
Sheila membaca sebuah pesan yang telah dikirimkan oleh bang Aldi melalui pesan WhatsApp, sebelum ikut pergi bersama kami.dia merasa tidak enak jika harus pergi tanpa memberi tahu kepada Sheila.
Sheila yang menerima pesan tersebut merasa sangat marah, emosinya langsung meledak.saat itu dia sedang berada dirumah temannya.dia mulai berfikir dan menyadari bahwa Angga pernah sekali mengantarkan nya pulang,jadi Angga tau dimana alamat kosannya.
"sial.....kenapa aku bisa lupa kalau Angga pernah mengantar ku pulang " gerutunya sembari menggenggam erat ponselnya.
"ada masalah apa sheil ? " tanya temannya yang melihatnya sedang menggerutu.
" gak ada apa -apa, aku pamit pulang ya, kayaknya lain kali aja aku nginap disini ". Sheila buru-buru mengambil tas nya dan kemudian segera pamit pulang.
ketika sampai di kosan dia melihat kamar dalam keadaaan kosong, ternyata benar bang Aldi pergi bersama mereka.rupanya mereka ingin bermain-main denganku.sheila membatin dalam hati
Sheila mengeluarkan ponselnya dari dalam tas yang dia bawa di bahu kanannya.dia mencoba menelfon Angga,akan tetapi no nya sedang tidak aktif lalu dia mencoba menelfon ke no ku.
dilain cerita
aku,bang Aldi dan Angga masih berada di perjalanan menuju rumah angga.aku melihat layar ponselku yang berdering
Sheila calling...
" wanita sialan ini,dia pasti sudah tau kalau aku membawa bang Aldi pergi dari kosannya ". aku membatin dalam hati
bang Aldi yang melihatku dari kursi belakang mencoba bertanya padaku
" kok gak di jawab Lin....itu hp mu bunyi ".
" gak penting kok bang, ini kawanku dia emang sering iseng ! ". aku berbohong
Angga melirikku dan aku memperlihatkan layar ponselku.dia tau itu dari Sheila.
setelah mencoba berkali-kali menelfon ku tetapi aku tidak menjawab panggilannya,Sheila mengirimkan sebuah pesan
rupanya kamu sudah benar-benar siap jika bang Aldi sampai mengetahui rahasiamu disini ya !
" dasar brengsek, aku tau kamu tak akan berani melakukan itu sekarang.membuka kartu as mu Sekarang,kamu tentu tak akan mendapatkan apa apa " aku membatin dalam hati lagi,aku yakin Sheila hanya menggertak ku.
Angga yang melihat raut mukaku berubah ketika membaca pesan itu dia lantas memberi kode dengan mengangkat kedua alisnya mencoba bertanya apa yang tengah terjadi.aku menggelengkan kepalaku tak ingin memberi tahunya karena merasa itu tidaklah penting.
tiba-tiba bang Aldi yang tengah memainkan ponselnya di kursi belakang terlihat heboh.
" hei, coba lihat ini...Sheila mengirimkan foto seorang wanita yang tengah berduaan di dalam sebuah kamar dengan seorang tomboy,astaga...."
aku sangat terkejut dan langsung menoleh kebelakang, begitupun dengan Angga dia tak sengaja menginjak rem mobil, sehingga mobil berhenti mendadak. untung saja saat itu jalanan sedang sepi jadi tidak terjadi apa-apa dengan kami.
kepalaku terbentur kaca mobil karena aku tak sempat berpegangan,begitu juga dengan bang Aldi,ponselnya terlempar ke depan.
" maaf...maaf,kalian tidak apa-apa ?" Angga tampak sangat panik,dan kembali mengemudikan mobilnya dengan cepat dan hati-hati.sambil sesekali melihat kearah ku dan bang aldi yang tengah berusaha membenarkan kembali posisi duduknya.
" hati-hati bawa mobilnya ga....kamu bisa membahayakan nyawa kami ". bang Aldi terdengar menasehati Angga.
" iya bang maaf ,tadi aku seperti melihat seekor kucing menyebrang.tapi mungkin itu hanya perasaanku saja." Angga mencoba untuk berkilah.
aku buru-buru mengambil ponsel bang Aldi yang terlempar tadi.sebelum aku berhasil membukanya bang Aldi merampas ponselnya dari genggaman ku.
" ponselku.....ahh syukurlah tidak rusak ". bang Aldi tampak membolak-balik ponselnya dan memastikan nya bahwa ponselnya tidak rusak.
kenapa bang Aldi terlihat biasa saja setelah melihat foto yang dikirim Sheila,kenapa dia tidak marah padaku.
aku merasakan ada yang aneh.
