Sistem Kecantikan [Pendamping]

Sistem Kecantikan [Pendamping]
CHAPTER 18


__ADS_3

Lou Yan dan Wang Shima memandang kedalam ruangan itu dengan keterkejutan.


Tepat di depan mereka adalah sebuah ruangan besar dengan banyak pelayan pria dan wanita yang memakai jas dan rok rapi yang tampak formal.


Mereka berjalan dengan tertib dengan membawa beberapa gelas dan beberapa anggur, beberapa kereta makanan tertutup.


Lantai granite warna biru muda memantulkan kilau keputihan dan langit, dengan lampu kristal bertingkat.


Suasana disini tampak bermartabat dan penuh kemegahan. Sebuah tangga emas menuju ke lantai dua.


"Permisi dengan tuan muda Yan dan tuan muda Wang?" Seorang pria yang tampak elit dan tampan mendatangi mereka dengan kepala menunduk hormat.


"Ya?" Lou Yan memiringkan kepalanya bingung.


"Saya telah mendapat laporan dari manager bahwa dua tuan muda telah memesan kamar. Mari saya antar menuju ruangan dua tuan."


Pelayan itu membuat gerakan tolong yang tampak anggun dan hormat.


"Baiklah." Lou Yan tidak berpikir terlalu banyak.


Mereka baru berjalan beberapa langkah menuju lift, namun suara pria yang anggun dan menggoda datang dari belakang punggung mereka.


"Wah, apakah restoran ini akhirnya memiliki penghuni baru? Nampaknya kelas kita akan memiliki satu teman lagi." Suara itu terdengar bercanda.


Lou Yan dan Wang Shima reflek menoleh kebelakang.


Matanya menyentuh kejutan ketika dia melihat siapa orang yang berbicara.


Tap!


Tiga pria dengan masing-masing memiliki temperamen dan penampilan yang menakjubkan berjalan menuruni tangga emas yang dilihat Lou Yan.


Salah satu pria berambut hitam pendek dengan disisir rapi kebelakang dengan sedikit kilau memperlihatkan dahinya yang putih.


Matanya tajam dengan fitur wajah yang sangat tampan, terutama tubuhnya yang memiliki tinggi diatas 1,9 meter dan nampak terlatih.


Dia mengenakan setelan jas hitam dengan sepatu booth hitam militer yang tinggi mencapai lututnya.


Temperamennya yang dingin nampak acuh tak acuh dan seluruh tubuhnya mengeluarkan nafas yang tajam memberi kesan seorang penjahat yang kejam.


Disebelahnya seorang pria yang tak kalah tampan namun sedikit lebih halus dan cantik dengan mata tajam yang penuh godaan dan tubuh mengeluarkan hormon berjalan.


Dia mengenakan setelan jas hitam yang tampak acak-acakan, anting hitam ditelinga kiri, dan sepatu hitam mengkilap membuat bunyi ketika menepak lantai.


Senyum pria itu malas dengan sedikit roh jahat.


Kesannya pada pandangan pertama adalah seorang brandalan.


Dan orang inilah yang tadi berbicara santai.


Sedangkan pria satunya memiliki wajah blasteran, mata tajam warna biru langit, penampilan tampan dengan temperamen bangsawan disekujur tubuhnya.


Setelan jas hitam tampak rapi dengan giok putih ditengah dasi. Ada sebuah laptop ditangan kanannya.


Tingginya sekitar 1,85 meter, dan memiliki rambut pirang pendek disisir rapi.


Dia sedikit lebih lembut, namun matanya jelas terasing.


Ketiga pria itu menuruni tangga.


Mereka tidak lain adalah Jiang Muyi, Qu Mian, dan satunya adalah Galla Stefan.


Sebenarnya bukan hanya Lou Yan dan Wang Shima saja yang terkejut.


Mereka bertiga juga menatap mereka berdua dengan aneh, terutama ketika mereka melihat penampilan memukau Lou Yan.


Mata Qu Mian langsung cerah.


Seolah-olah dia telah menemukan sesuatu yang menarik.


Dia tanpa terburu-buru berjalan anggun menuju Lou Yan.


Tepat didepan, dia mulai membungkukkan tubuhnya dengan gerakan fasih yang mempesona, tangan kanannya membuat gerakan sambutan dan tangan kirinya berada didadanya.


Dia membuat salam seperti para bangsawan negara inggris.


"Cantik, bisakah tuan muda ini bertanya apakah kamu mau membiarkan tuan muda mencium tanganmu yang indah?"


Qu Mian bertanya dengan suara lembut.


Mata gelap yang menggoda dengan tubuh yang mengeluarkan nafas hormon pasti akan membuat siap pun merasa mabuk dan merasakan keinginan untuk menidurinya.


Mata Lou Yan berkedip polos.


Namun dalam hati dia mengutuk marah pria didepannya.


'Tak tahu malu!'


Namun kenyataannya dia malah menatap Qu Mian dengan ekspresi bingung. Matanya yang besar berkedip polos dan tak bersalah.


"Itu... untuk apa?" Dia memiringkan kepalanya sedikit dan bibirnya mengerucut.


Sangat imut!


Qu Mian merasakan tangannya gatal, ingin rasanya dia meremas pipi bulat pria cantik yang berhasil menarik perhatiannya itu.


"Untuk apa? Tentu saja karena tuan muda ini berencana mengundang untuk makan bersama denganmu cantik? Tidakkah kamu mau?" Dia mengedipkan matanya dengan menggoda.


"...." Lou Yan.


"...." Wang Shima.


"...." Jiang Muyi, Galla Stefan.


"Um... tapi aku berencana untuk pergi ke ruangan yang aku pesan belum lama ini. Dan aku juga membawa saudaraku untuk makan. Maaf, aku tidak bisa. Kamu tidak akan memaksa, kan?" Mata Lou Yan berkedip dengan basah.


Dia tampak murni dan patuh, terutama penampilannya yang cantik dan rapuh yang dapat membangkitkan simpati dan perlindungan siapa saja yang melihatnya.


Qu Mian mengangkat sebelah alisnya, melirik penuh arti pada Wang Shima yang tampaknya tidak terganggu.


Dia berkedip dan berkata dengan tenang.


"Kalau begitu cantik, kamu bisa membawa saudaramu ke ruanganku. Kebetulan kedua temanku ini juga berencana untuk makan bersama, bukankah lebih banyak orang lebih baik?" Katanya dengan nada yang tidak bisa ditolak.


"...." Jiang Muyi, dan Galla Stefan.


