Story Of Euis

Story Of Euis
Teman Baru


__ADS_3

Matahari belum sepenuhnya terbit ketika Euis sudah bersiap siap pergi ke kampusnya.


Euis sudah mempersiapkan mental untuk mengikuti masa orientasi di kampusnya yang akan di laksanakan dua hari.


Biasanya masa orientasi akan diisi oleh pendidikan mental dari para senior.


Euis bahkan menyempatkan diri untuk menyantap nasi uduk sebelum berangkat ke kampus agar memiliki energi untuk melewatkan hari ini.


Di aula kampus sudah berkumpul ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan.


Jika biasanya masa orientasi siswa baru di lakukan di luar ruangan tapi tidak dengan kampus Euis, kegiatan di lakukan di dalam ruangan ber-AC.


Euis duduk bersebelahan dengan teman barunya Cindy dan Monic.


Cindy Tri Putri berasal dari Papua, Ayahnya adalah seorang TNI angkatan darat yang di tugaskan di Papua sejak Cindy berusia tiga belas tahun.


Selama Ia kuliah di Depok, Ia tinggal bersama tantenya yang tinggal di Jakarta tepatnya di Pasar Minggu.


Cindy adalah perempuan yang cantik dan modis. Kulitnya putih dan wajahnya mulus sekali tanpa ada noda jerawat satupun.


Tapi walaupun cantik, Cindy bukan tipe perempuan yang sombong karena tau akan kecantikannya.


Ia bahkan menyapa Euis duluan pada saat mereka bertemu pertama kali.


Sedangkan Monica Pricilla berasal dari Jakarta. Dari awal bertemu, Monic terlihat tomboy.


Rambutnya di potong pendek dan Ia menggunakan anting berwarna hitam.


Monic juga tidak menggunakan riasan apapun, bahkan hanya membawa tas canvas di hari orientasi ini.


Ia tidak banyak bicara, tapi selalu menanggapi aku dan Cindy ketika kami mengajaknya mengobrol.


Masa orientasi di hari pertama hanya memperkenalkan tentang kampus saja.


Kami di suguhi gambar dan video yang menceritakan sejarah berdirinya Universitas Indonesia sampai dengan sekarang.


Jujur saja Euis tidak terlalu banyak memperhatikan, karena banyak mengobrol dengan Cindy.


Euis dan Cindy sama-sama bersemangat karena bertemu orang baru.


Cindy banyak menceritakan tentang Papua yang menurut Cindy sangatlah indah.


" Kapan-kapan kamu harus berkunjung ke Papua Is, pantai dan laut di sana sangatlah indah " Ucap Cindy dengan semangat.

__ADS_1


" Seumur-umur aku tidak pernah berkunjung keluar kota, begitu mendengar ceritamu aku jadi ingin ke Papua" Ujar Euis.


Dari kecil sampai seusia sekarang Ia dan Aa Asep tidak pernah dibawa jalan-jalan ke luar kota oleh kedua orang tuanya.


Dulu sehabis libur panjang kenaikan kelas, biasanya guru akan menanyakan pengalaman liburan kita ketika hari pertama masuk sekolah.


Teman-teman Euis banyak yang bercerita Jika ia berliburan ke luar kota bahkan ada yang sampai ke luar negeri.


Namun Euis hanya menceritakan liburannya di kampung bersama ternak-ternak Bapak atau paling jauh hanya ke Kebun Raya Bogor, itupun Euis harus menangis dulu agar Bapak mau mengajak mereka kesana.


Euis pernah merengek untuk minta liburan ke Dufan atau Monas, tapi sampai detik ini Bapak tidak pernah mengajak Euis kesana.


Setiap Euis menanyakan alasannya, Bapak akan bilang sibuk mengurus hewan ternak.


Jadi Euis hanya tau daerah Bogor saja, ke Puncak pun baru ketika Euis SMA itupun bersama teman teman sekolahnya.


" Bogor itu seperti apa? Apa sama dengan Puncak? " Tanya Cindy.


" Lebih macet, kalau untuk berlibur lebih baik ke Puncak karen banyak wisata alam di sana " Ujar Euis.


" Wah kapan-kapan kita harus ke Puncak kalau begitu, nanti sekalian mampir ke rumah kamu. Bogor sama Puncak dekat kan ya? " Tanya Cindy.


