
aku baru tau kalau selama ini Angga adalah anak yatim piatu.kedua orang tuanya telah meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil sewaktu usia Angga masih lima tahun.
kemudian angga kecil yang malang di asuh oleh bunda.
bunda adalah saudara kembar ibunya Angga,bunda belum pernah menikah sebelumnya menurut cerita angga.dulu bunda pernah memiliki seorang kekasih dia seorang polisi namun malang saat melakukan penggerebekan para terduga ******* , kekasih bunda tertembak tepat di jantungnya sehingga nyawanya tidak bisa diselamatkan.
hingga sekarang bunda masih setia kepadanya dengan memutuskan untuk tidak menikah dengan orang lain.setelah kecelakaan yang di alami kedua orang tua Angga,bunda lah yang mengurus semua aset berharga milik kedua orangtua Angga.
Angga adalah anak tunggal,jadi dialah pemilik tunggal semua harta warisan peninggalan orang tuanya.ayah Angga memiliki sebuah perusahaan yang memproduksi sepatu di daerah Bekasi. yang saat ini di kelola oleh pamannya adik dari almarhum ayah Angga.
dan keputusan Angga yang memilih menjadi dokter adalah karena ingin mengobati bunda.kesehatan bunda mulai menurun, pemeriksaan awal bunda mengalami kelainan di jantungnya sehingga beliau harus memasang ring di jantung nya.sehulan setelah operasi pemasangan ring lambung bunda bermasalah,ada pembengkakan di lambungnya yang membuat bunda harus mengkonsumsi bubur hingga saat ini.
bunda masih bisa bertahan hingga saat ini itu semua karena bantuan obat. yah...Angga sangat menyayangi bundanya karena hanya beliaulah yang dia punya setelah kepergian kedua orang tuanya.
sejak pertemuan pertama ku dengan bunda waktu itu aku jadi sering berkunjung kerumah Angga ,karena aku merindukan bunda.seperti hari ini sepulang kuliah aku mampir ke rumah bunda.oya drumah itu selain bunda dan Angga,ada dua orang lagi yang bertugas untuk mengurus rumah.dia adalah mang Tatang dan mbak sisri.
aku membawa bungkusan plastik berisi bubur ayam untuk bunda.
"eh mbak Aline....itu ibuk ada dibelakang di dekat kolam " mbak sisri menunjuk ke arah kolam renang
"iya mbak...."
aku lantas berjalan kearah kolam renang menemui bunda yang sedang duduk diatas kursi roda memandang luas sisi kolam tak jauh dari kolam terdapat sebuah taman berisikan tanaman bunga anggrek yang sedang berbunga dengan indahnya.
aku menyalam tangan bunda lalu kemudian mencium pipinya.bunda membalas mencium pipiku dan mengusap lembut rambut di kepala ku
"kamu kesini.....tapi Angga sedang dirumah sakiit,dia bilang sore ini ada jadwal operasi."
"Aline kesini untuk bunda bukan untuk Angga ,Oya ini Aline bawakan bubur ayam buat bunda,Aline suapin ya....! "
bunda mengangguk sambil tersenyum.
aku menyendok bubur itu dan menyuapkannya ke mulut bunda.hanya beberapa suap bunda sudah tidak mau lagi memakannya
"sudah cukup,perut bunda tidak bisa di isi banyak banyak "
bunda tampak menyeringai menahan sakit di perut nya.
aku jadi sedikit panik tapi bunda menjelaskan bahwa itu sudah biasa beliau rasakan ketika perutnya baru saja terisi oleh makanan.
ku habiskan sore itu dirumah Angga bersama dengan bunda,bunda entah kapan aku mulai begitu menyayangi nya.selepas magrib Angga baru tiba di rumah,dia begitu senang ketika melihat aku berada di sana
"nyonya disini rupanya,pantas saja di rumah sakit aku merasa ingin segera cepat pulang "
Angga mulai menggodaku di depan bunda.dan itu membuat bunda tersenyum.
"sudah jangan ganggu dia,ajak Aline makan nak,dia belum makan malam "
" siap bunda ,tamu istimewa ini akan Angga layani layaknya seorang puteri ...bunda jangan khawatir "
mbak sisri membawa bunda masuk kedalam kamar dan Angga mengajakku makan malam
"tuan Puteri mau makan apa ,saya siap melayani..."
Angga bertingkah konyol layaknya seorang pengawal istana.
mataku melirik kearah meja makan ,ada ayam goreng sambal lengkap dengan lalapan dan tumisan sayuran serta buah-buahan yang sudah tersaji di sana. mendadak aku punya ide untuk mengerjai dokter Angga ini.
