Sitomboy Mencari Cinta Sejati

Sitomboy Mencari Cinta Sejati
hamil


__ADS_3

Angga semakin terbuka menyatakan perasaannya padaku,dia bahkan beberapa kali mengirimkan bunga untuk ku.


bunga untuk seorang cewek tomboy sepertiku,bukankah itu sesuatu yang aneh?Angga benar benar payah


hanya tampang dan pekerjaan nya saja yang lumayan. tapi untuk urusan menaklukkan hatiku dia nol besar.dia tidak paham bahwa tomboy seperti ku itu berbeda


aku bahkan tidak pernah berpikir akan menerima Angga menjadi pacarku, meskipun bagaimana kerasnya dia mencoba meluluhkan hatiku,aku tetap belum bisa menyerah untuk merelakan diriku menjadi pacarnya,itu karena meskipun aku berusaha mencoba menjadi cewek yang sesungguhnya ,jiwa tomboy ku tetap ada didalam darahku,tidak semudah itu untuk menerima laki laki menjadi pacarku,


"kak ada waktu gak?aku pengen ketemu,tolong temui aku di alun-alun dekat rumah sakit,plisss🙏"


aku membaca sebuah pesan masuk dari Sheila,seketika kosentrasiku buyar,aku hanya ingin mata kuliah ini cepat berakhir dan aku bisa segera menemui Sheila,


mataku melirik kearah arlojiku tiga puluh menit lagi,ahh lamanya....


kenapa Sheila ingin bertemu denganku?


apakah ada hal yang sangat penting?


tapi apa??


apa ini tentang Angga?


tapi aku dan Angga belum berpacaran,dan dia


juga tau tentang itu,gak mungkin ini tentang Angga?


rasa gelisah langsung menggelayut di hatiku, sebentar sebentar aku melihat arlojiku,rasanya jarum nya enggan berputar


lama sekali


aku memutar mutar pena dengan jari-jariku mataku menatap kosong ntah kemana pikiran membawaku


"bodoh,kenapa aku masih peduli sama dia sih"


kubanting pena yang berada di tangan ku keatas meja


brakk...


seketika semua mata menatap kearah ku dan dosen Ari pun menegurku


"kamu kenapa??"


"kalo tidak mau ikut mata kuliah saya silahkan keluar jangan bikin onar!"


"maaf pak,"


malu sekali rasanya ,


"gara gara Sheila ini,dasar sial...."


begitu mata kuliahku selesai aku segera mengemasi buku bukuku memasukkan nya ke ransel dan aku buru buru setengah berlari menuju kearah parkir.


"hei,.....kamu...."


aku mendengar seseorang mencoba berlari mengejarku, kuhentikan langkah kaki ini dan melihat kearah belakang ,


seorang wanita berambut pirang panjang sedikit bergelombang dengan berat badan ideal berparas cantik serta bola mata warna blue,dialah wanita yang aku taksir di kampus


Fiona .....gadis blesteran, ibu Sunda dan ayah Australia.


tidak gampang untuk dekat dengan dia selain karena dia cantik,pintar anak orang kaya dia juga idola kampus


dan hari ini dia memanggil ku,rasanya seperti sedang bermimpi indah...


Fiona berdiri tepat di hadapan ku, jantungku berdegup kencang,kakiku seperti kehilangan tenaga untuk menopang berat tubuh ku,lidahku Kelu tak bisa mengucap kata,


yah inilah jiwa tomboyku yang sulit sekali untuk aku tinggalkan,aku lebih cepat mencintai seorang wanita daripada seorang pria,meskipun pria itu Angga seorang dokter muda dan tampan,hatiku tetap memilih gadis ini untuk aku cintai.mungkin bagi kalian wanita normal aku ini sangat menjijikkan,tapi aku juga tidak mau terlahir seperti ini


"kamu anak fakultas kedokteran kan?aku mau kasih undangan ini..."


