Suami Anak Mami

Suami Anak Mami
TAK KUASA MENAHAN AIR MATA


__ADS_3

Tidak lama bekerja di Apotek, aku di lamar oleh dia bahagia di campur aduk, kita gak sempat pacaran kayak yang lain hanya dia perhatian sekali sama aku. Kali ini aku bener-bener serius tidak mau main-main lagi cukup satu orang yang aku cintai, aku menerima dia apa adanya dari fisik maupun keadaan dia.


Dia beranikan diri kerumah aku, ketemu kedua orang tua aku ingin bertunagan dengan ku alhamdulillah orang tua aku setuju karna umur yang sudah matang. Saudara-saudara ku sudah pada nikah, mereka menikah di usia muda. Aku yang paling tua udah di katain perawan tua sama saudara sendiri dan akhirnya aku udah bener-benar siap untuk menikah.


"kapan nikah?" saudara ponakan


"bentar lagi !!"


"cepetan nikah nanti kadaluarsa"


Kata-katanya memang menyakitkan, kalau bukan saudara sudah habislan dia.


Rencana pertunangan akan di resmikan semua keluarga sepakat untuk mengadakan pertemuan kecil-kecilan.


Kita sudah siapkan acara buat tunangan, semua keluarga besar dia datang kerumah, kemudian kita tukar cincin pertunangan dan pada saat itu orang tua memutuskan kita untuk nikah sirih, jujur saja aku masih takut karna waktu itu aku masih perawan kebanyakan setelah nikah sirih ditinggalkan begitu saja, tapi aku bisa apa calon suami ku itu usia sudah mateng banget, dia berusia 27 tahun dan dia udah dewasa banget buat saya...


***


Malam pertama aku perawan pecah, bener sakit banget dia maksa aku banget lakuin itu padahal aku belum siap karna bener-bener takut sekali. Lama kelamaan jadi biasa dan hampir luar biasa aku juga kecandu ***, tapi dia malah kecewain aku di belakang aku dia nonton ML di hp-nya dan itu banyak sekali full vidio porno aku bener-bener syok. Hp itu sebenarnya punya aku, aku belikan dia Hp karna hp dia hilang karna kasian juga kita gak bisa komunikasi, ternyata hp yang ku belikan malah full vidio porna. Walaupun aku nikah siri sama dia aku masih kost, tapi jarang aku tempati. Karena aku pulang kerumah mertua sampai dia selesai kerja.


Pikiranku udah campur aduk, kecewa iya, bete' iya, kayak berasa gak di hargai menjadi seorang istri, aku pergi marah besar waktu itu sampek aku tanya,,,


"kenapa kamu lakuin ini sama aku, padahal aku kan istri kamu, masak belum puas dari diriku? semua gairahku yang aku berikan kepada mu?" aku nangis se jadi-jadinya.


"wajarlah laki-laki nonton ***, banyak di luar sana laki-laki yang suka liat film kayak ginian, gak usah sensitiflah jadi cewe masalah kayak gini aja di besar-besarin gak malu apa, bagian dalam di bicarain kayak gini malu, apalagi sampek di dengar orang lain. Tanya coba sama om atau saudara yang lain, wajar !! pasti itu !!" ucap dia sambil marah-marah...


Tuhan.....!!! rasanya sakit hati sekali di bentak-bentak seperti itu, pertama kali aku rasain gimana menjalani rumah tangga!! walaupun masih belum menikah SAH tapi aku rasain seperti ini orang menikah. Dan menurut ku wajar jika seorang perempuan marah melihat suaminya mengoleksi vidio porn.


Menjalani kehidupan itu gak gampang mempersatukan dua insan yang berbeda untuk menjalani satu tujuan itu sangat sulit, aku mendapatkan inbox dari temannya,,,

__ADS_1


"gimana bung barangnya sudah ada??"


aku panik barang apa yang di maksud, aku makin marah stres waktu itu dan aku tanya dia malah menjawab dengan nada kasar.


"gak usah berburuk sangka dulu, bisa ajh ini barang online, barang kayu"


aku gak nyangka jawabannya gak sama dengan pesan tadi. Aku hanya bisa menangis dan orang tuanya tahu kalau aku nangis, dia malah makin bentak aku.


