Story Of Mayra

Story Of Mayra
BAB 21. ULANG TAHUN RENDI 2


__ADS_3

Jika Rendi dan sahabat barunya tengah senang-senang merayakan ulang tahun, berbeda dengan Amirra yang kini tengah merasa bosan karena tidak melakukan apapun.


"Gabutnya, Papa sama Kak Manaf jam segini belum pulang kerja dan Mama pergi arisan sama teman-temannya. Masa gw ajak pembantu buat ke caffe," gerutunya, Amirra ingin sekali jalan-jalan namun tak ada teman, disekolah pun ia tak memiliki teman satu orang pun karena yang menemaninya selalu kedua bodyguard. Bahkan, Rendi tidak pernah bersamanya


Rendi, yah Rendi, ia teringat akan nama itu "gw hubungin Rendi ahh," Tangannya mulai meraih ponsel yang diletakan diatas nakas samping tempat tidur. Ibu jarinya mulai mengetikan nomor Rendi namun baru dua angka ia berhenti "gw samperin aja langsung deh,"


***


"Ndi, kamu gak mau hubungin Amirra buat ajak kesini?" Tanya Linda para Rendi yang sibuk membersihkan ikan untuk dipinggangnya bersama para sahabatnya. Tak lupa Linda menyematkan nama panggilan Rendi waktu kecil disana, Ndi


"Gapapa Mah, masa Amirra gak inget sama ulang tahun Rendi," jawab Rendi sembari tersenyum, tak ada guratan kesedihan yang dipancarkan Rendi saat mengatakan hal itu, malah ia sangat menikmati waktu sekarang tanpa Amirra


"Baiklah, terserah kamu saja,"


"Sepertinya Ndi sudah bahagia bersama sahabat barunya dan mulai melupakan Ira sahabat kecilnya," tambah Linda sembari terkekeh diakhir kalimat, mendengar itu entah kenapa Rendi merasa bersalah


Sementara, Mayra yang hendak menghampiri Rendi terdiam sejenak saat mendengar kata terakhir yang Linda ucapkan 'Ira'. Itu nama panggilannya waktu kecil. Ia yang baru sampai tidak mendengar yang lain selain 'mulai melupakan Ira sahabat kecilnya'


"Eh, Mayra," ucap Linda pada Mayra yang ada dibelakang Rendi dengan berjarak beberapa meter saja


Rendi menoleh, terlihat guratan kebingungan yang terlihat dari wajah Mayra.


"Ahh, aku belum selesai mencucinya, sebentar," ucap Rendi dengan menunjukkan keranjang penuh dengan ikan yang sudah tak bernyawa dibawanya


Linda meninggalkan mereka berdua, karena Ardi sudah pulang dari kantor, alhasil sebagai Istri tentu harus melayani sang suami


Mayra yang melihat Rendi tengah membersihkan ikan pun ikut membantunya.

__ADS_1


Air dari keran mengalir dengan derasnya, air itu menyiprat mengenai wajah Mayra yang tengah serius membersihkan ikan. Awalnya, Mayra tidak mempedulikannya, tapi lama-kelamaan, ia jengkel karena air itu tak henti menyiprat, bukan hanya wajahnya, namun rambutnya yang tergerai itu pun sedikit basah.


Mayra mengusap wajahnya yang basah menggunakan pergelangan tangan, ia menggunakan pergelangan tangan bukan tanpa alasan, hanya saja tangannya basah. Jika menggunakan tangan bukannya wajah Mayra kering, tapi akan tambah basah ditambah bau anyir dari ikan yang dibersihkannya.


Dengan sedikit menoleh ke samping Mayra mengusap wajahnya. Namun, cepritan air itu tetap saja mengenai wajahnya. Mayra membuka mata yang tadinya terpejam sembari menyingkirkan tangan yang digunakannya untuk mengusap wajah yang basah.


Terlibat Rendi yang mengumbar senyum menjengkelkan kearahnya dengan kedua telapak tangan mengarah padanya. Ternyata Rendi yang menyipratkan air itu padanya.


Mayra yang jengkel pun membalas Rendi dengan hal yang sama


"Airnya asin," ujar Rendi, air yang dicipratkan Mayra sedikit masuk kedalam mulutnya, hingga indra perasa yang dilidahnya bereaksi merasakan rasa asin, mungkin akibat dari ikan yang dibersihkan Mayra.


Mayra tertawa mendengarnya, Rendi pun ikut melepaskan tawanya.


Sementara, disini lain. Amirra yang baru datang langsung disuguhi pemandangan itu. Tadi Amirra sempat bertemu dengan Linda dan Ibu Rendi itu pun mengatakan jika Rendi tengah berada dihalaman belakang. Tanpa menunggu lama, Amirra langsung bergegas menghampiri Rendi. Tapi, yang ia lihat... ahh, sungguh membuatnya kesal, bahkan kedua tangannya pun terkepal dibawah sana


"Gadis itu...."


"Amirra, kau datang," ucap Rendi menghampiri Amirra. Amirra menoleh sebentar kearah Rendi yang sudah berdiri dihadapannya. Pandangannya kembali teralihkan pada sekelompok remaja yang tengah berkumpul mengelilingi alat panggangan.


"Apa kau tidak mengajakku? tapi, kau mengajak mereka?" Tanya Amirra dengan tatapan berubah sendu


"Itu, tidak seperti yang kau pikirkan," jawab Rendi berusaha menjelaskan


"Apa kau sudah lupa kalau aku sahabat kecilmu?"


"Kau membiarkan mereka yang tidak sebanding denganmu masuk kedalam rumahmu," ucap Amirra dengan melirik kearah Mayra dan yang lainnya dengan meremehkan. Entah kenapa, Rendi mendengarnya agak tersinggung

__ADS_1


"Ini acara ulang tahunku."


Hening sejenak sampai Rendi kembali melanjutkan kalimatnya "apa kau sudah lupa?"


"Aku sengaja tidak mengundangmu karena pasti kau datang sendiri karena sudah tahu,"


"Sepertinya, bukan aku yang melupakanmu. Tapi, kamu sendiri yang melupakan aku,"


"Rendi, aku...." kata Amirra terpotong karena Rendi menyelanya


"Cukup!"


"Kau benar, mereka memang tidak sepadan denganku. Tapi, aku pikir mereka lebih baik menjadi sahabatku," ujar Rendi lantas meninggalkan Amirra dan menghampiri sahabat-sahabatnya


"Itu pasti sebab loe! Mayra."


__


"Kenapa?" tanya Rio pada Rendi yang sudah bergabung dengan mereka


"Hanya masalah kecil," jawab Rendi singkat. Ia melirik pada pintu, terlihat Amirra sudah tidak ada disana


"Kau bukan Ira yang ku kenal dulu."


***


See you next part guys....

__ADS_1


__ADS_2