Fiona menyodorkan sebuah undangan pesta ulang tahun


"acaranya nanti malam, datang ya....."


kemudian dia berlalu meninggalkan ku,baru beberapa langkah dia berbalik ke arah ku


"Oya jangan lupa ajak pacarmu ya...."


tak sepatah kata pun mampu keluar dari mulut ku,


aku cuma membalas setiap kata darinya dengan senyuman


padahal selama ini aku selalu berusaha mendekati nya tapi kali ini begitu ada kesempatan aku justru tak mampu berkata-kata...


lama aku menatap ke arah perginya Fiona, hingga aku sadar ada Sheila yang sedang menunggu ku di alun-alun


"Sheila.....ahh sial aku harus buru buru "


aku menyimpan kartu undangan dari Fiona kedalam ransel ku,dan kemudian berlari kearah parkiran kampus,mengambil motor ku dan menuju alun-alun.


begitu aku sampai segera aku cari Sheila dan aku melihat dia duduk sendiri menepi di pojok raut mukanya kusam,matanya sembab sepertinya dia habis menangis terlalu lama.


"sheil.......ada apa?"


melihatku datang Sheila segera berdiri dan tanpa berkata-kata dia langsung memeluk ku,tak perduli di taman itu tengah ramai orang.


dia menangis sejadi-jadinya,aku merasa kasihan juga sedikit risih karena beberapa mata menoleh kearah kami, mungkin jiwa kepo mereka mencoba mencari tahu apa yang terjadi diantara kami.


aku mencoba menenangkan Sheila dan memintanya bercerita masalah apa yang sedang dia hadapi


perlahan-lahan Sheila mulai tenang dan dia mulai bercerita.


"tolong aku kak,aku hamil..."


"hamil??? "


"dengan siapa sheil???"


"apa Angga yang menghamilimu???"


"bukan kak,bukan Angga yang menghamiliku"


"bukan??lalu siapa laki laki itu?"

__ADS_1


"apa kamu punya pacar disini?"


Sheila kembali menangis


"aku tidak tau kak,malam itu aku diajak kawanku ke Pasifik (diskotik),aku di paksanya minum setelah itu aku mabuk,aku tidak tau siapa laki laki itu,aku hanya ingat dia membawaku ke kamar, dan aku tidak ingat lagi apa yang terjadi"


"siapa kawanmu itu?"


Sheila tak menjawab pertanyaan ku dia hanya menangis dan terus menangis.aku yang kemarin melihatnya dengan penuh kebencian sekarang melihat dia seperti ini aku sungguh merasa kasihan,aku tau dia pasti bingung bagaimana menjelaskan ini semua ke orang tuanya.


kupeluk tubuhnya , kubiarkan dia menangis dalam dekapanku,jiwa Sheila sedang terguncang aku tau ini bukan waktunya untuk bertanya padanya.


Sheila meluapkan semua kesedihannya,dia bahkan tidak lagi peduli jika saat itu kami sedang berada di tempat umum,hatinya hancur,masa depan nya pun ikut hancur.


aku bisa merasakan kesedihan nya ini


setelah agak lama


"kamu sudah lebih baik?"


sheila mencoba menepis tangan ku dan berusaha keluar dari pelukan ku,dengan terisak dia mengangguk


"tunggu disini sebentar ya aku belikan kamu minum dulu."


aku segera beranjak dari tempat dudukku dan mencari penjual minuman tak jauh dari tempat kami duduk seorang pedagang minuman dan makanan ringan tengah menjajakkan dagangannya.aku membeli dua botol minuman dingin serta cemilan kentang kesukaan Sheila. lalu kemudian aku kembali menuju kearah tadi aku dan Sheila duduk,aku melihat Sheila tengah menerima telepon ntah dari siapa tapi begitu dia tau aku datang dia buru buru mematikan nya,tak ingin ikut campur aku memilih untuk tidak membahas nya.


kusodorka sebotol minuman dingin dan meletakkan bungkusan Snack kentang di kursi,setelah meneguk beberapa teguk minumannya aku mencoba kembali bertanya pada Sheila tentang siapa kawan yang membawanya ke tempat diskotik itu


"aku pergi bersama Dina kak,aku berkenalan dengan dia di mall waktu tengah membeli tas,kemudian kami jadi dekat melalui pesan WhatsApp."


