Strongest Big Boss System

Strongest Big Boss System
Eps 48: Raja Naga!


__ADS_3

Rute yang ditunjukkan oleh Radar Harta Karun adalah mengikuti jalan cabang tertentu sampai ke ujung.


“Wuss!”


Setelah sekian lama, Devo Wijaya telah mencapai ujung jalan.


“Ini ... benar-benar tak ada tantangan sama sekali,” gumam Devo Wijaya saat melihat kelereng bintang tujuh tergeletak di atas lantai.


Ketika melihat lebih dekat, dia segera menyadari bahwa kelereng bintang tujuh itu berada di pusat lingkaran simbol aneh.


Devo Wijaya mengelus dagunya yang tak gatal, dan berpikir, “Jika aku ambil, apakah itu memicu mekanisme tersembunyi atau sebuah jebakan rahasia?”


Melihat ke sekeliling, dia merasa tak ada yang luar biasa selain gambar simbol aneh di lantai.


Sekarang hal yang dia cari selama ini telah berada di hadapannya.


Tapi, dia merasa ragu-ragu dan hanya menatap kosong kelereng bintang tujuh yang terbaring diam di sana.


Setelah sepuluh detik berlalu, Devo Wijaya akhirnya memiliki ide di benaknya,” Aha!”


Tapi, sebelum idenya diterapkan, sesuatu terjadi secara tiba-tiba.


Getaran!


“Hei, apa yang terjadi?” Devo Wijaya langsung waspada dan berkata, “Aku bahkan belum menyentuhnya ... “


Dia merasa kesal dan melangkah maju, “Aku ambil saja, kalau begitu ... ini dia!”


“Boom!”


“Boom!”


Suara keras bergema di telinga Devo Wijaya, memekakan dua telinganya.


Segera setelah itu, cahaya samar melintas dengan cepat dan pemandangan di hadapannya telah berubah secara keseluruhan.


“Ini ... bagaimana aku bisa berada di padang rumput?” Devo Wijaya berkata sambil menggaruk kepala dengan bingung, dan melanjutkan, “Mungkinkah, aku barusan ditransfer?”


Dia tak lagi berada di lorong, tapi datang ke padang rumput yang hijau.


Angin bertiup, dan kadang-kadang beberapa buruk pipit  aneh terbang di atas kepalanya.


“Bagaimana jika ini hanya ilusi?” Devo Wijaya mulai menyelidiki dan ketika berbalik, dia melihat sebuah prasasti besar.


Matanya melebar ketika melihat sosok yang tak seperti manusia, karena memiliki tanduk.


“Kasihan sekali, makhluk ini memiliki leher yang terjepit prasasti aneh hingga tak sadarkan diri,” Devo Wijaya menatap kosong dan bergumam, “Apakah ini Kijang?”


“Tapi, makhluk ini memiliki ekor yang gemuk ...”


“Entah mengapa telihat seperti ular tangga ... oops,“ Devo Wijaya tiba-tiba menyadari, “Aha, ini jelas Naga ... astaga kenapa aku selalu salah?”


Setelah itu, dia perlahan berjalan menuju prasasti aneh dan tampak sangat besar ketika di dekatnya.


“Aku tidak bisa membaca tulisan pada prasasti ini,” gumam Devo Wijaya sambil mengelus prasasti yang terasa aneh di telapak tangannya.


“Boom!”


Ada suara keras saat prasasti dipukul oleh Devo Wijaya dengan tiba-tiba, dan prasasti besar di hadapannya hancur berkeping-keping.


Dunia tampak bergetar setelah prasasti di hancurkan.


“Ang!”


Segera setelah itu, suara raungan naga, menderu sangat keras ke langit.


“Yohoho, aku bebas, akhirnya aku bisa pulang lagi, aku tak ingin seperti Bang Toyib yang tak pulang-pulang.”

__ADS_1


“Yohoho, aku pasti akan membunuh iblis tua itu, aku harus membalas keluhan ini sampai titik darah penghabisan!”


“Boom!”


Sejumlah besar bebatuan di sekitar Naga itu langsung dihancurkan untuk meredakan keluhannya.


“Oh? Manusia?”


Naga segera menemukan manusia yang berdiri di sana, dan tak bisa menahan untuk bersuara.


“Ya,” balas Devo Wijaya singkat sambil menatap kosong.


“Kau telah menyelamatkanku?” tanyanya.


“Ya,” Devo Wijaya mengangguk santai.


“Namamu?” tanyanya lagi.


“Devo Wijaya, salam kenal ... bagaimana denganmu?” tanya Devo Wijaya dengan tampilan yang membosankan.


“Yohoho, namaku Taryono Naga, Raja ke-17 dari Klan Naga” kata Taryono Naga sambil tersenyum.


Kemudian, dia muncul di hadapan Devo Wijaya dalam bentuk virtual, dan dia bingung.


“Oh,” Devo Wijaya mengerjap sesaat dan mengangguk.


“Menarik, di usia muda kau memiliki potensi yang tak terbayangkan, bahkan mampu menghancurkan prasasti kuno yang telah menekanku selama bertahun-tahun.” puji Taryono Naga sambil menepuk bahu Devo Wijaya.


