
sedari tadi aku sibuk mengotak-atik layar ponselku mencoba mendaftar di aplikasi ojek online akhirnya perjuanganku hampir selama satu jam ini berbuah manis,aku berhasil mendaftar menjadi salah satu ojek online,ya...aku harus mulai mencari pekerjaan sampingan jika ingin tetap melanjutkan kuliah.penghasilan dari bisnis salon hanya cukup untuk membayar uang sewa kos,makan ,sewa ruko dan bayar gaji dua karyawanku Ledy dan Dian.
Angga aku bahkan tidak tau bagaimana kabar dia sekarang,sudah seminggu berlalu setelah pertemuanku dengannya di depan gerbang kampus itu dan dia masih belum juga menghubungiku.aku rasa dia sudah nyaman dengan Fiona dan memilih untuk melupanku.ada kesedihan di hatiku setiap kali aku memikirkan tentang Angga dan Fiona, aku merasa sangat kehilangan sosok yang selalu gigih memperjuangkan cintaku meskipun aku belum bisa membalas semu perasaannya.
siang ini saat aku tengah mengantarkan penumpang ku ke sebuah mall tak sengaja aku bertemu dengan Sheila ,aku berusaha untuk segera pergi tak mau lagi berurusan dengannya,namun dia menahan ku
"tunggu sebentar kak,ada yang mau aku sampaikan ! ". pinta Sheila kepadaku seraya memegang tanganku.
"apalagi sheil ?aku udah malas berurusan dengan wanita berhati busuk macam kau ." aku sedikit membentak Sheila
" aku tau aku salah, aku minta maaf.. tapi sekarang aku sudah berubah kak semenjak karma menghampiriku. iya ..kak aku sudah mendapatkan balasan dari semua perbuatanku ".
"urusanmu lah itu,yang jelas aku malas berurusan dengan orang macam kau lagi...awas....! " aku menyibak tangan Sheila yang sedari tadi memegangi tanganku,jujur aku tidak percaya dengan semua kata-kata yang baru saja dia ucapkan.mana mungkin secepat itu dia akan berubah.
" kak Aline, tolong dengarkan aku sebentar saja ....tolong "kali ini Sheila berbicara dengan posisi berjongkok di depan sepeda motorku.
"hei,apa yang kau lakukan,dasar wanita saraf.... minggir kamu.jangan permalukan dirimu sendiri.ini tempat umum "
"aku cuma ingin kita bicara sebentar kak,tolong "
"aihh...ya sudahlah ayo naik,kita akan bicara tapi tidak disini "
" makasih kak " Sheila segera bangkit dan naik di atas motor ku.
aku mengajak Sheila minum es campur dipinggir jalan,
"apa yang mau kamu katakan,cepatlah aku harus narik ojol lagi ".
" kakak sekarang jadi tukang ojek online? " tanya Sheila tak percaya
" iya ,aku harus cari uang tambahan untuk biaya...." ops, hampir saja aku keceplosan didepan Sheila.
"biaya apa kak? "
" lupakan....tadi kamu bilang mau bicara ,yaudah cepat bicara ". aku menyedot es campur di depan mejaku sambil menunggu Sheila berbicara.akan tetapi Sheila terlihat sedikit ragu-ragu untuk bercerita.
" kalau kamu gak mau cerita ,lebih baik aku pergi narik aja. buang-buang waktu saja. "aku bersiap bangkit dari tempat dudukku tapi Sheila menarik tanganku.
" tunggu kak, tolong bantu ayahku kak,cuma kakak yang bisa bantu ayahku ."
"kamu bicara apa sih, kenapa aku harus menolong ayahmu, memangnya ayahmu kenapa? "
__ADS_1
"orang tua Fiona menuduh ayahku korupsi, sekarang ayahku ditahan di kantor polisi "
"hahahaha.....kamu gak salah sheil minta bantuanku bukankan kamu punya paman yang juga seorang polisi ,dia kan polisi yang hebat kenapa gak minta tolong saja sama dia,aneh ?"
