Story Of Euis

Story Of Euis
Di Jebak


__ADS_3

Monic mengerutkan dahi ketika tau Mobil yang Ia ikuti sedang berjalan ke arah Jakarta Utara.


" Untuk apa mereka pergi kesana? " Gumam Monic dengan suara pelan.


Ia menginjak pedal gasnya lebih dalam agar berada tepat di belakang mobil mereka dan tidak kehilangan jejak.


Memasuki kawasan Ancol, Vicky langsung memacu mobilnya ke arah pantai. Menelusuri jalanan gelap yang sepi, tidak ada kendaraan yang lewat kecuali mobil Vicky.


Cindy tidak punya pemikiran buruk tentang Vicky, Ia percaya jika Vicky akan mengajaknya untuk makan malam di sebuah restoran seafood di dalam Ancol.


Ia bahkan sudah memikirkan akan memesan apa untuk makan malamnya.


Namun perasaanya mulai tidak enak tatkala mobil mereka berhenti di sebuah parkiran sepi di dekat pantai.


Setelah memarkirkan mobilnya, Vicky menarik rem tangan dan mematikan mesin mobilnya.


" Kita udah sampe? " Tanya Cindy mencoba bersikap senormal mungkin, padahal di dalam hatinya Ia sudah merasakan ketakutan yang luar biasa.


Hanya ada suara deru ombak disini, sekalipun terjadi sesuatu, suara Cindy tidak akan terdengar oleh siapapun.


" Kita pesan makanan online aja ya, kayanya kita udah kemalaman nih semua resto sudah pada tutup " Ujar Vicky dengan santainya.


Cindy merasa di jebak, Ia tidak bisa protes saat ini karena khawatir jika Vicky akan berbuat nekat.


" Kamu mau makan apa? Biar Aku pesankan " Tanyanya sambil pura pura menscroll aplikasi pesanan online.


" Hokben aja kali ya, praktis makannya " Cindy berusaha untuk tersenyum.


" Oke, udah aku pesan kita tinggal nunggu mereka antar " Vicky langsung memasukan ponselnya ke dalam kantong celana.


Gerak gerik Vicky begitu mencurigakan, seharusnya jika seseorang memesan online, mereka akan standby dengan ponselnya namun Vicky malah memasukan ponselnya ke dalam saku celana.


Cindy yakin benar jika Vicky tidak memesan makanan untuk mereka.


" Sebelumnya Lo udah pernah pacaran Cin? " Tanya Vicky dengan tidak menghiraukan wajah Cindy yang terlihat tidak nyaman berada disini.


" Dulu pernah waktu SMA " Jawab Cindy singkat.


" Oh..kalau pacaran biasanya ngapain aja? " Pertanyaan Vicky membuat Cindy tambah tidak nyaman.


" Ya kaya orang kebanyakan aja sih, nggak aneh aneh "


" Oh gitu, udah pernah ciuman dong? "

__ADS_1


Cih..Vicky bahkan sudah tidak sabar melampiaskan nafsunya dengan bertanya seperti itu.


" Aku nggak mau jawab ah, sensitif banget pertanyaan kamu " Kali ini Cindy sudah benar benar marah, Vicky sangat tidak sopan.


" Ah nggak usah munafik lah Cin santai aja kali " Ujar Vicky semakin berani.


Cindy tidak menjawab ucapan Vicky, bagaimana Ia bisa santai menanggapi ucapan Vicky yang tidak sopan itu.


" Pulang aja yuk, Aku nggak nyaman ada di sini. Sepi banget " Pinta Cindy akhirnya.


" Nggak nyaman kenapa sih? Mau aku buat nyaman nggak? Aku punya sesuatu yang bisa bikin kamu nyaman sekaligus enak" Vicky menunjuk bibirnya.


" Apaan sih kamu, kalau terus begitu aku pulang sendiri aja " Wajah Cindy terlihat kesal.


Bukannya merasa bersalah, Vicky malah tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Cindy.


" Mau pulang pake apa Lo? Nggak ada siapa siap disini! Nggak ada yang bisa nolongin Lo! " Vicky tertawa penuh dengan kemenangan, akhirnya sifat aslinya keluar.


Cindy nggak peduli, Ia mencoba membuka pintu mobil Vicky namun sayang Vicky dengan sigap menguncinya.