“Barusan kau bilang ... kau dari klan Naga?” tanya Devo Wijaya sambil menatap kosong, dan masih melanjutkan, “Aku pernah bertemu dengan mereka.”


Penampilan Taryono Naga itu hampir tak ada bedanya dengan Klan Naga yang telah dia lihat sebelumnya.


“Oh ... kau pernah melihat mereka, bagaimana kau tahu Klan Naga?” mata Taryono terbuka lebar karena terkejut.


Keberadaan Klan Naga sangat tersembunyi.


“Itu kebetulan,” Devo Wijaya berkata dengan nada membosankan dan tatapan kosong seperti mata ikan asin, “Aku sangat yakni sekarang ... karena kau memiliki ekor ular tangga ... oops, salah, maksudku ular Naga, dan kau juga memiliki tanduk Kijang seperti mereka.”


Sudut mulut Taryono Naga bergerak-gerak setelah mendengar hal itu.


Apakah barusan manusia ini di yakinkan?


Padahal dari awal dia sudah mengatakan bahwa dirinya adalah Raja Naga ke-17.


Ular tangga, dia tak mengerti itu.


Tapi, tanduk Kijang dia paham hal itu.


Manusia ini sungguh berani berkata seperti itu di depan tokoh penting Klan Naga.


Kalau saja manusia di hadapannya bukanlah dermawannya, mungkin telah di hempaskan hingga ke langit yang jauh olehnya.


“Ehem, tolong jangan pernah mendiskripsikan Klan Naga dengan kata-katamu barusan,” kata Taryono Naga dengan serius dan melanjutkan, “Aku sangat berterima kasih atas bantuanmu barusan.”


“Lupakan, tak perlu berterima kasih ... semoga saja aku tak pernah berkata begitu lagi,” Devo Wijaya menggaruk kepalanya yang tak gatal, lalu bertanya, “Apakah kau tahu illusi?”


“Eh, ilusi?”


Taryono Naga menggelengkan kepalanya tak mengerti.


“Naga ini sungguh sial,” Devo Wijaya diam-diam berkata dalam benaknya, dan segera melanjutkan, “Sekarang ini, kita terpengaruh oleh ilusi. Jika kau ingi melarikan diri dari tempat ini, kau perlu menghancurkan ilusi ini.”


Dia tidak merasakan nafas kehidupan di lingkungan sekitar ini, selain keberadaan dirinya dan Taryono Naga.


“Lalu, bagaimana caranya?” tanya Taryono Naga sambil memiringkan kepalanya.


Bagaimanapun juga, dia ingin segera pergi dari tempat ini.

__ADS_1


Dia telah terperangkap di tempat ini selama bertahun-tahun dan memiliki pengalaman putus asa.


“Pukul hingga hancur,” kata Devo Wijaya dengan sederhana.


Sudut mulut Taryono Naga bergerak-gerak, dan bertanya dengan tak percaya, “Apa sesederhana itu?”


Bagaimanapun juga, dia telah mengerahkan berbagai macam trik, dan dia tak berhasil sama sekali untuk keluar dari tempat ini.


Devo Wijaya mengabaikan pertanyaan itu, tangan kanannya sudah mengepal erat, dan berkata dengan suara rendah, “Pukulan Serius.”


Taryono Naga memiliki tatapan bijak pada Devo Wijaya.


“Ini ...”


Di saat yang sama, hatinya terguncang saat merasakan tekanan mencekam.


“Boom!”


Suara teredam bergema tiba-tiba ketika Devo Wijaya memukul kehampaan secara acak.


“Kacha, klik, boom!”


Segera setelah itu, segela sesuatu tampak pecah seperti kaca dan ruang mulai robek.


Sampai saat tertentu, seluruh kehampaan telah runtuh dengan cara yang mengesankan.


Ketika Devo Wijaya tersadar, dia telah berdiri di jalan sebelumnya, dan dia menggenggam kelereng bintang tujuh di tangannya, lalu segera menyimpannya.


Taryono Naga sangat senang dan berkata, “Yohoho, aku akhirnya keluar dari ilusi. Anak muda, kau sangat luar biasa di usia yang begitu muda ...”


“Ada yang datang,” kata Devo Wijaya menyela.


Taryono Naga juga menyadari, dan dia menghela nafas rendah, lalu mengingatkan, “Anak muda, kau harus hati-hati.”


Sosoknya segera pindah di belakang Devo Wijaya dalam sekejap, dan ekornya menampar serangan yang datang.


“Bang!”


“Bang!”


“Bang!”


“Boom!”


Suara ledakan teredam terus-menerus bergema.


Semua serangan yang datang langsung ditangkis oleh Taryono Naga.


“Sialan, kita bertemu lawan yang kuat, semuanya mundur!”


Pria bertopeng langsung mengetahui sesuatu yang salah, dan berteriak keras.


“Maaf, kalian tak bisa melarikan diri.”


Taryono Naga mendengus dan menembak dengan dua kepalan tangannya.


“Boom!”


“Boom!”


Lorong itu runtuh, menggulung batu, dan menghantam mereka dengan panik.


Beberapa pendekar ada yang mati dan ada yang terluka parah saat menerima pukulan itu.


Bersambung ...


Jangan lupa vote dan komentarnya!

__ADS_1


__ADS_2