Suami Anak Mami

Suami Anak Mami
MENCARI LOWONGAN KERJA


__ADS_3

Tak sabar ingin bekerja tinggal menghitung hari. Rudi akan ku berhentikan *****, rencana rudi akan ku lepas setelah berumur 2 tahun (24 bulan) karena sudah benar-benar emosi juga diriku (ambisi) aku bergegas untuk mencari lowongan terlebih dahulu.


Umur 22 bulan, Rudi ku lepaskan *****. Aku pergi ke pasar untuk mencari pekerjaan tanpa suami tau rencana ku.


"lek, ada lowongan kerja untuk bulan puasa ini?"


"kalo disini sudah ada yang jaga, coba kamu ke kaka ku mungkin saja dia butuh"


Sebenarnya aku sudah kenal dengan om yang di pasar, dia langganan ibu belanja baju kadang ngutang sama dia.


Aku langsung pergi ke om yang satunya, karena aku juga kenal dia hanya saja dia tidak terlalu mengenalku. Dulu dia sempat beristri tante ku yang satu desa denganku, tapi dengar-dengar mereka sudah pisah. Aku gak tau kalau dia punya istri lagi karena aku kan lama di situbondo udah gak tau gosip-gosip tentang desaku.


"lek, disini ada lowongan buat bulan puasa?"


"ada, tapi mau di bicarakan dulu sama istri"


"iya dah"


"kasik no hp nya?"


"085xxxxx....makasih lek"


"ya"


Aku gak tau kalo di sana ada istri nya, hanya ibu main jadi ke aku, aku gak tau itu isyarat apa?!....


Rencana aku ingin bekerja di bulan puasa ini saja, 1 bulan cukup lah untuk beli baju bertiga. Mengingat hari raya kemaren, aku mencari pinjaman dulu untuk beli baju, aku bilang ke suami itu bonus dari shoppe, padahal uang nya aku pinjam 150ribu untuk beli baju cauple yang murah. Untung saja di aplikasi shopee waktu itu ada baju couple yang murah, ya..walaupun bahannya panas dan kasar.


Demi bulan puasa ini aku berusaha untuk mencari pekerjaan, belum ada kabar dari pasar aku bergegas mencari lowongan lain. Setiap hari aku cari info di loker dari facebook, setiap kali aku mencoba komentar rata-rata harus single. Mencari ke kota dengan teman tidak menemukan yang cocok, mungkin bukan rejeki tapi aku harus berusaha lagi.


"cik, disini ada lowongan?"

__ADS_1


"sudah ada yang nge-lamar kemaren"


"ooo....makasih ya cik"


Aku hubungi teman-teman kerja, banyak yang nawarin jadi promotor, hanya saja aku tidak ingin seperti dulu mempromosikan barang. Memang sudah punya pengalaman jadi SPG tapi belum sempurna mempromosikan ke orang-orang. Jadi ada trauma sedikit menjadi seles, tidak gampang menjadi promosi resiko nya berat harus dengan target.


Sibuk mencari kerja, akhirnya aku buka mulut ke suami kalau aku akan bekerja di bulan puasa ini saja. Suami diam hanya dia mau menuruti kemauan ku.


****


Hampir 1 bulan ke bulan puasa, tidak ada respons dari siapa pun. Sudah gak ada kesempatan lagi untuk aku bekerja karena aku harus 2 minguan lagi bolak balik sibon/bws...


Suami juga tau kalau aku belum dapat pekerjaan, dia ingin menjemputku pulang ke situbondo, padahal aku tidak ingin lagi kesana.


"dretttt....drettttt....dretttt....." bunyi hp ku


"hallo!"


"belum!"


Entah siapa yang telpon, no baru masuk, aku cuek dan gak mau memperdulikan.


"kalo gak kerja masuk hari senin"


"ini siapa?"


"yang di pasar sukosari"


"ya,,,ya,,,ya senin ini" dari saking semangatnya


"ya"

__ADS_1


"ok makasih assalamualaikum"


"wealaikum salam"


Aku yang biasanya loyo udah semangat lagi ibaratkan hp drop di cas full, hati serasa berbunga-bunga tak henti-henti mengucap syukur kepada Allah SWT.


Ke esokan harinya suami datang menjemputku, untung saja aku sudah di telepon oleh bos.


"neng, kamu mau ku jemput, kan masih belum dapat kerja?"


"bang, kemaren aku sudah di telepon. Gak jauh kok cuma di pasar aja, kan lumayan lah"


"ibu nyuruh aku jemput kamu sekarang"


"ya kan pengen kerja, udah di telepon kok kemaren !! tanya aja sama ibu"


"terserah kamu aja lah, mau bilang apa aku sama ibu?!!"


"ya bilang aja, sudah dapat kerja"


Dari raut wajah suami ku, sudah terlihat dia kecewa sekali dengan ku. Terserah lah !! aku sudah bosan dengan semua ini, sekiranya aku di nafkahi secara layak tidak mungkin akan senekat ini.


"gak mau pulang kamu kesini?" ibu mertua telepon


"gak buk, sudah dapat kerja hari senin sudah masuk"


"padahal kan ibu kangen Rudi, dia masih kecil masih butuh kasih sayang kamu"


"kan ada ibu disini yang jagain dia"


Kesel banget berdebat dengan ibu mertua yang tidak pengertian, mau nya aku harus menjadi pelayan tapi tidak pernah di pandang.

__ADS_1


Suami ku juga terlalu manut dengan ibunya, aku sebagai istri saja tidak pernah di hargai sama sekali.


__ADS_2