![Sistem Kecantikan [Pendamping]](https://asset.asean.biz.id/sistem-kecantikan--pendamping-.webp)
Gedung CHYU Grup.
Salah satu ruangan pribadi, lantai 25.
Angin malam membawa aroma bunga samar diudara. Bulan sabit perak menggantung tinggi dilangit seperti hiasan malam. Daun berguncang pelan dan kesunyian diudara menenangkan hati seseorang.
Pria itu duduk di dekat jendela, ruangan gelap tidak membuat pria itu merasa tertekan.
Sebaliknya, ada ketenangan yang tidak bisa dijelaskan diudara sekelilingnya.
Cahaya bulan memasuki jendela dan menerpa wajah pria itu.
Seolah tuhan mulai mengayunkan kuas dengan lembut, itu adalah mahakarya yang sempurna. Wajah itu tampak seperti peri yang dapat mengguncang hati wanita manapun.
Wajahnya yang cantik dan tampan bersinar keperakan karena cahaya bulan, bulu mata panjang dan tebal dengan mata cokelat yang dalam dan misterius. Hidungnya lurus dengan bibir merah alami.
Rambut hitam disisir rapi ke samping, dia mengenakan pakaian kemeja putih yang sederhana dengan celana hitam.
Keterasingan yang keluar dari tubuhnya membuatnya tampak seperti pangeran bangsawan yang berasal dari keluarga terhormat.
Kelembutan yang membawa pesona alami seorang pria.
Jika seseorang pertama kali melihatnya dan belum mengetahui identitasnya.
Tidak akan ada yang mengira bahwa pria yang begitu menakjubkan temperamennya rupanya adalah seorang aktor B-list yang asalnya dari desa kecil dan merupakan yatim piatu.
Pria itu membawa buku ditangannya dan membacanya dengan ketenangan pikiran.
Berbeda dengan aktornya yang tenang, diluar ruangan seorang pria berkacamata emas yang tampak pintar menatap ponselnya.
Menejernya yang bernama Ming Ru itu tampak sangat tenang, namun hatinya mengalami badai.
Dia baru saja mendapat panggilan dari orang bernama Wen Li.
Orang itu mengatakan bahwa tuan mudanya akan datang malam ini untuk menemui aktornya, Jung Syuk atau Jia Yu.
Dia juga mendapat kabar bahwa tuan mudanya itu adalah sosok besar dengan latarbelakang yang kuat. Dan tuan muda ini ingin datang membantu aktornya menyelesaikan masalah yang sekarang masih merebak di internet.
Ming Ru adalah orang pintar. Dia jelas tahu bahwa tidak ada makanan gratis didunia ini.
Dulu dia merupakan seorang menejer emas yang dikagumi banyak orang, ada banyak artis dan aktor terkenal yang bekerja dibawahnya.
Namun karena kecelakaan saudaranya membuatnya ingin keluar dari industri hiburan yang kotor ini.
Namun tiga tahun kemudian dia bertemu dengan pria yang sekarang menjadi aktornya. Dia menyelamatkan nyawanya yang hampir direnggut.
Sebagai hadiah terima kasih, dia bersedia membimbingnya dan menjadi menejernya sekaligus asistennya. Dia juga tahu Jia Yu berasal dari panti asuhan di desa tidak jauh dari kota B.
Dan Jia Yu ini tidak mengecewakannya, dia berhasil berlatih dengan baik, dia juga mendengarkan semua nasihatnya, dan dia juga orang yang mudah berkompromi.
Namun sifatnya pada orang luar sangatlah dingin dan dia selalu menolak setiap kali terdapat acara pertemuan para aktor dan aktris.
Hal ini membuat semua orang menyebutnya sebagai 'pangeran ice' yang terkenal.
Namun Ming Ru tak menyangka masalah seperti ini sebenarnya akan terjadi pada aktornya yang tengah naik daun.
Dia sudah memiliki firasat yang buruk setiap kali dia melihat tatapan obsesif wanita yang dikenal Dewi Xia Ru ini. Dan dia selalu waspada.
Apalagi fakta bahwa setiap kali ada naskah yang diberikan oleh perusahaan selalu ada nama Xia Ru yang menjadi salah satu aktornya.
Dia semakin curiga wanita ini sengaja melakukan ini untuk terus menempel pada Jia Yu.
Dan hal ini akhirnya terjadi, gedung Her FinaNcing....
Ming Ru menenangkan emosinya.
Dia akui dia cukup lalai, Dewi Xia Ru ini terlalu licik dan dia tidak begitu sederhana seperti penampilannya.
Dia kemudian berbalik dan memasuki pintu ruangan dimana Jia Yu berada.
Dia harus mengatakan pertemuan ini. Bagaimanapun kondisinya sekarang tengah kacau, tidak baik jika masalah ini tidak diselesaikan dengan cepat.
....
"Seseorang ingin bertemu denganku?" Suara pria itu tenang dan tidak memiliki banyak emosi.
"Ya." Ming Ru mengangguk.
Dia baru saja menjelaskan apa yang dikatakan penelpon sebelumnya.
"Bagaimana pendapatmu?" Tanya Ming Ru tenang, dia tahu aktornya adalah orang yang sangat pintar.
Di gedung Her FinaNcing waktu itu hanyalah kecelakaan karena kecerobohan sementara.
Sudut mulut pria itu melengkung dengan tatapan menatap keluar jendela, cahaya berkilat dimatanya yang cokelat. Dalam dan misterius.
Tampak ketertarikan samar ketika menejernya menyebut 'tuan muda'.
"Bagus, bukankah itu malam ini?" Tanyanya sesaat kemudian bangkit dari duduknya.
"Em, setengah jam dari sekarang. Tuan muda itu akan datang." kata Ming Ru sambil melihat beberapa berkas yang belum dia lihat pagi ini karena disibukkan oleh rumor di internet.
"Aku akan bersiap." Ucap singkat Jia Yu sambil melangkah menuju salah satu dari dua pintu diruangan yang redup.
Ming Ru tidak keberatan, dia juga harus bersiap. Dia tidak tahu apa yang direncanakan oleh orang yang dipanggil tuan muda itu pada aktornya.
Namun dia tetap harus menunjukkan penghormatannya pada seseorang yang bersedia keluar untuk mendukung aktornya disaat mereka sedang kesulitan, walaupun orang itu belum diketahui motifnya.
....
Dua orang itu berdiri di depan pintu perusahaan dengan ekspresi tenang.
Kedua orang itu tidak lain Ming Ru dan Jia Yu atau dikenal aktor Jung Syuk. Mereka tengah menunggu seseorang.
Karena penampilan keduanya yang memang terkenal di perusahaan.
Mereka menarik perhatian banyak orang yang tengah menuju perusahaan, para karyawan dan artis manapun aktor menatap keduanya.
Yang satu merupakan seorang mantan menejer emas yang dikenal semua orang, dan satunya aktor B-list yang memiliki puluhan juta penggemar dan sekarang tengah trending topik di internet karena skandalnya yang berhasil mengguncang seluruh industri hiburan China.
Beberapa orang tidak bisa menahan untuk bergosip.
"Apa yang dilakukan kedua orang itu didepan pintu perusahaan? Apakah mereka sedang menunggu seseorang? Kelihatannya orang yang ditunggu sangat penting eh."
