Sitomboy Mencari Cinta Sejati

Sitomboy Mencari Cinta Sejati
adu domba


__ADS_3

" kenapa berhenti....." dengan tak sabar aku meminta Fiona melanjutkan kata katanya.meskipun aku sudah bisa menebak bahwa dia akan mengatakan kalau selama ini ternyata dia mencintaiku.


Pipi Fiona makin memerah,dia semakin malu malu, sesekali dia tampak merapihkan rambutnya yang sebenarnya tidak berantakan.dia hanya mencoba mengalihkan perhatianku.aku tersenyum-senyum melihat tingkahnya.


"kamu sudah bisa menebak ya apa yang mau aku katakan? kok kamu senyum-senyum gitu ?" Fiona bertanya kepadaku


" iya ,tapi aku ingin mendengarnya langsung darimu ". dengan penuh harap aku meminta Fiona untuk mengatakan semua isi hatinya


"kalau kamu sudah bisa menebaknya apakah itu berarti kamu akan marah kepadaku? "


" kenapa harus marah,kamu bebas kok untuk jatuh cinta dengan siapapun ". aku mendadak menjadi sok dewasa


" kamu serius ! aa.... terimakasih ". Fiona reflek dan langsung memeluk tubuhku. dan aku membiarkan nya,dan menikmati pelukannya,hingga ia tersadar dan melepaskan pelukannya.


" memangnya kamu sama dia gak serius ? " Fiona bertanya kepadaku


"dia siapa? oo....Angga , sebenarnya aku sama dia itu cuma berteman aja ".


" serius !!! itu berarti gak ada masalah kan jika aku suka sama dia aaaa......" Fiona kembali memeluk tubuhku karena merasa sangat bahagia.


aku yang mendengar Fiona menyebutkan kata dia mulai sadar bahwa ternyata bukan aku yang dia maksud,Fiona bukan menyukai ku melainkan Angga. fiona suka sama Angga.


Fiona melepaskan lagi pelukannya dan kembali berbicara


"sejak hari itu aku bertemu dengan Angga di pesta ,aku memang sudah mulai tertarik kepadanya, kemudian aku bertemu lagi dengannya beberapa kali di rumah sakit,waktu itu aku sakit perut akibat salah makan,aku baru tau kalau dia ternyata adalah seorang dokter,dokter yang ramah dan baik.aku suka sama dia,tapi karena aku kira dia itu pacarmu jadi aku berusaha untuk melupakannya,tapi ternyata itu sulit,aku justru semakin menggilainya,aku tidak bisa berhenti membayangkan nya. sepertinya aku benar-benar tergila-gila kepadanya, syukurlah kalau ternyata dia bukan pacarmu,jadi aku tidak melakukan hal yang salah ,iya kan? eh... tapi bagaimana kamu tau kalau aku suka sama Angga? apa dia cerita padamu?" Fiona bicara panjang lebar menceritakan tentang perasaannya kepada Angga,ahh... bodohnya diriku,aku justru berpikir kalau tadi dia mau mengatakan dia suka padaku.


"itu...em....eh....itu karena...iya Angga cerita kalau pernah bertemu kamu dirumah sakit,dia juga bilang kalau kamu itu sangat cantik " aduhh....kenapa aku jadi berbohong gini sih ,aku membatin didalam hati.


"benarkah ?? ahh bahagia nya...semoga saja dia juga suka ya sama aku? kamu setuju kan kalau aku jadi pacarnya ? " Fiona memandangku dengan tatapan penuh harap sambil menggenggam tanganku.


membuatku semakin bingung harus mengatakan apa lagi.


"apa ....oh...tentu saja.tapi bukankah kamu sudah punya pacar ya ? gimana dengan dia ?"


"oh....Alex....aku juga sama ma kamu aku pura-pura pacaran dengannya,dia itu pacar sepupuku, hahaha" Fiona tertawa merasa lucu, sebaliknya aku merasa diriku sangat sangat bodoh dengan berpikir bahwa dia suka padaku,aku jadi terjebak dalam situasi seperti ini.


Fiona akhirnya meminta no hp Angga, aku yang sudah kepalang tanggung berbohong bingung harus mencari alasan apalagi.sehingga aku terpaksa memberikan no hp Angga kepadanya,Fiona merasa sangat senang,dia mengira bahwa aku mendukungnya untuk mendekati Angga...

