
hari ini aku kekampus hanya sebentar ,mengumpulkan tugas lalu pulang, aku menuju ke salon kecantikan milikku,dan memilih menghabiskan waktu di sana.
diatas meja kasirku,dengan ditemani alunan lagu dari band kotak ,anganku melayang membayangkan kejadian di jembatan barelang malam itu.
malam itu saat kami menikmati jagung bakar dipinggiran jembatan,Sheila dia meminta ijin pergi ke toilet, tinggal lah berdua aku dan Angga,seperti yang sudah aku duga sebelumnya benar adanya Angga masih menyimpan perasaannya padaku
"Lin.... Sekarang kamu banyak berubah ya,jadi lebih mirip dengan ku,tapi aku tidak peduli ...
kamu tau kan kalo aku masih menyimpan perasaan ku yang dulu padamu,selama ini banyak wanita cantik feminim yang aku temui tapi hatiku tetap memilihmu,aku tidak bisa melupakanmu,dan saat kita jumpa pertama kali di rumah sakit itu,aku begitu senang,sampai aku bingung mau berkata kata.kamu.....apa kamu sudah bisa membuka hatimu untukku lin?"
ahh....kenapa harus lagi sih....aku memang ingin berubah jadi wanita yang mencintai laki laki,tapi aku kenapa aku justru merasa aneh dengan perasaan Angga ke aku,jauh di lubuk hatiku,aku memang mengakui kalo Angga sekarang jauh lebih tampan,apalagi dia seoarang dokter, tapi perasaan ku masih bercabang,masih ada tempat untuk wanita di hatiku yang belum bisa aku tinggalkan.....
aku terdiam mendengar pengakuan Angga, apa yang Angga lakukan sekarang sudah beberapa kali kulakukan juga kepada wanita wanita yang aku taksir......
aku bisa menebak setelah ini Angga pasti akan berusaha memegang tanganku.
dan benar,tangan Angga berusaha menyentuh tanganku,tetapi aku terlebih dahulu menarik tanganku sebelum tangan Angga sampai.
aku mengeluarkan bungkusan rokok Marlboro di dalam saku jaketku,biarlah aku tidak mau berpura pura menjadi wanita baik baik di depan Angga,kutawarkan bungkusan rokok itu dan yah seperti yang kalian tau dia dokter tentu tau bahwa rokok tidak baik untuk kesehatan pastilah dia menolak,kukeluarkan sebatang rokok dan kuhisap di depan Angga, aku ingin Angga tau bahwa wanita di depannya ini bukanlah wanita idaman,yang pantas untuk dia cintai,selain karena aku juga gerogi dengan pernyataan perasaan Angga barusan.rokok adalah salah satu cara untuk menyembunyikan perasaan gerogiku.
Angga mengambil rokok yang kuhisap di bibirku lalu mematikannya,dan menasehatiku supaya aku tidak merokok lagi
"rokok tidak bagus untuk wanita secantik kamu lin" Angga menginjak batang rokok yang kuhisap
wajahku seketika memerah,aku tidak menyangka Angga akan melakukan itu, kupikir dia akan merasa risih jika tau wanita yang dia suka ternyata merokok,untunglah cahaya lampu di jembatan itu tidak begitu terang sehingga Angga tidak perlu melihat wajahku yang memerah karena malu.
di suasana yang tegang itu Sheila datang setelah selesai dari toilet,dia tampak bingung melihat kami berdua saling terdiam.
lalu dia memintaku menemaninya membeli jajanan.
diperjalanan Sheila mengajakku untukbicara
__ADS_1
"kakak tau kan kalo aku suka sama dokter Angga,dan kakak juga bukannya selama ini hanya suka sama wanita,aku harap kakak gak membalas perasaan dokter Angga karena kakak mau balas dendam sama aku"Sheila nampak serius dengan kata katanya meskipun dia bicara tanpa memandangku
"maksudmu apa Sheila...?"aku tidak mengerti dengan arah pembicaraan Sheila waktu itu
"jangan pura pura bodoh kak, aku tau kok kalo dokter Angga masih suka sama kakak,tapi kan kakak lesbi* (wanita suka sesama wanita)jadi kakak gak mungkin kan mau membalas perasaan dokter Angga, kecuali kakak mau balas dendam sama aku,menerima dokter Angga karena ingin menghancurkan perasaan ku !" Sheila bicara dengan nada benci padaku
aku tersenyum sengit menanggapi perkataan Sheila
"kamu bilang aku lesbi* ,kamu sendiri pernah jadi pacarku,lalu kamu apa sheil....? dan untuk masalah Angga aku tidak bisa janji untuk tidak membalas perasaan nya,dia tampan juga mapan, siapapun yang bersama dia pasti bakal bahagia aku tidak mau melepaskan kesempatan itu....."aku sendiri tidak benar-benar sadar mengatakan semua itu,aku hanya terbawa perasaan emosi dengan perkataan Sheila,Sheila dia memandangku dengan tatapan penuh kebencian.