Lou Yan menatap tampa bisa berkata-kata pada pria didepannya.


Ciri khas playboy yang berkulit tebal dan sifat tak tahu malu adalah mereka yang kamu tolak namun tetap bersikeras.


Itu bukan berarti pria itu terlalu mencintaimu atau enggan berpisah denganmu.


Itu pasti karena kamu tidak cukup kejam dalam menolaknya sehingga membuat orang itu lebih keras kepala.


"Itu..." mata Lou Yan berangsur-angsur menjadi basah.


Dia menundukkan kepalanya sedikit dan menangkup kedua tangannya di depan dada.


"Maaf, bukannya aku tidak mau makan denganmu. Tapi aku memiliki penyakit alergi pada kebanyakan orang. Setiap kali aku bertemu terlalu banyak orang, itu membuatku ingin bersin. Aku... aku takut penyakitku akan menular. Jadi maaf, dan aku tidak tertarik pada pria genit. Aku memiliki bayangan masa kecil. Maaf, aku bersungguh-sungguh." Lou Yan memiringkan kepalanya dengan ekspresi bersalah.


Seolah-olah dia benar-benar merasa tidak enak untuk menolak ajakan pria didepannya.


Qu Mian: "...." pria genit??


Sudut mulut Jiang Muyi yang datar juga tidak bisa menahan lekukan. Melirik tenang Qu Mian, seolah mengejek nasibnya karena ini pertama kalinya dia melihat temannya di tolak.


Bahkan Galla Stefan yang biasanya tenang juga merasakan kedutan di sudut matanya.


Temannya yang dikenal playboy yang mencetak rekor yang tak pernah ditolak oleh siapapun, baik pria maupun wanita. Sebenarnya akan ada hari dimana seseorang berani menyebutnya genit?


Pria cantik ini sungguh berani.


Qu Mian hampir tidak bisa mempertahankan ketenangannya. Dia ingin berkata sesuatu, namun merasakan bayangan menutupi pandangannya.


Dia menatap kedepan.


Wang Shima berdiri didepan Qu Mian dengan ekspresi yang lembut, dia berbicara dengan tenang.


"Tuan muda Qu, Yan Yan baru saja mengatakan dia tidak bisa makan bersama anda. Lagipula aku dan Yan Yan datang kesini hanya untuk makan berdua. Anda tidak perlu repot-repot dengan kami. Kami tidak kekurangan uang untuk harus di traktir orang seperti tuan muda Qu. Aku harap tuan muda Qu tidak akan memaksa Yan Yan."


Dia memanggil Lou Yan dengan nada dan panggilan yang intim.


Seolah-olah mereka berdua memang sedekat ini dan menjadi saudara kandung.


"Yan Yan, ayo pergi. Kau pasti lapar, kan?" Wang Shima berbalik dan memang pinggang ramping Lou Yan dengan sangat alami.


Matanya dipenuhi cahaya kelembutan dan memanjakan.


Seolah-olah selain Lou Yan tidak ada orang lain yang dapat memasuki matanya.


Dengan gerakan ini tidak bisa lagi disebut saudara kandung. Mereka lebih seperti sepasang kekasih yang tengah jatuh cinta. Dengan pria itu memanjakan pacarnya dan membujuknya untuk makan.


Hal ini membuat Jiang Muyi dan Galla Stefan serta Qu Mian yang mengangkat alis karena tidak sengaja telah diberi makanan anjing oleh kemesraan kedua orang itu.


"Oke." Lou Yan tersenyum manis.


Dalam pikirannya seribu macam kotoran dilempar pada tubuh Wang Shima karena mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Jangan mengira dia tidak tahu apa yang dilakukan Wang Shima sekarang.


"Ayo pergi." Wang Shima memberi isyarat pada pelayan yang masih dengan senantiasa berdiri dengan menunduk dibelakang mereka.


Pada awalnya pelayan itu ingin menyapa hormat pada ketiga Qu Mian, karena itu aturannya. Namun karena kontroversi mereka membuatnya hanya bisa mundur untuk mengamankan diri dengan pura-pura tidak terlihat.


"Baik tuan muda. Tolong." Pelayan itu sedikit menunduk untuk memberi hormat pada ketiga Qu Mian dan mulai berjalan membimbing Lou Yan dan Wang Shima menuju lift.


Menekan tombol 4.


Lift perlahan menarik diri ke atas tampa suara.


Setelah sampai di lantai empat. Pintu lift terbuka.


Lou Yan melihat kedepan dengan ekspresi tenang, namun dia telah berkomunikasi dengan sistem.


Karena sistem baru saja mengingatkan bahwa dia harus memeriksa mall segera jika ada sesuatu yang ia butuhkan.


Lou Yan hanya mengatakan nanti.


Pelayan mengirim mereka berdua menuju tangga, setelah menaiki 7 tangga, Lou Yan melihat betapa luasnya tempat ini atau restoran ini.


Kemudian langkah kaki seseorang membuat pelayan didepannya berhenti.


Pelayan itu berbalik dan menunduk dengan hormat dan terlihat sangat ketakutan.


"Tuan muda Donald."


Lou Yan berbalik, begitu pula Wang Shima yang mengangkat alis.


Kemudian mereka berdua saling memandang dengan kejutan yang lebih besar.


Tidak jauh dari mereka, sekumpulan orang berjalan dengan momentum yang kuat dan mengerikan.


Selusin pria kuat yang tingginya diatas 1,9 meter berjalan dengan setelan jas hitam. Wajah mereka tampak asing yang berbeda dengan orang China. Masing-masing mengenakan kacamata hitam membuat mereka lebih angkuh.


Ditengah-tengah kelompok, seorang pria asing yang terlihat sangat tampan dengan nominal 99 poin berjalan dengan langkah malas.


Kulitnya putih seperti porselen, wajah tampan seperti diukir sama persis dengan dewa yunani kuno.


Pakaian yang dikenakan pria tampan asing itu adalah pakaian sekolah SMA Elit Young Lan dengan lambang diagram bintang lima disisi kanan.


Rambut hitamnya yang lembut dan alami disisir rapi ke belakang, bergoyang sedikit. Menampilkan dahinya yang putih membuat dagunya tampak lebih tajam dan tampan.


Matanya tajam dan tenang.


Warna matanya sangat istimewa, yaitu emas yang lanka.


Berdiri didepannya, matanya membuat orang sepertinya bisa melihat melalui segalanya dan pandangan merendahkan khas seorang pria dengan temperamen raja membuat kamu tidak lebih dari seekor semut yang merangkak dan tidak layak disebut.


