
"Kelvin sudah punya pacar ?" tanya cetrin ketika mereka akan tidur.
rumah KPR yang diambil papanya cuma memiliki dua kamar jadi mulai malam ini mereka berdua akan berbagi kamar dengan satu ranjang berdua.celine membuka selimut yang dia gunakan untuk menutupi wajahnya dia memang tidak akan bisa tidur jika lampu masih menyala berbeda dengan cetrin yang justru tidak akan bisa tidur jika lampu di matikan,Celine memilih mengalah dengan kakaknya itu karena tak ingin mencari masalah.lagian dia bisa menutupi wajahnya dengan selimut supaya bisa tidur.
" Lin....si Kelvin udah punya pacar belum? " cetrin mengulangi pertanyaannya sambil menggoyang-goyangkan tubuh celin yang masih membelakanginya itu
" iih..... hentikan,aku tidak tahu soal itu lagian bukan urusanku " jawab Celine kesal
"Kelvin itu cakep ya..?" ucap cetrin kemudian
Celine memilih kembali menutupi wajahnya dengan selimut,ada rasa kesal dihatinya mendengar cetrin membicarakan tentang Kelvin.dia tidak mengerti kenapa dia begitu.
cemburu?? mungkinkah aku cemburu ?? batinnya.
pagi hari
"papa mana ma?" tanya cetrin ketika tidak melihat papa di meja makan.
"sudah berangkat" jawab mama sambil menyendokkan nasi goreng di piring cetrin
lokasi perumahan yang baru mereka tempati memang lumayan jauh dari jalan raya , karena itu papanya sengaja berangkat pagi agar tidak terlambat.
"ma Celine mau beli sepeda ya? " ucap Celine kemudian
dia merasa perlu menghemat ongkos pergi sekolah.jarak sekolahan memang lumayan jauh tapi dia akan menghemat uang jika berangkat sekolah menggunakan sepeda daripada memakai ojek langganan.
"kamu yakin? " tanya mama
"yakin lah,lagian tabungan Celine sepertinya cukup untuk membeli sepeda "
semenjak hidup dalam kesederhanaan,Celine terpaksa menerima jatah uang mengamen dari temannya.dia mengumpulkan uang itu di dalam sebuah celengan berbentuk bola.
"belum pulang?" tegur pak Heru ketika melihat Celine masih berdiri di depan gerbang sekolah.
" nunggu bapak"tanpa meminta izin terlebih dahulu dia langsung naik di boncengan sepeda motor pak Heru
"mau bapak antar?" tanyanya masih ramah
__ADS_1
" temenin nyari sepeda !" ucap Celine sambil menampakkan barisan gigi putihnya
"kamu mau beli sepeda?" tanya pak Heru masih belum mengerti
" iya ,udah buruan jalan nanti dilihat guru-guru lain gak enak " pinta Celine
pak Heru menuruti permintaan Celine,dia mengantarkannya ke toko sepeda.setelah memilih-milih sepeda yang cocok, akhirnya pilihannya jatuh ke sepeda gunung dengan warna hitam bercorak merah.
" keren gak ? " tanya Celine sembari menaiki sepeda itu
" bagus " jawab pak Heru
Celine tidak pernah tau daftar harga sepeda ,dan saat dia hendak membayar ke kasir ternyata harga sepeda yang dia pilih itu di melebihi jumlah uang yang dia bawa.wajahnya langsung tak bersemangat dia kembali menemui pak Heru dan mengajaknya pulang.
" sepedanya mana? " tanya pak Heru
" gak jadi ,sepedanya gak bagus" Celine berbohong karena tak ingin mengatakan bahwa uang yang dia bawa tidak cukup.
saat mereka sudah sampai di motor,pak Heru menawarkan diri untuk mengantarkan Celine pulang, beliau juga ingin tau dimana rumah baru Celine sekarang.
pak Heru cuma tersenyum dan akhirnya berpamitan untuk pulang.dia tau saat itu Celine sedang bersedih karena tidak bisa membawa pulang sepeda tadi.oleh karena itu dia kembali lagi ke toko sepeda itu dan bertanya kepada kasir alasan Celine kenapa tidak jadi membeli sepeda itu.
