
Pas nyampek di KAPOLSEK, wajahnya yang aku tatap bukan seperti dia yang aku kenal, aku kecewa banget dengannya. Meskipun aku di hadapan dia, tak sanggup bibir ini berkata, hanya saja hati dan pikiran berisik.
"kenapa? kenapa? kenapa? dan kenapa?" tanpa ada kata maaf dari dia, dia diam melihat aku menangis..
"Neng gak usah nangis, sabar" kata dia.
Segampang itu dia katakan sabar, apa yang harus ku sampaikan kepada orang tuaku, pasti mereka kecewa seperti apa yang ku rasakan...
Aku pulang dengan hati yang sangat sakit, dan ibu mertuaku itu belum tahu kasus ini, aku tak tau harus bagaimana ?!!...
Sampai dirumah ibu aku tanya "ada apa kamu di telfon? ada masalah apa?"
"A a a abang,,,,masuk penjara buk!!"
"Apaaaaa, kok bisa ??!!"
Aku gak tau harus bilang apa, karna tadi aku hanya diam, melamun, menangis, dan syok. Aku tanya sama temen yang tadi bawa aku ke POLSEK sebut saja mbk Arti, dia hanya menjelaskan tapi aku diam, pikiranku done.
"mbk kenapa kok bisa ada kasus seperti ini" ujar ku..
"sebenarnya Mi, aku juga ikut kasus ini tapi aku gak di bawa kepolsek"
"kenapa???"
"itu gara2 nota ketahuan sama personalia, nota itu gak sama dengan pengeluaran"
"maksudnya gimana sih mbak aku gak ngerti, kenapa calon suami aku bisa ikut-ikutan??" tanya ku lagi sampai aku bener-bener bingung.
__ADS_1
"setahu aku, mereka belanja bahan toko dan gak sesuai dengan nota, dan tulisan di nota anak-anak yang buat sendiri, yang paling banyak tulisan di nota itu ada calon suami kamu"...
***
4 orang tersangka dalam penipuan ini, mereka kompromi menggelapkan uang toko.
Masih sempat orang tua ku menjenguk dia di sell, dia menangis kepada orang tuaku dan meminta maaf "sepurane buk" sambil mencium tangannya. Dan aku masih tak habis pikir hanya air mata yang ku bisa teteskan di pipi ini...
Polisi pun tanya kepada ku,,
"emangnya kamu gak tau, tunangan kamu ini melakukan penipuan??"
"aku sungguh gak tau apa-apa, kesini pun aku tahu dari teman karena saya kerja di Apotek dan berhenti karna mau menikah"...
Polisi itu pun mengangguk kepalanya, tak lama kemudian calon suami ku ini di panggil ke ruangan, gak ta itu ruangan apa yang jelas aku hanya bisa dengar dari ucapan dia,,
"kenapa kamu mau lakuin ini semua, padahal kamu sudah tau jalannya sudah tidam bener??"
"awalnya saya tidak tahu, sungguh!! tapi lama kelamaan tahu, ya,, sudahlah terlanjur juga, mau mundur saya gak bisa"
Ternyata aku tau alurnya seperti itu dan orang tua aku juga denger percakapan tadi, walaupun dia bukan pelakunya tapi tatap aja dia salah.
"Neng, kamu jangan tinggalkan aku, ini semua juga karna kamu, kamu menikmati juga hasil itu. Kita pergi makan setiap malam itu uang hasil dari ini semua"..
Aku gak bisa berkata apa-apa, tapi kenapa dia lakuin ini semua sama aku..
aku juga tidak tau ibu mertua ku disana, tapi aku yakin dia lebih kaget dari pada aku. katanya sih ibu mertua udah jenguk dia sama mas ipar sampek nangis2 gitu, gak bisa bayanginanak sendiri masuk penjara...
__ADS_1
***
proses pemindahan dari polsek ke polres aku malah di ancem kakak sepupu ku, alasan dia kasihan sama aku menunggu orang yang tidak pasti. Kedua orang tua aku juga mentalnya lemah gara2 dia malu di gosipin tetangga, akhirnya kaka sepupu ku ini angkat bicara....
"udah putusin saja hubungan ini sama dia, toh dia udah gak baik, namanya jelek di mata keluarga"
aku sambil menangis tak kuasa untuk melawan,,
"kak, dia baik sama aku, masak cuma gara2 ini hubungan kita rusak, toh dia bukan hanya tunanganku tapi dia suami aku, kita udah nikah sirih masak aku mau ninggalin dia"
"Ok, kalo sampek keputusan sidang tiga tahun, kamu harus batalin semua ini, atau lebih dari satu tahun saja kamu harus pisah, jangan tunggu dia, emangnya kamu mau menunngu sampai tua?!"
Dan aku meyakinkan kakak sepupuku,,
"insyaallah hanya delapan bulan saja, katanya sih mau di tebus sama ibu mertua"
"ya sudah, kalo emang itu keputusan kamu"
Membrontak semua keluarga itu sangat menyakitkan, tapi apalah daya aku sangat mencintainya....
Aku frustasi harus kemanakah diri ini, di kampung pun aku menjadi sumber pembincangan orang, aku minta izin ke orang tua aku pergi ke Bali ingin bekerja sambil menenangkan diri dulu. Akhirnya kedua orang tua menyetujui dengan uang 200ribu aku berangkat, sampai di Bali aku malah di tipu bukannya dapat kerja aku malah di minta oleh orang-orang disana masuk di group Qnet, dan harus bayar 10juta untuk mendapatkan gaji 3juta/bulan...
Gak tahu harus lari kamana, untung saja ada orang jawa banyuwangi asalnya. Dia juga mau di tipu alasan pun kita sudah di lakukan, untung saja ada orang baik minjemin kita motor dan aku ada teman yang kerja di Bali. Aku numpang di mess dia, di kasik makan sama dia. Karna baru pertama kali aku masuk ke kota besar, memberanikan diri karena saking stresnya pikiran ini. Ya untung saja masih ada orang baik yang peduli sama aku, sampai di carikan aku kerja dan aku gak mau, tampat kerjanya sangat sempit itu pun aku harus ikuti agama mereka di Bali...
Ya sudah aku nekat pulang, tidak bawa uang sepeserpun, itu pun uang aku tinggal 100ribu cukup untuk ongkos pulang ke jawa..
Aku datang ke tunangan alias suami sirih aku (calon suami aku). Aku cerita sama dia, pasti jawaban hanya sabar dan tabah, dia pun gak bisa lakuin apa-apa hanya bisa diam di dalam sell tahanan. Aku pulang kerumah hanya ada keributan antara aku dan ibu, jadi aku harus cari uang sendiri demi hidupku karena tidak betah juga setiap hari di omelin. Aku paksakan lagi keluar dari rumah temuin teman yang nganggur dan aku ajak dia kerja bareng aku, akhirnya dia mau kerja bareng aku kita sama-sama pengangguran dan mendaftarkan diri ke sebuah PT. awalnya agak ragu karna PT itu pabrik udang pasti kerjaannya berat sekali, tapi temen aku meyakinkan bahwa aku bisa....
__ADS_1
Setelah daftar kerja alhamdulillah orang-orang disana baik, kami di terima dan keesokan harinya kami sudah mulai bekerja. Karena tidak ada uang sepeserpun aku harus tinggal di rumah mertua, mertua aku ini baik sekali dia buatkan aku bekal tiap hari, sayang banget dia sama aku uang bensin pun aku dikasik sama uang jajan, di dalam hati aku paling dalam aku berjanji akan menebus semua kebaikannya....