Bahkan momentum selusin dari pria kuat ditekan dengan aura milik pria tampan di tengah. Tampak sangat megah.


Para pria kuat di sekelilingnya menjadi tampak biasa dibandingkan pria tampan asing itu. Dan mereka sepertinya juga menjaganya seperti leluhur kecil mereka.


Pria tampan asing itu mendapat sambutan pelayan, namun dia bahkan tidak melirik mereka. Sekelompok orang itu berjalan menuju depan dengan pandangan lurus, dimana sekumpulan kotak ruangan berada.


Mereka berhenti didepan kotak ruangan no 01.


Kemudian sepuluh pria kuat berdiri didepan pintu dan dua lain mengikuti pria tampan asing dengan hormat dan memasuki ruangan.


"Orang itu..." Wang Shima menyipitkan matanya ragu-ragu dan curiga.


Benar saja tebakannya, tempat ini memang tempat khusus yang dibuat untuk para murid di kelas khusus.


"Apakah kamu mengenalnya?" Dia bertanya penasaran sambil terus berjalan mengikuti pelayan.


"Tidak juga. Aku pernah melihatnya sekali di pesta penyambutan para petinggi sekolah beberapa bulan yang lalu."


"Orang itu memiliki latar belakang yang sangat kuat. Tidak ada yang tahu dari mana asal keluarga pria itu selain para murid kelas khusus sendiri. Namun aku melihat dengan mataku sendiri bagaimana bahkan 10 keluarga teratas China beserta kepala keluarga Long memperlakukan pria itu dengan sangat hormat dan menyanjung."


Lou Yan agak sedikit terkejut. 10 kepala keluarga besar itu benar-benar memperlakukannya dengan hormat.


Lou Yan agak penasaran dengan identitas pria itu.


Tidak dapat menahannya, jadi dia meminta sistem untuk menyelidikinya.


"Tuan muda Yan, tuan muda Wang. Kita telah sampai di kotak ruangan yang anda pesan." Pelayan itu membungkukkan tubuhnya dan menunjuk kearah ruangan yang ada didepan mereka.


Nomor '17' dengan warna emas yang diukir didepan pintu besi.


"Baiklah, terima kasih." Wang Shima tersenyum lembut dan memberikan beberapa lembar uang yang cukup tebal ke pelayan.


Setidaknya ada lebih dari 10.000 yuan.


Pelayan itu juga berterima kasih dengan sopan, bagaimanapun adalah hal biasa bagi anak orang kaya yang terpelajar dan bangsawan sepertinya memberikan tip pada seorang pelayan.


Kebiasaan ini diterapkan sejak dirinya masih kecil, begitupun anak-anak bangsawan lain.


Itu bukan karena mereka ingin bertingkah sok keren atau pamer.


Namun untuk menunjukkan keramahan mereka melalui amal, menjaga reputasi yang baik didepan orang lain.


Ingat, anak-anak bangsawan disekolah ini selalu menjaga citra didepan publik.


Lou Yan tersadar dari lamunannya dan tersenyum terima kasih.


Pelayan itu membukakan pintu ruangan melalui kartu milik Lou Yan yang telah dipindai oleh cahaya laser samping pintu.


Pintu terbuka otomatis dan menampilkan kemewahan ruangan yang dipesan.


Mereka kedua masuk dan pelayan itu tidak langsung pergi. Dia juga ikut masuk setelah meminta izin.


"Silakan dua tuan memesan melalui layar ditengah meja yang ditampilkan banyak jenis makanan pembuka, penutup maupun minuman yang tersedia di restoran kami."


Diruangan yang besar dan mewah itu, terdapat selusin kursi mewah seperti singgasana kerajaan yang terbuat dari kayu terbaik dengan diukir dengan kualitas terbaik. Warna cokelat dan emas yang terpadu dan bantal lembut dibawahnya untuk memastikan kenyamanan para tamu.


Meja terbuat dari pasir emas yang diluar sana sama mahalnya dengan emas asli dibuat menjadi sebuah meja persegi panjang dengan layar kecil seperti i-ipad yang menampilkan nama-nama makanan dan minuman yang tersedia di Restaurant ini.


Dari yang paling mahal, yang paling enak dengan sebuah gambar makanan dan minuman sendiri untuk menggoda selera para tamu untuk memesan.


Dari masakan barat, masakan China, hingga hidangan laut seperti lobster yang populer dilingkaran atas.


"Disini juga menyediakan anggur kualitas terbaik. Jika dua tuan menginginkannya, anda dapat mengetuk pesan dan mengirimkannya melalui layar tersebut, dan anda menyebutkan pesanan minuman kesukaan anda."


"Karena dua tuan muda telah paham dengan sistem restoran kami. Maka saya akan pamit untuk pergi. Semoga anda menikmati makanannya." Pelayan itu menunduk dengan hormat dan anggun.


Lou Yan menganggukkan kepalanya.


Pelayan itu pergi meninggalkan ruangan dan pintu menutup otomatis.


Ruangan ini kedap suara dan karena tidak ada yang berbicara, susana menjadi canggung hanya dengan dua orang.


Lou Yan tidak peduli.


Dia diam-diam melihat sekeliling dengan ekspresi samar.


Ada tujuh lampu kristal kecil yang mengelilingi satu lampu kristal besar dan itu bertepatan di tengah ruangan.


Lantai ruangan terbuat dari granite warna biru kehijauan, ada bar kecil disisi pintu masuk, akuarium yang berisi ikan-ikan lanka yang diangkut melalui kapal laut dari seluruh dunia.


Ruang tamu dengan sofa putih yang mahal, meja kaca hitam transparan, pot bunga phoeni putih palsu yang mekar di beberapa tempat terbuat dari plastik khusus dengan wangi parfum mewah khas negara Dubai. Harum semerbak mengelilingi ruangan.


Dapur itu terlihat melalui kaca, ada kulkas berisi bahan, berbagai jenis barang yang digunakan untuk memasak ditempatkan di masing-masing tempat. Ini merupakan dapur pribadi.


Ada tiga pintu, satu pintu kamar utama yang setara suit presidential di hotel bintang sepuluh. Yang satu kamar tamu yang tidak kalah dengan kamar utama, dan yang lain bertulisan 'mini market'.


"Apa yang ingin kamu makan?" Wang Shima kembali ke sikap tenang nya. Dia bertanya ringan.


Lou Yan ikut duduk dan melihat menu di layar kecil.


Kemudian mulai memesan.


