
siang ini aku ada jam di kampus,ada satu mata kuliah yang harus aku ikuti.
di kampus ini aku memang tidak dekat dengan siapapun ,aku bahkan tidak punya teman yang bisa untuk aku jadikan sahabat.entahlah aku belum merasa nyaman untuk menjadi sahabat dari siapapun.
ketika aku tengah berjalan di lorong melewati ruangan perpustakaan aku melihat Fiona di dalamnya.aku menghentikan langkahku menatap nya sesaat,dan tanpa disadari Fiona pun menyadari aku tengah menatapnya.
buru buru aku pergi menjauh tak ingin terlibat masalah lagi dengannya,namun Fiona justru berlari menyusul ku dan ikut berjalan di sebelahku.
"Al....aku mau minta maaf"
aku terus saja berjalan tanpa memperdulikan nya.tapi Fiona tak menyerah sampai disitu,dia terus berusaha mengajakku berbicara,lantas dia menarik lengan tanganku.
"kamu dengerin aku kan?aku minta maaf"
aku kemudian menatap wajahnya,Fiona memang cantik,tapi karna kecantikannya ini aku sampai di permalukan di depan orang banyak.
"aku sudah maafin kamu,udah yaaku harus pergi, masih ada kelas"
aku berjalan meninggalkannya sendiri,namun dia justru terus berlari mengejarku lagi.
"aku mau berteman denganmu?"
aku menghentikan langkahku mendengarnya mengucapkan kalimat itu.
"kamu gak salah,mau temenan ma tomboy? gak takut nanti aku suka kamu?"
aku bicara sambil sedikit tertawa
"aku serius,kita temenan ya" Fiona menyodorkan jari kelingkingnya padaku.
pesona Fiona memang tidak bisa di hindari.melihat usahanya ini aku pun ingin mencoba untuk lebih dalam lagi mengenalnya,aku mengaitkan kelingking ku ke kelingking nya sebagai tanda aku menerima tawarannya untuk memulai sebuah pertemanan.
Fiona mengucapkan terimakasih lalu kemudian pergi kepada teman temannya. sementara 10 menit lagi kelasku akan segera dimulai.
🐦🐦🐦
jejak kenangan akan selalu tertinggal meninggalkan sebuah cerita yang bisa dijadikan sebuah pelajaran.
tiga hari setelah kejadian di hotel diskotik itu Angga kembali mendatangi kosanku, tidak tau pasti kapan dia datang tapi begitu aku sampai di kosan dia sudah berada disana menunggu ku.
aku membuka pintu kamar dan mempersilakan nya untuk masuk,entah apa yang membawanya datang ke kosanku.bukankah dia sudah mengetahui kebenaran tentang siapa sebenarnya aku,kenapa dia masih saja ingin bertemu denganku,benarkan cinta telah membutakan nya hingga dia tak mampu lagi melihat kenyataan bahwa aku ini sama seperti nya mencintai seorang wanita.
__ADS_1
aku menyodorkan botol soft drink yang kubeli tadi sewaktu aku hendak pulang ke kosan.
Angga mengambil botol minuman yang kusodorkan.
Angga terlihat sangat payah,mukanya kusam tak bercahaya sedikitpun seolah telah kehilangan kharismanya.rambutnya Kumal tak tersentuh sisir ataupun minyak rambut.
bajunya kusut seperti seorang baru bangun tidur.
"kamu kenapa kesini?"
aku mengambil tempat duduk tepat disampingnya.
Angga spontan saja langsung memelukku
"aku ingin kita menikah ! "
"hahh ! " aku terkejut mendengar kata-katanya dan berusaha melepaskan diri dari pelukannya.
Angga melepaskan pelukannya
"setelah semua yang kamu tau,kamu masih ingin menikah denganku? kamu waras ? "
"aku tidak peduli ,aku ingin kita menikah !"
ku tepuk bahu Angga beberapa kali
"pulanglah kamu butuh istirahat ga....tenangkan dirimu "
Angga balik memegang kedua bahuku dan menyamakan wajahnya sejajar dengan wajahku
"kamu ingin berubah kan? kita menikah.. aku yakin aku bisa merubahmu,kamu pasti bisa jadi wanita normal,kamu percaya padaku kan !! "
tampak keseriusan di wajah Angga ,dia begitu yakin bisa membawaku menjadi wanita selayaknya.
