
Saat sampai di tempat kejadian, Devo Wijaya melihat pertarungan sengit dari kejauhan.
“Astaga, ada banyak mayat dalam kondisi tak utuh berserakan di tempat terbuka ini.”
Melalui celah di dahan dan dedaunan di hutan, dia melihat pemandangan di depan sana yang begitu menarik perhatian.
Orang-orang dari Paviliun Goldjoss dan Keluarga Astrobenjho saling membunuh dengan segenap kekuatan mereka, serta banyak jejak luka-luka di tubuh mereka yang dapat dilihat dengan mata.
“Cepat serahkan buku itu,” Dalyjo Astrobenjho memandang Janter Goldjoss dengan dingin, dan berkata dengan ringan.
“Bah, jika kau bisa ambil sendiri.”
Janter Goldjoss mencibir dengan dingin.
“Haha, kau begitu keras kepala, seperti ...”
Sebelum kata-kata Dalyjo Astrobenjho selesai, langit tiba-tiba dikaburkan oleh bayangan besar.
Semua orang tanpa sadar menghentikan pertarungan mereka, dan menengadah ke atas.
Ketika tak ada yang merespon, tiba-tiba jutaan rudal turun dari langit dan langsung menghasilkan ledakan hebat yang beruntun.
“Boom! Boom! Boom ... boom!”
Ketika semuanya menjadi tenang.
Berdiri dalam kehancuran tandus, pupil Devo Wijaya melihat segala sesuatu yang ada di sekitarnya, kedua tangannya mengepal erat, dia menggunakan gelombang pukulan beruntun untuk menghalau serang yang datang dalam sekejap mata itu sebelumnya.
Tapi, gelombang ledakan itu masih meninggalkan efek yang sangat mengerikan pada lingkungan sekitar.
Kehancuran tandus.
Sedangkan mereka yang dari dua kekuatan besar hanya menyisakan Janter Goldjoss dan Dalyjo Astrobenjho yang pakaian mereka terlihat compang-camping lebih buruk dari dua pengemis.
Mereka berdua duduk di tanah dengan nafas terengah-engah seperti kekurangan ginjal dan terbatuk-batuk, seolah-olah telah menghabiskan energi yang terakhir.
Pakaian Devo Wijaya juga agak compang-camping yang hampir sama dengan pengemis jalanan, dan bertanya pada sistem, “Kenapa tak ada notifikasi adanya bahaya?”
“Karena tak terdeteksi ancaman bahaya yang dapat membahayakan kehidupan Host sekarang ini,” balas sistem.
“Ya, aku tiba-tiba mengerti sekarang, kau pasti berniat membiarkan aku menghabiskan koin komersial untuk membeli pakaian baru ... bukankah begitu?” ucap Devo Wijaya secara langsung tanpa omong kosong.
“Tebakan anda benar,” balas Host secara sistematis.
“Oh, lupakan saja kalau begitu,” ucap Devo Wijaya tanpa memikirkan lebih jauh dan menatap kosong pada sosok besar yang ada di atas sana.
Sebuah persawat ruang angkasa berwarna abu-abu diparkir dia atas sana.
Di ruang kontrol.
“Terdeteksi tiga respons kehidupan yang tersisa.”
Memindai daratan di bawah ini dengan instrumen khusus yang tampak sangat rumit sekali.
Makhluk kosmik yang aneh menatap serius instrumen itu dan segera melaporkan kepada makhluk humanoid bergigi tonggos yang memiliki sembilan mata sedang berdiri di belakangnya, “Tuan, Sarymen Gopassar, apakah kita perlu mengirim para prajurit di pesawat ruang angkasa untuk membersihkan sisa kehidupan di bawah sana?”
“Tak perlu ...”
Sarymen Gopassar berkata satu demi satu, “Makhluk yang dapat bertahan hidup di bawah Penghancur Meteor bukanlah sesuatu yang dapat di tangani oleh prajurit kita, biarkan aku yang pergi sendiri untuk mengatasinya, selain itu aku juga ingin menguji kekuatan makhluk pribumi.”