__ADS_1


Angga pasti marah karena aku memberikan no hp nya pada fiona


aku kembali membatin dalam hati, Fiona pergi setelah dia mendapatkan no hp Angga.


meninggalkan aku sendirian di kantin kampus.


celaka....apa yang harus aku katakan kepada Angga....ahhh....bodoh...bodoh... bodoh...


aku memukul-mukul kepalaku dengan tangan.


ku ambil benda pipih kesayanganku di dalam saku celanaku, lalu kukirimkan pesan ke ponsel Angga, memberi tahu bahwa aku gak sengaja telah memberikan no hp nya kepada Fiona,dan mengatakan juga bahwa Fiona menaruh hati kepadanya.diluar dugaan balasan yang dikirim Angga ke ponselku justru membuatku tercengang.


terimakasih sayang akhirnya kamu memberikan aku jalan keluar.aku sayang padamu.


apa ini,apa maksud Angga mengirim pesan seperti ini, apa dia salah kirim ?


aku merasa aneh dengan balasan pesan yang dikirim oleh Angga hingga kemudian pesan kedua pun masuk


aku akan mengunakan Fiona untuk bisa bebas dari perjanjian dengan Sheila, jadi aku tidak perlu menikah dengannya.kamu harus bantu aku supaya aku bisa dekat dengan Fiona, mereka berdua kan sama-sama memiliki hati yang busuk.jadi aku yakin mereka akan melakukan berbagai macam cara agar bisa memilikiku.


aku meninggalkan kantin dengan perasaan bahagia.meskipun ada sedikit penyesalan mengapa hatiku begitu mudah tertarik kepada sesama jenis.aku ingin berubah,aku tidak ingin membuat Angga merasa sedih,aku sudah berjanji kepadanya akan berubah.aku gak mau membuat semua pengorbanan yang udah dia lakukan untukku jadi sia-sia. tapi bagaimana caranya? bahkan dengan mudah aku bisa salah paham dan mengira bahwa Fiona menyukai ku,aku benar-benar payah,aku menjijikkan.aku tidak bisa mengendalikan sebongkah daging di dalam dadaku.aku tidak bisa melawan perasaan ku.apa seharusnya aku menutup kedua mataku,agar aku tidak lagi bisa melihat wanita dan mencintainya.ahh...bantu hamba ya Allah, hilangkan lah perasaan cinta yang salah ini dari hidupku.aku ingin hidup normal.sebuah kesedihan bergelayut di hatiku.


🐞🐞🐞


hari itu atas permintaan Angga aku menyusun sebuah rencana pertemuan antara Fiona dengan Angga. Rencananya Angga akan mengajak Fiona untuk dinner malam ini tentu saja tanpa sepengetahuan Sheila,dan aku yang bertugas menyiapkan tempat dan membuatkan acara dinner yang romantis karena malam ini akan menjadi malam dimana Angga akan menembak Fiona.


aku telah memilihkan sebuah kafe dengan view pemandangan laut.meminta pelayan kafe menghias meja mereka seromantis mungkin, terakhir aku meletakkan setangkai bunga mawar merah di meja yang akan menjadi saksi kisah cinta mereka.


Tapi....kenapa aku merasa ada perasaan aneh di dalam hatiku,ada perasaan cemburu disana.benarkah aku sedang cemburu?kenapa aku merasa takut jika nanti Angga benar-benar akan mencintai Fiona?


Fiona sangat cantik,dia sangat pandai mengurus badannya,menjaga penampilannya,dan ya....Fiona sangat anggun dia juga anak orang kaya,berbeda dengan aku yang tomboy,miskin juga aku adalah seorang pencinta sejenis.aku tidak akan bisa jika disamakan dengan Fiona,bagaikan langit dengan bumi.


perasaan apa ini yang sedang aku rasakan? kenapa sekarang aku jadi menyukai dua jenis, laki-laki dan juga wanita.ya Allah kenapa aku harus terlahir dengan takdir seperti ini.


pikiranku melayang jauh entah kemana,memandang setangkai mawar merah yang ku letakkan di sebuah botol kaca di tengah-tengah meja yang telah selesai aku persiapkan untuk Angga dan Fiona.


kumainkan gelang tangan pemberian bunda,

__ADS_1


bunda......aku tak ingin kehilangan orang sebaik beliau,apakah bunda akan melupakanku jika dia sudah mengenal fiona ?.


