yang tengah menatap langit.


Lou Yan mengangguk menunjukkan dia melihatnya.


"Itu adalah gedung milik siswa berbakat yang dikumpulkan diantara puluhan ribu siswa diseluruh sekolah."


"Organisasi itu dibentuk dengan nama 'Start Ciptain'. Semua anak berbakat yang memenangkan lomba kebanyakan berasal dari kelompok organisasi ini."


"Kemudian ada juga gedung tinggi yang memiliki 13 lantai dengan gambar harimau yang tidur."


"Itu adalah organisasi yang dibentuk dari semua siswa bangsawan di sekolah. Nama organisasi itu adalah 'ONEUS Blue Moon', para murid di sekolah menyebutnya 'OSEON'. Karena anak-anak itu menganggap darah mereka biru (bangsawan)."


"Gedung tinggi yang memiliki 14 lantai di arah barat gedung seni dengan gambar seekor naga yang meraung keatas."


"Itu adalah gedung tempat organisasi dipimpin siswa paling kaya dan elit disekolah. Nama organisasi itu adalah 'ELIT XORP ORGANISASI ON. '. Atau lebih sering dipanggil EXO-NION."


"Sedangkan gedung dengan 15 tingkat yang tampak mewah adalah gedung OSIS atau perserikatan mahasiswa sekolah."


"Untuk organisasi lain, ada juga yang terdiri dari siswa luarnegeri atau orang asing, nama organisasi itu adalah 'UNDERWORLD', lebih sering dikenal dengan UW (you way bacanya)."


"Kemudian organisasi 'SIRENE', yang semuanya terdiri dari wanita tercantik disekolah. Organisasi 'ASENNDER', yang semuanya adalah siswa miskin yang mendapat bantuan pemerintah dan beasiswa."


"Organisasi ini terbentuk karena aturan sekolah terlalu bebas untuk murid. Karena itu sekolah membentuk organisasi yang dikenal serikat mahasiswa atau OSIS. Sedangkan organisasi lain terbentuk karena pertentangan para siswa dalam pergaulan dan latarbelakang mereka."


"Seringkali para anak-anak bangsawan di sekolah tidak mau satu kelas dengan anak orang kaya atau miskin, mereka menganggap keluarga mereka yang memiliki umur tertua ini sebagai keluarga bangsawan, dan mereka memiliki keturunan darah biru (bangsawan)."


"Dan anak-anak orang kaya juga tidak mau bergaul dengan anak bangsawan. Karena mereka terkenal bebas sejak kecil sedangkan anak-anak bangsawan kebanyakan telah mempelajari banyak keterampilan, seperti musik, kaligrafi, dan beberapa yang dinilai hanya bisa dipelajari para bangsawan."


"Para generasi kedua kaya tidak memperdulikan citra mereka didepan publik, sedangkan anak bangsawan disekolah memperhatikan citra mereka didepan umum. Pertentangan ini membuat mereka jarang bergaul kecuali mereka yang berasal dari keluarga besar dan keluarga tersembunyi."


Ketika Wang Shima menyebut keluarga tersembunyi, dia memperhatikan ekspresi Lou Yan. Dan melihatnya begitu tenang tanpa ada keterkejutan.


Cahaya aneh melintas dimatanya yang lembut dan tenang.


Pria cantik ini tidak sederhana.

__ADS_1


.


__ADS_2