
seperti yang menjadi keinginannya,pagi ini Celine benar-benar berangkat ke sekolah dengan sepeda barunya.dia memamerkan sepedanya itu di hadapan teman-temannya.
" gimana woi,keren gak?" tanyanya sombong
"pinjam Lin? "
dan dengan cepat sepeda itu kini sudah berpindah tangan dari satu teman ke teman lainnya.celine memang bukan orang yang pelit,karena itu dia disukai oleh teman-temannya.
"selamat pagi pak Heru " ucap seorang temannya ketika melihat pak Heru yang akan memarkirkan motornya.
"selamat pagi ,sedang apa kalian rame-rame disini? " tanya pak Heru
Dan salah seorang dari mereka memperlihatkan sepeda baru Celine kepada gurunya itu
"lagi nyobain sepeda barunya Celine pak " ucapnya
membuat Celine cengar-cengir salah tingkah karena malu,dia tidak menceritakan kepada temannya bahwa pak herulah yang sudah membelikan sepeda itu untuknya.
" sepeda yang bagus " pujinya lalu berjalan kearah kantor.
Celine menyusulnya sambil berlari
" makasih ya pak? entar uangnya aku ganti " Celine berkata sambil cengar-cengir
" sama-sama" pak Heru bersikap dingin kepada Celine.
membuat Celine menghentikan langkahnya dan membiarkannya masuk kedalam kantor. aneh hanya kata itu yang ada di pikiran Celine, biasanya pak Heru akan sangat ramah kepadanya,tapi pagi ini kenap sikapnya biasa aja.batinnya
Celine memutuskan menunggu pak Heru di depan gerbang sepulang sekolah.dia ingin mencari tau kenapa pak Heru bersikap dingin tadi pagi kepadanya.
" pak....tunggu...." Celine berteriak memanggil gurunya itu tapi dia tak mau berhenti.pak Heru sepertinya sengaja tidak mau berhenti bukan karena dia tidak mendengar suara Celine.
Celine kembali mengayuh sepedanya, perasaannya menjadi kesal karena sikap dingin pak Heru.di sepanjang jalan dia terus memikirkan sikap gurunya itu.
"Lin..."
Celine menghentikan laju sepedanya mencari tahu siapa orang yang sudah memanggilnya itu.dia melihat pak Heru melambaikan tangannya memangilnya.
__ADS_1
" ngapain bapak disini?" tanya Celine dengan ketus,masih merasa kesal dengan sikapnya tadi
pak Heru menyodorkan segelas es kelapa muda kepada celine.tapi sepertinya Celine masih kesal,pak Heru terus memaksanya untuk memegang gelas itu dan akhirnya dia pun mau.
" aku sengaja nungguin kamu disini,karena tau kamu akan lewat sini " pak Heru mulai bercerita
sementara Celine masih tetap merasa kesal karena sikap dingin pak Heru tadi di sekolah,dia bahkan tidak mau berhenti ketika Celine memanggilnya.
" oiya tunggu,aku punya sesuatu"
pak Heru menyodorkan sebuah helm untuk celine.dia akan merasa tenang jika Celine bersepeda mengunakan helm,supaya jika dia sampai terjatuh helm itu bisa melindunginya dari benturan.
Celine mulai memberikan senyumannya,dia merasa senang mendapatkan perhatian seperti itu oleh guru kesayangannya.
"makasih ya,tapi gak hutang kan?"
pak Heru tertawa mendengar kata-kata Celine, sebenarnya dia merasa begitu menyayangi muridnya itu,tapi Celine seolah tidak bisa melihat semua itu.
Celine gadis yang berbeda,dia tidak seperti gadis pada umumnya yang genit jika bertemu dengannya,yang selalu membanggakan kecantikannya,dia begitu polos dan apa adanya.bahkan saat orang tuanya memiliki banyak harta ,celine tetap menjadi pribadi yang sederhana dan tidak Sombong.
pak Heru menempatkan Celine diruang tersendiri didalam hatinya.dia selalu ingin menjadi pelindung bagi gadis itu,yang bisa melakukan apapun agar dia tetap tersenyum.