"Huh, lalu bagaimana jika tamu itu penting. Apa kau tidak tertarik dengan skandal si Jung Syuk ini. Dia benar-benar berani tidur dengan Dewi Xia Ru-ku. Benar-benar binatang buas dalam pakaian! Jika bukan karena menejernya yang punya koneksi kuat, aku ingin sekali berkelahi dengan bajîngan itu!!" Salah satu aktor baru itu berbicara dengan tatapan penuh kebencian diarahkan pada Jung Syuk.
"Kau benar, dia benar-benar bajîngan yang tidak tahu malu. Bagaimana bisa dia layak dengan Dewi Xia Ru kita. Dia bahkan tidak pantas untuk memegang sepatu Dewi Xia, apalagi tidur dengannya. Itu pasti konspirasi Jung Syuk untuk menjadi lebih terkenal." Kata temannya marah.
"Huh, hanya anjing miskin dari desa kecil benar-benar berani ingin makan daging angsa. Apakah Jung Syuk ini terlalu memandang tinggi dirinya sendiri. Bukankah itu hanya sedikit tampan? Apa bagusnya itu!!"
"Iya, dia ini memang seekor anjing miskin yang ingin makan daging angsa. Hanya seorang yang berasal dari desa, sifatnya yang terlihat dingin mungkin hanya untuk pamer dan sok-sok an. Bukankah hanya ingin terlihat keren?!"
Bisikan mereka tidak kecil dan orang-orang disekitarnya mendengarnya.
Cara memandang mereka pada Ming Ru dan Jia Yu semakin aneh.
Namun dua orang itu mengabaikannya.
Sikap mereka yang tenang seolah-olah tidak terjadi apapun mendapat apresiasi dari beberapa aktor Veteran yang berjalan melewati pintu gedung.
"Anak muda jaman sekarang terlalu polos, ini adalah industri hiburan. Siapa yang akan berbicara dengan jujur?" Salah satu aktor veteran pria paruh baya melirik para aktor baru yang berbicara buruk dan masih dibawah 20 tahun.
Berkata pada temannya.
"Hah, untuk bisa hidup di lingkaran industri hiburan, seseorang harus bisa menjadi pintar. Semua orang ingin mendaki lebih tinggi dan mendapatkan pusat perhatian. Saling menjatuhkan, dan menghancurkan adalah hal yang biasa, begitupun dengan konspirasi.
Ngomong-ngomong orang yang bernama Xia Ru itu sungguh Lotus putih, di luar terlihat hangat dan lembut, namun hatinya lebih gelap dari arang." Temannya yang tampak berusia 40 tahun keatas menggelengkan kepalanya dan mendesah.
Pria paruh baya sebelumnya mengangguk setuju.
....
Selusin mobil hitam dengan masing-masing bernilai beberapa juta yuan harganya melaju menuju sebuah gedung tinggi dengan nama 'CHYU Grup' ditengah-tengah gedung tersebut.
Ming Ru dan Jia Yu melihat banyak mobil mewah warna hitam itu berhenti didepan gedung mereka.
Orang-orang juga memperhatikannya. Mereka sejenak berhenti dan ingin menonton pertunjukan.
Mereka semua bertanya-tanya orang besar mana yang datang dengan begitu banyak mobil mewah yang mendampinginya.
Mobil Rolls-Royce warna hitam yang mendominasi itu tepat ditengah, kemudian di co pilot terbuka dan menampilkan seorang pria kekar yang tinggi dan kuat.
Kacamata hitam dipakainya dan setelan jas hitam membuat tubuhnya lebih momentum.
Berikutnya semua orang yang ada di mobil lainnya juga keluar dan puluhan pengawal tinggi dengan rapi berbaris dengan sikap waspada dan momentum kuat penuh pembunuhan.
Salah satu pria kekar yang keluar dari co pilot itu perlahan membuka pintu mobil dibelakangnya dan membungkuk dalam-dalam. Berkata dengan nada hormat.
"Tuan muda kedua."
Sebuah sepatu warna putih penuh dengan berlian yang sesekali bersinar penuh kemewahan yang eksentrik namun tidak norak, malah terlihat unik.
Diikuti tubuh seorang pemuda yang kurus namun memiliki sosok yang anggun seperti bangsawan yang lembut, parasnya yang sangat cantik itu tidak akan berlebihan jika disebut dapat menghancurkan sebuah negara.
Wajah pemuda itu seolah-olah dilapisi lapisan giok paling cemerlang didunia. Membuat orang tampa sadar ingin melihat namun tidak berani mendekat. Takut untuk merusak lapisan giok itu dan orang lebih ingin menghargainya sebagai karya tuhan yang sempurna.
Dapat terdengar hirupan napas dingin orang-orang disekitarnya, semuanya di penuhi kejutan dan merasa takjub.
Lagipula siapa orang yang tidak akan terkejut melihat seseorang yang memiliki penampilan begitu menakjubkan.
Orang-orang itu tidak akan mengira didunia ini akan terdapat sosok yang wajahnya bisa membuat orang menahan napas karena terlalu fantasi, bahkan para pria dan wanita di industri hiburan tingkat A-list akan merasa malu dan iri melihat penampilan pemuda ini.
Alis pemuda cantik itu melengkung dengan indah seperti air yang mengalir, mata rubah yang polos dengan kemurnian seorang anak yang tak bersalah, dan bibirnya yang merah tampak tertarik dengan senyuman lembut dan manis.
Kulitnya sangat putih sehingga bahkan di tempat yang redup, itu masih bersinar dengan penuh penuh percaya diri, seperti bulan dilangit malam. Bersinar cemerlang.
Kemeja hitam dengan bagian lengan yang terlipat sampai siku menampilkan lengan kurus yang putih dan indah, celana hitam pendek hanya sampai lutut dan menampilkan separuh kaki yang putih dan ramping, seluruh orang tampak santai dan tenang.
Ming Ru dan Jia Yu sedikit terkejut melihat penampilan pemuda itu.
Ming Ru yang telah bekerja di industri hiburan selama bertahun-tahun menatap heran pada pemuda dengan penampilan cantik itu, dia telah melihat segala jenis kecantikan yang ada di industri hiburan maupun lingkaran atas negara ini.
Yang paling dia kagumi tentu saja milik para pangeran dan nona dari keluarga besar Ibukota.
Mereka semua memiliki gen yang bagus karena orang tua mereka berasal dari keluarga kaya dan memiliki modal untuk menjaga tubuh tetap sehat dan cantik.
Terutama untuk wanita dari keluarga Chu, orang-orang memanggilnya Ratu Chu yang terkenal akan kecantikan es di lingkaran kelas atas ibu kota, nona muda yang dikenal peri Yeong yang lembut dan anggun, diikuti nona besar Long yang memiliki temperamen panas dan kepribadian sombong.
Namun harus diakui bahwa ketiganya memiliki penampilan yang membuat semua pria menelan ludah dan wanita menangis karena iri dan benci. Orang-orang yang lewat hanya bisa mengagumi.
Namun mereka semua itu bahkan tidak bisa dibandingkan dengan pemuda dengan wajah peri ini.
Apakah pemuda cantik ini yang disebut tuan muda?
Ming Ru dengan tenang mengangkat kacamata emasnya, cahaya berkilat dan dia tersenyum profesional.
....