"ya udah aku mau berhenti dari kerja, tapi carikan aku kerja, sanggup kamu?!" dia marah sambil menggunakan jari telunjuknya kepadaku.


***


Malam itu, dia jemput aku kerja sekitar jam 21:00 WIB, ngumpul-ngumpul gitu sama temen-temen toko. Suami aku ini awalnya CS dia di pindah ke counter lain di bagian umum plus sopir barang, sebenarnya pikiran sudah gak tenang karna bagian anak umum rata-rata nakal semua, malam itu dia di depan ku minum, entah itu cairan apa?! aku langsung pergi, nangis, marah udah bleng gtu perasaan, aku di kejar di paksa pulang kerumah dia, akhirnya setetangga sana mendenger aku nangis histeris, ibu mertua tanya ke dia,,


"kenapa sampek nangis kayak gini? mau beli apa? atau kamu gak nurutin kemauannya dia?!".


"kalo sampek orang tua aku tau, awas ajah kamu tau sendiri akibatnya"


Sebuah tekanan untuk ku, aku slalu mengalah takut dengan ancamannya.


***


keesokan harinya ibunya bertanya,


"kenpa tadi malam nangis??"


Tak sanggup bibir ini berkata, air mata jatuh tak terasa, tapi aku harus bisa ngomong dan bilang langsung kepada mertuaku,


"tadi malam abang minum mabuk-mabukan sama temannya"

__ADS_1


Gak tau ibunya kaget atau tidak, yang penting aku udah berusaha berkata, aku tidak tau ibunya berdebat apa!!! setahu aku dia bilang,,?


"ibu itu gak mau kamu kayak tetangga sebelah mabuk lalu meninggal, ngapain harus mabuk-mabukan kayak gtu?! gak ada gunanya, jangan malu-maluin orang tua. jangan sampek kamu marah sama adeknya, kalo kamu tegur dia gara-gara aku tanya ini soal kamu, kamu udah kecewain ibu"


Hati aku lega baget, masih bisa mengatur anaknya supaya gak macem-macem lagi, toh ini semua demi masa depan kita semua...


***


Satu tahun kita menjalin hubungan, akhirnya sepakat untuk melanjutkan menikah. Rencana bulan 2 tahun 2017 kami akan menikah dan mengadakan resepsi pernikahan, aku pun berhenti bekerja di karenakan perusahaan yang dari pusat bangkrut, pihak toko Apotek masih butuh tenaga saya dan berencana akan mencarikan pengganti perusahaan yang bangkrut. Bukannya menolak kebaikan koko sama taciknya tapi, aku pengen banget menjadi seorang istri dan ratu di rumahku, melayani suami dengan baik seperti aturan islam...


Tepat pada hari minggu, dia berlibur dirumahku Bondowoso, ke esok harinya dia kembali langsung ke tempat kerja. Aku dapat telfon dari ibu mertua katanya dia gak pulang semalaman, biasanya dia suka nongkrong smpek jam 00:00 malam tapi waktu itu dia gak pulang-pulang. Dan aku dapat telpon lagi dari temannya


"Mi, boleh gak kita ketemu, ada yang aku sampaikan penting hanya berdua saja?"


Kayak bleng gitu pikiran, kok tumben dia ngomong seperti itu, sepenting apakah?!


''iyha, mbk dimana kita ketemu?!"


"nanti saya wa kamu, dimana lokasinya"


Aku siap meluncur padahal keadaan aku lagi sakit, berapa jam kemudian aku ketempat lokasi itu ketemu sama dia.


"Mi, jangan kanget yaa?!"


"kenapa mbk?"


"Didi, ketangkep POLISI, dia sekarang ada di POLSEK"


Entah aku harus apa, aku hanya diam kanget setengah mati, syok banget denger perkataannya, aku juga bingung mau bilang apa sama orang tuaku, dan ini sangat memalukan sekali, dan aku hanya bisa diam tak bisa berkata apa2. Dia peluk aku, aku hanya bisa nangis....

__ADS_1


__ADS_2