Strongest Big Boss System

Strongest Big Boss System
Eps 50: Kembali ke Kediaman Klan Naga!


__ADS_3

“Selamat Host, anda mendapatkan kesempatan memutar roda lotere!”


“Apakah anda ingin memutarnya sekarang?”


“ ... “


Devo Wijaya merasa ragu-ragu sebentar, dan berkata,”Putar roda.”


“Dididi ... ding!”


“Selamat Host, dapatkan voucher gratis tingkatkan kekuatan fisik ke tahap berikutnya ...”


Mendengar suara sistematis itu, Devo Wijaya buru-buru berkata, “Gunakan langsung.”


“Ding!”


“Selamat Host, anda telah menggunakan voucher gratis tingkatkan fisik ke tahap berikutnya ...”


“Ding!”


“Selamat Host, tingkatkan fisik ke Fisik Manusia Super Tahap Kesebelas dan kekuatan spiritual menyesuaikan secara otomatis.”


Pada saat ini, Devo Wijaya merasakan sensasi yang aneh pada tubuhnya, tapi hal itu hanya berlangsung sesaat dan lupakan saja, lalu berpikir dalam benaknya, “Sejak awal ... aku bahkan tak tahu persyaratan untuk mendapatkan kesempatan memutar roda lotere, bolehkah aku tau?.”


“Host tidak perlu memikirkan hal-hal yang tak penting,” balas suara sistematis di benaknya.


“Oh,” Devo Wijaya hanya mengerjap sesaat saat mendengar hal itu tanpa fluktuasi di wajahnya.


“ ... “


“Hei, anak muda ... aku merasa kekuatanmu mengalami peningkatan, apakah itu benar?”


Taryono Naga merasakan aura memancar dari Devo Wijaya, dan bertanya dengan penasanan.


“Mungkin itu perasaanmu saja,” kata Devo Wijaya dengan santai.


Sudut mulut Taryono Naga bergerak-gerak saat mendengar tanggapan itu.


Orang ini ... bahkan masih berani menyangkal.


Sepertinya masih meremehkan Raja Naga ini.


Dengan kematian seluruh pendekar dari Sekte Iblis Perkutut, para pendekar di sekitar sudah sedikit mati rasa karena terkejut.


Setelah kejadian ini, mereka telah memahami kengerian kekuatan Devo Wijaya.


“Yohoho, anak muda, musuh telah dibereskan. Selanjutnya, kemana kau akan pergi?” tanya Taryono Naga untuk menyingkirkan kecanggungan.


“Aku belum menentukan tujuan selanjutnya, tapi aku harus berkemah dulu,” kata Devo Wijaya sambil menatap langit yang sudah agak gelap.


“Oh, kau ingin berkemah ...” tertegun sejenak, Taryono Naga buru-buru menyarankan dengan ramah, “Begini saja, bagaimana kalau ikut bersamaku kembali ke Klan Naga?”


Mata Devo Wijaya berbinar, dan buru-buru berkata, “Bagaimana dengan akomondasinya?”


Taryono Naga terkejut dengan reaksi itu dan sudut mulutnya bergerak-gerak.


Dia segera menenangkan diri untuk tidak bergegas memukulinya dan berkata, “Jangan khawatir ... pasti yang terbaik.”


“Apakah gratis?” tanya Devo Wijaya sambil menatap kosong.


“ ...”


Wajah Taryono Naga menjadi gelap dan tanpa sadar mengangguk.


Orang ini ... bahkan meragukanku sebagai seorang Raja Naga yang kaya dan takut akomondasi yang tak gratis.


“Sepakat,” balas Devo Wijaya dengan cepat saat melihat pihak lain mengangguk, karena dia takut pihak lain memilih jalan memutar.

__ADS_1


Kemudian keduanya berjabat tangan, seolah-olah kawan lama yang sudah lama tak bertemu.


“Yohoho, baiklah, anak muda, jangan lepas tanganmu dulu,” kata Taryono Naga dan melanjutkan, “Teleportasi.”


Detik berikutnya, Devo Wijaya dan Taryono Naga menghilang di tempat itu dalam sekejap mata di bawah tatapan para pendekar di kejauhan.


“Zizizi!”


Ketika keduanya muncul, mereka sudah berada di tempat tertentu dari kamp Klan Naga.


“Desir!”


Segera setelah itu, sejumlah besar anggota klan muncul.


Kebetulan Devo Wijaya melihat salah satu dari mereka yang datang menyambut dan sepertinya pernah melihatnya di suatu tempat tertentu.


“Tukijan ... oops, salah, Devo Wijaya?”


Ketua Penjaga Naga terkejut dengan kedatangan Devo Wijaya lagi dan merasa lega, karena orang itu baik-baik saja.


Bagaimanapun keberadaan Sekte Iblis Perkutut tak akan melepaskan orang-orang yang ikut campur dengan urusannya, dan orang itu harus mati.


Devo Wijaya sudah banyak membantu Klan Naga dari konflik internal yang telah diperkasai Sekte Iblis Perkutut di belakang layar.


