Sitomboy Mencari Cinta Sejati

Sitomboy Mencari Cinta Sejati
jadian


__ADS_3

setelah berada diluar rumah tepatnya diatas sepeda motor ku aku menelfon Angga untuk meminta bantuan agar dia mau datang dan berpura pura menjadi pacarku,meskipun konsekuensi nya Angga bakalan tau image ku sebagai tomboy lesbi.


aku tak peduli lagi jika setelah ini dia akan menjauhi ku,aku benar-benar tidak terima dengan perlakuan Fiona malam ini padaku,dia mempermalukan ku di depan temanku dan teman temannya.


"hallo... Angga


aku boleh minta bantuan mu gak?"


"bantuan apa?


kamu kenapa?"


"kamu bisa gak datang kesini dan berpura pura jadi pacarku,


nanti aku jelasin semua tapi aku minta tolong kamu kesini sekarang?"


"kirim alamatnya"


Angga langsung mematikan ponselnya,


syukurlah Angga tidak menolak permintaan ku ,jadi aku bisa membersihkan nama ku.


tak butuh waktu lama Angga datang dengan mobil putihnya,dia mengenakan kemeja putih yang di gulung di tangannya,celana blue jeans dan sepatu santai serta jam tangan yang menambah casual gayanya.


Angga memang tampan,kurasa meskipun dia tanpa baju tetap menarik Dimata wanita wanita. badannya yang sixpack idaman setiap wanita.


dia menghampiri ku,


"apa yang kamu lakuin disini? terus aku harus ngapain?"


aku yang sedari tadi terpesona melihat nya tidak menyimak kata katanya hingga dia mencubit nakal hidungku,


"hei,malah bengong. kenapa aku ganteng ya?"


"aish...pede nya. cuma heran aja gayamu norak banget"


aku mencoba mengelak tak ingin Angga tau perasaan ku.


"iyalah kamu yang paling keren,hehe


kamu belum jawab pertanyaan ku


aku harus ngapain dan iya kamu kenapa ada disini?"


" udah nanti aja aku jelasin,sekarang kita masuk dan kamu pura pura jadi pacarku ya"


aku melirik kearah Angga,Angga tersenyum manis


" beneran juga gak papa,"


"apaa....?"


"enggak.."


" yaudah ayok,"


aku berjalan duluan ,sampai aku tersadar Angga masih tertinggal di belakang berdiri di samping motorku.aku berbalik menghampiri nya


"kenapa lagi?"


dia berdiri lalu kemudian menggenggam tanganku


"ini baru betul,katanya aku pacarmu."


"jangan coba coba cari kesempatan ya!"


aku kembali masuk kedalam pesta ,lilin sudah ditiup,kue ulang tahun pun sudah dipotong , tampak Fiona dan yang lain tengah asik berdansa .aku dan Angga berjalan menghampiri mereka.


menyadari kedatangan kami musik pun dihentikan,Fiona memandang sengit kearahku.tepat di depan nya aku perkenalkan Angga sebagai pacarku


"ini pacarku, kenalkan.."

__ADS_1


Angga menyalam mereka , Alex dan Fiona


"kamu benar pacarnya si lesbi ??"


Fiona terlihat tidak percaya,dan Angga lebih terkejut lagi mendengar Fiona menyebutku si lesbi,


"maksudnya apa?" Angga malah balik bertanya pada Fiona


" oh...kamu tidak tau ya ,pacar kamu ini kata teman-teman ku dia suka padaku, tapi syukurlah kalau memang benar kamu pacarnya,setidaknya dia tidak lagi perlu mengejar ku"


" kamu....." aku yang sedari tadi menahan akhirnya tersulut emosi dan hampir saja tangan ini mencabik mulut wanita yang tadi ya kupikir sempurna yang sempat menjadi gebetan ku ini.


Angga menarik cepat badanku,dan merangkulnya,berusaha menenangkan ku


"sepertinya kamu salah paham nona, pacar saya,dia memang tomboy tapi dia wanita normal,dan kami berpacaran sudah lama,dari kami SMA dulu,dan..." Angga memegang tanganku kemudian menciumnya di depan Fiona.lalu melanjutkan lagi kata kata nya


"dan dalam waktu dekat ini aku akan melamarnya.aline akan menjadi istriku,sampai sini aku harap kamu tidak salah paham lagi nona,


atau jangan-jangan ternyata justru kamulah yang sebenarnya menyukai pacarku,bukan begitu nona?"


aku tersenyum menang mendengar perkataan Angga


" apa!! aku suka sama dia . dengar ya


asal kamu tau aku sudah punya pacar


ini ....dia pacarku,"


Fiona lalu bergelayut di badan alex


tapi yang aku lihat Alex justru tampak risih dengan sikap Fiona itu.


" buktikan ke kami kalau kamu benar benar pacarnya Aline? bukan begitu teman teman"


Fiona menantang Angga di depan seluruh tamu undangan,


seperti nya dia tetap bersikeras ingin mempermalukan ku,dia tetap tidak begitu saja percaya pada semua perkataan Angga kalau dia adalah pacarku.sekarang apa yang harus aku lakukan?


sorak Sorai para tamu undangan yang ada di tempat itu langsung saja terdengar.


sialan,Angga dia berani melakukan ini padaku ,dia benar-benar ingin mengambil keuntungan dari keadaan ini.