" kayaknya aku pengen makan nasi goreng,dengan telor ceplok setengah matang,di tambah ikan asin goreng plus taburan bawang goreng sama kerupuk...mmmm.... kayaknya enak deh "
__ADS_1
angga tampak melihat kearah meja makan sebentar lalu kemudian berteriak memanggil mbak sisri,agar membuatkan pesananku.
" MMM......tapi aku maunya kamu yang masakin buat aku.kamu bilang tadi mau melayani aku ?? "
aku mengangkat kedua alisku mengejek Angga karena aku yakin dia tidak akan bisa memasak.
Angga melihatku ,dia mengerti bahwa aku sedang berusaha mengerjainya.dia lantas mencubit hidungku
"ooo...tuan Puteri ternyata ingin menguji aku ya....ayo ikut ke dapur "
Angga merangkul pundak ku dan mengajakku ke dapur.sementara dia menyiapkan semua bahan yang diperlukan untuk membuat nasi goreng aku duduk diatas meja dapur sambil memainkan buah tomat yang telah dia siapkan sebagai bahan pelengkap nasi goreng dan mulai memperhatikan dia yang mulai cekatan memasak.
"kamu bisa masak juga rupanya,tapi gak tau rasanya enak apa tidak "
aku tetap meragukannya , tak mau dia besar kepala .Angga tersenyum sambil terus mengaduk nasi goreng nya..
aromanya mulai tercium di hidung ku,rasanya harum sekali,pasti enak pikirku
aku menyomot sendok yang berada di sebelahku lalu turun dari meja kemudian berjalan mendekati Angga.begitu sendokku mau mendarat di kuali,Angga dengan cepat menangkap tanganku
"sudah tidak sabaran rupanya tuan Puteri ini"
aku melengos sengit kearahnya,merasa sebel karena tidak bisa mencicipi nya.
kulemparkan sendok yang ku pegang kedalam westafel pencuci piring.angga tertawa meledekku,yang cemberut karena kesal.aku meninggalkan nya di dapur dan berjalan kearah meja makan aku duduk di sana dengan satu kaki kuletakkan diatas kursi.
Angga berjalan membuntuti ku dengan membawa sepiring nasi goreng dengan telor ceplok diatasnya beserta kerupuk,ikan asin dan taburan bawang goreng.persis seperti yang aku inginkan tadi
"silahkan tuan Puteri, makanan nya sudah siap "
"berhentilah memanggilku tuan Puteri,apa kamu pernah lihat tuan Puteri setomboy aku hah menyebalkan "
"non Aline ini meskipun tomboy tapi tetap cantik gak ganteng jadi masih cocok kok di panggil tuan puteri " celoteh mbak sisri di barengi suara tawanya.
aku merasa jadi bahan lelucon disitu, bagaimanapun juga banyak kok wanita yang mengatakan kalau aku ini ganteng,bahkan tak jarang mereka juga kadang tertipu tak bisa mengenaliku kalau sebenarnya aku ini seorang wanita.
"mbak aja tuh yang gak bisa lihat dengan jelas ,orang aku ganteng gini di bilang cantik "
aku mengambil sendok dan mulai menyendok nasi goreng buatan Angga, ternyata rasanya betul betul enak
"wow....rasanya enak,pas di lidahku kamu pintar masak rupanya ya selain jadi dokter kamu juga bisa jadi koki ya " aku berbicara dengan mulut penuh dengan nasi goreng
mbak sisri Angga dan mang Tatang juga sudah berada di meja makan memperhatikan ku.
" jangan dibiasakan berbicara saat mulutmu penuh dengan nasi " Angga berusaha menasehati ku
" kamu ini cerewet banget kayak emak emak yang hobinya ngegosip di tukang sayur " aku terus menyendok nasi dan memakannya lahap.terdengar suara mbak sisri dan mang Tatang tertawa kecil melihat aku mengomeli Angga.
Angga menatap ke arahku
"kenapa melihatku seperti itu....? "
tapi angga malah mendekat lalu kemudian tangannya meraih tisu dan mengelap ujung bibirku dengannya.
"wanita itu kalau makan gak boleh berantakan" ucapnya kemudian
mbak sisri dan mang Tatang tersenyum senyum melihat kearah kami.
" anggap aja aku bukan wanita " aku terus saja melahap makananku dan tak menghiraukan semua perkataan Angga.
