
Siang ini mereka akan mengikuti kuliah bedah anatomi di kampusnya.
Dari awal kuliah di fakultas kedokteran, Euis sering sekali mendengar tentang praktik bedah anatomi yang langsung menggunakan jenazah manusia asli.
Jenazah tersebut adalah mayat tanpa identitas dan sudah di awetkan dengan formalin.
Konon kabarnya bau formalin saja tidak akan hilang dari hidung kita walaupun sudah lebih dari tiga hari.
Pembedahan akan di lakukan secara berkelompok yang kurang lebih berisi sepuluh orang.
Untungnya, Euis, Cindy dan Monic dalam satu kelompok dalam praktik ini.
" Nervous banget Gue, gimana kalo Gue pingsan? " Cindy terlihat panik dalam mengahadapi praktik ini.
Cindy memang memiliki hati yang lembut, jangankan melihat tubuh manusia yang di bedah, melihat kucing yang ditabrak oleh pengendara motor saja ia bisa menangis.
Sampai saat ini Euis dan Monik sampai bingung mengapa Cindy nekat masuk ke fakultas kedokteran?
" Udah hadepin aja, mungkin nanti pas lihat jenazahnya Lo udah nggak akan takut lagi " Ujar Monic.
Memang tidak ada pilihan selain menghadapi nya karena bagaimanapun pengetahuan tentang anatomi harus di tempuh untuk setiap calon dokter.
Didampingi oleh dokter spesialis patalogi yaitu dokter Roni , kelompok kami yang berjumlah sepuluh orang masuk ke dalam laboratorium anatomi.
Baru saja masuk bau formalin sudah tercium jelas menusuk hidung. Baunya sangat tidak enak dan membuat hidung tidak nyaman.
Padahal kami sudah menggunakan masker medis tapi tetap saja baru formalin masuk menusuk ke dalam hidung kami.
Di tambah lagi suhu ruangan yang terasa dingin, bulu kuduk Euis sampai bergidik karena perubahan suhu di dalam dan luar ruangan.
Kami berhenti di depan jenazah berjenis kelamin perempuan, wajahnya terlihat pucat dan dingin karena lama berada di dalam freezer.
Kami menyebut nama jenazah itu dengan sebutan Mr X.
Mr X adalah jenazah yang tidak dikenal yang di gunakan sebagai media pembelajaran.
Cindy mencengkram tangan Euis dengan kuat, baru saja melihat jenazah Ia sudah tidak tahan.
Euis melihat kearah Cindy yang terlihat ketakutan. Wajahnya terlihat pucat dengan dahi yang mengerut.
Cindy sampai mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Euis dan tidak melepaskan tangannya sama sekali.
__ADS_1
Euis coba menenangkan Cindy, mereka bahkan belum memulai apapun jangan sampai Cindy menyerah di awal kegiatan.
Di depan dokter sudah ada perlengkapan bedah lengkap yang akan dilakukan untuk autopsi hari ini.
Sebelum memulai pembedahan atau dalam istilah kedokteran disebut diseksi, dokter Rknjmemberikan penjelasan tentang pratikum hari ini.
" Diseksi hari ini bertujuan untuk mempelajari saraf, otot, pembuluh darah maupun tulang manusia dan mohon diingat tidak boleh ada organ yang diambil apalagi untuk transplantasi "
Kelompok Euis mendengarkan penjelasan sari dokter spesialis dengan wajah serius.
" Kita akan membedah organ satu persatu, lalu setelah di pelajari kita akan kembalikan ketempat semula sesuai dengan prosedur "
" Pertama-tama kita harus melakukan pemeriksaan eksternal meliputi tinggi badan, bentuk gigi, warna mata, bekas luka ataupun tato. Setelah semuanya sudah di catat kita lanjut dengan pemeriksaan internal "
Dokter Roni mulai mengambil pisau bedah yang terlihat tajam, meletakan tangannya di atas Mr X dan mulai menyayatnya dengan bentuk Y, di mulai dari kedua sisi bahu hingga ke daerah tulang pinggul.
Darah keluar dari dalam tubuh mengalir di sela sayatan yang di buat oleh dokter Roni.
Euis sekuat tenaga menahan diri agar tidak muntah ketika menyaksikan itu semua.
