
Sesuai dengan apa yang dikatakan Rendi pada Mayra waktu ditaman, jika Mayra harus datang ke acara ulang tahunnya malam ini. Beralasan jika Rendi ingin merayakan bersama para sahabatnya, toh tidak ada yang tahu kalau tahun depan bisa merayakannya lagi, mungkin mereka tidak saling bersama karena sudah kelulusan.
Tap...Tap...Tap...
Suara langkah kaki dari arah tangga mengalihkan perhatian Widia yang kala itu tengah berada diruang tamu. Biasa I
ibu-ibu, nonton sinetron.
"Mau kemana May? rapi banget," tanya Widia yang tengah menggenggam remote televisi sembari duduk disofa yang berhadapan langsung dengan televisi
"Mayra mau ke pesta ulang tahun teman Mah," jawab Mayra sedikit lesu. Widia yang penasaran lantas menghampiri Putrinya itu.
Widia mengamati Mayra dari atas hingga bawah. Terlihat pangling dengan penampilan Mayra yang berbeda dari biasanya.
Dress motif bunga-bunga, panjang selutut dan lengan pendek membuat kulit putih nan mulusnya terpampang jelas oleh mata, ditambah tas selempang senada dengan baju dan sepatu snekers putih membuatnya terkesan lebih manis, apalagi ditambah rambut hitamnya yang dibiarkan tergerai.
Dan juga sedikit polesan make up dipakainya, walaupun acara penting Mayra itu tidak pernah memakai yang namanya make up, paling hanya bibirnya yang dipolesi lipbam bening agar bibirnya tidak kering.
"Ulang tahun siapa?" Tanya Widia dengan pandangan masih mengamati Putrinya tersebut.
"Rendi," jawab Mayra singkat, Widia yang mendengarnya langsung mendongkak dan terlihat sedikit kerutan dikeningnya
__ADS_1
"Hari ini ulang tahunnya?" Mayra mengangguk
"Yaudah Mayra berangkat dulu ya Mah." Mayra mencium punggung tangan Widia. Sembari berjalan kearah pintu Mayra mengucapkan salam dan dijawab Widia
"Bukankah hari ini ulang tahun Ndi?"
"Lalu Rendi...."
__
"Kenapa dia belum datang."
"Rendi!" Panggil seorang wanita setengah baya, Rendi yang tengah menatap pintu utama pun seketika menoleh pada sang Mama
"Iya Mah."
"Assalammu'alaikum." Rendi yang baru saja melangkahkan kakinya untuk menemui para sahabatnya seketika menghentikan langkah dan berbalik lagi ketika mendengar suara seorang gadis yang ia tunggu sedari tadi.
Ia menatap penampilan Mayra yang baru saja memasuki rumahnya. Tak diduga mulutnya sedikit terbuka, namun untung saja tidak mengeluarkan air liur.
"Awas nanti lalat masuk," tegur Linda seraya menepuk pundak Putranya
__ADS_1
"Bentar, Tante kayak pernah liat kamu deh, tapi dimana ya?" Linda menadahkan kepalanya keatas sembari telunjuk mengetuk-ngetuk dagu tanda berpikir
"3 tahun lalu, hujan, Rendi nolong," cetus Rendi
Mayra sedikit kaget mendengarnya "jadi dia masih inget, duh malunya," batin Mayra mengingat kejadian tempo lalu yang salah paham pada Rendi karena berpikir jika Rendi melakukan sesuatu padanya.
"Wah, kebetulan sekali,"
"Kamu cantik banget," puji Linda seraya membelai rambut hitam tergerai Mayra membuat sang empu malu dibuatnya
"Yaudah kedalam yuk, yang lain udah nunggu tuh," tutur Linda dibalas anggukan kepala Mayra. Linda dan Mayra pun berjalan berdampingan dengan Rendi mengikuti dari belakang dengan tersenyum bahagia.
__
"Rendi, kamu gak undang Amirra kesini?" Tanya Linda pada Putranya itu
"Tanpa diundang juga pasti dia datang, 'kan. Masa gak inget sama ulang tahun sahabat sendiri," tutur Rendi, Linda hanya menganghuk-anggukan kepala mendengarnya
"Tapi jangan gitulah, dia kan sahabat kamu," pesan Linda sembari menepuk pundak Rendi
"Yasudah, nikmati pestanya, Mama masih ada urusan." Rendi tersenyum
__ADS_1
"Kenapa Amirra gak datang ya, gak mungkin lupa, 'kan?"