"kamu tau dimana dia tinggal?"


"iya ,aku pernah diajak beberapa kali ke kosannya"


"kirim ke WhatsApp ku,biar aku yang cari dia,kamu sekarang lebih baik pulang istirahat tenangkan dirimu"


"aku harus balik ke rumah sakit kak,tadi aku cuma ijin sebentar,"


"ya sudah, kamu baik baik ya ,aku akan berusaha membantumu"


kutepuk pundak Sheila beberapa kali berusaha menguatkan nya.sheila hanya mengangguk lalu dia berdiri dan bersiap untuk pergi.


"ini bawalah ,keripik kentang , kesukaan mu kan?" kusodorkan plastik jajanan itu kepada Sheila,dia menerimanya sambil tersenyum


"maafin aku ya kak,selama ini aku udah jutek sama mu,aku jahat samamu"


"sudahlah aku sudah memaafkan mu,pergilah"


Sheila pergi berlalu dari tempat duduk kami kulihatnya dia berjalan hingga menghilang di balik tikungan .


alamat yang Sheila kirim ke ponselku,alamatnya sekitar dua puluh menit dari alun-alun tempatku berada.


kulihat jam di tanganku menunjukan pukul 16:54 WIB,jika aku pergi sekarang paling tidak aku sampai di sana sekitar pukul 17:20 an.


acara ulang tahun Fiona jam 7 malam.masih cukup waktu.aku segera kearah motorku terparkir dan memacunya dengan kecepatan tinggi agar aku segera sampai.


🐾🐾🐾


aku berhenti di sebuah kosan dengan dinding bercat warna cream,berlantai dua mungkin ada sekitar 16 kamar kos didalamnya.


Dengan sedikit berlari aku menaiki anak tangga mencari kamarnya dan begitu aku mengetuk pintu kamarnya seperti terdengar kepanikan dari dalam kamar,dan beberapa saat kemudian pintu kamar dibuka tampak seorang wanita dengan rambut sebahu tengah membetulkan bajunya yang tampak sedikit berantakan,kulihat ada seorang laki laki di dalam kamar tengah duduk dengan setengah badan ditutupin selimut,aku tersenyum,tentu saja aku paham apa yang sedang mereka lakukan didalam.


melihatku memperhatikan lelakinya ,wanita itu sedikit memakiku


"siapa elo.....ngapain ke kamar gua?"


" kamu Dina ya?"


wanita itu menatap ku tajam baru kemudian mengiyakan.aku langsung menyelonong masuk dan memvideo laki laki yang tengah duduk diatas ranjang itu,dan aku menarik selimutnya,dia yang tak menyadari aku akan melakukan itu tidak bisa mempertahankan selimutnya hingga terlihat dia tengah setengah telanjang.dina mendorong ku untuk, menjauh dari lelakinya


"sialan,siapa sebenarnya elo?ngapain elo ke kamar gua?"


aku mematikan videoku dan memasukkan nya ke kantong celana ku.


kemudian kudorong Dina dan menyeret nya kearah dinding,dalam keadaan terjepit dia tidak bisa melakukan apa apa selain terus memakiku


"siapa laki laki yang membeli Sheila? katakan?"


"anj*Ng....gua gak kenal siapa yang elo maksud?"


"oh...rupanya kamu sudah amnesia ya ,baik.. kamu mau aku teriak biar semua penghuni kos kesini dan mempermalukan mu?"


"bangs*t....... udah gua bilang gua gak kenal Sheila,lepasin gua..."


Dina berusaha melepaskan diri,tapi aku tidak memberinya kesempatan aku justru semakin mendekatkan tubuhku kearahnya hingga dia kesulitan untuk bergerak,lelaki yang duduk diatas ranjang itu berusaha berdiri tetapi aku membentak nya untuk tidak ikut campur atau aku sebarkan video tadi.dia pun tampak menurut.