Ketika dia melihat harga makanan dan minuman yang tertera disana, dia hampir tidak dapat mempertahankan ketenangannya.


Dia merasa tercengang.


Makanan apa ini yang satu porsi saja mencapai beberapa juta yuan?


Apakah ini makanan emas yang legendaris?


"Itu..." batuk.


Lou Yan menahan diri untuk mengutuk dan menanyakan betapa mahalnya harga makanan disini.


Dia tidak bisa mengatakannya karena itu sangatlah memalukan. Dia sekarang berperan sebagai anak dari keluarga besar, harga makanan disini bagi mereka mungkin tidak ada apa-apanya.


Jadi dia hanya dengan tenang mulai memesan. Uang yang dia miliki cukup banyak, jangan khawatir tidak bisa membayar.


Tunggu.


Tangan Lou Yan berhenti diudara.

__ADS_1


Tiba-tiba dia teringat bahwa dia belum menyelesaikan beberapa tugas yang dibuat sistem untuknya.


"Yan, apakah kau belum memesan sesuatu?" Wang Shima menyipitkan matanya ragu.


"Saudara Wang, aku akan pergi ke toilet sebentar." Dengan tergesa-gesa Lou Yan berlari menuju kamar utama dan pergi ke toilet.


Setelah menutup pintu kamar mandi, dia memanggil sistem.


"Status."


________


[ Nama: Lou Yan


Status: Tuan Muda Kedua Keluarga Lou. Tuan Rumah dari Sistem Pendamping [Kecantikan]


Umur: 17 Tahun (22 Tahun)


Tinggi Badan: 170 cm


Berat Badan: 49 kg


Kepintaran/EQ: 132 (200+) (+)



Ctt: Dibutuhkan 2 poin pengalaman untuk meningkatkan.


Kekuatan: 67 (1000 max) (+)



Ctt: Dibutuhkan 1 poin pengalaman untuk ditingkatkan.


Golongan Darah: ( O )


Hobi: Acting


Sifat: Tenang, licik, narsis, percaya diri, perhitungan, perut hitam.


Keterampilan: Pesona Langit, Mata Langit, Suara Puteri Duyung, Keterampilan Kedipan Mata, Otak Super Genius, Mengemudi Profesional, (didapat dari sistem)


Julukan: Rubah berpakaian Kelinci, Tuan Muda Porselen yang Menghitam (didapat setelah terlahir kembali).


Kecantikan: 97 (000/100) (+)



Ctt: Dibutuhkan 100 poin kecantikan untuk ditingkatkan.


Poin Kecantikan: 116


Poin Pengalaman: 127


Hadiah: Lamborghini Poison, Cincin Pemandu, Gedung Wing Stone, Rumah England Ibukota, Roll-Royce Phantom, Gedung Her FinaNcing, Perusahaan Ai Yusshi, Bar WQ STAR, 10% saham Grup Shiren, Villa Georyua Distrik A Ibukota, 3% saham Grup Vigan Pharless.


Penyimpanan: -


Tugas: (tekan panel)


Mall: (tekan panel) ]


_________


Lou Yan kemudian meminta sistem menampilkan tugas yang belum diselesaikan.


"Sistem, tampilkan tugas yang belum aku selesaikan. Oh, juga misi khusus yang belum dikerjakan."


[ Baik. ] sistem menjawab dengan dingin.


Ding!


[ Tugas: Bantu aktor Jung Syuk menyelesaikan skandal di internet.


Hadiah: —


Hukuman: Rambut Rontok! ]


...


[ Misi khusus:



Dapatkan uang 20 juta yuan dengan kemampuan sendiri.



Hadiah: Acak.



Kumpulkan 15 mobil sport yang harganya diatas10 juta yuan dan foto menggunakan kamera sistem.



Hadiah: Acak.



Makan makanan disebuah restoran terbaik di kota anda, dan biaya seluruh makanan harus diatas 50 juta yuan.



Hadiah: Acak.



Datang ke sekolah dengan mobil yang harganya diatas 100 juta.



Hadiah: Acak.



Beli kapal mewah dengan harga diatas satu miliar dan buat pesta generasi kedua kaya dengan diiringi lima helikopter mewah.



Hadiah: Acak.



Beli saham sebuah perusahaan ternama dengan nilai pasar mendekati satu trilliun yuan. Paling sedikit yaitu 5% saham perusahaan tersebut.



Hadiah: Acak.



Akuisisi sebuah perusahaan yang nilai pasarnya mencapai ratusan miliar yuan.



Hadiah: Acak.



Cari 100 orang dengan kesehatan terbaik dan memiliki kekuatan dan tubuh diatas rata-rata, biarkan mereka menjadi pengawal.



Hadiah: Acak.



Mendapat gelar pangeran sekolah.



Hadiah: Acak. ]


________


Ding!


[ Terdeteksi tuan rumah telah menyelesaikan salah satu tugas misi khusus: Datang ke sekolah dengan mobil yang harganya diatas 100 juta.


Hadiah:



150 juta yuan


Pesona Rubah


15 poin pengalaman ]



________


Lou Yan sedikit terkejut.


Dia menyelesaikan misi khusus.


Namun kemudian dia teringat reaksi para siswa dan direktur. Dia memiliki pemahaman tertentu.


Namun Lou Yan sedikit kecewa.


Hadiah misi kali ini jauh lebih sedikit dari sebelumnya.


Tapi...


"Sistem, apa itu pesona rubah?" Kenapa dia memiliki firasat buruk kali ini.


Lou Yan menyipitkan matanya curiga.


Ding!


[ Pesona Rubah:


Pesona ini membuat tuan rumah terlihat semakin cantik dan memikat, sesuatu yang dimiliki oleh sosok rubah yang menggoda.


Setiap tindakan tuan rumah dapat membangkitkan gairah orang-orang yang melihatnya.


Peringatan!


Kemampuan ini sangat berbahaya, karena dapat membuat seseorang memilki obsesi tertentu pada tuan rumah. Terutama tubuh tuan rumah.


Kemampuan ini dapat diaktifkan dan dinon-aktifkan sesuai keinginan tuan rumah. ]


Seluruh tubuh Lou Yan kedinginan.


"Kemampuan macam apa ini? Bagaimana bisa sistem memberikan kemampuan yang begitu berbahaya padaku?"


Sistem yang rusak ini—


Tubuh Lou Yan menggigil ngeri.


Membuat seseorang memiliki obsesi padanya?


Bagaimana jika orang itu adalah seorang bajîngan? Atau pedofil, bahkan bisa saja seorang psikopat atau pembunuh?