"Angga kenapa aku merasa akan benar-benar kehilanganmu....." tanpa sadar mulutku bergumam sendiri,dan suara seseorang yang tiba-tiba datang dan merangkulku dari belakang membuatku sangat terkejut.


"tak akan ada yang bisa menggantikan posisimu di hatiku, cintaku cuma satu dan itu untukmu ". suara Angga yang berbisik di telingaku, mengejutkan ku sehingga dengan kasar aku melepaskan tangannya yang saat itu tengah merangkulku dari belakang.


Angga mencubit pipiku dan menarik kursi yang ada di depanku.memandangku dengan tatapan mata yang penuh dengan cinta,dan dia mengambil setangkai mawar yang ada di meja lalu memberikannya kepadaku.


"mawar yang cantik untuk wanita yang sangat aku sayangi ". membuatku merasa semakin salah tingkah dan mengambil bunga itu lalu memasukannya kembali kedalam botol kaca diatas meja.


"jangan buat mainan ini untuk Fiona,nanti rusak ."aku sedikit menegurnya


"biar aja Fiona gak berhak dapat yang pertama,dia harus dapat bekas mu,hehehe ."


aku nyengir kearah Angga merasa tidak lucu dengan apa baru saja dia lakukan.


" Lin....jadi sekarang kamu benar-benar sudah bisa mencintaiku ya ? " .wajah Angga terlihat serius saat mengatakan itu,membuat getaran hebat di dalam hatiku,ahh... Angga benar-benar membuatku salah tingkah. Dengan cepat aku memalingkan pandanganku dari mata Angga yang penuh dengan perasaan cinta itu lalu mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan kepadanya tentang apa yang sudah kupersiapkan untuknya nanti malam.


"gimana hasil dekorasiku,keren kan,aku yakin Fiona pasti tidak akan melupakan malam ini dalam seumur hidupnya.iya kan ". tapi Angga justru mendekati ku yang saat itu tengah berdiri mencoba memamerkan hasil kerja kerasku.dia memegang kedua tanganku dan menatap dalam kedua mataku lalu dengan tanpa bisa kuhindari sebuah ciuman bibir mendarat di bibirku.angga menciumku untuk kedua kalinya setelah yang pertama di pesta Fiona waktu itu dan sekarang di meja kafe yang telah kami pesan untuk Fiona ini. berbeda dengan ciuman waktu di pesta itu kali ini aku merasa ciuman Angga terasa indah sehingga membuatku tak serta Merta melepaskan diri dari tubuhnya,aku justru menikmati ciuman itu,rasa dari ciuman itu sama seperti ciuman yang sering aku lakukan dengan pacar-pacar wanitaku.


cukup lama kami berciuman dan aku membiarkannya.ahh malunya aku ketika Angga telah menyelesaikan adegan ciumannya itu, mungkin saat itu wajahku tengah memerah persis seperti wajah Fiona saat mengatakan bahwa ia mencintai Angga.


aku berubah jadi kikuk menyentuh apapun yang ada di dekatku saat itu yang bisa mengalihkan perhatianku dari Angga. Angga yang melihat tingkah laku ku yang konyol itu segera menarik tangan ku dan membenamkan tubuhku kedalam pelukannya, pikiranku semakin kacau,takut kalau Angga akan kembali menciumku.


"terimakasih ya kamu sudah bisa mencintaiku,aku janji akan membawamu kedalam pelaminan.semoga kita bisa melewati semua masalah kita. I love you aline.... ". Angga berbisik lagi di telingaku.


tangan Angga menyentuh gelang yang ada di pergelanganku,lalu melepaskan pelukannya dan melihat gelang itu.


"oh... ternyata aku kalah cepat ya sama bunda.dia sudah memberikan kamu ini ! ". Angga tersenyum memandangku .


aku membalasnya dengan nyengir jelek.


"bunda yang memaksaku untuk memakai gelang ini,gak cocok ya biar aku lepas.aku hendak melepaskan gelang itu dan tangan kekar Angga menahanku,


"jangan dilepas,kamu harus jaga baik-baik gelang itu ".


" oh.....iyaaa.....". aku menganggukkan kepalaku.

__ADS_1


__ADS_2