Ia melirik ke arah Cindy yang sedang berdiri mematung dengan keringat jagung di wajahnya.
Euis memegang tangan Cindy erat, memberikannya kekuatan agar bisa melalui ini semua.
Dengan metode Rokitansky, dokter mengeluarkan organ dalam secara sekaligus.
Beliau mengeluarkan paru paru, hati, ginjal dan limpa dalam satu kali kemudian di bedah di atas meja autopsi.
Ini pertama kalinya mereka melihat organ tubuh manusia.
Organ organ yang berkerja berkesinambungan dan menopang kehidupan manusia.
Pembedahan organ hari ini dilakukan untuk mengumpulkan sample kecil jaringan organ untuk pemeriksaan lebih lanjut dengan mikroskop.
Dokter Roni mulai menjelaskan tentang jaringan dan mengambil sample jaringan.
" Kita harus mengambil sample jaringan tubuh yang belum mengalami pembusukan seperti di daerah ini " Ujar dokter Roni sambil menunjuk area yang terdapat di hati.
" Jaringan tubuh di ambil seukuran 2cm x 2cm x 2cm dengan lokasi pengambilan di sesuaikan dengan jenis organ atau jaringan organ "
Dokter mulai mengambil sample jaringan dengan pinset dan di masukan kedalam wadah tabung transparan dan di beri label.
__ADS_1
Kami mencatat hal hal penting ke dalam notes.
Dokter menjelaskan dan mengambil sample dari semua organ yang ada di meja autopsi.
Tidak ada suara di dalam ruangan ini kecuali suara pisau bedah atau peralatan bedah lainnya yang saling berbenturan.
Setelah selesai menjelaskan tentang jaringan jaringan apa saja yang terdapat di dalam organ dan mengambil sample nya, dokter mengembalikan organ tersebut masuk kedalam tubuh Mr X.
Karena sudah terbiasa melakukan hal tersebut dokter Roni melakukan semuanya dengan santai.
Seolah olah organ tubuh ini diambil dari dalam tubuh sebuah manekin.
Dokter Roni memasukan organ organ tersebut ke tempat sebelumnya satu persatu dengan hati hati.
Setelah itu dokter Roni menjahit bekas sayatan yang Ia buat di tubu Mr X dengan rapih.
" Sampel jaringan ini kemudian akan kita cek di laboratorium, sampai sini ada pertanyaan? "
Tidak ada yang menjawab pertanyaan dokter Roni, semua teman satu kelompok Euis sibuk dengan pikirannya masih masing.
Maklum saja ini adalah praktik pertama mereka, sehingga kebanyakan dari mereka mengalami shock atau mual dan menahan muntahnya.
" Kalau tidak ada pertanyaan, semuanya boleh keluar dan nanti saya akan berikan tugas mengenai pratikum hari ini melalui group whatsapp " Ujar dokter Roni mengakhiri pratikum hari ini.
Semua orang keluar dari ruang laboratoriun anatomi kecuali dokter Roni yang masih sibuk merapihkan peralatan bedahnya.
Mr X akan di masukan kembali kedalam freezer karena masih dapat di gunakan kembali untuk pratikum lainnya, sampai sudah tidak memenuhi syarat yaitu banyak jaringan yang mati, maka Mr X akan di kuburkan dengan layak.
Euis dan Cindy keluar dengan langkah lemas, Ia merasakan darah di dalam tubuhnya hilang entah kemana.
Untungnya mereka bisa bertahan selama pratikum bedah anatomi yang berlangsung selama lima jam.
" Pada lemes lemes banget, semangat dong " Ujar Monic dengan santainya.
Euis dan Cindy hanya menatap Monic dengan pandangan sebal, mereka bahkan harus mengontrol rasa mualnya agar tidak muntah.
Seolah tidak peduli dengan kondisi Euis dan Cindy, Monic yang berjalan didepan mereka berdua tiba tiba menoleh ke belakang.
" Gue laper nih, makan yuk " Ucap Monic sambil memegang perutnya.
Memang beda teman mereka yang satu ini, entah hatinya terbuat dari apa? Bisa bisanya masih punya nafsu makan sehabis mengikuti pratikum anatomi?
__ADS_1
Setelah melihat jenazah bahkan organ dalem manusia?