
Aku ingin pulang tidak kerasan rasanya di rumah suami seperti tidak di hargai. Dengan alasan-alasan yang aku cari aku harus pulang kerumah orang tuaku toh kita sudah menjadi warga bondowoso.
"Bang, aku ingin pulang. Aku gak suka masakan ibu, aku tu benci sama kamu juga"
Setiap alasan yang aku cari terus aku goda dia, supaya aku bisa pulang. Lalu dia bertanya kepada ibunya.
"mak, emang ada ibu hamil benci suaminya? dia benci sama aku?? dia minta pulang !!"
"emang ada ibu hamil suka benci sama suaminya, kadang emosinya slalu tinggi nanti lama kelamaan juga berubah. Ya udah turutin saja" kata ibunya...
Akhirnya dia turutin permintaan aku, hari ini kami pergi dari rumah ini dan aku akan merasakan kenyamanan disana (dirumahku sendiri). Ternyata tidak sama rumah mertua dan rumah sendiri, dan aku baru rasakan sekarang ternyata lebih enak dirumah sendiri dari pada dirumah suami yang masih ngumpul bersama mertua.
Cewe itu perasa banget yaa? kadang hati tidak bisa terima begitu saja diperlakukan seperti orang asing, apalagi suami memilih ibunya sendiri daripada istrinya sendiri.
Pernah denger ceramah "jangan kau satukan ibumu dan istrimu, pasti rumah tanggamu akan terancam. Karena seorang anak pasti akan lebih membela ibunya di bandingkan istrinya".
Aku tidak percaya, tapi kok bener juga ya?? setiap kali aku merencanakan sesuatu pasti dia bilang dulu ke ibunya padahal kita sudah membangun rumah tangga masing-masing.
__ADS_1
Di adat rumah kami, semua laki-laki ikut para istri 90% dan itu termasuk rata-rata di desa kami memang suami ikut kerumah istri, kebanyakan istri yang ikut suami di buatkan rumah. Tapi rata-rata suami ikut kerumah istri, karena lelaki sifatnya yang penting dia kerja, menafkahi lahir batin. Usaha ya tetap usaha dia berjuang demi keluarga kecilnya.
*****
Aku nyampek rumah, ibuku bahagia sekali aku bakalan tinggal disini, aku ingin lahiran disini, ingin membesarkan anak ku disini. Tapi entahlah hamil tanpa suami sangat berat sekali dan itu pasti....
Suami ku harus bekerja di rumahnya, dia tidak mau pulang ke rumah aku, alasan gaji disini kecil dan memakan banyak waktu kata dia...
Memang sihhh....upah di kebun memang kecil tapi apakah lebih bahagia jika suatu keluarga kumpul walaupun tidak seberapa pendapatan yang kita miliki.
Aku merasa nyaman tinggal bersama orang tuaku, tidak banyak ku pinta hanya kenyamanan yang saat ini aku inginkan, karena aku merasa stress sekali di saat di rumah mertua. Setiap satu minggu sekali suamiku datang, dia antarkan uang belanja yang dia dapatkan disana, semua uang yang dia dapatkan selalu diberikan kepadaku, dia hanya minta 10ribu setiap kali kembali bekerja, hanya satu malam kita menikmati tidur bersama, inilah yang aku rasakan saat ini. Alhamdulillah uang yang aku pegang saat ini hampir 2juta, setiap dia memberikan uang, aku tidak pernah mengambil sepeserpun. Makanpun aku masih numpang ke orang tuaku, aku hanya mengambil ketika aku ingin jajan dan itupun jarang sekali.
***
Aku ambil uang suamiku yang aku tabung, selama ini aku tidak pernah mengambil jataku.
Pas datang barangnya, sesuai sih sama gambar tapi bahannya kok yang kasar-kasar gitu, resiko pembeli karena belanja online harus bener-bener teliti sama bahannya dan suka membaca.
__ADS_1
Lama kelamaan kok aku kecanduan sama belanja online, aku mencoba share ke temen-temen Facebook, whatsapp dan aplikasi lainnya...
Aku mencoba jualan, aku posting-posting baju dan setelan anak. Banyak juga peminatnya hanya saja saingan lebih ketat, mereka lebih serius jualannya dari pada aku. Hari ini aku ingin pesen sprey pengen banget punyaku sudah pada lecet-lecet semua itupun pemberian dari ibuku, aku pengen nyicil beli peralatan rumah karena aku sudah berkelurga yang pastinya ingin ngumpulin sedikit demi sedikit.
"bang aku pengen sprey harganya murah kok, aku ambil uang nya ya. kan punya kita udah pada kusut semua??" tanyaku di telepon.
"ngapain beli-beli kayak gitu, gak penting juga. Kan masih ada yang lama, punya uang harus di tabung gak usa royal"
Padahal niat dalam hati pengen nyicil karena dari awal menikah aku tidak sempat di lamar barang-barang darinya.
"kan aku cuma mau sprey harganya gak sampek jutaan"
"terserah kamu lah"
Dia seperti tidak ikhkas bilang terserah, seirit-iritnya manusia masak cuma beli barang seharga 100 Ribuan tidak boleh.
Tapi aku masih nekat beli sprey itu kalau tidak jelek punyaku mana mau aku beli lagi harganya pun hanya 90an.
__ADS_1
Aku ganti sprey yang baru biar dia pulang kesini nyaman saat dia istirahat.