“Ya, ada apa?” Devo Wijaya berkata ringan dan menatap kosong pada Ketua Penjaga Naga.


“Bagaimana kau kemari?” tanya Ketua Penjaga Naga.


“Oh, itu ... kau bisa tanya padanya,” kata Devo Wijaya dengan nada membosankan sambil menunjuk ke Taryono Naga.


“Kau ... Raja Naga?”


Ketua Penjaga Naga tercengang, dan buru-buru mengusap matanya berkali-kali hingga akhirnya merasa yakin.


Benar saja, orang itu adalah Raja Naga.


Meskipun tampilannya saat ini terlihat kusut dan compang-camping, tetap memancarkan wibawanya.


“Benar-benar Raja Naga!”


Ketua Penjaga Naga sangat bersemangat, dan para naga di belakangnya juga sama.


“Selamat datang kembali Raja Naga!”


Semua anggota Klan Naga berlutut satu demi satu, suara mereka bergema keras.


“Yohoho, senang bertemu dengan kalian lagi, kalian boleh pergi ... aku memiliki tamu saat ini.”


Taryono Naga sangat bersemangat dan melambaikan tangannya.


“Taat!” jawab Ketua Penjaga Naga dan lainnya serempak.


Kemudian Ketua Pejaga Naga menatap Devo Wijaya dengan penuh rasa terima kasih, lalu pergi dari tempat itu dengan yang lainnya.


“Anak muda, ayo ...” kata Taryono Naga.


“Baiklah,” Devo Wijaya mengangguk dan mengikuti.


“Wuss!”


Setelah beberapa saat, keduanya turun ke Aula Istana.


“Kau ... apakah kau ayahku?”


“Raja Taryono?”


Saat Lastry Tanner dan Trianto Baxton melihat Taryono Naga, mereka ragu-ragu.

__ADS_1


“Yohoho, hal-hal telah banyak berubah, Diana ...” kata Taryono Naga dan melanjutkan, “Putri kecilku, aku sangat menyesal dengan situasimu ...”


“Apakah kau benar-benar ayahku?”


Mendengar suara itu, Lastry Tanner menangis gembira dengan cepat bergegas, tapi saat melihat sosok di samping Taryono Naga, dia berbelok secara tak terduga.


“Devo!”


Dia dengan cepat melemparkan ke pelukan Devo Wijaya.


Melihat putrinya lebih mementingkan orang lain, Taryono Naga sedih dan sudut mulutnya bergerak-gerak.


Sedangkan Trianto Baxton hanya mengangkat bahu tak berdaya dan merasa kasihan dengan Taryono Naga.


Setelah sekian lama, reuni yang datang tiba-tiba itu berakhir.


Lastry Tanner menyeka air mata yang menangis karena kegembiraan tiba-tiba ini.


Dia menatap menatap Devo Wijaya dengan mata penuh kasih.


“Hei, jangan menatapku seperti itu!”


Melihat tatapan itu, Devo Wijaya tanpa sadar mundur dua langkah.


“Devo, aku ... namaku yang sebenarnya adalah Diana, dan aku hanya akan menikahimu seumur hidup!” teriak Diana dengan tegas, dan pipinya langsung memerah.


“Jangan bercanda!” Devo Wijaya panik setelah sekian lama.


“Tidak, aku tidak sedang bercanda ... aku hanya ingin menikah denganmu!”


Wajah Diana menunjukkan keseriusannya.


Sebelumnya, dia sangat menyesal karena tak mengatakan yang sebenarnya.


Sekarang, Devo Wijaya kembali dan hal itu membuatnya tak tahan lagi untuk mengatakan yang sebenarnya.


“Hei, kita tak cocok ... kita ras yang berbeda.”


Devo Wijaya buru-buru menjelaskan dengan panik.


Manusia dan Naga, ini sangat tak menyakinkan.


Adegan ini terlalu mendadak dan kurang persiapan.


“Anak muda, Diana adalah satu-satunya anak perempuan dari Raja ini, apakah kau tak menyukainya?”


Melihat penolakan Devo Wijaya itu, Taryono Naga berteriak keras dan melanjutkan, “Aku tau pemikiranmu, tapi kau jangan khawatir karena Diana telah berubah menjadi manusia, jadi dia tak berbeda dengan pendekar wanita pada umumnya.”


“Benarkah?” tanya Devo Wijaya ragu-ragu dan menatap kosong pada Taryono Naga.


“Kau dapat yakin dan menurutku kalian sangat cocok.” kata Taryono Naga dengan suara yang berdering.


“Benarkah?” tanya Devo Wijaya lagi.


“Sungguh, aku tak berbohong ...” kata Taryono Naga dengan tak sabaran dan kepalanya sudah mengepul uap putih.


Dia sangat kesal dengan Devo Wijaya yang susah diyakinkan.


“Oh!” Devo Wijaya mengerjap setelah itu.


“Devo, kau sialan ... aku akan mengabaikanmu!”


Melihat ekspresi  Devo Wijaya yang masih sulit diyakinkan itu, Diana dengan malu berbalik dan pergi.


 


 

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa vote!


__ADS_2