Sitomboy Mencari Cinta Sejati

Sitomboy Mencari Cinta Sejati
Ledy menghilang


__ADS_3

siang itu saat aku masih dikampus Dian menelfon ku memberi tahu bahwa Ledy sudah dua Minggu ini dia tidak datang ke salon.terakhir kali bertemu kata Dian Ledy cuma nitipin kunci ruko dan bilang mau ijin gak masuk dulu karena ada urusan tetapi hingga saat ini Ledy tak kunjung masuk kerja juga.


semenjak aku dan Sandra menjadi teman aku jadi lebih sering menghabiskan waktu bersama dengannya.aku membantunya belajar mengendarai motor lagi, untuk menghilangkan rasa trauma nya.karena kesibukan itu aku jadi melupakan bisnis salonku,dan tidak pernah datang ke sana untuk mengeceknya.aku bahkan lupa membayar uang untuk memperpanjang sewa ruko yang sudah jatuh tempo seminggu yang lalu.kalau saja hari ini Dian tidak meneleponku aku pasti juga akan lupa kewajiban ku untuk membayarkan gaji dua karyawanku.


"uang untuk bayar gaji sudah ada,tapi uang untuk membayar perpanjangan sewa ruko aku belum ada.apa yang harus aku lakukan?dan Ledy hampir dua Minggu dia tidak datang kesalon,dia juga tidak memberi tahu aku kemana dia pergi,apa jangan-jangan dia pergi karena aku bilang bulan ini aku akan telat membayar gaji mereka.benarkah Ledy pergi karena masalah itu? ". aku membatin dalam hati.


setelah menyelesaikan semua urusan perkuliahanku dikampus,aku segera berjalan menuju ketempat parkir untuk mengambil motorku.saat aku tengah berjalan tiba-tiba tak sengaja aku berpapasan dengan Fiona.membuatku terpaksa harus berhenti sebentar.


"bagus deh kamu nurutin kemauanku, akhirnya kamu mau juga jauhin Angga ". Fiona berbicara dengan sinis kepadaku


" aku tidak merasa menuruti kemauan siapa-siapa,akhir-akhir ini aku memang sedang sibuk jadi gak ada waktu buat ketemuan sama Angga,oiya sepertinya kamu udah gak punya harga diri banget ya... memaksa seorang laki-laki untuk tetap bersamamu, padahal jelas-jelas dia tidak menyukai kamu? "


aku berbicara sambil mengenakan helm dan menyalakan mesin motorku bersiap untuk pergi,tapi tangan Fiona dengan cepat mematikan mesin motor dan mengambil kunci motorku.


"kamu berani sekali menantangku ? "


ucap Fiona lantas dia membuang kunci motorku di tong sampah yang tersedia di area parkir tersebut.membuatku marah dan berteriak kearahnya.


"cewek gak waras kamu ya.... "


aku menurunkan standar motorku,dan berjalan kearah tong sampah dimana Fiona melempar kunci motorku,akan tetapi Fiona justru menendang tong sampah itu dengan kakinya sebelum aku berhasil mengambil kunci motorku, sehingga semua sampah yang ada didalam tong sampah itu berhamburan keluar mengenai kaki dan mengotori sepatuku,kali ini aku tak bisa lagi menahan amarahku.


"heh....dasar wanita saraf.... ternyata hatimu memang gak secantik wajahmu ya ! "


aku menarik kerah baju Fiona , rasanya ingin sekali aku meninju mukanya tapi untunglah niat itu tidak jadi terlaksana karena jika tidak maka aku hanya akan menambah daftar panjang masalah dalam hidupku.


kemarahanku barusan membuatnya sedikit ketakutan sehingga dia terdiam melihatku mencari kunci motor di sela-sela serakan sampah yang berhamburan itu.


setelah mendapatkan kembali kunci motorku,aku segera pergi meninggalkan Fiona yang masih berdiri mematung ditempatnya tadi,mungkin dia masih syok dengan apa yang barusan aku lakukan.


*


Ketika aku sampai disalon,Dian langsung menyambutku,dan langsung bicara panjang lebar,dia bahkan tidak memberikan aku kesempatan untuk duduk terlebih dahulu


"syukurlah kak Aline akhirnya kesini..."

__ADS_1


Dian terlihat begitu bahagia,dia langsung saja menceritakan tentang para pelanggan yang kecewa karena sudah datang kesini tapi terpaksa dia ditolak.


"abis aku sendirian ya capek banget lah kak,tanganku sampai pegel banget"


aku cuma menimpali semua ceritanya dengan senyuman, kemudian dia bercerita lagi


"kak pas kemaren itu ada orang nganterin paket buat kakak.itu aku tarok di laci meja kasir "


aku segera menuju ke meja kasir dan melihat paket yang diceritakan oleh Dian,sebuah amplop cokelat dengan tulisan


untuk Aline sayang...


dengan hati-hati aku merobek ujung amplop itu,dan


" hahh...."


mataku langsung terbelalak melihat isi dari amplop cokelat itu, sejumlah uang ada didalamnya.