" paman gak berani berurusan dengan dengan orang tua Fiona kak,orangtua Fiona punya kenalan polisi dengan jabatan diatas pamanku,jadi paman gak berani membantunya. "
"itulah jika suka mempermainkan hukum, akhirnya hukum juga yang mempermainkan keluargamu,itu balasan dari apa yang sudah kalian lakukan kepadaku dulu ". aku bicara dengan nada penuh kebencian,sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa melupakan masa lalu didalam penjara itu.
"aku minta maaf kak,aku benar-benar minta maaf.sekarang Angga sudah memutuskan hubungan denganku Fiona sudah merobek surat perjanjian itu.dan sekarang ayah ku di penjara,aku mohon kak,tolong bicara kepada Angga minta agar Fiona membujuk papanya agar mau membebaskan ayahku,tolong..."
"maaf Sheil aku tidak mau ikut campur dengan masalahmu,aku harus pergi. " aku membayar es campur itu dan kemudian menghidupkan mesin sepeda motorku
" Angga akan menikah dengan Fiona ! "
"apaa.....! ". aku sangat terkejut mendengar kata-kata Sheila,Sheila berjalan mendekati sepeda motorku
" iya kak,dalam minggu-minggu ini Angga dan Fiona akan menikah ".
aku segera menyembunyikan keterkejutan ku
" baguslah, akhirnya Angga menemukan wanita yang pantas untuk menjadi istrinya,awas sheil aku mau narik " aku menyibak tubuh Sheila yang berusaha menghalangi sepeda motorku
" tapi Angga tidak terlihat bahagia kak ".
air mataku semakin deras menetes hingga mengaburkan pandanganku,aku harus membuka kaca helm ku agar bisa tetap melihat jalan.terpaan angin seakan membuatku ingin mengemudikan motor semakin kencang lagi,jika saja tidak ada lampu merah didepanku.dan saat aku tengah menunggu lampu hijau menyala,tak sengaja mataku memandang ke benda bulat yang ada dipergelangan tanganku.
"gelang bunda....".
aku harus mengembalikan gelang itu,aku tak pantas memakai gelang itu.begitu lampu hijau menyala aku segera mengambil arah kekanan menuju rumah bunda, tujuanku hanyalah ingin mengembalikan gelang yang saat itu kupakai.
begitu aku sampai dipekarangan rumah bunda, suasana dirumah itu sangatlah ramai,dan ketika mataku melihat bendera kuning didepan pintu aku pun segera berlari kedalam, seperti dugaan ku sosok bunda sudah terbujur kaku di sana ditutupi sebuah kain batik dan di sekelilingnya tampak ibu-ibu sedang membacakan surah Yasin.
Angga.....dimana angga....aku yakin saat ini dia tengah bersedih,aku segera berlari kearah kamar nya dan begitu pintu kamar kubuka,aku sangat terkejut melihat Fiona sudah berada disitu disamping Angga memeluk tubuhnya.
aku segera membalik badanku dan berniat untuk pergi meninggalkan pemandangan yang tak ingin kulihat itu,dan ketika kakiku hendak melangkah sebuah pelukan menghentikan langkahku.aku terkejut dan berbalik kebelakang ingin melihat siapakah orang yang memelukku itu,ternyata dia adalah angga,didepan Fiona....oh...apa yang Angga lakukan.
"bunda Lin.....bunda ninggalin aku.... sekarang aku sendirian Lin,aku gak punya siapa-siapa.bunda pergi,kamu juga pergi...rasanya aku ingin ikut bunda aja Lin....aku gak mau hidup sendiri. " aku melihat tubuh Angga yang payah,wajah yang biasanya ceria kali ini terlihat kusam, selama ini Angga hanya punya bunda,dan kepergian bunda pasti begitu menyakiti hatinya.
aku tak tahan melihatnya seperti itu, akhirnya tanpa sadar aku pun memeluk tubuh kekar itu didepan mata Fiona,biarlah ...aku yakin Fiona pasti mengerti saat itu Angga tengah berduka.