Bukankah sistem akan menempatkan bahaya didirinya?


[ Tuan rumah, sistem telah memberikan peringatan pada tuan rumah. Tolong jangan diaktifkan jika tuan rumah tidak memerlukannya. Mungkin dimasa depan akan berguna. ]


Berguna?


Lou Yan langsung memarahi.


"Persetan, apa kamu mengatakan kamu mulai meragukan penampilanku? Perlukah aku menggunakan pesona rubah untuk memikat seseorang disaat wajahku cukup menggulingkan sebuah negara?"


"Aku hanya perlu mengedipkan mataku untuk membuat para wanita dan pria mengantri mengelilingi seluruh sekolah ini." Katanya dengan percaya diri.


Jika sistem memiliki mata, dia akan memutar matanya malas.


[ Tuan rumah, baru saja anda bertemu pria tampan asing dengan para pengawalnya. Apakah kamu melihat bahwa pria tampan itu bahkan tidak melirikmu? Kau tahu kenapa? Itu karena pesonamu kurang dan kecantikanmu juga tidak dapat membuat pria itu menyapamu. ]


"...." Lou Yan.


Meskipun itu nyata, masih menyakitkan mendengarnya.


Lou Yan enggan untuk mengalah.


"Lalu bagaimana jika pria itu mengabaikannya? Siapa tahu apakah pria itu normal atau tidak. Dia mungkin tipe 'kecantikan gunung es', atau president yang sombong dan dingin." Gumamnya dengan suara pelan, namun nadanya masih ketus.


[ Tuan rumah benar, mungkin pria itu memang tipe orang yang dingin dan sombong. Tidak seperti tuan rumah yang berperan seperti bunga phoeni yang rapuh dan lemah, ada juga sifat tuan rumah yang naif. Sangat cocok dengan penampilan tuan rumah yang seperti porselen. ]


Lou Yan ditusuk di titik sakit nya oleh sistem rusak itu.


Dia segera tidak bisa mempertahankan sikap polos dan lembut, dan segera membalas.


"Sistem rusak, katakanlah kamu sedang mengutukku, apakah kamu ingin bertarung? Jika kamu berani katakan sekali lagi!" Dia hampir ingin menendang pintu disampingnya.


[ Sistem tidak memiliki tubuh, dan sistem tidak dapat bertarung. ] suara perempuan logam dingin itu berbicara.


"Heh, aku tahu itu!" Lou Yan langsung mencibir.


[ Namun bukan berarti sistem akan membiarkan tuan rumah menghina sistem. ]


Lou Yan mengerutkan kening, dia menjadi waspada.


"Apa maksud—" ucapan Lou Yan disela oleh suara pemberitahuan atau pesan.


Ding!


[ Tugas: Melakukan s*x dengan Tn.Donald Phantom selama 4 jam penuh.


Batas waktu: 1 hari


Hadiah: —


Hukuman: Semua hadiah sistem sebelumnya akan diambil kembali, dari kemampuan sampai properti dan aset tuan rumah. ]


Lou Yan tertegun.


Dia menatap kosong pada panel sistem yang menampilkan tugas yang harus diselesaikan.


Dia segera merasa marah dan hampir ingin meledakkan kepalanya pada kusen pintu.


"Bajîngan! Fućk! Sistem rusak, sistem error! Kamu mencari pemukulan!"


"Sistem keluar dan jelaskan apa maksud tugas ini. Apa-apaan itu sèx?!!"


Lou Yan terengah-engah karena marah.


Dia baru menyadari berapa menjengkelkannya dan gilanya sistem yang error ini.


Jika saat ini saja dia sudah diberikan tugas yang begitu mengerikan, bagaimana dengan dimasa depan?


[ Tuan rumah harus memenuhi tugas sistem . Jika tidak, hukuman itu akan menanti tuan rumah. Semua properti, kemampuan, dan juga pemberian sistem akan diambil kembali termasuk uang dan hadiah lain. ] suara sistem begitu dingin sehingga itu membuatnya semakin menjengkelkan.


Lou Yan semakin marah.


"Tapi kenapa harus melakukan sèx dan bukan tugas yang lain?! Bisakah ini diganti?" Suara Lou Yan hampir melemah.


[ Tidak. ]


[ Dalam waktu satu hari, tuan rumah harus sudah menyelesaikan tugas ini. Jika tidak, sistem akan menghukum tuan rumah. ]


"Tapi, tapi..." Lou Yan merasa sangat sulit di hatinya.


Ini pertama kalinya dia merasakan ketidakberdayaan dalan hidupnya.


Walaupun dulu dia hidup miskin dan serba kesulitan, Lou Yan selalu pantang menyerah. Dia bekerja keras untuk membuat dirinya hidup lebih baik.


Namun sekarang diberitahu padanya yang seorang anjing lajang selama 22 tahun untuk melakukan sèx pertamanya karena tugas sebuah sistem.


Lebih parah pasangannya sendiri seorang pria yang jelas tampak lebih muda darinya.


Bisakah ini masuk akal?


Lou Yan tidak tahu harus berkata apa.


Marah? Tentu saja marah.


Namun dia juga tidak mau kehilangan semua hal yang diberikan sistem padanya dengan susah payah.


Dulu dia hidup penuh kekurangan, dia selalu bermimpi menjadi kaya dalam semalam dan sistem ini telah mengabulkannya.


Walaupun keluarga Lou juga sangat kaya. Namun sistem juga sangat dibutuhkan olehnya.


Anggap saja dia serakah untuk semua kenikmatan hidup diberikan di hidupnya sekarang.


Sistem sangat kuat dan dia juga ingin menjadi kuat.


Sistem dapat membuatnya menjadi kaya dalam semalam, dan sangat jelas dia juga ingin menjadi semakin kaya. Ratusan juta belum cukup.


Sistem dapat menjadi dukungan terkuatnya yang bahkan keluarga Lou sendiri tidak dapat menandinginnya.


Seolah tahu kesulitan Lou Yan, suara dingin perempuan logam terdengar di telinga Lou Yan.


[ Tuan rumah adalah pemilik dari sistem kecan... pendamping. Di masa depan, dengan dukungan sistem. Anda akan menjadi ekstensi yang kuat dan tiada tanding. ]


[ Umur tuan rumah yang sebenarnya juga diatas 20 tahun. Bukankah ini hanya melakukan sèx dengan seorang pria? Dimasa depan akan ada lebih banyak pasangan yang mungkin menemani perjalanan tuan rumah menuju puncak rantai makanan dunia ini. Sebelum itu tuan rumah harus menyiapkan dirinya sendiri. Menjadi lebih dewasa dan tenang. ]

__ADS_1


Kabut di pikiran Lou Yan segera hilang setelah mendengar ucapan sistem.


