
seperti yang sudah direncanakan sebelumnya,malam ini akan menjadi malam romantis bagi Fiona Dimana malam ini Angga akan menjadikannya sebagai kekasih.
Fiona terlihat begitu anggun dengan gaun warna hitam yang pas sekali ditubuhnya yang ideal.fiona adalah sosok wanita yang sempurna hanya karena dia pernah berniat untuk mempermalukan aku saja membuat penilaian aku dan Angga yang menganggap bahwa dia itu wanita dengan hati yang busuk, selebihnya aku sendiri tidak tahu, bagaimana sebenarnya sifat Fiona itu, karena aku tidak pernah berkesempatan untuk bisa dekat dengannya,dan sekarang meskipun gara-gara Angga Fiona mencoba untuk akrab denganku,aku memilih untuk tidak terlalu dekat dengannya.Aku takut jatuh cinta lagi kepadanya.
rencana pertama berhasil dengan baik malam itu Angga dan Fiona telah resmi berpacaran,dan itu tanpa sepengetahuan dari Sheila.
dilain cerita bang aldi tengah merapihkan semua baju-bajunya,esok bang Aldi akan kembali ke Jawa setelah memastikan bahwa aku baik-baik saja disini.aku juga sudah menceritakan kepada bang Aldi bahwa saat ini aku tengah menempuh pendidikan di universitas,aku mengambil jurusan ilmu kedokteran berkat kebaikan dari Bu ayu,aku juga sempat membawa bang Aldi untuk bertemu dengan Bu ayu.bang Aldi merasa sangat bangga dengan semua perjuanganku disini,dia akan membawa cerita ini kepada mama juga Abang tertuaku.aku merasa sedikit telah membuat bangga mamaku.aku berjanji setelah aku menyelesaikan pendidikanku dan berhasil meraih gelar dokter aku akan segera pulang ke Jawa dan bertemu dengan mama.
kami tiga bersaudara hanya bang Alfin lah yang sudah berkeluarga,dan hidup sebagai seorang petani dengan sawah yang luas dan memiliki beberapa pekerja, sawah-sawah itu adalah warisan dari almarhum orang tua dari istri bang alfin , sementara bang Aldi dia membuka usaha warung makan yang sudah memiliki 3 cabang.alhamdulilah kedua abangku sanggup membiayai semua kebutuhan mama.hanya aku yang belum berhasil menjadi apapun dan justru hanya membuat malu mama dengan kelakuanku disini.terkadang aku merasa menyesal sudah menginjakkan kaki ke kota Batam ini,kota dimana semua cerita gelap ku berawal dan berkembang.
tapi aku percaya sebelum manusia itu terlahir kedunia,semua takdirnya sudah tertulis.apa pun yang saat ini tengah aku alami semua adalah rangkaian dari perjalanan takdir ku.
keesokan harinya aku mengantarkan bang Aldi ke bandara hang Nadim, sebelumnya Angga sudah menawarkan diri untuk mengantarkan bang Aldi akan tetapi aku menolaknya,aku tidak ingin mencari masalah lagi dengan Sheila jika ia tau aku pergi mengantarkan bang aldi bersama Angga. jadi aku mengantarkan bang Aldi naik motor beat milik si dian,karyawan salonku.
aku semakin giat dan fokus dalam pendidikan ku, aku ingin segera menyelesaikan kuliah ku dan segera menjadi dokter agar aku bisa segera kembali ke pulau Jawa dan bertemu dengan mama.hampir satu bulan aku tidak tau perkembangan cerita tentang Angga dan Fiona ataupun Angga dengan Sheila,aku mencoba menjauhkan diri dari mereka semua.angga tentu dia mencoba untuk menghubungiku tetapi aku selalu berhasil menghindar,begitu juga dengan Fiona,dikampus sebisa mungkin aku untuk tidak bertemu dengannya. Dan selama dua Minggu terakhir Angga sama sekali tidak menggangguku dengan pesan-pesan yang biasa dia kirim ke ponselku, entahlah mungkin dia sudah bosan untuk menggangguku atau mungkin dia sudah benar-benar terpesona dengan kecantikan Fiona dan memilih melupakan perasaannya kepadaku,biarlah Angga memang pantas mendapatkan Fiona dia yang jelas-jelas jauh lebih baik dariku dalam segala hal.