"sabar ya ga.... kamu gak sendirian ada aku disini dan juga ...Fiona" . berat sekali mulutku menyebutkan nama Fiona,tapi itulah kenyataannya Angga memang akan menikah dengan Fiona.
__ADS_1
" Lin....jangan tinggalin aku,aku gak bisa melewati hidup ini sendiri. kamu adalah wanita yang aku cintai setelah bunda,aku tidak ingin kamu pergi,berjanjilah....." Angga kembali menangis di pelukanku,tapi kali ini aku harus menghadapi sikap Fiona yang mulai menyadari bahwa Ternyata selama ini Angga mencintai ku.
"oh,jadi selama ini kalian berdua saling mencintai ". Fiona tampak berapi-api,dia tak perduli jika saat itu Angga sedang berduka,dia sedang tidak stabil.aku berusaha menjelaskan namun Fiona malah semakin marah dan akhirnya meninggalkan kami.
"den Angga,sudah saatnya memandikan jenazah bunda ." mbak sisri datang dan memberitahu kami.
selama prosesi pemakaman jenazah bunda aku selalu berada di samping Angga berusaha menguatkannya.kepergian bunda benar-benar membuat Angga terpukul.
setelah semua pelayat berpamitan pulang suasana rumah jadi sangat sepi,aku membawa Angga ke kamar memintanya untuk beristirahat.
"kamu istirahat dulu ya ga..... aku mau bantu mbak sisri dulu ".
"jangan pergi Lin,aku butuh kamu disini." Angga menarik tanganku membuatku terjatuh di ranjangnya,dia lantas memelukku ,jika tidak ingat saat itu dia tengah berduka aku pasti sudah berusaha melepaskan diri.
kami tidur dalam satu ranjang dengan posisi aku membelakanginya,Angga memelukku erat.membuatku tak sengaja menanyakan keputusannya untuk menikahi Fiona.
"kamu akan menikahi Fiona? apakah itu betul ?"
"aku terjebak Lin.... bersama Fiona ternyata lebih sulit daripada bersama dengan Sheila.
dan bunda drop juga karena berita itu "
aku mendengar angga menangis dibelakang ku.dia masih tetap memelukku.
"Lin kita pergi saja dari sini yuk.....kemana saja yang penting jauh dari Fiona,aku ingin menikah denganmu ".
"bukankah selama ini kamu sudah bisa menerima Fiona ga,itu kenapa kamu gak pernah menghubungiku lagi kan? " aku segera melepaskan diri dari pelukannya Angga dan duduk ditepi ranjang,Angga mengikutiku dan memelukku dari samping sambil menyandarkan kepalanya.
"hp ku di sita Fiona Lin,Fiona juga yang mengatakan kepada bunda kali kita akan menikah,bunda drop,dan akhirnya meninggal,bunda ingin agar aku menikahimu Lin" Angga kembali terisak,dia kembali menangis
"lalu kapan rencana pernikahanmu ? "
" aku tidak tahu,semua itu Fiona yang urus Lin....aku tidak tau bagaimana caranya keluar dari hubungan ini ".
aku mengerti kesedihan Angga saat itu,
"semua ini salahku ". aku sadar akar dari semua permasalahan ini adalah salahku.
"jangan menyalahkan dirimu Lin, sekarang Fiona sudah tau perasaanku kepadamu,aku yakin dia pasti akan melakukan sesuatu kepadamu ." Angga terlihat begitu mengkhawatirkan ku.
" biarkan saja dia melakukan apapun yang dia suka ga....aku tidak takut. "
__ADS_1
" Fiona itu sangat berbahaya Lin,aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika sampai terjadi sesuatu kepadamu ."