"bagaimana jika kamu gagal ? bagaimana jika ternyata aku tetap tidak bisa berubah? aku tidak mau kamu terluka untuk kedua kalinya,biarkan aku seperti ini ga... sampai takdir sendiri yang menunjukkan jalannya padaku ,pulang lah ga....aku yakin kamu akan menemukan yang lebih baik dari aku"
"aku hanya mau kamu Lin, kita tidak akan tau jika kita tidak mencoba"
Angga kemudian menarik tanganku memintanya untuk ikut dengannya .aku masuk ke dalam mobilnya dan Angga membawaku ntah kemana,aku mencoba bertanya tapi Angga terus saja mengemudikan mobilnya .
aku menyerah dan memilih untuk mengikuti apa maunya.dia berhenti di sebuah rumah yang lumayan cukup mewah , halamannya luas dan bersih , nampak jelas bahwa sang pemilik adalah orang yang mencintai kebersihan.
__ADS_1
Angga menggandeng tanganku dan membawaku masuk kedalam rumah itu.
di dinding ruang tamu terlihat bingkai foto keluarga dan Di sebelahnya
"tunggu ....ini foto wisudamu ,itu artinya ini rumahmu? aku mau pulang...! "
ketika hendak berbalik untuk pergi Angga dengan cepat menahan tanganku
" jangan pergi ,aku ingin kamu bertemu dengan seseorang "
dia mengajakku masuk kedalam dan menuju kesebuah kamar,begitu pintu kamar terbuka,seorang wanita tua dengan wajah khas keibuan sedang berada diatas ranjang ,terduduk dengan kaki lurus ke depan dan di tutup selimut.
wanita itu tersenyum kearah kami dan memanggil kami untuk mendekat kepadanya.
setelah berada di sampingnya Angga kemudian berjongkok dan mencium kedua pipinya.setelah itu Angga memperkenalkan aku kepadanya.
"bunda....kenalin ini calon istri Angga..!"
aku memelototkan biji bola mataku ,terkejut dengan perkataan Angga yang mengatakan bahwa aku adalah calon istrinya.dan wanita tua itu ternyata dia adalah ibunya Angga.
"sini sayang....siapa namamu? "
aku mendekat dan mencium tangannya,kemudian memperkenalkan diri
" saya Aline Tante....maaf saya berpakaian seperti ini "
aku merasa tidak cukup sopan dengan cara berpakaian ku ,oleh karena itu sebelum bundanya Angga berfikir buruk tentang ku lebih baik aku minta maaf duluan.
" panggil saja bunda " sembari tersenyum wanita tua itu kemudian bersiap untuk memelukku.ntah kenapa aku merasa begitu dekat dengan nya padahal kami belum pernah bertemu sebelumnya.mungkin karena usia bunda setara dengan usia mama. aku sudah lama tidak pernah menanyakan kabar mama.
tak terasa buliran bening merosot turun dari sudut mataku.tatapan mata bunda begitu teduh menampakkan gambaran kasih sayang seorang ibu.
"kenapa menangis ! "
aku mengusap buliran air mata di pipiku dan tersenyum kearah bunda.
" bunda mengingatkan ku pada mama, mama kira kira beliau seusia bunda , dia juga sama seperti bunda suaranya lembut saat berbicara.dan gak pernah bisa marah..."
buliran buliran bening nakal itu kembali keluar dari sudut mataku
"anak manis,kamu merindukan mamamu ya....sini....! "
__ADS_1
bunda mendekap tubuhku kedalam pelukannya,membelai punggung ku dengan penuh kasih sayang.persis seperti apa yang sering mama lakukan ketika ayah baru saja memarahiku karena aku berkelahi dengan anak laki laki.mama selalu membelaku dan karena itu biasanya mama juga akan kena amarah ayah. tapi ayah dan mama tidak pernah bisa marahan lebih dari 10 menit.keduanya pasti akan langsung baikan setelah mama menyuguhkan secangkir kopi kesukaan ayah.tapi itu sebelum ayah meninggal karena jatuh dari motor.saat itu ayah baru pulang bekerja dan di perjalanan motor ayah terpeleset karena hari hujan, jalanan menjadi licin dan ayah terjatuh di tengah jalan kemudian sebuah mobil melindas tubuhnya .waktu itu aku masih SD,tapi aku masih mengingat jelas kejadian itu hingga sekarang.