Story Of Mayra

Story Of Mayra
BAB 3. BERMAIN


__ADS_3

Sore hari, Mayra tengah menikmati indahnya jalanan kota. Banyak orang berlalu lalang dari anak kecil sampai dewasa bahkan lansia "Ehh...." Mayra melihat bola menggelinding kearahnya, ia mengambilnya dan datang seorang anak kecil menghampirinya "maaf kakak itu bola saya." ujarnya membuat Mayra gemas "ini bolamu?" tanya Mayra dibalas anggukan kepala anak lelaki itu.


"Kamu lucu sekali... siapa namamu?" Mayra berjongkok mensejajajarkan dengan tinggi anak itu "Riza...." Mayra tersenyum menanggapi sembari mengusap pipi gembul Riza "ini ambilah tapi hati-hati ya, tidak baik anak kecil jalan sendiri...." Mayra berbalik melanjutkan jalannya, anak itu menepuk jidat "kakak!" teriaknya, Mayra berbalik lagi dengan menjawab "iya."


"Kami kekurangan pemain, apa kakak mau ikut bermain?" serunya, Mayra terkekeh kecil "hm baiklah...."


"Tap...." belum sempat Mayra menjawab Riza sudah menarik tangannya membawa ketempat ia bermain bola dengan Mayra hanya ikut saja.


"Kak Rendi aku membawa pemain lagi!" Riza berteriak, terlihat seorang pemuda dan anak perempuan seumuran Riza tengah mengusap-usap kucing. Mereka menoleh "dia."


"Ayok kak." ajak Riza "i-iya."


"Aku sudah mencari pemain, sekarang kita pas... ayok main." pemuda yang diajak bicara tak menggubrisnya, ia terbengong menatap Mayra. Mayra mendongkak, manik mata mereka saling bertemu "kak Rendi." Riza menarik-narik baju Rendi membuatnya menatap anak itu "iya."


"Ayok main."

__ADS_1


"Iya, ayok...." singkat Rendi "kakak ayok." ajak Riza pada Mayra yang terbengong "eee... kamu aja yang main ya, kakak gak bisa main bola,, hehe....." Mayra menggaruk tekuk yang tidak gatal sembari tertawa cengengesan.


"Kakak-kakak main sama Nana aja!" teriak anak perempuan yang tengah mengelus-elus anak kucing. Mayra menghampirinya "wah lucu sekali... siapa namanya?" tanyanya dengan ikut mengelus anak kucing "dia Catty."


"Catty?"


"Nama yang bagus, kamu yang memberinya nama itu?"


"Bukan, tapi kak Rendi yang memberinya." ujar Nana menunjuk pada Rendi dan Riza yang tengah bermain bola "Catty."


"Wah benar, namanya siapa."


"Aku memberinya nama Catty, lucu bukan."


"Eh Catty kau mau kemana!"

__ADS_1


"Kakak, Catty pergi." Nana mengguncang-guncang tubuh Mayra membuat gadis itu sadar dari lamunannya "kamu tunggu disini biar kakak yang mengejarnya." imbuhnya memegang bahu Nana yang tengah merengek


"Pus pus... Catty kemarilah...." Mayra mengejar anak kucing itu yang berlarian kesana-kemari, "kena kau...."


Disisi lain....


"Nana kenapa kau menangis?" Rendi dan Riza menghampiri Nana, anak itu sendirian lalu gadis yang menemaninya kemana? "kemana kakak tadi?" Rendi bertanya lalu menggendong Nana "Catty tadi pergi dan kakak itu mengejarnya." ujarnya masih sesenggukan "baiklah Nana jangan nangis lagi ya, kita cari Catty sekarang." ujar Rendi, Nana mengangguk dan menghentikan tangisnya.


"Catty kau jangan nakal, Nana sampai menangis karena kamu pergi." Mayra memangkunya, entah mengapa suaranya menjadi parau. Tanpa diminta setitik air mata lolos dari pelupuk mata, meluncur hingga mengenai tangannya "apa ini? aku menangis?" mengusap air mata itu dengan sedikit tertawa namun lagi-lagi air matanya lolos, tidak hanya setitik. Air mata itu terus mengalir dengan derasnya membasahi pipi, Mayra terus mengusapnya tapi tak kunjung berhenti.


"Kak Rendi itu kakak tadi, lihatlah ia sudah menemukan Catty." girang Nana menunjuk pada Mayra yang tengah berjongkok menundukkan kepala sembari memeluk Catty.


Rendi menoleh "baiklah ayok kesana." ajaknya pada kedua anak kecil berbeda jenis kelamin yang bersamanya. Nana digendongnya dan Riza ia pegang lengannya, Riza maupun Nana mengangguk dengan menjawab serempak "ayok."


"Ndi...." satu kata yang terdengar oleh Rendi membuatnya menghentikan langkah, terpaku ditempat "Kakak!" teriak Nana membuat Mayra menghentikan tangisnya, ia mendongkak melihat wajah kedua anak kecil itu yang tersenyum padanya.

__ADS_1


__ADS_2