Fiona yang melihat langsung adegan ciuman itu langsung terbengong.


perbuatan Angga barusan jelas banget mematahkan tuduhan Fiona padaku.


sekarang semua orang justru curiga padanya,dia yang awalnya ingin mempermalukan ku sekarang dia sendiri yang kena getahnya,


dia justru mempermalukan dirinya sendiri,


"itu buktinya kalau aku memang pacarnya,aku harap itu sudah cukup kalau belum kamu bisa menunggu sampai aku kirimkan undangan ke alamat rumahmu ini .


dan iya maaf tadi kamu bilang kamu temannya?teman dari mana ya?"


Fiona tertunduk malu dan dengan suara lirih dia menjawab


"aku satu kampus dengan Aline,aku minta maaf udah salah sangka sama pacarmu"


Angga tersenyum


"baiklah aku rasa perkenalan kita sudah cukup, kami harus pergi, kuharap setelah ini kamu dan pacar saya Aline bisa dekat sebagai teman."


Angga menggenggam tanganku dan mengajakku keluar.meninggalkan riuhnya pesta.


sesampainya di luar dia melepaskan tanganku dan berlalu begitu saja meninggalkan ku tanpa sepatah katapun.


dia terus berjalan kearah mobilnya,lalu pergi.


mungkin kejadian barusan membuat nya mengerti bahwa ternyata orang yang selama ini dia suka adalah seorang lesbi,


dia pasti jijik padaku,

__ADS_1


dan setelah ini dia mungkin tidak akan pernah menemui ku lagi.


aku terpaku menyaksikan nya berlalu pergi hingga mataku tak lagi mampu menjangkau bayangannya yang telah hilang di telan gelapnya malam.


segera kuambil helem yang kucantolkan di gagang spion sepeda motorku,


kunyalakan mesin motor,lalu aku pergi menjauh meninggalkan pekarangan rumah Fiona,pulang menuju kosanku,tempat dimana aku bisa beristirahat sekaligus berteduh .


sesampainya di kosan saat aku baru saja masuk dan menutup pintu tiba tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintu


siapa yang datang,


aku mengintip di balik tirai jendela


bola mataku melihat Angga berdiri dibalik pintu.


"hah...angga, darimana dia tau alamat kosanku? apa jangan jangan dia mengikutiku,


mau apa dia kesini?"


aku masih berdiri sembunyi dibalik tirai jendelaku,


" buka lin...aku tau kamu di dalam,ada sesuatu yang mau kutanyakan?"


"pasti dia mau tanya apa aku beneran lesbi atau tidak,hah!"


aku memutuskan untuk tidak membukakan pintu.malas rasanya menjawab pertanyaan yang aku sendiri tidak mau membahas nya dengan siapapun.


"Lin tolong buka sebentar"


tapi Angga pasti tidak akan pergi sebelum aku membuka pintu dan menjawab semua pertanyaannya.


dengan terpaksa pintu akhirnya kubuka ,dan aku mempersilahkan Angga untuk masuk.


"kamu mau tanya apa ? cepat aku sudah ngantuk."


Angga melihat kearah tangannya,masih pukul 20:57 WIB


" kurasa kamu bukan tipe wanita yang terbiasa tidur cepat, rupanya kamu tidak lihai mencari alasan"


Angga kembali mencubit hidungku,tentu saja itu membuatku marah,aku bukan cewek feminim yang akan salah tingkah jika diperlakukan seperti itu.


"berhenti melakukan itu padaku,apa rambut dan sikapku belum menjelaskan bagaimana diriku sesungguhnya" dengan nada kesal aku bicara pada Angga


dia justru tertawa renyah,


" rambut cepak,baju laki,sifat dan tingkah laku pun seperti laki laki, tapi itu bukan berarti kamu laki laki,kamu tetap pada kodratmu, seorang wanita manis yang mampu meluluhkan hatiku,yang memiliki tempat istimewa di ruang hati ku"


Angga lalu merebahkan badannya di atas kasur tidurku.


"kamu pikir aku bakal terbang dengan kata katamu,wanita lain mungkin iya tapi aku tidak"


" itulah kenapa aku tidak bisa move on dari kamu, karena kamu berbeda.


ngomong ngomong kamarmu lumayan nyaman ya? kamu sudah lama tinggal disini?"


aku semakin kesal dengan tingkah Angga,dia tentu sudah paham dengan kejadian di pesta tadi ,tapi kenapa dia seolah olah menganggap tidak terjadi apa-apa.


"kurasa itu bukan pertanyaan yang menjadi tujuanmu datang kemari!"


Angga tertawa lagi,dan kali ini dia mengambil posisi duduk, sementara aku masih tetap berdiri


" aku lapar ,temani aku cari makan yuk,aku yang bayar deh"


" Alhamdulillah aku masih punya uang untuk membeli makanku sendiri"


" oh,kamu sudah kerja..bukankah waktu di jembatan dulu kamu bilang kamu pengangguran.owh...selamat ya... kalau gitu kamu yang traktir aku.oke.ayo kita pergi"


Angga merangkul pundak ku dan membawaku keluar.aku terpaksa mengikuti permintaan nya.


vote ,like,komen dan saran ya....

__ADS_1


__ADS_2