Story Of Mayra

Story Of Mayra
BAB 18. BISMA AND SHANIA


__ADS_3

"Aduh, ada Pak Herman gimana nih?" gumam Bisma berhenti diambang pintu yang hendak masuk kelas. Melihat Pak Herman sang guru bk ada dikelasnya ia pun mengurungkan niatnya "napa loe?" tanya Shania yang bersamanya diluar


Setelah drama uang kas itu, mereka berdua memutuskan berdamai dan kembali kekelas. Tentu saja setelah Shania berhasil membuat Bisma membayar kas.


"Kok ada Pak Herman sih?" Gumam Shania ikut nengok kekelasnya "eh, mau kemana loe?" tanya Shania pada Bisma yang hendak pergi tak tahu kemana "bolos," singkat Bisma lantas pergi. "Woi!" Shania berteriak namun ia sedikit mengecilkan suaranya, takut jika terdengar Pak Herman. Bisma menghentikan langkahnya dan menoleh.


Brakk....


Shania melempar sepatu milik Bisma lantas berkata "pakai tuh sepatu loe, gw gamau yah kalo kaus kaki loe kotor lagi dan menginjakkan kaki loe dikelas ini. Awas aja kalo sampe, loe yang piket gantiin gw," jelas Shania panjang lebar.


Saat Shania mengejar Bisma, Bisma tidak sengaja menginjak lumpur dilapangan karena saking takutnya dengan amukan Shania hingga ia tidak memperhatikan kondisi jalan.


Bisma mengambil sepatu yang dilempar Shania dengan malas dan langsung memakainya


"Woi, gu-gue ikut!" Shania mengejar Bisma yang hendak menuju gerbang


****

__ADS_1


Shania dan Bisma tengah duduk ditembok yang tingginya sekitar 1 meter. Mereka tengah menikmati indahnya langit pada pagi hari tanpa harus memikirkan buku pelajaran dan soal-soal.


Suara drum sepeda motor mengalihkan perhatian keduanya. Mereka melihat sepasang pemuda pemudi tengah bermesraan duduk diatas motor dengan sicewek yang mengendarainya. Bukan, nampaknya sicowok tengah mengajari kekasihnya itu mengendari motor.


Namun, melihat mereka yang berpelukkan sesekali sicowok m*ncium sicewek membuat jiwa jomblo Shania dan Bisma meronta-ronta. Apalagi mereka tidak pernah merasakan apa yang namanya pacaran


Mereka saling diam namun pandangan masih terarah pada sepasang kekasih tersebut.


"Gw sumpahin motornya mogok," Shania berbicara lewat batin. Jika mungkin ia tidak sedang bersama Bisma pasti Shania sudah mengumpat pasangan itu habis-habisan.


"Kenapa tuh?" Bisma heran melihat pasangan itu berhenti. Bukan hanya Bisma saja tapi Shania pun ikut heran namun Shania tak berhenti mengumpahi sepasang kekasih itu "bensinnya abis, syukurin tuh."


"Haha, ternyata doa orang jomblo lebih manjur," batin Shania tertawa


"Apa kau tidak mengisinya tadi?" tanya sang wanita pada pacarnya dengan sedikit teriakkan "aku mengisinya tapi tidak tahu kenapa bi...." sicowok mencoba menjelaskan namun sicewek lebih dulu menyelanya "apa maksudmu bensinnya hilang sendiri hah?! atau kau meminumnya?" tanya sicewek yang mulai tersulut emosi


"Bagus, putusin ajalah mungkin bensinnya habis karena dipake jalan sama cewek lain." sekarang Shania bagaikan pemandu sorak diacara sepak bola tapi ini lain cerita.

__ADS_1


"Bi-biar aku mengisinya lagi,"


"Sudahlah, motormu ini memang sudah butut, sebaiknya kau cari cewek lain deh."


"Maksud kamu apa?"


"Kita putus."


"Hahahah...." kali ini Shania tak kuasa menahan tawanya. Ia melepas tawa yang sudah sedari ditahannya membuat pria yang berada disampingnya heran dan memperhatikannya


"Jika dilihat-lihat Shania cantik juga." Jika berpikir kalimat itu yang dikeluarkan Bisma untuk Shania jelas saja tidak mungkin. Namun... "Ini anak bukan keluarga kunti 'kan? ketawanya serem amat." itulah kenyataan. Hanya saja, Bisma berbicara lewat batin, tidak berani juga jika mengatakannya langsung, bisa-bisa ia habis dipukuli Shania


*_*_*_*_*


Maaf kalo garing. Tau gak sih kejadian itu adalah kisah nyata dan yang ngalamin adalah authornya sendiri alias saya. Tapi bedanya aku belak-belakkan kalo Shania nyumpahin lewat batin doang, Mwekk.


Sekian....

__ADS_1


TBC


__ADS_2