"masih gak mau bilang sama siapa kamu jual adikku Sheila,atau kamu mau aku perpanjang urusan ini dengan menyeretmu ke kantor polisi,biar polisi yang akan menanyaimu,hah!!"


"baik...baik...gua akan cerita lepasin gua"


"kamu mau bodoh bodohin aku ya"


"serius gua bakal cerita ,gua gak bakal kabur"


aku melepaskan tanganku dan Dina tampak mengambil nafas,lalu dia bercerita


"iya gua kenal Sheila,dia perawat rumah sakit,gua kenal waktu gua lagi milih tas di mall, setelah itu kita jadi teman,malam itu dia ngajak gua ke Pasifik katanya dia lagi stress,dia minum terlalu banyak,sampai mabuk,pas itu ada dua orang laki laki mendekati kami,gua berjoget dengan salah satu lelaki itu,tapi Sheila dia sangat mabuk,dia bahkan tidak sanggup lagi untuk berdiri,dia cuma duduk,gua sempat melihat kearahnya ,lelaki itu berusaha meraba raba nya,lalu dia mengajak Sheila keluar,gua gak terlalu jelas ngeliatnya,soalnya remang remang. setelah itu lelaki yang berjoget dengan gua ngajakin gua ke hotel.udah gua gak tau kemana Sheila pergi."


kenapa ceritanya sedikit berbeda dengan yang Sheila bilang,dia bilang dia diajak tapi dina bilang Sheila yang ajak,


"mana nomor laki laki yang bersamamu itu?kamu menyimpan nya kan?"


"ya gua ada simpan, tapi elo jangan bawa bawa gua lagi kedalam masalah ini,kalo sekarang Sheila hamil itu bukan salah gua,itu salah dia sendiri, ngapain dia minum banyak sampai mabuk,dan iya gua gak ada ajakin dia dugem"


setelah mendapat nomernya aku lalu pergi meninggalkan mereka berdua ,sudah pukul 19:03 WIB.


aku tidak bisa melanjutkan mencari laki laki itu,aku harus datang ke pesta ulang tahun Fiona,tapi aku belum menyiapkan kado untuknya.


di perjalanan aku melihat sebuah toko bunga,aku berhenti dan memesan sebuket bunga mawar putih untuk kado ulang tahun Fiona,tidak cukup sulit untuk mencari alamat Fiona karena salah satu temanku mengirim kan alamat lokasi Fiona,dia sudah berada di sana.


rumah mewah seperti yang ada di sinetron, bak istana ...begitu bel aku tekan seorang satpam membuka gerbang,dan memintaku menunjukkan undangannya,setelah kuperlihatkan aku dipersilahkan masuk.


satpam itu memberitahu ku untuk menuju ke arah kolam renang dimana Fiona membuat pesta ulang tahun.

__ADS_1


aku tampak begitu kagum dengan rumah mewah Fiona karena jujur baru kali ini aku memasuki rumah mewah,maklum aku bukan anak orang kaya.


tampak sangat ramai tamu yang datang, maklumlah ank orang kaya


terdengar suara seorang MC menyebut namaku


"nah ini dia tamu istimewa kita sudah datang,rupanya dia agak terlambat,mari kita persilahkan dia untuk bergabung"


diikuti suara tepuk tangan,hanya beberapa tamu undangan yang kukenal sisanya aku tidak tau siapa,


aku melangkah kan kakiku dengan wajah penuh kebingungan,ada apa ini,kenapa aku di bilang tamu istimewa.


aku mendatangi Fiona yang tampak terlihat sangat anggun dengan gaun warna putih serta riasan bak puteri dalam cerita Cinderella,sangat cantik.


"maaf aku cuma bawa ini"


Fiona menerima buket bunga mawar putih yang kuberikan dia pun tersenyum


"wow bunga mawar putih yang cantik...bukan begitu teman teman"


aku merasa agak sedikit aneh dengan tingkah Fiona,


semua tamu undangan tampak bertepuk tangan sambil tertawa.