Celine langsung mencoba helm barunya
" cantik gak ? " tanyanya sambil bergaya di depan gurunya itu.
pak Heru mengusap kepala Celine,membuat gadis itu merasakan sebuah perasaan lain. dia tak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa selama ini dia selalu merasa nyaman. saat berada di dekat gurunya itu.
Celine memandang dalam wajah pak Heru , membuatnya salah tingkah karena di perhatikan seperti itu.dia lalu meminum es kelapanya yang sudah habis sejak tadi.
"itu sudah habis pak,bapak masih haus ya ?"
pak Heru cengar-cengir tak tau harus melakukan apa.pandangan mata indah Celine membuatnya salah tingkah.
karena tak ingin di ganggu lagu dengan cetrin ,Celine akhirnya memutuskan untuk mulai malam ini tidur di Depan televisi.
dia tersenyum mengingat kejadian siang tadi saat melihat pak Heru salah tingkah.pak Heru sangat dewasa dia selalu bisa di andalkan.celine mulai membayangkan wajah pria penuh kharisma itu sambil memeluk bantal guling kesayangannya.
__ADS_1
pak Heru begitu baik padanya,dia membelikan sepeda untuknya ,tak hanya itu dia juga membelikannya helm supaya lebih aman saat bersepeda,tak hanya itu dia juga banyak membantunya dalam belajar hingga dia bisa kembali meraih juara umum.
sepertinya Celine mulai mengenal apa itu cinta.pak Heru dan Kelvin dua lelaki yang saat ini sudah ada di hatinya,yang sanggup membuatnya terus memikirkan mereka .
hari ini adalah hari Minggu, Celine sengaja ingin bangun siang ,dia lupa saat itu dirinya sedang tidur di depan televisi tanpa sepengetahuan mama papanya.
" Celine...kenapa tidur disini? " tanya papanya saat mengetahui putrinya itu tidur di atas karpet didepan tv.
" apa kalian bertengkar?" tanyanya lagi
" enggak pa....celine cuma gak bisa tidur dengan lampu menyala jadi tidur disini aja"
" maafkan papa ya belum bisa memberikan rumah yang layak untuk kalian" ucap papanya yang tiba-tiba menjadi melow
Celine langsung memeluk papanya,
" Celine lebih bahagia seperti ini pa"
pagi itu dia mengajak papa nya untuk mencoba sepeda barunya,dia mengajak papanya untuk berkeliling komplek perumahan yang belum terlalu ramai itu.
" mau olahraga " tanya Kelvin yang ternyata sudah datang sepagi itu.
" iya...papa mau nyobain sepeda baruku " ucap Celine ketus dia mengira kedatangan Kelvin sepagi itu karena sudah ada janji dengan kakaknya cetrin.
" kamu punya sepeda, kalau gitu aku ikut bersepeda denganmu ya " Kelvin berlari kearah mobilnya dan mengeluarkan sepeda miliknya dari dalam bagasi.
"wow,sepedamu keren,boleh aku coba." tanya Celine sambil memegangi sepeda Kelvin yang terlihat tidak seperti sepeda murahan.
" yasudah kalian berdua saja yang bersepeda,papa lain kali aja kebetulan perut papa juga sedang mules" papanya berbohong agar memberikan kesempatan untuk mereka bisa berdua.
lalu Celine dan kelvinpun mulai mengayuh sepeda berkeliling komplek perumahan.cetrin yang melihat papanya kembali masuk menanyakan dimana Celine
" tadi Kelvin kesini,jadi papa biarin mereka berduaan" ucap papanya sambil mengambil roti selai yang sudah disiapkan oleh isterinya.
"apa...... mereka jalan berduaan,ah papa...kenapa papa biarkan " cetrin mulai. merengek
" memangnya kenapa?"
__ADS_1
" cetrin kan suka sama kelvin "
papa tersenyu mendengar ucapan cetrin.