Story Of Mayra

Story Of Mayra
BAB 4. MASA KECIL


__ADS_3

"Kakak kenapa manangis, Catty kan sudah ketemu." Nana turun dari gendongan Rendi, menghampiri Mayra dan mengusap air matanya "kakak gak nangis kok sayang." Mayra mencoba menetralkan suaranya, tersenyum pada Nana sembari mengusap pipinya "kakak sudah menemukan Catty jadi untuk apa menangis." Nana hanya mengangguk menanggapi namun dengan muka cemberut "Catty tadi cuma mau buang air kecil karena takut Nana tinggalin Catty jadi dia pergi." ujar Mayra mencoba tidak membuat anak itu sedih "benarkah?" Mayra mengangguk "Catty, Nana gak bakalan ninggalin Catty kok. Catty pipis dibaju Nana, Nana gak bakal marah." Nana memeluk anak kucing itu dengan sayang membuat Mayra tersenyum.


Air mata itu lolos lagi, cepat-cepat Mayra menghapusnya sembari memalingkan wajah namun Rendi melihatnya. Mayra meninggalkan mereka berniat menetralkan hatinya, Rendi hendak menghentikannya sekedar bertanya mau kemana namun diurungkannya sebab Mayra sudah berlari menjauh.


Brakk....


Mayra pergi kewc yang tak jauh dari taman, menutup pintu sedikit keras. Ia menyenderkan punggungnya pada pintu sembari menangis dengan tangan mengepal memukul-mukul dadanya yang bagai terhimpit. Tak ada yang mendengar, air mata ia tumpahkan menangis sejadi-jadinya. Mengeluarkan sebuah fhoto dari dalam tas "Ndi kau kemana." buliran-buliran air mata terjatuh pada fhoto dua orang anak kecil berbeda jenis kelamin yang tengah tertawa bahagia.


"Kau meninggalkanku, hikss...." Mayra tak kuasa menghentikan tangisnya yang mulai sesenggukan.


Kenangan-kenangan masa lalu bersama sahabat kecilnya terlintas dalam benaknya


Flasback


"Ndi... lihat ini dia lucu bukan." teriak seorang gadis dengan gaya cadelnya, ia berlari membawa seekor anak kucing pada anak lelaki yang tengah bermain tanah "wah dia lucu sekali, Ira beri nama siapa."


"Hmm Ira gak tau, kita namain baleng aja."


"Bagaimana kalau namanya Catty." ujar sang sahabat membuat Mayra kecil kegirangan "bagus Ndi, Ira suka." mereka tersenyum bersama


"Sepertinya Catty belum makan."


"Catty... Ira ambil makanan dulu ya buat Catty." ujar Mayra mengusap-usap kepala Catty dengan lembut


"Catty pasti suka." Mayra melihat isi kantong makanan kucing yang dibawanya dengan tersenyum "N...." kantong itu terlepas dari genggamannya, melihat sahabatnya dengan gadis lain tengah mengelus-elus Catty sesekali tertawa bahagia.


Mendengar benda jatuh, Ndi menengok "Ira udah datang." girangnya namun Mayra berbalik lagi dan berlari membuat sahabatnya bingung "Ira!" teriaknya, Mayra tak menggubris alhasil sang sahabat mengejarnya.

__ADS_1


"Ira mau kemana?! tungguin Ndi." teriaknya dengan nafas mulai tak beraturan


Tin!


"Akhh...."


"Hei anak kecil jangan bermain ditengah jalan!" umpat seorang pengendara yang hampir menabrak Mayra "ma-maaf tuan." ujar Mayra dengan gemetaran "menggangu saja, untung gak ketabrak."


"Ira! Ira gapapa?" tanya sahabatnya khawatir "gapapa." dingin Mayra yang masih gemetaran "Catty!" Mayra berlari, terlihat anak kucing yang baru dipeliharanya terkapar dijalan raya dengan bersimbah darah membuat Mayra menangis "Catty, hikss...." sahabatnya menghampiri Mayra, ia juga syok tiba-tiba saja anak kucing itu sudah mati terlindas mobil mengakibatkan organ dalam sebagian keluar. Mayra terus manangis sesenggukan anak lelak itu menenangkannya.


****


"Siapa sih yang didalem, lama bener."