Lou Yan berjalan dengan asistennya dibelakangnya. Shadow Guard no.47 bernama Gumo juga mengikuti dibelakang keduanya, melindungi mereka dengan hati-hati.
Dia telah melihat penampilan manajer Ming Ru dan aktor Jung Syuk itu.
Jadi ketika dia melihat dua orang yang familiar berdiri dengan sikap menunggu didepan gedung CHYU Grup, dia tidak ragu untuk mendatanginya.
Ketika dia sampai didepan keduanya, asistennya Wen Li datang kedepan dengan sadar diri dan senyum ramah menyapa kedua orang didepannya.
"Tuan Ming dan tuan Jia, maaf membuat kalian mengunggu lama. Perkenalkan, nama saya Wen Li, dan saya orang yang menelpon tuan Ming sebelumnya."
Wen Li mengangkat tangan kanan untuk menjabat, yang langsung ditanggapi oleh manajer Ming.
Ming Ru mengangkat kacamata emasnya dipangkal hidungnya, membalas tersenyum lembut. Dia tampak seperti seorang pria tampan yang lembut dan anggun.
"Tuan Wen terlalu sungkan, saya dan Jia Yu baru saja datang kesini tidak lama sebelum tuan Wen datang." Dia berkata dengan rendah hati.
Wen Li hanya tersenyum mendengarnya.
Ming Ru melirik Lou Yan yang masih dengan tenang memeriksa sekitarnya. Seolah merasakan tatapan seseorang, mata rubah polos itu langsung bertatap muka dengan mata Ming Ru.
Dua kata melintas di pikiran Ming Ru, Lotus Putih.
Pemuda cantik ini bukan karakter yang sederhana. Naluri Ming Ru sangat kuat, dan dia sangat percaya diri tentang menilai seseorang dari matanya, begitupun alarm dikepalanya menyala.
Walaupun pemuda itu masih menampilkan ekspresi polos, namun nalurinya mengatakan bahwa penampilan pemuda ini adalah palsu.
Semacam akting.
"Tuan Wen, apakah ini...." Ming Ru melirik Lou Yan dan kemudian berpura-pura penasaran, padahal dalam hati dia telah menebak identitas pemuda cantik itu.
"Ah..." Wen Li kemudian mundur sedikit dan berdiri dibelakang tuan mudanya.
Senyumnya lebih ceria, dia berkata sambil memperkenalkan tuan mudanya.
"Ini tuan muda saya, namanya Lou Yan, tuan muda saya ingin melihat aktor Jung Syuk secara langsung. Jadi saya meminta pertemuan mendadak."
Lou Yan dengan tenang menatap kedua orang didepannya.
Dia tersenyum lembut.
"Namaku Lou Yan, dan aku merepotkan tuan Jung Syuk dan tuan Ming Ru untuk bertemu di tempat yang begitu terbuka, bagaimana jika kita pergi ke sebuah restoran agar lebih nyaman untuk mengobrol?" Tanya Lou Yan ramah.
"Tuan muda Yan terlalu sungkan, kami sama sekali tidak keberatan. Lagipula kami juga baru sampai kesini tidak lama sebelum anda datang." Dia melambaikan tangannya dengan rendah hati, dan Ming Ru kembali berbicara.
"Tidak apa-apa untuk memesan restoran, tidak jauh dari sini ada restoran bintang tiga Michelin yang sangat terkenal. Kita bisa kesana sekarang juga. Jangan membuat tuan muda Yan berdiri ditempat terbuka." Ming Ru dengan tenang menyetujui perkataan Lou Yan.
Lou Yan mengangguk.
"Saudara Wen, anda menyiapkan lebih banyak ruang. Tuan Ming dan tuan Jung Syuk lebih baik ikut denganku, mobil yang kami kendarai memiliki lebih banyak ruang. Masih nyaman untuk bergabung bersama." Ucap Lou Yan.
"Baik tuan muda." Wen Li berbalik menuju mobil untuk menyiapkan tempat untuk mereka berempat.
Ming Ru tampak berpikir, karena ada tumpangan gratis, seharusnya tidak apa-apa. Lagipula tidak baik menyinggung tuan muda yang identitasnya belum diketahui selain namanya.
Ming Ru tersenyum lembut, melirik aktornya yang masih diam tanpa mengucapkan sepatah katapun. Dan mendesah dalam hatinya.
"Tentu, silakan tuan muda Yan." Ming Ru membalas dengan ramah.
Terkadang seseorang harus tahu bersikap rendah hati, dan Lou Yan mengagumi kemampuan orang bernama Ming Ru itu.
Lou Yan melirik pria yang menjadi target tugas.
Pria itu memakai kemeja hitam dengan motif batik di lengan kanan, ada jam tangan patek phillip warna hitam yang tampak sederhana di lengan kirinya.
Celana hitam yang tampak biasa namun tidak dapat menyembunyikan temperamennya yang anggun dan dingin.
Wajahnya cukup mengejutkan Lou Yan, walaupun dia telah melihat penampilan pria ini di film yang ia tonton sebelumnya, namun melihatnya secara langsung perasaannya cukup berbeda.
Pria ini sangat tampan, berbeda dengan Nangong Ryuji yang terasing dan menolak orang sejauh ribuan mil, pria Jia Yu ini membawa perasaan untuk berada di hutan yang rimbun, dedaunan dipohon berguncang dan bergoyang seirama, membawa ketenangan dan kesejukan sesaat bersamaan.
Lembut namun terasing. Namun juga seperti di musim salju, dingin dan mulia. Sama sekali tidak terlihat seperti orang yang berasal dari desa.
Layak menjadi aktor B-list yang mendapat penghargaan berturut-turut.
Jia Yu merasakan tatapan dari pemuda cantik didepannya, dia tidak mengatakan sepatah katapun, dengan tenang memandang lampu dijalan tidak jauh dari mereka.
Setelah Wen Li kembali, mereka berempat berjalan menuju mobil Rolls-Royce yang panjang.
Dibuka dari pintu samping, barang-barang didalamnya membuat Ming Ru dan Jia Yu sedikit terkejut dengan kemewahan kehidupan orang kaya.
Sofa persegi panjang yang diimpor dari luar negeri dengan dua sisi kiri dan samping, meja kecil di tengah seperti ruang tamu, ada kulkas kecil, tv, dan karpet terbuat dari bulu harimau dari negara rusia.
Buah-buahan seperti anggur, jeruk, apel dan lainnya berada dikeranjang ditempatkan di meja kaca pernis hitam.
Ada rak kecil disisi kanan sebelah TV, beberapa potong pakaian yang dibuat oleh designer ternama secara pribadi, beberapa sepatu yang mahal namun tampak rendah hati.
AC dinyalakan dengan suhu yang telah diatur, sedikit pemanas. Dengan dua kursi santai yang dapat dikendalikan dari tombol disisinya, tampak mahal dan canggih. Bisa digunakan untuk tidur atau istirahat dan bersantai.
"Ayo masuk." Lou Yan membuat isyarat.
Dia yang pertama masuk mobil dan duduk di kursi santai. Ming Ru juga tidak bersikap sopan dan langsung masuk dan duduk di sofa panjang, merasakan kelembutan sofa dibawahnya membuat dia mendesah kenyamanan hidup orang kaya.
Berikutnya Jia Yu duduk disamping menejernya dan Wen Li masuk terakhir dan duduk di sofa yang satunya.