" oh,anak SMA tadi ya? uang dia tidak cukup untuk membeli sepeda itu"
ternyata itu alasannya ,batin pak heru.dia lantas membayarkan sepeda itu dan meminta orang toko untuk mengantarkan sepeda itu ke alamat rumah Celine.
sementara itu Celine yang sedang bersedih karena tidak bisa membeli sepeda yang dia inginkan itu merebahkan diri di kasur tanpa mengganti baju seragamnya terlebih dahulu, angannya membayangkan sepeda gunung pilihannya itu.padahal dia sudah berhayal akan mengendarai sepeda itu besok berangkat sekolah.tapi apalah daya uang tabungannya belum cukup.dia tak mungkin meminta uang tambahan kepada mama.karena mama pasti lebih membutuhkan uang itu untuk membeli lauk pauk agar mereka semua bisa makan.
"itu sepedamu ya Lin didepan? " tanya cetrin kepada Celine
" mana?" dengan cepat Celine segera bangun dari tidurnya dan berlari ke depan.
"sepeda ??" matanya langsung berbinar ketika melihat sepeda yang dia inginkan itu kini sudah berada di halaman rumahnya.
dia lantas berteriak memanggil mamanya, dan memeluknya.
" terimakasih ma...." ucapnya bahagia
__ADS_1
" apa ini sayang ? " tanya mama tidak mengerti
" mama yang belikan sepeda itu kan?"
" bukankah itu sepeda kamu yang membelinya " mama balik bertanya
setelah berpikir sebentar barulah Celine mengerti siapa orang yang sudah membelikan sepeda itu
" pak Heru"
pasti gurunya itu yang sudah membelikannya sepeda itu.dia melihat sepeda pilihannya itu dan kemudian menaikinya.
" keren kan ma ?" tanyanya sambil bergaya diatas sepeda barunya
mama mengacungkan jempol memuji pilihan anaknya itu,
" kamu yakin besok mau naik sepeda kesekolah ? " cetrin bertanya seolah tak yakin dengan keputusan adiknya itu
" iya dong," jawab Celine mantap.
Celine sudah tak sabar menunggu hari esok dia ingin waktu cepat berlalu agar dia bisa memamerkan sepeda baruny itu kepada teman-temannya.sementara cetrin yang merasa tak yakin terus saja menanyakan hal sama kepada celine, tentang niatnya untuk berangkat sekolah dengan menaiki sepeda.
"kamu yakin?"
" iya, iya ,iya....kamu sudah menanyakan pertanyaan itu puluhan kali, sekarang masih juga kamu tanyakan ! " ucap Celine yang mulai kesal dengan sikap kakaknya itu
"Yasudah sekarang kita bahas kelvin aja ya?bagi no hp Kelvin dong Lin" cetrin terus saja mengganggu Celine yang sudah ingin sekali tidur.sikapnya itu membuat Celine kesal dan memilih tidur diluar di depan televisi.
"Lin mau kemana?"
Celine tak menghiraukan panggilan kakaknya itu.tidur satu kamar dengan saudarinya itu benar-benar membuat Celine kesal.dia sudah mengalah untuk membiarkan lampu kamar tetap menyala tapi cetrin tetap saja tak membiarkannya tidur dengan tenang.
akhir-akhir ini cetrin terus saja membahas Kelvin, sepertinya dia benar benar tertarik dengan pemuda itu.kelvin juga pasti senang jika mengetahui kalau cetrin ternyata menyukainya.cetrin cantik,feminim juga pintar berbeda dengannya.
"aah kenapa aku harus memikirkan itu,terserah merekalah mau pacaran atau apa " gumam Celine sembari mencoba memejamkan matanya.
tapi malam ini sepertinya dia kesulitan untuk tidur,berulang kali dia mencoba untuk memejamkan matanya tapi belum juga dia bisa tidur, angannya membayangkan Kelvin dan cetrin,dan itu sangat mengganggu pikirannya.
__ADS_1