Setelah mengatakan itu, Sarymen Gopassar dengan seringai aneh yang dapat menakuti anak di bawah umur membuka kabin, melebarkan sayap di belakangnya, dan terbang dengan cepat ke bawah.
Di udara, sembilan mata mengamati sekitar, mencari makhluk yang berhasil bertahan hidup.
__ADS_1
Segera tatapannya terkunci pada Devo Wijaya yang berdiri tak bergerak di sana, dan cukup menarik perhatiannya.
“Mudah ditemukan.”
“Terlihat lemah tak seperti ramalan penyihir Rangguladarah.”
“Tsk ... tsk ... mudah dikalahkan dengan mudah.”
“Potong menjadi dua dan tambahkan bumbu balado di atasnya.”
Setelah mengatakan hal itu, Sarymen Gopassar mengibaskan sayapnya dengan kuat, meluncur cepat ke Devo Wijaya, menangkupkan tangan dan membanting tangannya bersama-sama, kemudian dengan mudah memalu Devo Wijaya ke dalam tanah.
“Terlalu lemah dan membosankan.”
“Makhluk di planet ini sangat lemah sekali.”
“Sepertinya ramalan itu perlu dipertanyakan kembali dan mungkin hanya tipuan.”
“Sama sekali tak ada makhluk kuat yang sesuai dengan ramalan dan sepertinya tak ada yang bisa menandingi Kapten Bolozcool Yoomen.”
“Baiklah, bunuh yang selanjutnya!”
Mengangkat sayapnya, Sarymen Gopassar sekali lagi terbang ke udara, mencoba mencari dua makhluk berikutnya.
Tapi pada detik berikutnya.
“Boom!”
Tiba-tiba terdengar ledakan dan suara puing-puing berjatuhan di belakang.
Sarymen Gopassar berbalik, tapi mendapati bahwa makhluk yang baru saja di tanam ke dalam tanah dengan kuat itu benar-benar merangkak keluar.
“Apakah kau yang melakukan ...”
“Oh, makhluk pribumi ini sangat ulet ...”
Tendon di wajah Sarymen Gopassar berkedut sesaat, dan kemudian di kedua tangannya menampilkan cakar yang tajam.
“Makhluk pribumi, matilah dengan cara yang menyakitkan ...”
Tapi, sebelum kata-kata itu selesai, sosok Devo Wijaya telah menghilang.
Detik berikutnya, Devo Wijaya muncul di hadapan Sarymen Gopassar, kepalan tangan memukul dengan kuat, dan langsung membuka lubang besar di dada makhluk aneh.
“Makhluk aneh apa kau ini? Jika aku punya anak di masa depan, aku pasti akan melarangnya untuk melihat makhluk aneh sepertimu, dan ...”
Devo Wijaya menatap kosong ke depan dan berkata perlahan, “Kau telah memaksaku untuk membeli pakaian baru lagi ... urusan ini tak mudah diselesaikan.”
Pukulan keluar.
Sembilan mata Sarymen Gopassar membelalak terkejut dengan kecepatan dan pukulan yang mengenainya.
“Sulit dipercaya ...”
Sarymen Gopassar menatap Devo Wijaya, pupil matanya menyusut, dan dia berkata dengan semangat,” Di planet ini, ternyata ada makhluk hidup yang dapat bersaing denganku. Jangan kecewakan aku, ayo tunjukkan kekuatanmu dan cobalah bunuh aku ...”
“Bang!”
Sebelum kata-kata itu selesai, Devo Wijaya telah mengirim pukulan ke arah kepalanya.
“Membunuh itu tak menyenangkan seperti yang kau pikirkan.”
Devo Wijaya memandang dengan tatapan mata ikan asin pada mayat Sarymen Gopassar yang tanpa kepala, “Hanya karena alasanmu ini, aku harus membeli pakaian baru ... apakah kau tak tahu betapa mahalnya pakaian ini?”