__ADS_1
Mobil hitam diperpanjang itu mulai melaju diikuti banyak mobil mewah lainnya.
Dibawah tatapan puluhan orang yang merasa iri dan cemburu, mereka melakukan perjalanan menuju restoran bintang tiga Michelin, dan itu hanya membutuhkan waktu setengah jam.
Di sudut jendela yang gelap, sosok wanita berpenampilan menor menatap penuh perhatian pada sekumpulan mobil mewah yang melaju menuju jalan raya yang padat.
Dia memegang ponsel dan mengirim sesuatu pada pihak lain.
....
Ibukota dibagi menjadi lima distrik, [1] Distrik A adalah tempat berkumpulnya orang-orang paling kaya dan berkuasa Ibukota tinggal. Seorang jenderal, menteri pemerintah, keluarga besar, dan para orang-orang top lain semuanya tinggal disini.
Kawasan mansion para keluarga besar dibuat dalam satu wilayah, Villa yang mahal dan mewah yang biasa ditempati anak-anak keluarga besar, rumah sakit terbaik di negara, dan sekumpulan tempat penting lainnya.
[2] Distrik B, dikenal juga sebagai tempat ibukota yang paling kacau, puluhan bar yang dipenuhi anak-anak orang kaya yang tengah menyibukkan diri mereka untuk bersenang-senang.
Ada mall terbesar ibukota di pertengahan distrik, ada juga taman hiburan untuk para anak yang tengah pacaran menikmati waktu luang mereka.
[3] Distrik C tempat dimana pusat perekonomian Ibukota dibangun, puluhan gedung pencakar langit memenuhi sepanjang jalan distrik tersebut, Distrik C dikenal sebagai tempat yang sibuk.
Orang-orang berjalan dan mengendarai mobil dengan mengenakan pakaian kerja.
Tidak ada senyum atau tawa yang biasa terdengar dijalanan, orang-orang mengenakan ekspresi serius dan teliti, seolah-olah hidup mereka tengah dipertaruhkan disini.
[4] Distrik D adalah tempat dimana semua sekolah terbaik ibukota maupun negeri dibangun, termasuk SMA Elit Young Lan. Ada juga hotel dengan fasilitas terbaik, restoran yang paling populer, dan kawasan Villa dan gedung komunitas yang tidak jauh dari tempat sekolah murid berada.
Ini dimungkinkan untuk mempermudah para siswa yang ingin tinggal diluar sehingga mereka tidak akan terlalu jauh berkendara pergi kesekolah.
Di distrik D juga terdapat kawasan untuk para pekerja tinggal sementara di Ibukota, mereka yang masih pemula dan miskin ataupun mereka yang berasal dari luar kota untuk mencari pekerjaan dapat menemukan tempat tinggal atau rumah di area ini.
[5] Yang terakhir adalah pusat ibukota, dikenal juga sebagai Distrik pusat, dimana bangunan-bangunan sejarah dan tempat para petinggi negara berkumpul untuk melakukan tugas mereka. Gedung pengadilan, gedung penelitian, gedung tempat militer dan pasukan khusus tengah melakukan pelatihan.
[Ibukota Area]
________________________________
💒🏤🎡 🚁✈🚁
Distrik B ⬜ Bandara Ibukota 2
◾_______| |____________________
| ____________________ _______ | | ◾Distrik D | | Pacuan
| |______🏨🏧🏫🏢___| | ▪🏇 kuda
| _____________ _____| 🌿🌿
| |_____________| | ▪Dermaga
| ▪Distrik pusat 🚢 🌊 ✴Laut
| 🏯🏰※ 🏣___ |_____________
| | ◾Distrik A | _________ |
| |__🏡🏥🏡___ | |__🌳🌳__| |
____ _______________________ |
| | 🚁✈🚁 | |
| | ⬜ Bandara Ibukota 1 | |
____| |________ __________ | |
________________ _____________ |
▪Taman besar | |◾Distrik C
___🌷🌷🌷_____| |🏢🏢🏦🏧
__ ______________________ ____
__| |_____________________| |____
___________________________________
▪ 🏩 ▪Gunung 🗻 ▪ 🚞⤵
Hotel B.10 Kereta bawah tanah
[ Diatas cuma tambahan informasi ]
____
Next.
Kotak Kaisar, VVIP.
Ruangan itu memiliki pencahayaan yang baik, dari warna lantai yang hitam dan misterius, akuarium dengan sekumpulan ikan warna-warni yang diimpor lewat laut dari negara asing, lampu-lampu kristal yang bercahaya redup warna putih membuat ruangan semakin berwarna dan tampak kaya.
Deretan kursi terbuat dari kayu yang dibuat seperti kursi raja, ukiran-ukiran kecil berpola bunga dan hewan legendaris, harimau putih dan Qilin. Ada bantal merah lembut dibawahnya.
Meja terbuat dari pasir emas yang mahal, bentuknya melingkar dan cukup besar, menampung tujuh sampai sembilan orang.
Kain warna ungu tua melapisi meja, pot bunga penuh mawar merah diatasnya, sebuah lilin yang menyala, diikuti aroma wewangian parfum paris yang harum memenuhi ruangan.
Pillar-pillar warna emas dengan sekumpulan kain sutera merah yang digantung disisi pillar masing-masing. Membentuk tirai sutera yang indah penuh pola unik dan khas. Cukup mewah dan anggun.
Cahaya menerpa kain merah dan membuat ruangan membawa warna lain selain redup.
Di pillar itu juga terdapat pot dengan bunga anggrek ungu yang menjuntai kebawah, membuat ruangan semakin tampak anggun.
Hanya cukup menggambarkan kata misterius, kuat, kaya dan romantis.
Lou Yan dan yang lainnya datang ke ruangan ini, pertama-tama mereka mengagumi arsitektur dan desainer yang menata semua barang dan benda didalamnya, ruangan dibuat dengan sangat baik, baik itu dinding dan bentuk bangunan, serta hal-hal yang telah ditata sedemikian rupa.
Semuanya cukup menggambarkan karakter orang yang merupakan pemilik restoran ini.
Memang layak menjadi ruang kotak kaisar!
Namun hal ini juga membuat mereka berlima cukup canggung, karena tempat ini lebih cocok untuk pasangan yang tengah berkencan.
Terlalu romantis.
Batuk.
Untuk meminimalkan kecanggungan dalam ruangan, Lou Yan terbatuk pelan.
Dia tidak memiliki reaksi khusus dipermukaan, tapi hatinya cukup malu.
Bagaimana mungkin dia tahu bahwa ruangan ini akan dibuat seperti pasangan kencan.
Dia hanya tahu dia menginginkan ruangan yang paling mewah dan mahal, dan pelayan langsung membawanya ke ruangan ini.
Namun ini juga salahnya, bagaimanapun sebelumnya pelayan itu sudah bertanya apakah benar-benar akan memesan kotak kaisar?
Dan dia tidak merasa keberatan sedikitpun.
Tidak heran dia melihat pandangan aneh para pelayan diluar.
Mereka seharusnya bertanya-tanya apakah mereka datang kesini untuk makan, berbisnis atau berkencan?
"Kalian bisa duduk." Kata Lou Yan santai.