" Kenapa sih sukanya di paksa? Udahlah nanti juga lama lama Lo bakal seneng, Gue jago tau " Vicky mulai berani mendekatkan tubuhnya kearah Cindy.


Ia berusaha meraih tubuh Cindy untuk mengecup bibirnya.


" Tolong Aku Ya Allah, Aku nggak mau menjadi mangsa laki laki di hadapanku " Ucap Cindy dalam hati.


Ketika Vicky masih berusaha keras untuk memegang tubuh Cindy dan menyodorkan wajahnya ke arah Cindy, tiba tiba kaca pintunya di ketuk oleh seseorang.


Vicky tidak menghiraukannya, Ia sudah di kuasai oleh nafsunya sendiri.


Namun ketukan di kaca semakin keras bahkan kali ini sebuah sinar diarahkan ke dalam mobil.


" Sial! Padahal sedikit lagi aku bisa mendapatkan yang aku mau " Rutuk Vicky.


Ia membetulkan posisi duduknya dan membuka kacanya sedikit.


" Ada apa? " Tanyanya malas.


Tidak ada jawaban dari luar, hanya saja sinar itu sekarang tepat menyoroti matanya. Ia menghalau sinar itu dengan tangan kanannya.


" Silau Gila! Siapa sih lo? " Hardik Vicky.


Namun tetap tidak ada jawaban dari luar, dengan perasaan kesal Vicky membuka pintu untuk keluar.

__ADS_1


Cindy tidak menyianyiakan kesempatan ini, begitu kunci mobil terbuka Ia langsung berlari keluar dari mobil Vicky.


Mendengar suara langkah kaki yang berlari menjauh dari mobilnya, Vicky mengecek kedalam dan benar saja Cindy sudah tidak ada di kursi penumpang.


Tanpa mempedulikan pengganggu yang belum sempat Ia lihat wujudnya, Vicky langsung masuk kembali kedalam mobil, Ia tidak ingin mangsanya lepas!


Melihat Cindy sudah berhasil keluar dari mobil, Monic yang mengikuti mereka sedari tadi langsung menuju kedalam mobilnya yang terparkir tidak jauh dari mereka.


" Masuk ke mobil Gue Cin " Teriak Monic memanggil Cindy yang berlari tak tentu arah.


Mendengar suara Monic, Ia langsung menuju kearah suara itu.


Dengan berlari sekuat tenaga, Ia berhasil masuk kedalam mobil Monic.


Monic langsung menyalakan mesin mobilnya, menarik rem tangan dan menginjak gas untuk pergi dari tempat itu.


Sekuat tenaga Ia membawa mobil itu sampai ke arah pintu keluar, walaupun Vicky tidak mengalah dan tetap.mengejar mereka.


" Arrrggghhh! Hantu hantu hantu. Siapa orang usil itu yang bikin mangsa Gue kabur " Vicky meluapkan kemarahannya dengan memukul mukul setir mobilnya sambil berteriak gemas.


Sedangkan Cindy yang sudah aman bersama Monic sekarang sedang menangis di bangku penumpang.


Ia menyesali kebodohannya karena mempercayai Vicky begitu saja. Jantungnya bahkan masih berdegup kencang, Ia tidak menyangka akan mengalami kejadian ini.


Sambil terus menyetir, Monic melemparkan tisu ke arah Cindy yang masih menangis.


Cindy mengambil tisu pemberian monic dan menghapus air matanya.


Vicky sudah tertinggal jauh di belakang, sebagai orang asli Jakarta, Monic cukup menghapal kawasan Ancol.


Ia sengaja membelokan mobilnya ke arah pasar seni guna menghindar dari Vicky.


Sesampainya di pasar seni, Monic mematikan mobil serta lampu dalam, Ia berjaga jaga jika Vicky ternyata melintasi area yang sama.


" Di jok belakang ada jaket Gue, Lo pake biar nggak dingin " Ujar Monic tanpa melihat kearah Cindy.


Cindy menggambil jaket ijo itu dan memakainya.


Tidak ada pembicaraan diantara mereka, Cindy terlalu malu kepada Monic yang sudah mengingatkannya untuk lebih berhati hati namun Ia menghiraukannya.


Sedangkan Monic memilih memberikan Cindy Waktu untuk menenangkan diri.


Setelah dirasa aman, Monic menyalakan kembali mobilnya dan beranjak pergi dari Ancol.

__ADS_1


__ADS_2