Ya, sistem benar.


Dia sekarang bukankah Lou Yan yang dulu.


Bukankah itu hanya tidur dengan seorang pria?


Dengan fisiknya yang sekarang, dia lebih cocok memiliki pasangan seorang pria.


"Tapi sistem... apa Tn.Donald yang kau maksud itu pria tampan asing bermata emas itu?" Dia bertanya ragu-ragu.


[ Ya. ]


Lou Yan menghela nafas.


Setidaknya pria itu memiliki penampilan yang sempurna sebagai seorang pria. Dia saja sampai iri melihatnya.


Lou Yan tidak memikirkan apa-apa lagi. Dia sekarang hanya ingin menyelesaikan tugas lebih cepat.


...


Setelah Lou Yan keluar dari kamar mandi dan menjelaskan pada Wang Shima bahwa perutnya sakit. Dia mulai memesan makanan.


Beberapa menit pelayan itu mengetuk pintu.


Lou Yan menyentuh tombol biru di layar dengan kata 'Buka'.


Dan pintu terbuka otomatis.


Setelah pelayan menyajikan makanan dan langsung pergi.


Lou Yan menatap lapar pada semua makanan yang dihidangkan di meja.


Namun dia tiba-tiba memiliki ide.


"Saudara Wang. Aku ingat sesuatu yang sangat penting, bisakah aku pergi sekarang? Aku akan membiarkan pelayan mengirim bill-nya dan membayarnya langsung." Ekspresi Lou Yan tampak cemas, seolah-olah ada keadaaan darurat yang harus dia selesaikan.


Wang Shima terkejut.


Dia menatap ekspresi cemas Lou Yan dengan curiga. Orang ini baik-baik saja tadi dan sekarang dia nampak sangat terburu-buru.


"Apakah kamu tidak ingin makan dulu?"


Wang Shima bertanya dengan hangat.


"Tidak perlu, saudara Wang makan saja. Aku harus pergi sekarang. Jangan menungguku, karena aku mungkin tidak akan kembali ke sekolah hari ini." Lou Yan bergegas pergi sebelum sempat Wang Shima menjawab.


Senyum lembut Wang Shima langsung luntur begitu Lou Yan keluar dari ruangan.


Dia mengerutkan keningnya dengan tatapan kompleks.


'Hal apa yang terjadi begitu membuat pria ini begitu cemas?' Sampai mengabaikan makanan yang jelas ia sukai.


Entah kenapa ada firasat buruk yang tertahan dalam hati Wang Shima.


Makanan yang tampak harum dan menggugah selera orang membuatnya sulit di makan sekarang.


Sangat masam.


....


Lou Yan berjalan dengan tenang menuju ruangan yang didepannya terdapat sepuluh pengawal berjas hitam dan tampak kuat.


Dia diberhentikan oleh mereka.


Salah satu pria kuat yang tampak kejam berkata dingin tanpa emosi pada Lou Yan.


"Ruangan ini adalah milik tuan kami. Anda sebaiknya pergi dan jangan membuat masalah disini. Kalau tidak, kami akan secara paksa menyeret anda pergi dari restoran kami."


Lou Yan mengedipkan matanya polos.


Dia diam-diam kagum dengan yang namanya pengawal elit yang legendaris ini.


Tubuhnya tinggi, otot kuat, dan wajah dingin acuh tak acuh. Mirip seperti para pengawal di keluarga Lou. Namun pengawal ini sepertinya lebih kuat dari no.45.


"Tuan, saya disini hanya ingin bertemu dengan tuan muda anda. Saya ingin mengundang tuan muda anda ke pesta ulang tahunku. Jika bisa, bolehkan saya masuk kedalam ruangan?" Tatapan Lou Yan tampak murni dan tidak bersalah.


Namun disisi lain semua pengawal disana merasa tercengang dengan perkataan berani pria cantik di depan mereka.


Mengundang tuan muda ke pesta ulang tahun?


Pengawal didepan hampir tidak bisa menahan diri untuk menendang pria cantik itu.


"Betapa berani!" Pengawal itu menatap marah dan dingin pada Lou Yan.


Lou Yan pura-pura tersentak dan mundur ketakutan. Matanya yang besar penuh dengan air mata.


Pengawal itu tidak berhenti disana.


Dia masih merasa sangat marah.


"Apakah kamu tahu apa yang kau katakan? Beraninya kau ingin mengundang tuan kami kedalam lingkaran anda. Kamu tidak layak untuk tuan muda, jangan menggoda tuan muda kami!"


"Pergi dari sini." Sepuluh pengawal itu mengelilingi Lou Yan dan berencana untuk menendang pria tak tahu malu yang menggoda tuan muda mereka dengan alasan pesta ulang tahun.


Sudut mulut Lou Yan berkedut.


Dia hampir tidak bisa mempertahankan kepolosannya.


Orang-orang ini kenapa tidak bisa bersikap lunak sedikit?


Awalnya dia mencemooh sistem karena mengatakan pesonanya masih kurang, nampaknya perkataan sistem memang benar.


Lou Yan menurunkan kepalanya dan dipermukaan dia nampak sedih dan takut. Tubuhnya gemetar dan tampak tak berdaya.


Namun raut wajah Lou Yan di bawah dipenuhi kebencian terhadap besi dan baja.


Hanya ada satu pikiran dibenaknya sekarang.


Tingkatkan pesona dan kecantikan!


"Tuan, aku... aku benar-benar hanya ingin mengundang tuan muda anda ke pesta ulang tahunku. Ini permintaan ayahku. Aku... aku anggota keluarga Lou." Dia berkata dengan ekspresi gugup. Seolah-olah dia takut para pria kuat itu akan melakukan sesuatu padanya.


Ekspresi pengawal yang memimpin itu berubah dalam sekejap setelah mendengar nama 'Lou'.


Para pengawal juga memiliki ekspresi yang sama.


"Kau anggota keluarga Lou?" Ekspresi pengawal itu menjadi serius.


Lou Yan buru-buru mengangguk, dia tampak gugup dan takut.


"Ini... ini kartu namaku." Lou Yan mengeluarkan kartu identitasnya dan menunjukkannya.


Melihat warna hitam pada kartu tersebut membuat ekspresi para pengawal nampak lebih halus.