Wen Li juga dengan tenang duduk disebelah tuan mudanya. Jia Yu duduk disisi lain Lou Yan, dan Ming Ru duduk disebelah Jia Yu, sedangkan no.47 berdiri dibelakang Lou Yan dengan tegak dan wajah dingin.
"Baik, bagaimana kalau kalian memesan lebih dulu, kemudian kita bahas masalah lain?" Lou Yan menggoyangkan i-pad kecil dan mulai memesan makanan yang menurutnya enak.
Yang lain juga tidak keberatan dan mulai memesan. Pelayan datang dan membawa makanan.
Di meja makan, deretan makanan yang tampak lezat ditaruh sesuai pesanan masing-masing.
Ada bebek peking, fu yung hai, won ton, abalon rebus putih, sup ayam telur burung, ikan goreng dengan isian sambal, saus tartar, dan cap cay....
Lou Yan memotong ikan goreng sepanjang 30 cm didepannya, didalam ikan goreng tersebut terdapat sambal terdiri dari cabai merah, bawang merah dan bumbu lainnya. Garpu menekan hasil potongan dan memasukkannya kedalam mulutnya, rasa asin dan pedas membuat Lou Yan mengangguk puas.
Tidak buruk, ini memang makanan rumahan.
Setelah yang lain menghabiskan makanan, ekspresi Ming Ru menjadi serius dan bermartabat. Dia menatap Lou Yan dan bertanya dengan tenang.
"Tuan muda Yan, apa anda yakin ingin membantu dan mendukung Jung Syuk kedepannya?" Tanyanya dengan mata tajam dibalik kacamata emas menatap Lou Yan.
Lou Yan bermain dengan cincin berlian merah dengan santai. Dia menjawab tanpa terburu-buru.
"Itu semua tergantung." Dia mendongak dan menatap tenang pada Jung Syuk, tatapannya penuh arti.
Jung Syuk menundukkan kepalanya dengan tenang, seolah merasakan tatapan Lou Yan, dia mendongak. Tatapan mereka bertabrakan dan suasana segera menjadi khusyuk.
Lou Yan mengambil pandangannya lebih dulu.
Ming Ru mengangkat kacamatanya. Dia mengerti apa arti Lou Yan.
"Kalau begitu apakah tuan muda Yan perlu membuat kontrak sekarang?"
Ming Ru menginginkan sebuah kontrak diantara mereka, selain demi menunjukkan ketulusan, itu juga untuk memastikan keseriusan pemuda cantik ini untuk mendukung aktornya.
Dia masih sangat waspada tentang pendekatan Lou Yan yang tampaknya disengaja.
Apa yang diinginkan orang ini? Apakah ini Jung Syuk?
Ming Ru pernah mendengar anak-anak orang kaya cenderung memiliki hobi untuk memelihara seseorang. Baik itu pria atau wanita. Hal yang sama juga yang sering terjadi di industri hiburan.
"Ya." Lou Yan mengangguk setuju, dia memberi isyarat pada Wen Li dan pemuda imut itu secara langsung mengeluarkan berkas berisi kontrak yang perlu ditandatangani.
Wen Li memandang serius semua isi dalam kontrak didepannya. Memastikan tidak ada kesalahan, dia tidak segera menandatangani. Namun malah bertanya dengan tenang.
"Apakah perlu bagi Jung Syuk untuk keluar dari perusahaan CHYU Grup?" Tanya Ming Ru.
"Tidak perlu." Lou Yan menggelengkan kepalanya, dan melanjutkan.
"Kau hanya perlu menaati kontrak itu, dimasa depan aku akan menjadi 'ayah gula' aktor Jia Yu." Kata Lou Yan dengan ekspresi menggoda pada pria tampan yang tampak dingin itu.
Tangan Jia Yu yang memegang gelas anggur bergetar. Dia menatap Lou Yan dengan sedikit kejutan.
Bahkan asisten Wen Li menatap tuan mudanya dengan mulut terbuka, Ming Ru mengangkat kacamatanya untuk menutupi kecanggungan dari perkataan langsung Lou Yan. No.47 bahkan lebih terkejut.
"Apa? Apakah aku salah?" Lou Yan mengangkat sebelah alisnya, seolah tersinggung terhadap respon orang-orang ini.
Dia kemudian berkata dengan menyandarkan punggungnya malas.
"Aktor Jung Syuk akan didukung olehku dimasa depan, dari peralatan dan kebutuhan sehari-hari maupun syuting akan diurus oleh bawahanku. Aku akan meminta guru aktor untuk melatihmu lebih banyak, lokasi syuting yang akan difilmkan olehmu juga akan di urus oleh bawahanku, termasuk penata rias pribadi yang unggul dan terbaik, hingga seorang pengawal yang akan melindungimu."
"Baik sponsor di film yang kau bintangi, hingga sutradara yang unggul dan ternama. Orang yang bekerja untukku harus menerima sumberdaya yang terbaik. Jadi, aku benar-benar menjadi ayah gula yang baik, kan?" Kata Lou Yan agak bangga.
Jia Yu: "...."
Ming Ru: "...."
Wen Li: "...."
No.47: "...."
Jia Yu menatap pemuda yang sangat cantik itu, setelah dia menatapnya agak lama, dia kemudian menundukkan kepalanya dan sebuah senyum melintas dimatanya yang tenang dan dingin.
Dia membuka mulutnya dan memanggil dengan suara lembut.
"Tuan muda."
Lou Yan berhenti memakan cemilannya, dia menatap pria yang menunduk dengan ekspresi aneh.
Dia memuji dengan sangat baik.
"Saudara Jia Yu, suaramu lebih bagus dari pada di televisi." Katanya dengan tatapan iri namun juga mengangguk puas.
Nah, orang ini akan menjadi orangnya dimasa depan. Memang harus memiliki keunggulan tertentu, lagipula dia tidak akan mau membesarkan sampah disampingnya.
"...."
Jia Yu tidak mengatakan apa-apa, pikirannya agak linglung.
Dia... memanggilnya saudara?
Jari-jari giok pria itu saling bertaut dan senyum tipis datang dari sudut mulutnya yang merah, tampak tulus, namun dengan cepat menghilang seolah-olah itu hanyalah ilusi. Kembali kesikapnya yang dingin.
Ming Ru memperhatikan ekspresi dua orang dari awal hingga akhir, kemudian dia mengangguk diam-diam.
Aktornya tidak keberatan dengan kontrak ini, maka itu bagus, dengan dukungan dari tuan muda Yan, proses untuk menjadi kaisar aktor dalam dua tahun bukan mustahil untuk dicapai.
Tapi... kita harus memastikan kekuatan pemuda cantik ini dulu, seberapa cukup kuat tenaganya untuk mendukung aktornya.
"Tuan muda Yan, perlu saya beritahu pada anda. Karena tuan muda telah berencana mendukung Jia Yu, anda harus tahu skandal di internet tentangnya. Apakah anda bisa membereskan kekacauan ini?" Tanya Ming Ru tenang.
Mata Lou Yan berkedip.
"Jangan khawatir, bawahanku akan membereskan kekacauan itu kurang dari dua jam. Akan aku pastikan semua rumor di internet menghilang, dan aku juga telah menyelidiki tentang beberapa hal buruk yang dilakukan oleh Huling Grup dan akan aku ekspor di Weibo melalui jaringan khusus. Ayo kita lihat apakah ini cukup mengalihkan perhatian para penggemar."