"sudah sampai,tadi kamu bilang mau beli jajan" aku menunjuk kedai makanan ringan yang berjualan di sekitar jembatan.
Sheila mengambil asalbeberapa makanan ringan lalu membayar nya,aku sudah menawarkan diri untuk membayar tapi dia menolak,mungkin dia kesal dengan kata kataku tadi.sheila berjalan di depanku beberapa langkah ,begitu kami sampai Angga kemudian bertanya apa yang kami beli
"kalian beli apa?"
"Sheila yang beli gua enggak?"
"kenapa gak sekalian beli?"
"yaudah ayo aku belikan...."Angga berdiri dan menarik tanganku,Sheila yang melihat Angga memegang tanganku dia memandang ke arahku dengan raut muka penuh kekesalan.
aku melepaskan tangan angga" aku becanda ga....serius amat lu.....rokok aja bisa gua beli masak jajan gak bisa gua beli" aku tertawa kecil,Angga pun ikut tertawa.
"berapa kak?" seorang customer yang sudah selesai melakukan perawatan membuyarkan anganku yang masih membayangkan kejadian di jembatan tadi malam
"kakak tadi ambil perawatan apa ya?" aku balik bertanya karena aku memang tidak memperhatikan nya
"smooting,sekaligus warnain kak?" wanita itu menjawab dengan sopan
"berapa mang?" aku berteriak kearah Ledy karena aku tidak tau obat mana yang ledy pakai,karena berbeda obat berbeda pula biayanya.semakin bagus akan semakin mahal
__ADS_1
"monyet* cin......" Ledy balas berteriak
aku segera paham , monyet berarti lima ratus,seperti uang kertas jaman dulu ada gambar monyetnya,itu istilah yang dipakai Ledy, kalo seratus dia sebut gunung,karena ada gambar gunung kalau seribu golok ntah lah Ledy selalu punya istilah nya sendiri
"Lima ratus ribu kak,kakak baru pertama kesini ya,saya kasih diskon ya biar jadi langganan,kakak bayar 450 ribu aja"
setiap pelanggan baru memang selalu aku berikan diskon supaya mereka mau kembali melakukan perawatan ke salon ku lagi atau merekomendasikan salonku kepada temannya.
dia tampak senang mendapatkan potongan diskon lima puluh ribu dariku.
"enak ya disini orangnya ramah,hasilnya bagus,dapet diskon lagi...."
aku tersenyum menanggapi kata kata wanita itu
"iya kak,jangan lupa balik lagi kesini ya ajak temen temennya, nanti di kasih diskon lagi deh." aku selalu berusaha ramah kepada setiap customer ku
"siap kak,mmm....kakak kok ganteng sih"dia membayar sambil tersipu malu.
ini bukan kali pertama seorang pelanggan memujiku dengan sebutan ganteng.
setiap orang yang baru pertama kali berjumpa denganku selalu nya mereka menganggap ku laki laki,aku bersyukur dianugerahi paras yang jika aku menjadi wanita aku masuk kedalam kategori cantik,dan jika aku menjadi tomboy aku masuk kedalam kategori ganteng.bukan aku memuji diri sendiri tapi itulah tanggapan mereka rata rata kepadaku.
Ledy yang melihatku di goda oleh customer tadi langsung mengoceh
"ehh cin dia itu induk ayam bukan lekong, yang lekong itu akika,jadi pujian gantengnya buat ekke aja jangan buat dia"
customer itu merasa tidak percaya,jika aku memang benar-benar wanita dia lantas bertanya padaku
"serius kak,kakak ini perempuan apa laki laki?"
"apa aja deh terserah kamu?_
__ADS_1
"hah....bener kak ,kakak cewek? hampir aja tadi aku naksir lho kak?"
aku tersenyum menanggapi kata katanya,Ledy sialan dia selalu mempermalukan aku seperti itu,memang sih dia melakukan itu karena aku memang cerita kalo aku ingin belajar jadi wanita normal, tapi tetap saja aku malu diperlakukan seperti ini di depan wanita cantik lagi...