"foto tadi ...coba aku lihat bang ? " aku melihat ke kursi belakang tempat bang Aldi duduk.
" jangan..kamu itu wanita gak pantas melihat gambar porno seperti itu ,kalau Angga yang mau lihat Abang kasih lihat hehehe ". bang Aldi melirik kearah Angga yang masih tetap diam mengemudikan mobilnya.
" Angga kamu mau lihat gak? salah satu ceweknya badan nya terlihat jelas sedang bugil.kalau kamu boleh lihat karena kamu kan laki-laki.hehehe ".
" kalau cewek satu nya bang ? ". Angga mencoba mencari tahu.
" yang satunya di blurr.... gak jelas wajah dan badannya ".
hufh.....
kami berdua ,membuang nafas lega secara bersamaan.membuat bang Aldi tertawa
"kalian ini bisa kompak gitu hehehe .jadi lihat gak ga...?" bang Aldi kembali bertanya kepada Angga.
" ahh...cuma satu yang terlihat,coba yang satunya juga terlihat aku pasti mau liat bang...! ".
Angga melirik ku sembari tertawa kecil
orang ini... benar-benar ya...
aku membatin kesal dalam hati dan balas meliriknya dengan tatapan mata yang tak kalah tajam.
__ADS_1
angga masih terlihat cekikikan sambil tetap fokus mengemudi.
aku mulai mengetik papan key board di ponselku dan mengirim sebuah pesan kepada Sheila.
menyesal rasanya aku telah membuka blokir an kontak no Sheila di ponselku.dasar cewek saiko...
Angga mengajak bang Aldi tinggal
dirumahnya,kamu tenang aja ,Angga sudah setuju dengan syarat mu untuk menikah dengan mu.
akhirnya sampailah kami bertiga di halaman rumah angga.angga memarkirkan mobilnya di garasi dan meminta kami untuk turun.
"sudah sampai ,ayo turun" ajaknya
"ini beneran rumah kamu atau kamu cuman ngontrak disini ?" bang Aldi mulai dengan ke kepoannya.
" rumah bundaku bang,ayo mari masuk. "
Angga mengajak kami untuk kekamar bunda dan memperkenalkan bang Aldi serta memberitahu bahwa untuk beberapa hari bang aldi akan menginap disitu sebagai seorang tamu.
bunda dengan keramah tamahannya, dengan senang hati menerima bang Aldi.dan saat Angga hendak mengajak bang Aldi untuk melihat kamar yang akan ditempati nya bunda menahan ku untuk tetap berada dikamar bersama dengannya.
aku duduk disebelah bunda yang tengah duduk bersandar di atas ranjangnya.aku memijit kaki bunda yang memang sudah memperlakukan ku seperti anak nya sendiri.
" bunda mau bicara apa ? " tanyaku kemudian.
"kamu terlihat cantik sekali dengan dandanan seperti ini sayang.." bunda memandangi ku sembari tersenyum manis
aku merasa sedikit malu dan membalas senyuman bunda.
"bisa tolong bunda ambilkan kotak merah didalam lemari itu sayang " bunda menunjuk kearah sebuah lemari pakaian nya.
" saya ! " aku merasa tidak enak untuk membuka lemari pakaian milik bunda ,pasti disana banyak barang pribadi milik bunda.
bunda hanya menganggukkan kepalanya.kemudian aku berjalan dan mengambilkan kotak merah yang bunda pinta.dari bentuknya aku bisa tau kalau itu adalah kotak perhiasan.
bunda mengeluarkan isi kotak tersebut sebuah gelang tangan cantik berbahan emas murni 24 karat.bunda meraih tanganku kemudian memakaikan gelang itu di tangan kananku.
" apa ini bunda," aku berusaha melepaskan gelang itu dari pergelangan tanganku.tetapi bunda melarangku.
"gelang itu pemberian dari seseorang yang sangat menyayangi bunda,dan bunda sengaja memberikan itu kepadamu karena bunda tau Angga sangat mencintaimu sayang.bunda ingin sekali melihat kalian berdua menikah ".
" aku...aa...tapi bunda,kita kan tak pernah tau siapa yang telah di pilihkan tuhan sebagai jodoh kita.kalau ternyata aku bukan jodoh Angga gimana,aku gak pantas menerima gelang ini ". aku berusaha kembali melepaskan gelang itu dan bunda kembali melarangku.
" tapi bunda....".
