
"Apa yang harus aku lakukan? bagaimana jika memang dia menemukan Adik dan Ibunya?"
"Tidak! tidak akan aku biarkan jika mereka hidup bersama lagi. Tidak akan! tidak!" Tina terus meracau tidak karuan, keluarga Pram bersatu adalah ketakutannya saat ini. Ia menggigit ujung kukunya
"Mama,"
"Amirra, kenapa mengagetkan?" kaget Tina karena tak menyadari jika Amirra sudah dibelakangnya dan menepuk pundaknya
"Mama kenapa sih?" tanya Amirra dengan kerutan dikeningnya "Ma-mama gapapa, maaf mengganggu tidurmu." jawab Tina gelagapan.
Mendengar suara pintu tertutup Manaf pun menoleh. Terlihat Tina yang baru keluar dari kamar Amirra dan langsung menuju lantai bawah "apa kamu mendengar semuanya? Mama." gumam Manaf lantas tersenyum smirk dan mematikan telpon yang masih terhubung
______
"Kenapa aku merasa Rendi seperti Ndi ya?" gumam Mayra sembari berjalan mondar-mandir dengan telunjuk mengetuk-ngetuk dagu.
Mayra terus mengingat ketika bersama Rendi selalu membuatnya teringat akan sahabat kecilnya Ndi.
Hal sama yang tengah dipikirkan Rendi saat ini.
"Aku seperti tidak melihat Ira dalam diri Amirra. Tapi bersama Mayra...."
"Tidak! tidak mungkin!" sangkal Rendi namun ia juga masih bingung dengan pikirannya. "Argg, kenapa jadi begini sih," Rendi mengacak rambutnya frustasi
"Aku harus mencari tahu."
__ADS_1
..._...
Pagi hari menyapa, cahaya bulan kini terganti dengan mentari yang terbit dari sebelah timur. Kini Rendi beserta keluarga tengah sarapan dimeja makan. Linda dan Ardi sesekali mengobrol dan Rendi yang hanya terus melamun memikirkan tentang Amirra dan Mayra.
"Kalo sambil melamun kapan selesai makannya," cibir Linda namun Rendi tidak mendengarnya.
"Pah sudah pukul tujuh, cepat berangkat!" teriak Linda yang hanya akal-akalannya saja supaya Rendi berhenti melamun dan benar saja Rendi pun akhirnya sadar
"Sudah jam tujuh! Rendi berangkat dulu kalo gitu Mah Pah." Rendi bergantian mencium punggung tangan kedua orang tuanya. Ia memberi salam dengan Linda dan Ardi menjawabnya.
"Mah?" Ardi melirik pada Istrinya yang masih mengarahkan pandangan pada pintu utama yang baru saja Rendi keluar dari sana
"Ya, Mama gak sengaja." Linda menggaruk tekuk yang tidak gatal membuat Ardi menggelengkan kepala "sudahlah Papa berangkat kekantor." ucap Ardi mencium kening Linda lantas menyambar tas dan pergi
"Paa ini masih jam enam!" teriak Linda menatap punggung Ardi yang perlahan menghilang dari balik pintu "yaelah...."
Rendi memberhentikan motornya didepan gerbang rumah mewah berwarna putih. Hingga, datanglah satpam yang berjaga disana menghampirinya "ada yang bisa saya bantu Den?"
"Apa benar ini rumah Prammata Adhinata?" tanya Rendi pada satpam tersebut "benar Den. Apa Aden mau ketemu bapak?"
"Oh tidak. Saya mau ketemu sama Amirra,"
"Biasanya Non Amirra jam segini masih tidur, apa mau saya panggilkan?" tutur satpam itu ramah
"Emm jika tidak keberatan tolong panggilkan Pak."
__ADS_1
"Baiklah tunggu sebentar, saya panggilkan non Amirra-Nya." Rendi mengangguk. Setidaknya masih keburu untuk menunggu, mengingat ini masih pukul 06:45 masih ada waktu 45 menit lagi bel masuk. Ya, Rendi baru menyadari ketika diperjalanan jika masih jam enam pagi dan untuk menuju kediaman Amirra itu memakan waktu cukup lama.
Sementara Tina yang mendengar dari Pak Bambang satpam dirumahnya jika seorang pemuda tengah menunggu Amirra tentu tahu siapa pemuda itu. Ia sedikit terkejut dengan kedatangannya, jika Rendi bertemu dengan Pram atau Manaf bisa saja rencananya gagal. Akhirnya, ia memilih untuk memberitahu Amirra.
"Amirra!" sampai dikamar Putrinya tanpa pikir panjang Tina langsung mengguncang-guncangkan tubuh Amirra yang masih terbaring dengan selimut yang menutup seluruh tubuhnya
"Amirra bangun!"
"Emm...."
"Bangun ini sudah pagi," Tina terus berusaha membangunkan Putrinya. Namun, hanya erangan yang Amirra keluarkan membuat Tina mendengus kesal "Amirra bangun!"
"Apa sih Mah ini masih pagi," Amirra menyibak selimut yang menutupi tubuhnya, terlihat rambutnya berantakan dengan muka yang masih tampak mengantuk
"Cepatlah bersiap, kau harus sekolah,"
"Ini masih pagi Mama, aku masih mengantuk,"
"Ishh, apa kau tahu jika Rendi ada diluar menunggumu?" kata-kata Tina mampu membuat Amirra kaget "a-apa! Rendi ada diluar? lalu bagaimana jika dia bertemu dengan Papa?"
"Karena itu. Cepatlah kau mandi dan temui dia sebelum kedua lelaki itu menemuinya." tanpa pikir panjang Amirra langsung melompat dari tempat tidur dan menyambar handuk
__
Sementara, Manaf yang baru saja mencuci mobil dan hendak masuk kerumah dengan pintu utama, ia tak sengaja melihat gerbang yang terbuka dengan sesosok pemuda disana.
__ADS_1
"Kenapa ada tamu tidak disuruh masuk sih?"