__ADS_1
disini memang sudah biasa makan bersama di meja makan tanpa di bedakan.
setelah selesai makan Angga mengajakku ke kamar tidurnya,katanya dia ingin menunjukkan sesuatu kepadaku.aku mengikutinya naik kelantai dua dan masuk kesebuah ruangan kamar milik Angga. kamarnya tertata rapi wajarlah pikirku ada mbak sisri yang membantunya merapikan nya. didinding kamar terdapat beberapa poster tokoh Spiderman,mungkin dia menyukai film itu.di samping kasur terdapat meja kecil tempat meletakkan lampu tidur dan laptop miliknya dan mataku melihat ada bingkai foto kecil diatas meja itu .sadar aku memperhatikan foto itu Angga langsung lari dan mengambilnya.laku menyembunyikan nya di balik punggungnya.melihatnya bertingkah seperti itu aku malah menjadi sangat penasaran.aku berusaha merebut bingkai foto itu dari tangannya.aku terus berusaha dengan menjambak rambut nya dan menarik narik bajunya.angga pun akhirnya menyerah dan memilih memberikan bingkai foto itu kepada ku.
" ini ....hah....dari mana kamu mendapatkan nya "
ternyata itu adalah fotoku waktu masih SMA,di foto itu aku sedang berdiri dibawah tiang bendera dengan posisi hormat.aku ingat betul waktu itu aku di hukum karena ketauan sembunyi di kantin waktu upacara bendera sedang berlangsung dan Angga ternyata mengambil gambarku.
Angga terkekeh melihatku memegang foto itu
" sudah aku bilang aku sangat menyukaimu,makanya aku menyimpan foto-foto mu,yang aku ambil diam diam "
"foto foto maksudmu kamu punya lagi selain ini,mana aku mau lihat "
aku berusaha mendesak Angga agar dia mau mengatakan dimana dia menyimpan sisa foto yang dia ambil itu,tapi dia menolak dan akhirnya kami pun berduel aku menggelitiki tubuhnya hingga dia tidak bisa berkutik.dan akhirnya menyerah
"baik baik,aku akan mengatakan nya tolong berhenti menggelitikiku aku tak tahan geli...."
aku lalu melepaskan Angga ,dan dia berjalan menuju kearah lemari dan membuka pintu nya. mataku terbelalak melihat taburan foto tertempel rapi di balik pintu lemarinya,
"Gilak.....semua ini fotoku.....kamu ternyata saiko juga ya..."aku masih tak percaya dengan apa yang aku lihat saat itu ,Angga mengambil foto fotoku tanpa aku sadari sama sekali
"masih ada lagi, ini lihat ."
dia menutup pintu kamar dan dibalik pintu itu juga tertempel foto foto ku.
foto sebanyak itu untuk apa,atau jangan jangan dia gunakan foto itu saat nafsunya sedang tinggi....aiih.... menjijikkan. aku mengernyitkan dahi ku dan mendadak merasa mual
"dasar otak mesum aku tau kemana arah pikiranmu ! "
angga menoyor kepalaku,lalu merebahkan tubuhnya keatas kasur.
"aku menyimpan foto foto ini karena aku sangat mencintaimu,tapi kamu menolak ku.dari sekian banyak siswi di sekolah itu cuma kamu yang gak terpesona dengan ganteng ku.itulah sebabnya aku mulai tertarik denganmu.foto itu mulai aku kumpulkan sejak kamu menolak cintaku dulu "
"untuk apa kamu simpan??"
aku berjalan menghampiri nya lalu ikut merebahkan diri ke atas kasur sama seperti yang dia lakukan.
Angga mengubah posisinya menjadi telungkup dan wajahnya sekarang tepat diatas wajahku.aku tak sempat untuk
menghindar
"untuk memperlihatkan nya padamu,selama ini aku selalu punya keyakinan bahwa suatu hari nanti aku pasti akan bisa memperlihatkan ini semua kepadamu.dan aku benar kan "
Angga kemudian mencium keningku,dan kedua tanganku langsung mendorong tubuhnya menjauh,tetapi kalah cepat Angga sudah berhasil mencium keningku.
dia lalu tertawa terkekeh-kekeh sambil melihat ku yang berusaha mengelap elap dahiku yang bekas dicium tadi.
" Lin kamu suka main game gak? "
" game ?? mana ?? "
tentu saja aku menyukainya apalagi game bola,hampir setiap hari kumainkan.
lalu kami habiskan malam itu dengan main game, dan belajar karate.
malam itu Angga juga mengajariku tehnik dasar bela diri,dulu Angga adalah juara karate tingkat kabupaten.dia sangat mahir dalam ilmu beladiri.
Angga dia adalah seorang laki laki yang romantis,yang mampu menyenangkan pasangannya .hanya saja karena aku tomboy aku tidak terlalu terpesona dengan keromantisan nya itu.
__ADS_1
votenya jangan pelit,komen juga ya biar makin semangat nulis