Story Of Euis

Story Of Euis
Kejadian Horor


__ADS_3

Euis menutup atlas anatomi setelah mempelajari kembali hal hal yang Ia dapatkan dari praktikumnya tadi siang.


Ia memasukan atlas tersebut kedalam rak buku yang Ia susun rapih di pojok kamarnya.


Jam sudah menunjukan pukul delapan malam, tumben sekali group whatsapp mereka sepi tidak ada chat dari kedua sahabatnya.


Biasanya mereka masih asik mengobrol tentang kegiatan hari ini. Euis meletakan ponselnya diatas meja belajar.


Mungkin karena otaknya sangat bekerja keras hari ini perut Euis mengirimkan sinyal ke otak dan otak pun berkata


Lapaaarrr..


Euis hanya memiliki nasi, telur dan sisa bakso beberapa biji saja.


Ia enggan untuk menyantap telur dadar lagi malam ini, karena sepulang kuliah Ia sudah memasak telur dadar untuk makan sorenya.


Sayangnya Ia tidak bisa makan sore terlalu banyak karena masih terbayang bayang praktikum anatomi tadi siang.


Menurut Kakak tingkat, seiringnya mereka sering melakukan praktikum anatomi, mereka akan terbiasa dengan semua itu, dan Euis menantikan masa itu.


Setelah berpikir panjang, akhirnya Euis memutuskan untuk membuat nasi goreng dengan bahan seadanya, beruntung Ia masih memiliki bawang putih dan bawang merah beberapa siung.


Sambil menunggu nasinya dingin, Euis mengiris bawang putih dan bawang merah diatas talenan kayu yang masih berwarna coklat terang.


Setelah itu Ia mulai memasak nasi goreng dengan melelehkan margarin terlebih dahulu.


Entah mengapa wangi margarin selalu menggugah selera.


Ia memasukan bawang bawangan ke dalam penggorengan, setelah harum di masukannya telur, bakso lalu nasi.


Setelah di oseng oseng Ia memasukan saus tiram, garam, penyedap dan jadilah nasi goreng tanpa kecap kesukaan Euis.


Euis meletakan sepiring nasi goreng di atas meja belajarnya dan berjalan mengambil segelas air putih.


Sambil menyantap makan malamnya, Euis menonton siaran tonight show di youtube.


Setelah hari yang melelahkan, Ia ingin melepas penat dengan menonton acara favoritnya dan host tonight show selalu bisa menghibur Euis.


Setelah selesai makan, Euis langsung mencuci piringnya dan meletakan piring bersih ke dalam rak.


Sebelum tidur Ia mengirimkan chat kepada Aa Asep.


" Aa wisuda kerain tanggal enam bukan ? " Tanya Euis dalam chat nya.

__ADS_1


Beberapa minggu yang lalu Aa Asep menelponnya untuk mengabarkan bahwa Aa Asep akan Wisuda.


Aa Asep meminta Euis untuk menghadiri wisudanya, terlebih lagi Bapak tidak akan hadir dalam wisuda Aa Asep dan hanya Ibu yang datang.


Euis sudah menyewa kebaya untuk acara wisuda Aa Asep.


Euis sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Aa Asep dan Ibu.


Sudah sepuluh menit dan tidak ada balasan dari Aa Asep, mungkin sudah tidur.


Euis meletakan ponsel xiomay nya di samping tempat tidur, mematikan lampu kamarnya dan mengganti dengan lampu tidur yang lebih redup.


Euis membaca doa tidur dan tidak berapa lama Ia sudah terlelap dalam tidurnya.


Suasana kamar Euis berubah menjadi hening, tidak ada suara lain di sana kecuali denting jarum jam dinding dan dengkuran halus dari Euis.


Euis tidur dengan lelap malam itu, sampai ada ketukan di kamarnya.


Tok tok..Tok tok..


Butuh tiga kali ketukan untuk membangunkan Euis yang sedang nyenyak tertidur.


Euis membuka matanya yang terasa berat dan melihat kearah jam dinding yang berada tepat di depannya.