Mata Ming Ru menyentuh kejutan mendengar tentang ini.
"Tuan muda Yan, apa kau yakin ingin mengekspor keburukan Huling Grup ke internet?" Ming Ru bertanya agak tidak percaya.
"Anda harus tahu bahwa Huling Grup merupakan cabang dari perusahaan Wuying Grup, dan Wuying Grup ini merupakan salah satu perusahaan keluarga Long yang berkuasa. Jika anda melakukannya, tuan muda Yan mungkin akan dilacak oleh keluarga Long." Dia mengerutkan keningnya dan mengingatkan Lou Yan dengan baik.
Dia mungkin akan menyinggung keluarga Long.
Lou Yan menundukkan kepalanya dengan ekspresi tenang.
Keluarga Long kan?
"Keluarga Long hanya keluarga pembuat onar. Jangan khawatir, keluargaku tidak akan takut berurusan dengan keluarga Long." ucap Lou Yan santai.
Wen Li dan No.47 dibelakangnya mengangguk setuju.
Hal apa itu keluarga Long? Apakah itu bisa dimakan?
Ming Ru: "...." apa kalian bertiga begitu percaya diri?
Mata Ming Ru berkedip, dan dia merenung sejenak. Akhirnya mengangguk, walaupun dia sedikit tidak percaya tentang perkataan Lou Yan, namun dia tahu dia tidak punya pilihan.
Dilihat dari sini tuan muda Yan bukankah orang bodoh, dia tidak akan begitu terus terang meremehkan keluarga Long jika dia tidak memiliki kekuatan dibelakangnya.
Jika memang benar tuan muda Yan memiliki latar belakang yang begitu kuat, maka itu juga bagus untuk aktornya. Pikir Ming Ru tenang.
"Itu..." suara tenang dengan sedikit keraguan datang dari pria yang sedari tadi diam.
Jia Yu menatap Lou Yan dengan ekspresi ragu.
"Butuh sesuatu?" Lou Yan mengangkat alisnya.
"Aku akan ke toilet sebentar." Kata Jia Yu dengan suara rendah.
"Baiklah." Lou Yan membiarkan Jia Yu untuk ke toilet.
Ming Ru mengangkat aslinya, dan dia juga mengingatkan aktornya untuk pergi dan kembali lebih cepat. Jangan membuat tuan muda Yan menunggu lebih lama.
"Baik." Jia Yu hanya mengangguk.
Jia Yu bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari ruang kotak kaisar. Dan mulai berjalan menjauh.
Setelah dia memasuki toilet, dia memandang dirinya sendiri di depan cermin persegi panjang didepannya.
Tidak ada siapapun di toilet ini.
Dia diam-diam menatap cermin yang menampilkan separuh tubuhnya.
Wajahnya yang dingin dan tampan agak memerah, dia mengingat dengan hati-hati ketika pemuda cantik itu dengan percaya diri menyebut dirinya 'ayah gula'.
Ekspresi Jia Yu menjadi aneh, dan ada ketertarikan diantara alisnya.
"Lou Yan, Lou Yan...." bisiknya dengan suara lembut dan rendah, cukup magnetis.
__ADS_1
"Sugar daddy, yah...?" Dia menjilat bibirnya dengan tatapan sembrono.
Sudut mulutnya terangkat dengan lengkungan malas dan jahat.
Sangat mempesona!
Tidak ada kedinginan ataupun sifat acuh tak acuh dan tenang seperti sebelumnya.
Itu adalah pemuda yang jahat dan sembrono. Dengan sedikit kenakalan diantara alisnya.
Setelah lima menit berlalu, ekspresi Jia Yu kembali menjadi tenang dan acuh tak acuh, sedikit dingin.
Dia kemudian berbalik untuk keluar dari toilet. Ketika Jia Yu berjalan menuju ruang kotak kaisar, dia menabrak seseorang ditengah jalan.
"Ahh... maaf, maaf. Aku tidak melihat kedepan, ini salahku." Seorang gadis yang sangat cantik hampir terjatuh namun dia dengan cepat menjadi stabil, dia terburu-buru minat maaf pada Jia Yu yang hanya diam dan menonton dengan dingin.
Jia Yu mengerutkan bibirnya dan dia berucap dengan tenang dan terasing.
"Tidak." Kemudian dia ingin berjalan pergi meninggalkan gadis itu.
Namun gadis itu dengan cepat menarik ujung pakaiannya dan berkata padanya, tampak merasa bersalah, namun juga penasaran.
"Hei, aku belum selesai meminta maaf. Bagaimana jika kita berbicara sebentar? Kamu sepertinya nampak akrab." Gadis itu mendorong tubuhnya lebih dekat dan aroma parfum yang elegan memasuki indra penciuman Jia Yu, dia mengerutkan kening.
"Ahh... aku mengenalmu!!" Gadis itu berseru dengan penuh semangat.
"Bukankah kamu itu aktor Jung Syuk? Aku salah satu penggemarmu. Bolehkah kita makan bersama. Namaku Long Seyin, nona muda dari keluarga Long. Aku mentraktirmu oke?" Dia berbicara dengan senyum manis diwajahnya yang sangat cantik.
Long Seyin sekarang mengenakan gaun putih polos dengan ketinggian sampai lutut, sepatu hak tinggi warna perak yang dirancang khusus, rambut hitam sedikit bergelombang dan dibiarkan tergerai indah sampai pinggang.
Wajahnya yang cantik dengan kulit putih, mata yang sedikit lebih besar dengan bulu mata lentik, dia tersenyum manis pada Jia Yu dan seluruh orang tampak seperti peri.
Jika itu pria normal, mereka pasti akan memiliki kesan baik pada gadis cantik dengan temperamen peri ini.
Namun Jia Yu bukankah pria biasa, dia seorang aktor dan paling tahu tentang ketulusan seseorang, selama bertahun-tahun dia berkecimpung di industri hiburan membuatnya dari seorang pria desa yang tampan menjadi pangeran ice yang terkenal, jelas kemampuannya dalam menilai seseorang cukup akurat.
Walaupun biasanya dia terkesan acuh tak acuh pada segala hal disekitarnya, namun bukan berarti dia tidak tahu sisi gelap dunia hiburan ini.
Dia juga orang yang pintar, namun semua masalah yang dia hadapi bisanya dapat ditangani oleh menejernya yang cakap.
Ini adalah pertama kalinya menejernya kesulitan untuk menangani skandal di internet, bukan karena mereka tidak memiliki ide, namun kekuatan yang dimiliki mereka tidak cukup untuk melawan pihak lain.
Untungnya tuan muda Yan itu mau mendukung mereka terlepas dari sebetapa kuat musuh yang mengincar mereka.
Sedangkan gadis yang ada didepannya ini jelas hanya berpura-pura menabraknya.
Dibandingkan dengan kepolosan tuan muda Yan yang tampak sangat alami, kepolosan wanita didepannya tampaknya terlalu palsu. Kontrasnya sangat jelas dan mata Jia Yu menatapnya dengan dingin.
....
Jia Yu mengibaskan tangan putih wanita itu dengan ekspresi muram.
Dia juga menepuk-nepuk ujung bajunya seolah-olah kuman menempel disana.
"Tidak, aku sibuk." Setelah itu dia berjalan kembali tanpa menoleh kebelakang.