"apa isinya kak? "


"nih,lihat..."


aku membiarkan Dian ikut melihat isi amplop itu, ekspresi yang sama juga ditunjukkan oleh Dian,dia tak kalah terkejutnya sama denganku.


"kakak, menang togel ya...?"


kata-kata polos Dian membuatku tertawa kecil,anak ini bisa-bisanya dia berpikir seperti itu.


"emm...Dian kamu masih ingat gak orang yang nganter amplop ini?apa kamu kenal orang itu? "


" aku gak kenal lah kak,gak pernah liat oom itu ? "


"oom ?? maksudmu dia seorang laki-laki ?? kamu masih ingat ciri-cirinya seperti apa? "


Dian mencoba menemukan kembali ingatannya hari itu,lalu kemudian

__ADS_1


"iya...aku ingat kak,oom itu pakai baju rapi terus mukanya itu agak sedikit mirip sama tamunya mang Ledy waktu dipantai itu, tapi aku gak begitu yakin sih kak? "


apa mungkin orang itu adalah orang suruhan Ledy ? ahh....tapi kenapa Ledy ngasih amplop ini untukku? darimana dia dapat uang sebanyak ini,jumlah uang ini lebih dari cukup jika hanya digunakan untuk membayar uang sewa ruko.apa mungkin dia mencoba untuk membantuku? jangan-jangan sekarang dia sedang di booking oleh salah satu pelanggannya,dan uang ini adalah pemberian dari pelanggannya itu?ahh.....apa yang sedang aku pikirkan ini.


aku memukul kepalaku mencoba menghilangkan semua pikiran konyolku.


" kakak kenapa? "


Dian terlihat bingung dengan apa yang saat itu aku lakukan.aku menatapnya sebentar baru kemudian bertanya kembali.


"orang itu ada meninggalkan pesan gak ?"


"gak ada Lo kak,dia cuma bilang ini ada titipan buat mbak Aline,tolong nanti sampaikan padanya . gitu doang"


dian menirukan perkataan orang itu.b aku mengambil ponsel di saku jaketku dan mencoba menghubungi Ledy, akan tetapi no ponselnya tidak bisa dihubungi.saat aku ingin mencobanya lagi tiba-tiba pemilik ruko yang aku sewa datang,dia Langsung marah-marah karena aku sudah telat membayar uang perpanjangan sewa ruko.


"syukurlah kamu disini,jadi kamu mau perpanjang sewa atau tidak hah?,kamu sudah saya kasih kepercayaan tapi kamu malah diam-diam aja gak ada kasih kabar padahal masa sewa ruko ini sudah berakhir seminggu yang lalu.kamu benar-benar sudah membuat saya kecewa."


aku segera menyalam tangan ibu pemilik ruko yang kusewa itu,usia beliau lebih tua dari mama,jadi sudah sewajarnya jika aku harus berlaku sopan kepadanya.dan aku juga segera meminta maaf kepadanya.


" saya minta maaf ya Bu,saya belum menemui ibu untuk membayar uang sewa perpanjangan ruko ini,tapi saya sudah menyiapkan uangnya, sebentar saya ambilkan, silahkan duduk dulu Bu...."


Bu Widya,nama pemilik ruko itu beliau segera duduk, kemarahannya sedikit mereda ketika aku tetap berlaku sopan kepadanya.aku segera mengeluarkan uang di dalam amplop cokelat itu dan mengambil sejumlah uang untuk membayar uang perpanjangan sewa kontrak ruko yang kupakai untuk bisnis salon selama ini.


"ini Bu.... silahkan dihitung ".


Bu Widya menerima uang pemberian dariku dan memasukkannya kedalam tas nya.


"gak perlu,ibu percaya kok sama kamu,lain kali kalau memang uangnya belum cukup kamu kasih kabar ke ibu,jadi ibu gak perlu marah-marah begini,maafin ibu ya..."


"iya Bu gapapa,saya yang salah "


aku menawarkan minuman untuk Bu Widya tetapi beliau menolaknya dan malah berpamitan pulang.


aku kembali lagi menuju meja kasir mengambil sejumlah uang untuk gaji Dian selama satu bulan.masih ada sisa didalam amplop itu mungkin sekitar lima juta lagi.

__ADS_1


aku terpaksa menggunakan uang itu karena aku tidak punya pilihan lain, masalah nanti jika orang itu datang lagi dan ternyata dia salah menitipkan uang ini aku akan mencari uang lagi untuk menggantinya.tapi jika uang itu memang benar untukku lalu siapa orang yang sudah sangat baik memberikan uang sebanyak itu untukku?


__ADS_2