__ADS_1
Kepala itu hancur, tetapi tubuhnya masih berdiri di sana.
Beberapa detik kemudian.
Kepala yang hancur barusan tiba-tiba bersatu kembali dengan tubuh Sarymen Gopassar.
Pada saat yang sama, cakar tajam Sarymen Gopassar bergegas membunuh Devo Wijaya dengan cepat.
Tapi, sebelum mengenai lawannya, dia merasa nyeri hebat menyebar ke seluruh tubuhnya dan membuat tubuh terasa panas seolah-olah disiksa seperti retakan.
Keluar darah dari mulut dan hidungnya, sangat memalukan.
Terkejut di hati yang terdalam, dia tiba-tiba menatap dadanya.
Sepertinya tak ada masalah, tapi mutiara kehidupan yang ada di tubuhnya hilang.
Di tangan makhluk pribumi itu, dia memegang mutiara itu.
Sialan ... ini mengerikan!
Inti regeneratif sebenarnya telah diambil oleh makhluk pribumi itu, bagaimana bisa hal seperti itu terjadi?
“Sialan!”
Sarymen Gopassar tiba-tiba mengulurkan tangannya untuk mencoba mendapatkan kembali mutiara berharga miliknya itu, berteriak keras, “Kembalikan padaku cepat!”
“Klik.”
Tetapi, dia tak punya kesempatan untuk meraihnya kembali karena Devo Wijaya telah mencubit benda yang telah diambilnya dengan tenang dan sekarang ini hancur.
“Ah ... kenapa kau tahu kelemahanku? Durgout Jaggat sisanya terserah padamu ...”
Berteriak keras, wajah Sarymen Gopassar terdistorsi sangat sakit dan putus asa.
Dia tak pernah menduga dan tak pernah memikirkannya.
Dia akan dikalahkan di tempat seperti ini oleh kehidupan inferior di matanya.
Pada saat mutiara itu dihancurkan, disertai dengan kengerian dan kepanikan di hati yang terdalam, seluruh tubuh Sarymen Gopassar berubah bentuk yang aneh secara instan, dan akhirnya tampak mencair menjadi genangan lumpur di tanah.
Setelah itu pandangan Devo Wijaya beralih ke pesawat ruang angkasa yang telihat keren di atas sana dengan tampilan mata ikan asin yang sepertinya telah kehilangan perasaannya.
Ketika tanda kehidupan Sarymen Gopassar menghilang, wakil kapten pesawat ruang angkasa yang juga merupakan tiga kekuatan utama bajak laut perairan gelap alam semesta terkejut, dan tidak bisa mempercayai matanya sendiri.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Sarymen Gopassar yang baru saja keluar belum lama ini telah terbunuh.
Di tempat yang belum jelas ini, sebenarnya ada orang yang kuat yang bisa membunuh Sarymen Gopassar?
Ternyata planet ini bukan planet yang terbelakang dan inferior.
“Makhuk pribumi yang mengerikan ...”
Menyaksikan melalui sistem pengawasan pesawat ruang angkasa, wakil kapten yang bernama Durgout Jaggat melihat Devo Wijaya yang memiliki tatapan mata ikan asin berdiri di atas tanah, dan terus berpikir, “Meskipun terlihat seperti makhluk yang lemah, dia menggunakan metode yang membuat Sarymen Gopassar lengah ... tidak, jika kau ingin berurusan dengannya, lebih baik memanggil Bendul Theebest, dan aku tak perlu mengambil resiko ...”
Memikirkannya, Durgout Jaggat dengan cepat ingin menggunakan interkomnya untuk menghubungi rekan yang paling menyebalkan di alam semesta.
Tapi pada saat ini juga, dia tiba-tiba merasa persepsinya menemukan bahwa ada sosok yang telah berdiri di belakangnya untuk waktu yang lama.
Itu adalah tuan kosmik bermata empat dengan baju zirah paduan khusus.
Dia juga merupakan kapten yang layak memimpin pesawat ruang angkasa ini.
__ADS_1