Long Seyin: "...." tertegun.
Dia membuka mulutnya dengan tak percaya, ini pertama kalinya seseorang menolaknya dengan ekspresi yang begitu bosan dan dingin.
Dia mengepalkan tinjunya dan melotot punggung Jia Yu yang acuh tak acuh.
Ekspresinya langsung berubah menjadi marah.
"Sialan! Bukankah kamu hanya seorang aktor rendahan? Jika bukan karena kamu sedikit lebih tampan, menurutmu aku akan berkenalan dengan seorang anak petani sepertimu!" Dia mencibir dengan kaki menghentak lantai, membuat suara tajam.
"Seyin, apa yang kau lakukan disana. Bukankah kamu bilang kamu ingin bertemu dengan aktor Jung Syuk?" Salah satu temannya menemukannya dan bertanya dengan heran.
Ekspresi Long Seyin kembali menjadi lembut dan dia berbalik dengan ekspresi sedih.
"Eli, aku baru saja ingin menyapa idolaku, namun sepertinya dia sangat sibuk dan aku tidak dapat menemukannya. Sebagai penggemar, aku tidak bisa memaksanya untuk bertemu denganku. Tapi tidak apa, aku akan menemukannya dilain waktu." kata Long Seyin dengan ekspresi lembut.
Elisa Queen didepannya mengangguk tampa kecurigaan.
Dia tidak berpikir temannya ini yang telah bersahabat sejak usia mereka masih tujuh tahun akan berbohong padanya.
Elisa Queen mengenakan gaun puteri kecil warna biru muda, rambutnya yang pirang dibiarkan tergerai indah, anting putih ditelinganya, dan wajahnya yang tampak seperti bayi yang cantik dan imut dengan tinggi sekitar 160 membuatnya tampak seperti Loli.
Terutama matanya yang besar seperti rusa warna biru muda, sangat indah seperti langit yang cerah.
Elisa Queen berasal dari negara rusia, dan ibunya sekarang tinggal di China bersama dengannya. Ayahnya masih dinegara asalnya.
"Baiklah, tidak apa-apa. Lain kali jika kita bertemu dengan aktor Jung Syuk, kita akan menemukannya dan berkenalan oke? Seyin, kamu sangat cantik, aktor Jung Syuk itu pasti akan terpesona denganmu dan ingin berkenalan denganmu. Dia tidak akan menolakmu selama kamu mengungkapkan perasaanmu." Hibur Elisa dengan menepuk bahu Long Seyin.
Long Seyin: "...." kebetulan, dia baru saja menolakku.
Long Seyin tidak berani berbicara sepatah katapun, dia tidak ingin memberi tahu temannya bahwa dia baru saja ditolak oleh Jung Syuk.
Harga dirinya tidak memungkinkan dia untuk membuat malu dirinya sendiri. Jadi dia berkata pada Elisa dengan senyum ceria yang dipaksakan.
"Tentu saja, aku sangat cantik dan Jung Syuk pasti akan menyukaiku." Katanya dengan percaya diri, walaupun hatinya sekarang tengah muntah darah.
Elisa balas tersenyum setuju.
Long Seyin merasa lega.
Dia sama sekali tidak melihat bahwa senyum manis di wajah Elisa ketika berbalik memunggunginya berubah menjadi ejekan.
Heh, apa dia pikir dia tidak melihat semuanya?
Elisa menatap ponselnya dengan senyum aneh dan dia mendengus bangga dalam hati.
Long Seyin, menurutmu hanya kamu yang bisa berpura-pura menjadi Lotus Putih? Semua orang bisa melakukannya.
"Elisa, ayo kita kembali." Long Seyin memanggil temannya itu untuk turun dari lift, namun ketika berbalik, Long Seyin sempat melihat seorang pria tampan dengan aura menyendiri mengikuti seorang pemuda yang sangat cantik.
Yang membuat Long Seyin cukup terkejut ialah senyum alami yang dimiliki pria tampan itu untuk pemuda cantik didepannya.
Pria tampan itu tidak lain adalah pria yang dia incar, yaitu aktor Jung Syuk.
Long Seyin mengerutkan kening.
Siapa pria cantik didepan Jung Syuk itu? Kenapa pria itu tersenyum begitu lembut pada pria dengan penampilan peri itu sedangkan baru saja dia memperlakukannya dengan begitu kasar?
Berpikir seperti ini, Long Seyin merasa cemburu.
Namun pria dengan penampilan peri itu tampak familiar namun dia sepertinya tidak pernah bertemu dengannya, jika tidak kesannya pasti akan lebih kuat dengan penampilan pria itu.
Di mana dia pernah melihatnya.
Elisa Queen yang sedari tadi memperhatikan reaksi temannya juga melihat seseorang yang ditatap itu.
Em? Bukankah itu aktor Jung Syuk? Orang yang disukai 'temannya'??
Pria cantik itu...
"Ah, bukankah pria dengan penampilan peri itu adalah murid baru disekolah kita? Baru kemarin dia menduduki peringkat tertinggi di forum sekolah. Hampir semua orang membicarakan murid baru itu, katanya dia adalah pria yang sangat cantik dan imut." Seru Elisa dengan pura-pura terkejut.
"Kenapa dia begitu dekat dengan aktor Jung Syuk? Dan mereka keluar dari ruang kotak kaisar. Katanya kotak kaisar itu adalah ruangan paling diimpikan banyak pasangan muda, itu tempat yang mahal dan romantis. Sangat cocok untuk berkencan." Elisa Queen membulatkan matanya dengan ekspresi curiga.
"Mungkinkah...."
"Tidak mungkin." Long Seyin menyela ucapan Elisa, wajahnya merah karena marah dan cemburu.
Dia menatap ganas pada pemuda dengan penampilan peri itu dan menyimpan masalah ini dalam hati.
Murid baru heh? Beraninya dia memiliki kontak dekat dengan Jung Syuk dan pria itu masih bersikap lembut pada pemuda cantik itu! Sangat menyebalkan.
"Ayo pergi." Long Seyin berkata dengan raut wajah jelek.
Di belakang punggung Long Seyin, senyum puas tertampang diwajah imut Elisa. Dia menatap mencemooh pada temannya didepannya.
Apakah kamu marah? Sangat marah? Kalau begitu marahlah terus!
Semakin marah kamu, semakin aku merasa bahagia.
Tapi....
Elisa melirik Lou Yan yang perlahan menghilang dari pandangannya dengan tatapan simpati.
Oh boy, sebaiknya kamu cukup kuat untuk menghadapi lotus putih yang tengah dilanda cemburu didepannya ini.
Kalau tidak, akhirmu mungkin akan cukup menyedihkan.
....
Lou Yan secara alami tidak tahu pikiran Elisa, dia bersin dan menggosok hidungnya.
"Hei, malam ini tidak begitu dingin kenapa aku malah bersin?" Lou Yan bergumam dengan tidak jelas.
Jia Yu mendengarnya.
"Apa kamu baik-baik saja?" Jia Yu sedari tadi memperhatikannya dan dia melihat pemuda cantik itu bersin dan merasa khawatir.
Lou Yan melambai dengan santai.
"Tidak apa-apa. Ini hanya bersin."
Jia Yu mengerutkan keningnya, namun dia tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya mengangguk tenang.