dilain cerita ternyata Angga justru tengah menghadapi masalah dengan ulah Fiona yang secara diam-diam mengenalkan nya kepada kedua orangtuanya dan mengatakan bahwa mereka akan segera menikah,orang tua Fiona adalah seorang pengusaha yang sangat berpengaruh di kota ini, yang hanya dengan sekali gertak dia bisa membuat Angga kehilangan pekerjaannya sebagai dokter,melalui orang-orang suruhan ayahnya bisa saja Angga di sabotase dan karir Angga akan tamat.bagaikan memakan buah simalakama Angga kini terjebak diantara Sheila dan Fiona,
Dan disaat seperti ini dia sangat butuh seseorang untuk sekedar berbagi cerita namun aku justru menjauhinya,Angga benar-benar merasa kecewa denganku.dia merasa aku benar-benar tidak punya hati.padahal dia melakukan ini semua hanya demi untuk menyelamatkan rahasiaku dari bang Aldi dan keluargaku.
hari ini aku tak sengaja melihat Angga sedang menjemput Fiona ketika aku hendak keluar dari gerbang kampus,aku melihat Fiona merangkulnya dan mencium pipi kanan dan kirinya.angga yang melihatku dia justru memalingkan wajahnya, berbeda dengan Fiona yang terlihat melambaikan tangannya kearahku.merasa sedih dengan sikap Angga aku menutup kaca helm ku dan segera pergi meninggalkan mereka.aku sadar aku memang tak pantas untuk siapapun.ahh.....kenapa pipiku terasa hangat, disaat-saat seperti ini bukankah seharusnya aku bahagian karena Angga akhirnya mendapatkan yang terbaik untuknya.
__ADS_1
aku memutar arah motorku ke jembatan barelang, menenangkan pikiran sejenak di sana kurasa itu pilihan yang tepat.kuparkirkan motorku di pinggiran jalan , dan aku berdiri kearah pagar jembatan memandang jauh ke depan hamparan luas air yang berwarna biru,kemudian mataku memandang ke bawah jembatan,dengan ketinggian seperti itu wajar saja jika seseorang melompat dari atas jembatan ini pasti akan langsung meninggal.dan di jembatan ini sudah banyak kasus bunuh diri yang terjadi.kebanyakan dari mereka adalah muda mudi yang sedang patah hati.dan disaat aku tengah melamun membayangkan itu semua tiba tiba tak jauh dari tempat ku berdiri ramai orang berteriak
"hei jangan lompat...."
ada seorang wanita yang ingin mencoba bunuh diri di sana.aku memilih untuk tetap berada disini,malas ikut campur urusan orang lain, sedangkan hidupku sendiri sudah penuh dengan masalah.
"hei, bang gak ikut liat kesana,itu ada yang mau bunuh diri tadi mereka itu bertengkar di sana si wanita sampai di seret-seret di jalanan, sekarang si wanita mau loncat dari atas jembatan.ayok kesana ". seorang wanita yang tanpa aku tanya dia menjelaskan panjang lebar tentang kejadian yang tengah ramai itu.lagi lagi hanya karena masalah cinta,apa dia tidak berpikir kalau dia merantau kesini itu dengan tujuan ingin mencari kerja bukan mencari cinta,pasti dia sudah tidak perawan dan si pria gak mau tanggung jawab.ah....dasar wanita bodoh.
aku mendengar teriakan si wanita itu,dan suaranya terdengar tidak asing di telingaku, akhirnya aku mengikuti wanita yang bercerita tadi. berjalan ke arah keramaian, jalanan di atas jembatan yang terbagi menjadi dua arah kini berubah menjadi satu arah karena ramainya orang yang berhenti dan ingin menyaksikan kejadian dramatis itu,ada yang menertawakan ada yang bersimpati dan ada yang hanya menjeprat-jepret mencoba mengambil gambar untuk kemudian dia upload di media sosial nya.aku menyibak kerumunan itu ingin melihat siapa wanita bodoh yang ingin melompat terjun dari atas jembatan itu dan begitu aku bisa melihat sosok wanita itu akupun segera berlari mendekatinya
"Rosa..... hei,bodoh apa yang mau kamu lakukan."