"Woi loe yang diwc kagak mati'kan!" teriak seorang gadis dengan menggedor-gedor pintu wc yang didalamnya Mayra. Ia tersadar sudah 1 jam berada diwc, buru-buru mengusap air matanya lantas ia pun keluar


Manik mata keduanya saling bertemu namun Mayra lebih dulu memalingkan wajahnya dan pergi meninggalkan gadis itu "ihhhh sombong amat sih." gumamnya "hei apa kalian akan mengikutiku sampai kewc?!" pekik gadis itu melirik pada dua bodyguard yang selalu bersamanya. Ke-dua bodyguard itu menundukkan kepala "tidak." jawabnya serempak


"Eh apa ini?" tanya gadis itu pada diri sendiri, memungut sebuah fhoto "punya sia... oh apa gadis tadi." pikirnya, lama ia memandang fhoto yang menampakkan seorang anak laki-laki dan perempuan yang tengah tersenyum bahagia disebuah taman ditambah anak kucing yang dipangku anak gadis.


Gadis tadi merasakan pundaknya ada yang menepuk, ia berbalik "kau!" pekiknya


"Kau yang kemarin mau menabrakku'kan!" telunjuknya mengarah pada pemuda yang diketahui adalah Rendi. Rendi memutar bola matanya jengah hingga pandangannya teralihkan pada sebuah fhoto yang ada ditangan Amirra "fhoto itu." Amirra menyadari tatapan Rendi yang mengarah pada kertas dipegangnya buru-buru ia memasukkan fhoto itu pada tas "bagus sekali, kemarin kau mau menabrakku sekarang kau mau jadi pengunt*t hah!" tuduhnya


Tak ada jawaban dari pemuda yang dituduhnya "hello?" tetap tak ada jawaban "bodo amatlah."


"Kalian, ayok pergi." ajak Amirra pada kedua bodyguardnya, mereka meninggalkan Rendi seorang yang masih terbengong "fhoto itu... aku tidak salah lihat'kan." gumamnya, ia berbalik menatap punggung Amirra berserta dua orang pria berbadan kekar perlahan mulai menjauh dari pandangan.

__ADS_1


____


"Kak Rendi kemana saja?" tanya Riza "oh ta...." Rendi melirik pada gadis yang bersama kedua bocah itu "aku mencarimu tadi." ujarnya "eee, maaf tadi aku kewc sebentar."


"Matanya sembab, apa dia habis menangis?."


"Sebentar lagi mau maghrib, kakak pulang duluan ya senang bermain dengan kalian." ujar Mayra mensejajajarkan tinggi kedua anak itu sembari Mengusap-usap pipi mulusnya bergantian "kami juga mau pulang, nanti kita main lagi ya."


"Iya sayang."


"Sebaiknya kau pulang denganku, tidak baik seorang gadis berjalan sendirian pada waktu begini." ujar Rendi membuat Mayra menatapnya "a-aku tidap apa-apa lebih baik kau antarkan saja mereka."


"Rumah mereka diseberang sana, ah itu orang tuanya." Rendi menunjuk pad orang tua sikembar Nana dan Riza yang tengah menghampiri mereka "Mama!" teriak keduanya menghamhur pada pelukan sang Mama "Rendi terima ya sudah menjaga anak tante."


"Tenang aja tante mereka juga gak kayak anak lain yang nakalnya kebangetan." kekehnya membuat orang tua sikembar ikut terkekeh "eh ini pacar kamu, cantik yah."


"Bukan tante dia teman sekolah Rendi, namanya Mayra." cepat-cepat Rendi menanggapi "oh... iya maaf kan tante gak tahu."


"Tapi kalian cocok kok." tambahnya lagi pelan membuat muka Rendi mendadak masam.


___


Akhirnya Mayra dan Rendi memutuskan pulang bersama setelah kejadian yang akhir menyebalkan. Mayra mengotak-atik isi tas mencari fhoto ia dan sahabatnya waktu kecil, Rendi yang melihatnya menyernitkan dahi "apa ada yang tertinggal?" tanyanya melirik Mayra yang berada disampingnya bergantian fokus pada jalanan "apa kita harus putar balik?"


"Ah, tidak perlu bukan barang penting kok." balasnya berkata sebaliknya, kenapa ia harus membawanya jika bukan barang spesial. Setiap bepergian barang pertama yang ia cari fhoto itu hanya itu. Widia sudah melarang agar tak membawanya takut jika hilang dan sekarang kejadian. Mayra hanya bisa pasrah apalagi fhoto itu satu-satunya kenangan yang ia simpan tentang sahabat kecilnya.


"Kenapa aku ceroboh sekali sih."

__ADS_1


"Gadis tadi iya gadis tadi pasti menemukan fhotoku, tapi... aku tidak mengenalnya."


__ADS_2