
Bersyukur atas apa yang di berikan tuhan, selama satu bulan ini kami sudah berencana ingin punya anak dan alhamdulullah allah menjawabnya tepat pada ulang tahun aku ke 25 tahun.
"Bang aku hamil, liat ne udah garis-II"
"yuk periksa?"
Malam itu kami berangkat ke bidan terdekat, di cek segala macam ternyata benar aku sudah garis-II.
"selamat ya... buk atas kehamilan pertamanya"
"terima kasih buk. Buk saya boleh tanya??"
"tanya apa yaa???"
"saya kan nikah sudah sebulan ini, kok saya cepet ya hamilnya???"
"berarti ibu subur"
__ADS_1
"oo saya sempat baca-baca di internet kalo pas berhubungan pas masa subur itu cepet"
"ya seperti itu, berarti sampean subur"
"ya buk makasih ya buk"
Diberikan vitamin kandungan dan obat-obatan lainnya. Saya keluar dari ruangan bidan, suamiku sudah menunggu di depan...
"Bang aku hamil, ni buku nya"
aku tunjukkan buku Kesehatan Ibu dan Anak ke dia, lalu dia baca-baca...
"iya"
Aku bahagia akan punya dedek bayi nanti, selesai dari bidan kami bergegas untuk pulang kerumah, sesampai dirumah ibu mertuaku menyambutnya dan bertanya benarkah aku hamil atau tidak....
Alhamdulillah kami semua menerima kandunganku ini, aku hubungin ibu ku di kampung dia sangat bahagia mendengarnya, apalagi aku anak satu-satunya mendengar aku hamil ibuku bersyukur akan ada cucu pertamanya nanti....
__ADS_1
Seperti biasa orang hamil manja pada suami, minta ini, minta itu pas aku minta susu LACTAMIL dia marah besar...
"ngapain beli susu-susu segala"
Aku kaget mendengar dia bicara seperti itu, aku nangis di kamar tidak ada yang tau. Dia serasa tidak merasa bersalah sekalipun kepadaku, aku hanya ingin menjaga kehamilanku dengan baik ingin beli susu hamil pun aku tidak di bolehkan padahal aku punya uang sendiri untuk membelinya.
Kecewa, calon ayah yang kuharapkan akan baik ternyata dia seperti itu padaku dan aku pun sudah tidak bisa masak sudah sensitif dengan aroma bawang putih dan semacamnya yang ada di dapur. Mertuaku tidak keberatan aku tidak memasak karena dia tau ibu hamil sensitiv pada bumbu-bumbu dapur...
Sakit hati sekali suami seakan tak perduli sama kehamilan aku, aku tidak mau makan seharian muntah terus hanya bisa minum air seharian, lalu dia antarkan aku ke bidan terus bidannya periksa...
"biasa memang bu, hamil muda sering mual, di paksakan ya makan kasian yang di dalam dia butuh asupan gizi"
Aku hanya mengangguk karena kepala pusing banget perut rasanya tidak enak, di berikan lagi vitamin yang dirumah belum habis diberikan lagi tiga macam obat, nasi aja gak masuk apalagi obatnya....
Aku merasa aku tidak di rawat, sering di tinggal suami kerja mengeluh kadang tidak di dengar, ibu mertua pun sering pulang malam dia kerja seharian terkadang pulang sampai terlarut malam. Aku ingin manja-manja pun tidak bisa karena semua yang di dekatku terlalu sibuk dengan dirinya sendiri...
Terkadang aku ingin di elus-elus perutku di perhatiin tiap hari tapi itu tidak bisa, serasa sudah hambar hidupku aku sudah tidak kerasan lagi dirumah suamiku, aku ingin pulang kerumah ku sendiri disana pasti ibu ku akan menemaniku setiap waktu dan setiap detik pun...
__ADS_1
Aku kecewa sekali, hamil pertama aku di perlakukan seperti ini, minta ini/itu dia selalu berkata aku manja sekali di banding-bandingkan terus sama ibunya waktu hamil dia dulu...