"sudah jangan buang buang waktu lagi,ayo kita mulai saja acaranya"


seorang laki laki dengan wajah yang lumayan tampak berbicara kepada Fiona


tapi Fiona mengacuhkannya dan malah bertanya kepada ku


"mana pasanganmu?bukankan aku sudah bilang datang bersama pasanganmu"


astaga gara gara masalah Fiona aku sampai lupa padahal aku tadinya ingin mengajak Angga.


"aku buru buru tadi jadi tak sempat ajak siapa siapa.."


"ouwg...tentu saja,


tentu saja kamu datang sendiri kan pasangan mu ada disini iya kan ......Al... Aline...."


"apa ini,apa maksudmu fi...?"


"bukankah aku pasanganmu Abang Al....selama ini ,aku dengar kamu suka sama aku, benarkah??maaf ya aku tidak tau kamu punya perasaan sama aku"


"apa ini Fiona?"


"mm....ehh....kalian semua pernah denger tentang cewek suka sama cewek gak?pasti pernah kan??"


semua tamu undangan tampak antusias mendengarkan Fiona bicara


Fiona memutari tubuhku sembari terus bicara


"nah hari ini aku bakal kasih tau kalian kalo ternyata ada seorang wanita yang diam diam suka sama aku...iyuhhh.....kayak nya ini pengalaman pertama aku deh,dan hari ini aku undang dia lho....kalian mau tau gak siapa dia???"


suasana menjadi semakin hening,


"ini....."


Fiona memegang pundak ku dari belakang


aku sangat terkejut, rupanya dia sengaja mengundangku hanya untuk mempermalukan ku,


"abang Al....alias Aline,seorang cewek yang katanya anak-anak di kampus dia naksir sama aku,dia pikir aku wanita upnormal yang bisa dia pacari....dia terlalu bermimpi,Oya Aline aku mau kenalin kamu sama pacar aku Alex,sini sayang...."


Fiona memanggil lelaki yang tadi berada di dekatnya ternya dia adalah pacarnya,lelaki itu mendatangiku tapi dia tampak tidak searogan Fiona dia justru meminta Fiona berhenti mempermalukan ku dan segera memulai acara tiup lilinnya.tapi Fiona menolak dia belum cukup puas dengan perbuatannya


"tunggu sayang aku belum selesai aku mau menyadarkan si butchi ini bahwa aku ini cewek normal yang masih suka sama laki laki ,biar dia berhenti berkhayal untuk bisa mendapatkan ku"


"sudah cukup,


ternyata kamu mengundangku hanya untuk mempermalukan ku,


tapi sepertinya kamu salah sangka nona Fiona yang cantik,


iya benar aku suka sama kamu ,tapi suka bukan berarti cinta,


aku hanya menyukai mu karena kamu cantik tentu saja aku iri,


dan iya


tadi kamu bilang aku suka


maksud mu cinta sama kamu?


ooh sepertinya disini kamu yang gak normal ya...


maaf ya tapi aku juga sudah punya pacar nona..


dan dia laki laki,


jadi salah besar kalo kamu beranggapan bahwa aku cinta samamu.


tapi btw, thanks ya


udah undang aku,


maaf seperti nya aku tidak tertarik lagi dengan pesta ini,aku pamit"


sesegera mungkin aku berbalik dan bersiap pergi,tapi lagi lagi Fiona menahanku


"pacar....laki...laki....mana pacar kamu,bawa dia kesini baru aku yakin ,"


aku tak menjawab kata kata Fiona


"kenapa diam ?tentu saja kamu diam karena memang tidak ada pacarmu,bukan begitu lesbi?"


Fiona sangat keterlaluan


"seperti nya aku kurang mengenal mu ya,t


ternyata kamu gak sebaik yang aku pikirkan ,


dan ya kamu mau kenal sama pacarku kan tunggu ya aku akan minta dia untuk datang kesini.

__ADS_1


"oke"


aku meninggalkan pesta itu dan keluar ,


__ADS_2