Lou Yan menundukkan kepalanya dan ekspresinya tampak gelisah dan matanya diam-diam menatap lantai.


Namun dalam hati, dia telah menyiapkan banyak rencana cadangan jika rencana kali ini gagal.


Para pengawal itu saling memandang sebentar. Sebagai pengawal elit, mereka tahu tentang keluarga Lou.


Lagipula keluarga Lou sama-sama keluarga besar memimpin perekonomian dunia bersama dengan keluarga raksasa lain.


Orang didepan mereka mengatakan sebagai anggota keluarga Lou, walaupun mereka semua pengawal elit, mereka tetap harus menghormati pria cantik didepan mereka.


Satu-satunya orang yang dipanggil ayah oleh pria cantik ini cukup berani mengajukan undangan pada tuan muda. Selain kepala keluarga Lou, dan para tuan keluarga Lou, tidak ada yang cukup berani untuk mengundang tuan muda mereka.


Para tuan dari keluarga Lou dikabarkan belum menikah apalagi memiliki anak, jadi pria cantik didepan mereka harus menjadi tuan muda keluarga utama Lou. Putera kepala keluarga Lou.


Status mereka hanya pengawal elit, sedangkan pria cantik didepan mereka memiliki status dan kedudukan yang setara dengan tuan muda mereka.


Tidak peduli apa, mereka harus memberikan wajah pada keluarga Lou.


Jika sampai berita tentang seorang pengawal elit dari keluarga phantom bertindak kasar pada salah satu tuan muda dari keluarga Lou.


Tuan pertama keluarga Lou, Lou Qiunchang yang terkenal berdarah dingin itu mungkin akan memimpin pembunuh bayaran untuk mencungkil mata mereka dan membuang mayat mereka pada hiu di samudera pasifik.


Itu akan menjadi awal yang mengerikan.


Dibandingkan dengan nyawa 10 pengawal elit, kedudukan keluarga Lou sangat jelas dihati kepala keluarga mereka.


Kemudian pengawal yang memimpin berbicara pada Lou Yan.


Sikapnya jauh lebih baik dari pada permusuhan diawal tadi.


Dia juga memanggil Lou Yan tuan muda.


"Tuan muda Lou, anda menunggu disini. Saya akan melapor pada tuan muda."


"Baiklah." Lou Yan mengangguk dengan ekspresi lega.


Tiga menit kemudian.


"Tuan muda, anda bisa masuk sekarang. Tuan muda kami telah menunggu anda didalam." Pengawal itu keluar dan meminta Lou Yan memasuki ruangan.


Lou Yan menurut.


Setelah masuk, dia memperhatikan dekorasi ruangan ini tidak berbeda jauh dari ruangan miliknya, hanya warna disini didominasi warna hitam dan abu-abu.


Lantai ruangan terbuat dari granite warna ungu kehitaman, dengan campuran warna biru dan membuatnya lebih misterius.


Berjalan mengikuti pengawal.


Dia kemudian memasuki sebuah ruangan dimana Lou Yan melihat seorang pria asing yang sangat tampan sebelumnya.


Pria itu duduk dengan malas dan udara disekitarnya nampak terdistorsi dan dingin. Matanya menutup seperti seorang raja yang duduk ditakhta-nya dan memimpin kerajaan.


Seorang yang terlahir sombong dalam tulang dan bangga diantara alisnya.


Dia adalah Donald Phantom, tuan muda dari keluarga teratas dalam daftar Phantaminum.


Ayahnya kepala keluarga Phantom, yang merupakan pemimpin dunia bawah diseluruh Eropa.


Keluarga Phantom memiliki ratusan anak, baik itu haram, anak angkat maupun keturunan asli.


Namun diantara anak-anak itu, hanya Donald Phantom lah yang berhasil mendapat dukungan ayahnya, dan menunjukkan betapa hebatnya kemampuannya yang membuat orang nomor satu Eropa yaitu Ericsson Phantom mendukungnya.


Donald Phantom membuka matanya, seolah-olah dia menyadari kedatangan Lou Yan.


Namun mata itu tidak langsung meliriknya, melainkan dia mengambil gelas kaca ber-hak tinggi dan seorang pengawal membuka botol berisi anggur mewah dan menuangkannya.


Ada dua pengawal dibelakang pria tampan itu, satu yang baru saja menuangkan anggur, satu lagi memiliki tubuh yang sedikit lebih kurus.


Ada juga beberapa orang yang tengah duduk malas tidak jauh dari pria tampan asing.


Masing-masing dari orang yang duduk disana mengeluarkan aura yang sama kuat dan bangsawan. Pada pandangan pertama itu bukan orang biasa.


"Katakan, apa yang kau inginkan?" Suara dingin dan tenang pria itu bergema di ruangan yang sunyi dan mewah.


Mata Lou Yan menunjukkan ekspresi polos.


"Tuan muda Donald, aku datang kesini untuk mengundang anda ke pesta ulang tahunku lusa. Apakah anda keberatan untuk datang nanti?" Mata Lou Yan yang murni menatap lurus kearah pria tampan dengan penampilan menakjubkan itu.


Lou Yan harus mengakui bahwa dia yang seorang pria saja juga merasa sangat kagum dan iri pada penampilan sempurna pria didepannya.


"Pfftt— Ulang tahun?" Kali ini suara pria yang lembut datang dari sekumpulan orang yang duduk tidak jauh dari Donald.


Entah itu ilusi, Lou Yan merasa nada pria itu terdengar main-main.


Lou Yan diam-diam melirik. Dan segera dia merasa takjub.


Pria itu duduk dengan sikap elegan, wajahnya yang tampan dan cantik tampak halus dan putih seperti porselen. Rambut merah seperti sutera tampak panjang sampai pinggang, dibiarkan tergerai indah.


Senyumnya lembut namun terkesan dibuat-buat. Mata rubah berwarna merah menatapnya main-main dengan menggoda.


Satu pikiran Lou Yan digabungkan.


Pria yang sangat cantik, dan... seorang playboy yang centil.


Lou Yan sangat yakin tentang pendapatnya.


Selanjutnya adalah seorang pria yang mengenakan pakaian khas bangsawan dari negara Dubai.


Wajah pria itu sangat tampan dan halus, warna kulitnya putih porselen dengan mata biru yang tenang dan lembut. Seluruh orang tampak mengeluarkan aura bangsawan yang kuat dan melihatnya akan membuat seseorang merasakan ketenangan pikiran.


Rambut emas pria itu panjang sampai punggungnya dan diikat kebelakang, dua anting dengan bandul terbuat dari bulu rubah.


