Story Of Mayra

Story Of Mayra
BAB 19. RENDI, NDI


__ADS_3

Cahaya rembulan dan bintang menemani gelapnya langit pada malam hari. Menyinari seluruh makhluk hidup dibumi. Mayra tengah merasakan indahnya malam ini lewat jendela kamarnya. Ia memejamkan matanya membiarkan angin malam menerpa wajahnya.


"Besok adalah ulang tahunmu yang ke-17," gumam Mayra dengan tersenyum, mengingat esok adalah ulang tahun sahabat kecilnya, walau sekarang mereka tidak akan merayakan bersama.


Tanpa diminta setitik air mata lolos begitu saja membasahi pipinya. Mengingat waktu sahabatnya itu berulang tahun ke-4 sekaligus ulang tahun terakhir mereka rayakan bersama.


Flasback


"Tiup lilinnya, tiup lilinnya...."


"Yeay!" Girang Mayra kecil setelah sahabatnya itu meniup lilin yang ada diatas kue ulang tahun


"Sekarang Ndi potong kuenya," ujar Linda, tanpa menunggu lama Ndi langsung memotong kue itu dengan pisau kue yang ada ditangannya


"Kira-kira potongan pertama Ndi kasih ke siapa ya?" Linda mengetuk-ngetuk dagunya dengan telunjuk tanda berpikir


"Potongan pertama akan Ndi kasih buat...." ia celingak-celinguk pada orang-orang yang berada didekatnya, berpikir siapa orang pertama yang ia beri potongan itu.


Tangannya bersiap menyuapkan pada salah seorang, dan....


"Eh, kok kamu yang makan?" Tanya Linda, Putranya tersebut tidak memberikan potongan pertama itu pada salah seorang dari mereka, namun yang tengah berulang tahun sendiri yang memakannya.


"Biar gak ada yang iri, Ndi makan saja sendiri," ujarnya, mereka yang ada disana tertawa melihat tingkah anak kecil itu.


****

__ADS_1


Seperti biasa, jika hari libur Mayra akan berujung ketaman, mengenang sahabat kecilnya. Apalagi hari ini adalah hari ulang tahun sahabatnya itu.


Mayra berjalan kearah danau alami buatan Tuhan, ia mendongkakkan kepalanya kearah langit sembari memejamkan mata dan merentangkan kedua tangannya. Angin berhembus membuat rambut tergerainya menerpa wajah.


Sementara, Rendi yang melihat Mayra berada ditempat yang sama dengannya lantas ia menghampiri gadis itu.


Dor!


"Astagfirullah!" Teriak Mayra dengan mengelus dadanya, kaget karena tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya. Rendi yang melihat wajah kaget Mayra seketika terkekeh karena menurutnya lucu


"Ke-kenapa kau tertawa?"


"Kau lucu jika sedang kaget, haha...." Jawab Rendi yang masih belum menghentikan tawanya


"Iya, iya, aku kalo lagi kaget lucu, lagi nangis lucu. Kalo lagi ngelawak tawamu habis nanti," ujar Mayra sedikit kesal, lantas ia mendudukkan bokongnya pada rumput hijau yang tertanam disana


"Sepetinya tempat ini adalah tempat favoritmu," ujar Rendi, sering sekali ia melihat gadis itu berada ditaman ini


"Emm... sepertinya ini tempat favoritmu juga aku selalu melihatmu disini," kini manik mata mereka saling bertemu "yah, begitulah," Jawab Rendi kembali menatap danau itu


"Taman ini adalah tempat favorit aku dan sahabatku," ucap Mayra begitupun Rendi. Mereka berbicara serentak membuatnya menatap satu sama lain


"Benarkah? berarti dulu kau tinggal disini?" Tanya Mayra


"Yah, aku dulu tinggal disini, tapi ada sesuatu yang terjadi jadi aku pergi keluar negri membuat aku dan sahabatku terpisah," sahut Rendi yang nampak sedih

__ADS_1


"sahabatmu? Amirra yang kau maksud?"


"Hmm... tapi aku merasa dia bukan sahabatku yang aku kenal dulu,"


"Kenapa kau mempermasalahkan hal itu, dulu kalian bersama waktu kecil bukan dan sekarang ia sudah dewasa, tentu beda dengan yang dulu,"


"Kau tidak tahu karena tidak mengenalnya." Batin Rendi, namun berbeda dengan yang diucapkannya "kau benar, hanya berbeda itu saja,"


"Oh ya, malam ini pukul tujuh datang kerumahku ya," ujar Rendi tak ingin membahas hal itu lagi


"Untuk apa?"


"Kasih tahu gak ya?"


"Ihh... serius loh,"


"Hehe, hari ini aku ulang tahun dan ingin merayakannya bersama kalian sahabat baruku, tidak tahu 'kan ulang tahun berikutnya kita akan merayakan bersama atau tidak?"


"Wah, bagus selamat ulang tahun. Aku pasti da...." ucap Mayra terpotong, hari ini adalah ulang tahun sahabatnya juga dan ia pun ingin merayakannya walau seorang diri


"Kenapa? kau harus datang pokoknya, titik!"


"Aku...."


"Tak adakah yang lebih penting dari sahabatmu ini, ingat yah, jangan sia-siakan mereka selagi masih ada,"

__ADS_1


"Ckk, iya aku datang,"


"Gitu dong,"


__ADS_2