Ia lalu menyalakan kamarnya dan berjalan menuju pintu dengan langkah yang berat untuk membukakan pintu.


Ketika pintu terbuka, di depan pintu ada Bapak kostnya dengan membawa sebuah buku.


" Maaf Neng ganggu malam malam, ini ada titipan buku buat Neng " Ujar Pak Rasyid, Bapak kosannya.


Euis mengambil buku yang Pak Rasyid berikan, Ia sangat mengenali buku itu karena merupakan notes pratikum bedah anatomi tadi siang. Pantas saja tadi Ia cari cari di tasnya tidak ada.


" Terima kasih Pak " Ucap Euis dengan berusaha membuka matanya lebar lebar.


" Iya sama sama Neng " Pak Rasyid sudah mau pergi dari kamar Euis, lalu Euis teringat sesuatu.


" Bapak maaf, buku ini Bapak dapat darimana ya Pak ? " Tanya Euis bingung.


Karena selain Cindy atau Monic tidak ada satupun teman praktikumnya yang tau kosan Euis.


" Oh itu tadi ada perempuan dateng dan nganterin buku itu , katanya punya Neng? " Tanya Pak Rasyid.


" Betul punya saya Pak, orangnya seperti apa ya Pak " Tanya Euis penasaran dengan sosok yang mengantarkan buku ini.

__ADS_1


Pak Rasyid mengingat ingat sebelum menjawab pertanyaan Euis.


" Hmm..perempuan usia dua puluhan akhir Neng. Oh iya ada kumis tipis di atas bibirnya, kaya Iis Dahlia " Ucap Pak Rasyid menyebutkan nama penyanyi dangdut ibu kota.


Seketika kantuk Euis hilang dan kakinya terasa lemas, Ia tau betul sosok perempuan dengan kumis tipis yang Pak Rasyid maksud.


" Kenapa Neng? " Tanya Pak Rasyid melihat Euis yang terlihat terkejut sampai bola matanya membesar.


" Nggak apa apa Pak, terima kasih banyak Pak " Ucap Euis.


Setelah itu Pak Rasyid berlalu dengan meninggalkan ketakutan.


Euis masih tidak percaya dengan apa yang Ia dengar, perempuan berkumis? Satu satunya perempuan berkumis tipis yang Ia tau adalah jenazah yang di gunakan pada saat praktikum Anatomi tadi siang.


Bulu kuduknya merinding dan matanya terpaku pada notes pemberian Bapak kosannya.


Apakah mungkin yang mengantar buku Euis adalah Mr X?


Euis mengendus endus buku notes miliknya dan tidak ada bau apapun di sana.


Tiba tiba hawa dingin terasa menyapu tubuh Euis yang masih berdiri mematung di pintu kamarnya.


Euis bergegas untuk masuk kedalam kamar dsn langsung menuju kamar mandi untuk mencuci tangannya dengan sabun.


Euis mencuci tangannya dengan cepat dan langsung naik ke atas kasur.


Euis tidak berani mematikan lampu kamarnya lagi, kejadian horor malam ini membuat Euis sulit tidur kembali.


Bagaimana bisa Mr X mengantarkan bukunya ke kosannya? Ini benar benar tidak masuk akal dan di luar nalar manusia


Ditariknya selimut tebal berwarna pink yang ada di ujung tempat tidurnya.


Walaupun udara tidak sedingin itu untuk memakai selimut, tapi Euis ingin menyembunyikan diri dari ketakutannya sendiri.


Ia mencoba memejamkan matanya namun tidak berhasil.


Bayang bayang autopsi di ruang praktikum tadi siang tiba tiba menari nari di pikirannya.


Ia masih ingat jelas pertama kali melihat Mr X yang terlihat pucat dengan kain hijau tipis menutupi tubuhnya.


Bagaimana adegan setelah itu membuat Euis dan Cindy kehilangan nafsu makan dan melewatkan makan siangnya.


Euis menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dan memegang erat selimut itu.

__ADS_1


Ia mencoba untuk memejamkan matanya berharap akan segera tertidur dan bangun di kala matahari masuk di sela sela jendela kamarnya.


__ADS_2