"Jia Yu, kamu akan ikut denganku kembali ke Villa di puncak gunung. Disana kamu akan tinggal denganku dan yang lainnya. Selain itu villa disana tidak jauh dari perusahaan CHYU Grup, dan hanya butuh kurang dari satu jam untuk sampai dengan mengendarai mobil." Lou Yan berbicara dengan berjalan menuju keluar restoran.
Sepanjang jalan menuju keluar semua pelayan menunduk hormat.
Memang layak menjadi restoran bintang tiga Michelin, semuanya rapi dan memiliki kesan mewah yang kuat.
Jia Yu menjawab dengan suara rendah yang magnetis, "Ya, tuan muda."
Ketika mereka sudah sampai di mobil, asisten Wen Li dan manejer Ming Ru juga telah tiba.
Selusin mobil mulai berkendara menuju jalan besar yang penuh mobil-mobil mewah, mereka bercampur dan berjalan dengan rapi seperti sekelompok logam ditata rapi.
....
Di mobil.
Dering—
Lou Yan bersandar malas pada kursi santai di mobil, dia merasakan sakunya bergetar pelan.
Dia merogoh sebentar dan melihat ponselnya menampilkan panggilan seseorang yang dikenalnya.
Nama 'Oracle' tertampang di layar utama dengan foto seorang pria tampan berpakaian sederhana.
Dia tiba-tiba teringat tentang janjinya dengan pria itu di live streaming sebelumnya.
"Oh, aku hampir melupakan pria ini." Lou Yan bergumam sambil menjawab panggilan telepon.
Telepon masuk dan suara rendah seorang pria yang lembut memasuki telinga Lou Yan, membuatnya mendesah pesona pria tampan. Bahkan suaranya juga tampan.
"Tuan muda, apakah anda ada dirumah? Saya datang ke alamat yang dikirim tuan muda sebelumnya, dan sekarang saya tepat didepan gerbang villa anda. Namun saya tidak dapat masuk, jadi...." suara pria itu berhenti, dan tampaknya ragu-ragu untuk melanjutkan ucapannya.
Lou Yan langsung mengerti, selain orang dari keluarganya, para pengawal di villa seharusnya memiliki keamanan yang ketat, Oracle ini adalah orang asing, pengawal elit di Villa tidak akan membiarkan pria itu masuk tampa seizinnya.
"Baiklah, aku mengerti. Aku akan menghubungi kepala pela... maksudku Tn.Ennma. Kau tunggu sebentar oke?" Kata Lou Yan.
"Mengerti." Jawab pelan orang itu.
Panggilan tertutup dan Lou Yan mulai mencari kontak kepala pelayan di Villanya.
Ketemu.
Mulai panggilan.
Dering—
Telepon terhubung tidak lama setelah panggilan.
"...."
Hening.
Lou Yan tidak mendengar pihak sana memulai percakapan, jadi dia hanya bisa memanggil untuk mewakili keheningan di telepon.
"Paman Ennma?" Panggil Lou Yan lembut.
"Hmm..."
Pihak sama menjawab dengan gumaman pelan dan sedikit dingin.
Seperti biasa, pikir Lou Yan.
"Biasakah paman Ennma bantu Yanyan untuk menghubungi penjaga diluar Villa. Ada teman Yanyan yang datang, Yanyan belum sempat mengatakannya pada penjaga dan sekarang teman Yanyan masih ada diluar, tolong bantu Yanyan katakan pada penjaga untuk membiarkan teman Yanyan masuk. Malam ini cukup dingin." Jelas Lou Yan dengan pelan.
Jia Yu: "...." siapa yang sebelumnya mengatakan malam ini tidak dingin.
"...."
Pihak lain tidak menjawab dan Lou Yan menjadi ragu.
Apakah dia terlalu berlebihan untuk memerintah paman Ennma. Bagaimanapun identitas pihak lain belum dikonfirmasikan dan Lou Yan agak khawatir dia menyinggungnya.
"....Baiklah." suara rendah pria diseberang tampak tenang dan tidak memiliki emosi.
Lou Yan menjadi lega dan mematikan paman Ennma tidak marah.
"Kalau begitu paman Ennma, maaf Yanyan merepotkan."
Mereka berbicara sebentar sebelum mulai menutup telepon.
Lou Yan baru saja menyelesaikan masalah dan dia menyenderkan kepalanya ke samping. Cukup lega.
"Siapa itu?" Jia Yu yang diam akhirnya membuka mulutnya.
Lou Yan meliriknya heran pada pria tampan yang dingin yang juga menatapnya samar.
"Tn.Ennma." Jawab Lou Yan tenang.
"Apa hubungannya dengan tuan muda?" Jia Yu masih bertanya.
Bulu mata pria itu sedikit diturunkan dan dia menyadari dia telah terlalu banyak bertanya dan ikut campur urusan pemuda didepannya. Bibir Jia Yu mengerucut. Dia merasakan sesuatu yang hilang, namun dia tidak tahu apa itu. Rasanya sangat tidak nyaman.
"Oh, lupakan." Katanya dengan sedikit dingin. Jangan ikut campur urusan orang lain, dan orang itu masih orang yang akan menjadi 'pendukungmu' dimasa depan.
Jari-jari giok pria itu saling bertaut dengan gelisah.
Ming Ru disebelahnya melihat reaksi aktornya yang tidak biasa. Dia hanya meninggalkan pria ini dengan tuan muda Yan sebentar, dan ada apa dengan perubahan yang mengguncang bumi ini?
Aktornya yang terlihat dingin dan selalu acuh tak acuh sebenarnya sangat cerewet hari ini?
Dan sejak kapan dia menjadi begitu peduli pada orang lain?
Ming Ru menyentuh dagunya dengan mata tajam yang berkilat, seolah telah menemukan rahasia yang besar dia menatap Jia Yu dan kemudian Lou Yan dengan tatapan aneh.
Senyum licik melintas dimatanya yang tertutup kacamata.
Ah... aku tahu itu.
Lou Yan juga merasa pria ini aneh, sebelumnya dia selalu merasa Jia Yu ini adalah orang yang dingin dan jarang berbicara, namun sekarang dia bahkan bertanya padanya tentang siapa orang yang menelpon barusan.
Namun karena dimasa depan dia akan memiliki kontak dekat dengan pria ini, dia masih menjawab dengan ramah.
"Paman Ennma adalah kepala pelayan di villaku."
Tangan Jia Yu yang berkutik dengan gelisah akhirnya melemah, entah kenapa ada perasaan lega di hatinya. Ternyata hanya kepala pelayan.
Tapi rasanya masih ada yang salah, kenapa pemuda itu berbicara dengan seorang kepala pelayan dengan begitu hormat dan sopan?
Faktanya bukan hanya Jia Yu yang curiga, bahkan Ming Ru yang tajam juga menyadari ada yang salah dengan nada tuan muda Yan ketika berbicara dengan orang ditelepon tadi.
Ucapannya tidak terdengar seperti memerintah seorang pelayan, malah terlihat seperti seorang junior yang dengan sopan meminta seniornya untuk mengambilkan sesuatu.
__ADS_1
Tapi Ming Ru adalah orang yang pintar, dia tidak berbicara sepatah katapun.
Hanya Wen Li yang diam-diam melirik tuan mudanya aneh. Apakah tuan muda menemukan sesuatu?