Sayangnya Euis tidak bisa membawa Cindy ke rumahnya, jangankan membawa teman Euis saja sudah tidak diperbolehkan pulang oleh Bapaknya sendiri.


Tapi tidak mungkin untuk menceritakan hal itu kepada teman barunya yang kehidupannya terlihat sempurna itu.


Satu persatu Mahasiswa berhamburan keluar dari Aula Balairung.


Orientasi Mahasiswa yang Euis bayangkan berbanding terbalik dengan apa yang Ia pikirkan.


Tidak ada lagi perpeloncoan oleh senior, semua kegiatan diisi oleh pengenalan kampus saja.


Tidak ada tugas-tugas unik yang diminta oleh senior yang harus mereka bawa keesokan harinya.


Tidak ada senior yang berwajah galak dan membentak-bentak mereka, semuanya berjalan seperti masa perkenalan saja.


Menurut Monic, karena banyak kasus perpeloncoan yang terjadi di masa orientasi mahasiswa baru maka beberapa kampus sudah menerapkan masa orientasi mahasiswa baru yang sehat seperti ini.


" Lo pulang kemana Cin? " Tanya Monic ketika keluar dari Aula.


" Ke Pasar Minggu, sebelum Pejaten " Jawab Cindy.


" Ya udah bareng Gue aja, Gue lewat pasar minggu kok " Ajak Monic.

__ADS_1


Cindy merasa senang karena mendapatkan teman baru yang searah pulang " Ngerepotin nggak Mon? " Tanya Cindy memastikan.


" Nggak kok Gue emang lewat sana " Jawab Monic dengan nada datar.


Walaupun terlihat cuek, tapi ternyata Monic peduli dengan teman. Ia bahkan dengan sukarela menawari tumpangan kepada Cindy.


" Kalo Lo pulang kemana Is? " Tanya Monic.


" Kalo Aku mah ngekost di sebrang Mon, deket kok " Jawab Euis.


" Oke kalo gitu kita duluan ya " Ujar Monic sambil berlalu meninggalkan Euis.


Cindy melambaikan tangan ke arah Euis dan mengikuti Monic ke arah parkiran mobil.


Euis sendiri berjalan ke arah stasiun untuk mengarah ke kostan nya.


Sebelum pulang Euis menyempatkan untuk membeli aneka jajanan di dekat Stasiun.


Ia bingung harus membeli apa karena banyak sekali aneka jajanan yang enak dan juga murah.


Euis membeli dimsum dan siomay untuk Ia bawa pulang.


Sesampainya di kostan Ia langsung mandi. Walaupun seharian tidak banyak melakukan aktivitas namun perjalanan pulang menuju kostan lumayan menghasilkan keringat.


Euis baru selesai membuat nasi di magic com ketika asa notifikasi whatsapp di ponselnya.


Ternyata Cindy membuat group whatsapp yang berisi Aku, Cindy dan Monic.


Cindy menggunakan profil picture tiga kucing yang bentuknya seperti kami. 1


Ada satu kucing yang terlihat cantik dengan pita di lehernya, ada kucing yang memakai kacamata dan kemungkinan itu adalah dirinya.


Mungkin Cindy menggunakan gambar kucing itu karena tau Euis mendapatkan beasiswa, dan satu kucing lagi yang pastinya adalah Monic karena memakai pakaian serba hitam sehingga asterlihat gothic.


Euis tersenyum melihat group whatsaap yang Cindy buat, tidak lama Cindy menyapa kami berdua dengan chat " Halo sahabat baruku "


Baru mengobrol beberapa jam saja, Cindy sudah memanggil kami sahabat membuat Euis senang karena dianggap sahabat dengan teman barunya itu.


Dari satu chat yang Cindy kirim beberapa jam yang lalu, membuat mereka bertiga masih aktif berkirim chat.


Euis sedang menyantap nasi dengan telur dadar sambil mengobrol dengan kedua temannya.


Beberapa kali Euis tertawa karena melihat kiriman video random dari Cindy dan Monic.

__ADS_1


Euis sangat bersyukur sekali karena Ia suda mendapatkan teman di hari pertamanya berkuliah.


Dan dengan mereka berdua Euis akan memulai keseruannya menjadi mahasiswa baru di fakultas kedokteran.


__ADS_2