"sudah .....bunda tidak ingin mendengar bantahan lagi yang penting gelangnya jangan kamu jual buat beli rokok ya ... hehehe ! ".
aku tersentak kaget mendengar ucapan bunda,
" darimana bunda tau kalau aku merokok ".
" tuh.....". bunda menunjuk sebungkus rokok di atas meja.
ya ampun....itu rokokku yang hilang waktu itu,ternyata terjatuh di kamar bunda.malu sekali rasanya aku di depan bunda
" dulu bunda juga merokok lho ,tapi jangan beritahu Angga ya.....". bunda bicara setengah berbisik kepadaku.
"serius Bun....! ".
" iya tapi bunda tinggalkan setelah teman bunda ada yang meninggal gara gara kanker paru-paru akibat dari kebiasaan buruknya merokok".
aku mengerti kemana arah pembicaraan bunda saat itu,secara tidak langsung bunda menginginkan agar aku berhenti merokok.
Angga menghampiriku ke kamar bunda dan menawarkan diri untuk mengantarkan ku pulang ke kosan.aku berpamitan dengan bunda dan juga bang Aldi.
sore itu kami harus menyelesaikan masalah kami dengan Sheila si gadis saiko.
kami membuat janji bertemu dengan nya kembali di kafe, tempat kami bertemu tadi.
setelah menunggu agak sedikit lama akhirnya Sheila pun datang.angga memberitahu kepadanya bahwa dia setuju untuk menikahinya tetapi tidak dengan terburu-buru.angga ingin mereka bertunangan dulu.dan jarak waktu satu tahun baru kemudian siap untuk menikahinya, alasannya Angga ingin lebih dekat lagi dengan Sheila,padahal sesungguhnya angga hanya ingin mengulur-ulur waktu saja.sheila menyetujui persyaratan tersebut.dia tidak ada masalah dengan semua itu baginya yang terpenting adalah bisa menikah dengan Angga,
"baiklah kita akan buat surat perjanjian hitam di atas putih ,bahwa setelah ini kamu tidak akan lagi mengancam Aline apalagi sampai mencemarkan nama baiknya.dan bersedia memberikan seluruh bukti yang kamu miliki tentang kebenaran dari rahasia Aline." Angga mencoba mengajukan sebuah surat perjanjian.
"apa jaminannya buatku jika kamu tidak akan lari dan berbohong kepadaku.jangan-jangan setelah aku berikan bukti itu kamu berubah pikiran dan tidak jadi menikahiku?"
"di dalam surat perjanjian ini tertulis,jika aku tidak menikahi mu setelah satu tahun kita bertunangan,maka kamu bisa melaporkan ku kepolisi,dan memenjarakan ku.itu artinya aku tidak akan bisa menjadi dokter lagi,dan masa depan ku pasti akan berantakan.apa itu membuatmu sedikit lebih lega ?"
" baiklah aku terima.lalu kapan kita akan bertunangan? ".
"hari ini ,disini...aku sudah membawa cincin untuk kita bisa bertunangan."
sebenarnya cincin yang akan di pakai untuk bertunangan itu adalah cincin yang dulu pernah diberikan Angga padaku sewaktu di diskotik, sebelum akhirnya dia tau bahwa aku adalah seorang lesbi.waktu itu aku mengembalikan cincin itu padanya
__ADS_1
angga memperlihatkan cincin itu kepada Sheila.
" itu....bukankah itu cincin yang mau kamu berikan pada Aline,jadi aku dapat cincin bekas ? " Sheila merasa tidak senang dengan semua itu
"ini hanya cincin tunangan, cincin ini nantinya akan aku ganti jika kita menikah." Angga mencoba menjelaskan.
" lalu kita bertunangan hanya di saksikan oleh Aline,tanpa pesta gitu." Sheila kembali protes.
Angga kemudian berdiri dan dengan suara lantang memberikan pengumuman kepada seluruh pengunjung kafe bahwa saat itu dia berniat akan melamar Sheila, Sheila merasa Angga sangat romantis.dan menerima cincin yang di sematkan Angga di jari manisnya.tentu saja cincin itu pas,karena dulu Sheila pernah mencobanya.seluruh pengunjung kafe bertepuk tangan dan memberikan ucapan selamat kepada mereka berdua.
Sheila tak henti-hentinya tersenyum bahagia sambil terus memegang cincin pemberian Angga yang saat itu telah ia pakai.
" Sekarang tanda tangan,dan kamu berikan semua bukti yang kamu miliki ". pinta Angga kemudian.
aku hanya diam sebagai penonton yang menyaksikan semua kejadian hari itu.tanpa berkata apa-apa.
