Sitomboy Mencari Cinta Sejati

Sitomboy Mencari Cinta Sejati
lagi-lagi wanita


__ADS_3

siang itu dua orang pria bersepeda motor melempar batu kearah kaca ruko yang kusewa , membuat kaca itu pecah berkeping-keping.diantara serpihan kaca itu Ledy menemukan sebuah kertas yang digunakan si pelaku sebagai pembungkus batu yang mereka lempar,didalam kertas itu bertuliskan sebuah ancaman yang sengaja ditunjukkan kepadaku.


jauhi Angga atau aku akan berbuat lebih buruk dari ini


ledy segera menelfon ku untuk memberitahukan kejadian itu,saat itu aku sedang mengantarkan seorang penumpang yang memesan jasaku sebagai ojek online.aku langsung menuju kearah salon setelah mengantarkan penumpangku.


aku melihat serpihan kaca salon yang sengaja belum dibersihkan oleh Ledy dan dian,kemudian membaca kertas ancaman itu,aku segera tau jika itu adalah ulah dari fiona.Ledy dan dian memintaku untuk melaporkan saja kejadian itu kepada pihak berwajib,akan tetapi aku menolaknya.bukan karena aku takut Kepada Fiona akan tetapi berurusan dengan polisi akan mengingatkan ku kepada kejadian dulu ketika ayah Icha memasukkan ku kedalam penjara.sebuah masa lalu yang benar-benar menyisakan trauma di hidupku.


"bersihkan saja kaca nya,nanti aku akan telfon tukang untuk memasang kaca yang baru,masalah ini tidak usah di perpanjang, biarkan saja ".


"tapi Lin....." Ledy merasa tidak terima dengan keputusanku


aku tidak menghiraukannya,dan langsung menelfon tukang.


"hari ini kita libur dulu, nanti sore pak tukang akan kesini memasang kaca baru,jadi besok salon bisa buka lagi ".


aku melepaskan jaket kulit kesayanganku dan meletakkannya di sandaran kursi kasir yang sudah seperti singgasana bagiku.melihat Ledy yang masih dengan muka masamnya aku segera membantu Dian yang tampak mulai membersihkan serpihan kaca itu.ledy tak sampai hati membiarkan kami berdua bekerja membersihkan serpihan kaca itu,dia pun mengambil sapu yang kupegang dan meminta aku juga Dian untuk duduk saja,dia lantas membersihkan sendiri serpihan kaca itu.


aku duduk di kursi kasir membenamkan wajahku diantara kedua tangan yang kuletakkan diatas meja. karena insiden ini, hari ini sudah dipastikan salon tidak akan ada pemasukan, sementara seminggu lagi aku harus membayar uang untuk memperpanjang sewa ruko setahun kedepan.di atm memang masih ada uang tapi uang itu untuk persiapan biaya semester dan lain-lain di kampus.setelah Bu ayu memutuskan untuk berhenti membiayai kuliahku aku berusaha mengembalikan semua uang yang sudah beliau keluarkan untuk biaya kuliahku,aku merasa harus melakukan itu karena aku tidak ingin berhutang Budi kepada siapapun.jadi aku menggunakan semua tabunganku,dan masih ada sisa sedikit.


meskipun aku sudah mencari uang tambahan dengan cara menjadi ojek online dan lembur sampai tengah malam,tapi itu semua masih belum cukup apalagi sekarang aku harus membayar tukang untuk mengganti kaca baru ,semua itu menambah daftar panjang pengeluaran ku.


"kamu gak papa " Ledy menepuk bahuku membuatku mengangkat kepalaku.aku menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Ledy.


"kenapa sih kamu gak mau laporin perbuatan Fiona ini ke polisi?"


"aku malas berurusan lagi dengan polisi,setiap kali aku melihat polisi aku selalu ingat akan perlakuan ayah Icha kepadaku ".


Ledy menarik kepalaku kedalam pelukannya,membuatku sedikit merasa tenang karena diperhatikan oleh seseorang.

__ADS_1


"kalau bulan ini aku gak bisa bayar gaji kalian gimana? maksud aku jika aku telat membayar gaji kalian ? " aku menatap mata Dian, sebenarnya aku merasa sangat bersalah mengatakan semua ini kepada mereka.


"aku tau kalian juga pasti butuh banget uang itu,aku akan usahakan supaya kalian tetap gajian tepat waktu, kuharap kalian masih betah ya kerja denganku " kali ini aku tak sanggup mengangkat pandanganku.


Ledy masih mengelus-elus rambutku yang mulai sedikit panjang,


"aku dan Dian seneng bisa bekerja dengan bos sebaik kamu,tentu saja kami betah jadi karyawan mu dan untuk masalah gaji gak masalah jika bulan ini kami telat menerima gaji,kami tau kok kesulitan yang sedang kamu hadapi,bukan begitu Dian ? ".


perkataan Ledy sungguh menenangkan pikiranku,aku lantas menarik kepalaku dari pelukan Ledy dan melihat kearah Dian , penasaran dengan apa yang akan dia katakan.