Sarung tangan hitam, dan dia memegang buku kecil ditangannya.


Seluruh orang tampak sangat berpendidikan dan elegan.


Yang terakhir adalah pria yang memakai pakaian khas anggota kerajaan inggris, sebuah tuxedo biru dengan jubah hitam tanpa lengan, sepatu booth warna hitam sampai lutut.


Wajah pria itu juga tidak kalah menakjubkan dari teman yang lain.


Terutama mata ungu terang seperti aurora di malam yang dingin. Mata ungu sangat langka, hanya orang yang memiliki darah kerajaan inggris yang akan mewarisi mata ini.


Mata ungu merupakan simbol keagungan penguasa tertinggi negara inggris.


Ketiga pria ini berbahaya.


Terutama, Lou Yan melirik Donald Phantom.


Walau begitu...


Tapi dia masih menjawab sambil tersenyum lembut: "Ya."


Pria cantik berambut merah menatapnya penuh arti. "Cantik, senyummu membuatku mabuk." Katanya sambil mengedipkan matanya.


Tubuh Lou Yan menggigil. Ada apa dengan pria ini?


Sesama pria cantik tidak perlu saling menggoda, kan? Itu membuatnya merinding.


"Roger." Suara pria itu dingin dan memanggil.


Lou Yan langsung tersadar dan tatapannya kembali diarahkan pada pria tampan asing bernama Donald yang baru memanggil.


Pengawal yang satunya segera menanggapi ketika tuan mudanya memanggil namanya.


"Baik, tuan muda."


Lou Yan mengangkat alisnya ketika melihat pengawal yang menjawab itu memegang sebuah i-ipad. Entah kenapa dia merasakan firasat buruk.


Pengawal itu berbicara dengan suara tenang dan didengar semua orang.


"Nama, Lou Yan. Umur, 17 tahun. Tinggi badan 170 cm, berat badan 49 kg. Merupakan tuan muda kedua dari keluarga utama Lou. Telah mengalami kecelakaan dan membuatnya koma selama tiga tahun penuh, bangun dari koma sekitar dua bulan yang lalu."


"Merupakan pemilik baru dari Rumah England di Ibukota. Membeli gedung Her FinaNcing beberapa hari yang lalu, pemilik perusahaan Ai Yusshi, mengambil alih bar WQ STAR, pemegang 10% saham Grup Shiren dan 3% saham Grup Vigan Pharless, pemilik Villa Georyua di Distrik A Ibukota."


"Tanggal lahir 14, Mei, 2008. Golongan darah O. Ketika dia berusia 4 tahun, dia menjadi juara kelas dimata semua pelajaran, umur lima tahun dia memenangkan lomba menyanyi di kontes MR Media Classic...."


"Umur enam tahun mendapat julukan genius komputer, umur tujuh tahun dia memenangkan pertandingan antarsekolah terbaik negeri, umur delapan tahun dia pergi keluar negeri dan pulang membawa kemenangan pertandingan saham karena keberuntungan."


"Umur sembilan tahun bertanding catur dengan tuan Yeong yang merupakan pemain catur terbaik negeri dan mendapat pujiannya. Umur sepuluh tahun dia melamar menjadi asisten dari Lou Qiunchang, orang terkaya benua Asia. Umur sebelas tahun dia berguru pada tuan Porr Lacson, pianis terbaik Prancis."


Pengawal itu berhenti berbicara.


Udara segera sunyi setelah apa yang dikatakan pengawal itu.


Dan yang paling tercengang...


Lou Yan: "...."


'Sistem, keluar!'


[ Tuan rumah, ada apa? ]


'Kenapa kau tidak mengatakan pemilik tubuh asli memiliki bakat yang begitu banyak. Sejarahnya selama ini cukup membuatku malu oke?'


[ Tuan rumah tidak bertanya. ]


"...." sistem yang rusak!


Hentak!


Sebuah tepuk tangan datang dari pria cantik berambut merah itu.


"Mengagumkan, aku tidak menyangka si cantik memiliki banyak kemampuan yang luar biasa."


"Hei, kenapa si cantik tidak datang padaku untuk mengajariku satu atau dua cara bermain piano. Aku akan belajar dengan keras supaya di pesta ulang tahun yang akan tiba satu bulan lagi aku dapat bermain didepan teman-teman dan si cantik sekalian."


Suara pria itu penuh dengan godaan. Namun Lou Yan adalah orang pintar.


Dia dengan jelas mengerti apa yang dikatakan pria cantik berambut merah itu.


Lou Yan baru saja mengatakan lusa dia akan berulang tahun, namun pria cantik berambut merah mengatakan ulang tahunnya akan tiba satu bulan lagi yang di lakukan berdasarkan tanggal lahir pemilik tubuh asli.


Jawaban ini jelas bertentangan, pria cantik berambut merah hanya ingin bermain-main dengannya.


Namun Lou Yan tidak akan merasa marah karena itu.


Dia membuka mulutnya dan ingin berbicara, namun omongannya didahului oleh seseorang.


Suara lembut dan rendah yang tenang terdengar ditelinga semua orang. Menghentikan semua pikiran aktivitas orang-orang disana.


"Baiklah, berhenti berbicara. Namamu Lou Yan, kan? Perkenalkan namaku Grace Vouche Adelo. Sebelum membahas tentang sesuatu, bagaimana jika kamu datang kemari dan makan bersama kami?"


Lou Yan sedikit terkejut, dia menatap pria tampan yang mengenakan pakaian khas bangsawan Dubai dengan heran.


Tapi ini adalah kesempatan untuk mendekati pria tampan asing Donald itu.


"Itu... apakah tidak apa-apa?" Lou Yan bertanya ragu-ragu, melirik Donald Phantom dengan cemas.


"Cantik, ini sudah waktunya makan siang. Jangan sampai kamu kelaparan nanti, keluarga Lou akan datang ke sekolah untuk menyelesaikan rekening jika anak kesayangan mereka pingsan karena kelaparan." Pria cantik berambut merah masih terus menerus menggoda Lou Yan.


"...." pingsan karena kelaparan? Betapa tidak elitnya!


Namun... Lou Yan mengakui dia lapar, jadi dia menebalkan kulitnya dan datang menuju tempat duduk tiga orang itu berada.

__ADS_1


....


Sebenarnya Author akan up dua chap, namun eps yang satunya Author buat adegan dewasa. Jadi perlu di teliti dulu lagi. Tapi itu gk akan lama, karena Author udah hampir selesai nulisnya.


__ADS_2