"tunggu disitu jangan bergerak aku kesitu " aku berusaha akan mendekatinya dan suara seorang pria mencoba melarangku.
" biarin aja dia lompat ngapain kamu mau buang-buang tenaga tolongin dia " disusul sorakan dari orang-orang yang tengah menyaksikan kejadian itu yang tidak terima dengan perkataan pria itu yang tidak lain adalah pacar Rosa sendiri.
" ******* kau....apa yang kau lakukan sama kawanku ". aku menghampiri pria brengsek itu dan menghujaninya dengan beberapa kali pukulan di wajahnya,pria itu mencoba membalas namun orang-orang di sana yang merasa geram dengannya segera memengangi tubuhnya sebelum berhasil menyerangku.
aku berjalan mendekati Rosa dan mengulurkan tanganku,awalnya Rosa sedikit ragu hingga akhirnya dia mau meraih tanganku,aku berhasil menggagalkan aksi bunuh diri Rosa,dan si pria brengsek itu kini tak berdaya dengan tubuh terikat di pagar jembatan.rosa memeluk erat tubuhku ,badannya gemetar,bajunya kotor sedikit koyak, rambutnya acak-acakan,dan ada memar di bagian tangannya.dia terus saja menangis.suasana sedikit lebih lenggang karena sebagian orang memilih untuk pergi setelah tau adegan bunuh dirinya tidak jadi, menyisakan beberapa orang yang masih penasaran dengan kelanjutan ceritanya.
banyak sekali pertanyaan yang ingin aku tanyakan pada rosa ,tapi melihat kondisinya saat itu aku jadi tidak tega, aku meminta seseorang membelikan air minum untuk Rosa,setelah meminum air itu Rosa sedikit lebih tenang.dia mulai bercerita tentang masalah nya barusan.
__ADS_1
"aku malu bang....dia tidak mau menikahiku, padahal aku sedang hamil anak dia, "
si pria brengsek itu menimpali perkataan Rosa
"heh bodoh,sudah kubilang aku mau tanggung jawab tapi gak sekarang ,duit darimana aku buat ku kasih sama mamak kau"
" gak perlu kau kasih mamakku duit bang,cukup kau bilang aja sama mamakku kalau kita akan menikah ,itunya yang kuminta sama mu tadi.aku gak perlu pesta ,cukup kita nikah aja biar gak malu kali aku nanti, kalau nunggu nanti, yang ada semakin besar perut aku bang,kau malah marah dan seret-seret tubuh aku" jawab Rosa membela diri,aku hanya diam mendengarkan mereka berbicara.tak logis jika aku membela Rosa sementara aku belum tau siapa sebenarnya yang bersalah.
" kau yang maksa aku buat melakukan itu,kenapa pulak kau buat malu aku nangis-nangis di tengah jalan."
" itu karena Abang gak mau ngomong sama mamak tadi di telpon"
" bah...itu lagi yang kau bahas, Abang ini mau kasih yang terbaik buat kau,maksud Abang,biar Abang kumpulin duit dulu baru kita pulang ngomong langsung sama mamak kau,payah kali ngomong sama kau ini,bebal otak kau"
Rosa bersiap membalas omongan pria itu tapi aku melarang nya, aku bisa menyimpulkan bahwa mereka berdua hanya salah paham saja , seperti yang dulu aku tau pria pacar rosa itu sebenarnya sangat sayang kepada Rosa,mungkin karena mereka berdua sama sama berdarah Batak jadi keduanya sama-sama keras.
beberapa orang yang masih berdiri di sana juga menyarankan agar mereka berdua menyelesaikan masalahnya dirumah.
Rosa masih memegang bahuku sambil sesekali menangis,Rosa yang dulu aku pikir dia suka padaku karena begitu peduli padaku tak kusangka sekarang dia tengah hamil sebelum ada ikatan pernikahan.dan sekarang diatas jembatan ini mereka jadi bahan pertunjukan yang Ramai di tonton orang.
niat hati pergi kesini untuk menenangkan diri malah justru terlibat masalahnya Rosa dan pacarnya.kenapa setiap aku pergi masalah seakan selalu mengikutiku,seakan tak mau pergi jauh dari hidupku.
__ADS_1