"ii.....iyaa.... gapapa kok" Dian menjawab tapi sambil menunduk,aku tau Dian sangat butuh gaji itu karena selama ini dia adalah tulang punggung dari keluarganya, keluarganya pasti sudah menunggu gaji dia . aku tau dia berkata seperti itu hanya karena Ledy yang memaksanya.


aku harus narik ojek online lagi,sekarang bagiku waktu sangatlah berharga,aku tidak boleh berleha-leha di kursi ini,aku harus mencari uang tambahan untuk membayar gaji mereka.aku lantas segera berdiri dan mengenakan kembali jaket kesayanganku.


"yaudah kalian istirahat aja, hari ini tetap aku hitung kerja kok,ini uang kalau nanti pak tukang kesini " aku meletakkan sepuluh lembar uang pecahan ratusan ribu kedalam laci kasir.


aku mengangguk,Ledy semenjak liburan di pantai kemarin dia jadi sering bertingkah seperti laki-laki,dia juga jarang bicara dengan bahasa bancinya, penampilannya juga seperti laki-laki,mungkin Ledy sudah mendapatkan hidayah-Nya dan kembali ke kodratnya menjadi seorang laki-laki,tinggal giliranku yang entah kapan?


15 menit aku menunggu disekitar halte akhirnya ada juga yang membutuhkan jasaku,aku segera menjemput calon penumpangku,alamatnya ada di sebuah perumahan elite.aku berhenti di depan pagar sebuah rumah mewah dan menunggu sebentar lalu dari balik pagar keluar seorang wanita sekitar umur 25 tahunan.sangat cantik membuat ku sedikit terpana dengan pesonanya.


" ayo jalan..." wanita itu sudah berada di atas jok motorku tanpa aku sadari.


"baik mbak ! ".


"hahaha....mbak ?? namaku Casandra,kamu bisa panggil aku sandra ".suara Sandra terdengar sangat lembut sesuai dengan wajahnya yang cantik.


" iya ...mbak...eh...Sandra ".


hal yang tak aku duga Sandra memeluk pinggangku dan menyandarkan kepalanya di bahu belakangku, sepertinya dia takut naik motor

__ADS_1


" jangan ngebut ya bang ? "


"iya ! " aku mengemudikan motorku dengan sangat pelan,sesekali Sandra akan memeluk erat pinggang ku ketika tak sengaja roda motor ku melewati jalan berlubang.hal itu membuatku penasaran dan menanyakan langsung kepadanya kenapa dia memesan ojek onlie jika takut naik motor,bukankah dia bisa memesan mobil.dan jawaban yang aku dapati sungguh aneh.


" aku ingin menghilangkan traumaku bang,aku ingin bisa naik motor lagi,pasti kamu bingung ya ?"


"hehe....iyaa...."


"jadi aku dulu suka balap motor,aku punya motor gede dirumah.tapi semenjak aku kecelakaan sampai sekarang aku trauma kalau harus naik motor,nah diam-diam aku sengaja memesan ojek online tanpa sepengetahuan papa karena aku ingin menghilangkan trauma ku itu,kamu risih ya aku peluk kayak gini ?"


mana mungkin aku risih dipeluk wanita secantik dia... hehe


otak tomboy ku mulai nakal dengan pikiran sesatku.


"gak papa kok , tapi apa kamu selalu memeluk tukang ojek lainnya seperti ini ?"


"hahahaha..... kenapa?apa yang kamu pikirkan?aku memelukmu karena aku tau kamu itu wanita sama sepertiku.aku juga sebelum memesan ojek online selalu memilih drivernya wanita kok..."


" hehehe...." aku cengar-cengir sambil tetap fokus mengemudi,aku pikir dia tidak tau kalau aku ini wanita.


"kalau kamu tau aku wanita,kenapa tadi kamu panggil aku Abang?? "


" kamu tidak suka ya?,tapi biasanya para tomboy seperti kamu akan senang jika dipanggil Abang,ya sudah kalau kamu keberatan aku akan panggil kamu mbak ojek aja ''.


" eeh....jangan dong...."


hahaha (tertawa bersama).


hari itu setelah mengantarkan Sandra ketempat tujuannya yaitu sebuah taman, kami justru menjadi dekat.sikap sederhana Sandra membuat ku tak perlu canggung kepadanya, meskipun sebenarnya dia adalah orang kaya,tapi dia sangat ramah,sehingga kami cocok dan langsung menjadi teman.aku juga mengajarinya pelan-pelan naik motor.aku membantunya menghilangkan traumanya pada motor.

__ADS_1


__ADS_2