Sheila menandatangani surat perjanjian itu dan memasukkannya kedalam tasnya,kemudian memberikan ponsel miliknya kepada Angga.
" aku cuma punya foto mereka aja ,kamu hapus aja."
" gimana dengan icha? dia juga memiliki foto itu kan?"
" dia sudah tidak memilikinya,dia sudah lama berganti hp ". ucap Sheila
" kamu tidak sedang berbohong kan? " Angga mengertak.
" kamu bisa pegang kata kataku ". Sheila mencoba menyakinkan Angga.
Angga membanting ponsel Sheila,dan membuat terkejut semua pengunjung kafe.
kemudian Angga meminta maaf atas ketidak nyamanan yang telah dia lakukan dan meminta pelayan kafe membersihkan puing-puing ponsel yang berserakan itu.
Sheila tampak sangat marah karena Angga membanting ponsel miliknya.
" aku akan mengganti ponselmu dengan ponsel yang baru." membuat Sheila kemudian terdiam.
apa sebenarnya maksud Angga membanting ponsel Sheila ? bukankah dia bisa menghapus saja foto itu.aku membatin dalam hati
"aku tidak ingin setelah ini kamu masih mengganggu Aline dan juga menghubungi saudara,teman,atau siapapun yang berhubungan dengan Aline,itulah sebabnya aku menghancurkan ponselmu."
Aku sungguh tidak percaya Angga melakukan semua itu hanya untuk ku.aku bahkan tidak berfikir sampai sejauh itu.
setelah semua urusan selesai Angga mengantarkan ku pulang,
diperjalanan Angga mencoba berbicara kepadaku.
"setelah ini kita mungkin akan sangat sulit untuk bertemu lagi,tapi aku tidak ingin kamu pergi menjauhiku,kamu harus janji padaku kamu tidak akan menjauhi ku dan secara diam-diam kita akan tetap bertemu.kamu bisa janji padaku kan Lin ? ". Angga menatap ke arahku sebentar lalu kemudian fokus lagi menyetir mobilnya.
aku hanya mengangguk.
"satu lagi,mulai sekarang kamu harus berjanji padaku bahwa kamu akan berubah.kamu tidak akan lagi menjalin hubungan dengan sesama jenis.dan belajar menjadi wanita seutuhnya ."
"a....aku.....".
Angga memotong kata kataku yang belum sempat aku selesaikan.
" aku percaya kamu pasti bisa Lin...." angga menggenggam tangan kananku,mencoba menyakinkan ku .
" akan aku coba.. " aku menjawab dengan tak yakin.selama ini bukannya aku tidak pernah mencoba, tetapi aku memang belum bisa .aku tidak bisa mengendalikan perasaan ku terhadap seorang wanita. meskipun aku mencoba untuk tidak memikirkannya tetapi pada akhirnya aku selalu kalah dengan perasaan ku sendiri.
🐾 🐾 🐾
hari itu di kampus Fiona menemuiku di kelas,dia lantas mengajakku ke kantin karena dia bilang ada sesuatu yang akan dia bicarakan denganku. aku mengikutinya ke kantin
" ada apa ? " tanyaku
" kamu pesan makan atau minum dulu aja "
aku merasa Fiona sangat bertele-tele. atau sebenarnya aku yang tidak bisa menahan perasaan ku untuk berlama-lama dengannya.
aku tidak bisa menyembunyikan perasaanku bahwa aku sangat mengagumi kecantikannya.yah....bisa berada sedekat itu dengan Fiona membuat jantungku berdetak tak beraturan bagaimanapun juga dulu aku pernah sangat naksir dengannya. meskipun ternyata dia mencoba mempermalukan ku di depan orang banyak. tapi wajah Fiona memang sangat menarik.begitu cantik serta mulus. di tambah aroma parfumnya yang sangat wangi,sangat menggangu indera penciuman ku,hingga membuatku mulai berfantasi dengan alam bawah sadarku,jelas itu bukan parfum dengan harga ratusan ribu.pasti dia membeli parfum itu dengan harga yang sangat mahal.
aku Semakin tak bisa mengendalikan perasaan ku.
"kamu yakin tidak mau pesan apa-apa ? " Sheila mencoba bertanya lagi
"aku lagi gak laper, sebenarnya ada apa kamu mengajakku kesini? ".
" sebenarnya aku suka...." Sheila tak melanjutkan kata-katanya dia berhenti dan menundukkan wajahnya,raut mukanya berubah menjadi sedikit memerah.seperti seseorang yang sedang malu-malu.
*bersambung !
lanjut nanti setelah kalian kasih aku vote ,like dan komen yang banyak 😁*
__ADS_1