
Malam itu hujan deras dan mati lampu, gelap sekali di jalan kayak nyesek gitu di hati aku berjuang demi seseorang yang aku cintai, aku di jemput oleh ibu mertua. katanya kasian sendirian di jalan apalagi malam itu sangat gelap, aku hanya bisa nangis di sepanjang jalan biasanya aku slalu di jemput saat pulang kerja (sok manja) tapi kenyataannya sekarang aku menderita, tapi aku tidak boleh lemah!! aku harus bejuang demi apa yang aku inginkan. Aku ambil libur, datang temui calon suami ku dan ibu mertuaku. Aku ingin menceritakan kisah yang tadi malam, tapi apa yang kudapat aku malah di ancem habis-habisan sama dia..
"bang, tadi malam aku nangis biasanya aku di jemput pas pulang kerja. tapi sekarang gak!! sampek ibu nangis kasian sama aku" ujar ku...
"jangan sampek kamu bikin nangis orang tua aku, dari dulu aku udah bikin dia nangis" jawabnya...
kaget banget banyak orang di LAPAS aku di bentak2 kayak gitu, malu, sakit hati dan akhirnya aku keluar dari LAPAS tinggalkan ibu mertua di dalam karena jam jenguk masih lama aku menunggu di luar pager, panas-panasan masih nangis tak henti-henti. Jam 12:00 ibu keluar jam jenguk sudah di tutup, tidak tanya aku kenapa? dia hanya diam, tidak tahu aku sakit hati karna ulah anaknya.
Sampai kerumah mertua, aku ambil semua baju ku, tak pantas aku di perlakukan seperti ini. Aku masih punya kehidupan yang panjang, buat aku berjuang demi orang yang tidak tahu berterima kasih. Mbak dan semua tetangga disana melarang aku untuk pergi, padahal semua baju udah aku masukkan semua ke tas ranselku.
"jangan dek jangan pergi kamu ini masih emosi, nanti ada apa2 di jalan bagaimana?!" kata si mbk ipar
"jangan dok, jangan hiraukan apa kata abang mu, dia memang seperti itu" kata mertuaku
__ADS_1
"biarkan aku pergi dari sini, aku disini juga gak penting, kalo emang abang sayang dan masih menginginkan saya, biar dia jemput saya seperti dulu" kata-kata aku sambil menagis
"kamu juga nik, coba Didi di kasik tau anakmu jangan se enaknya ngomong" ujar mbak ipar ku lagi
"terus aku harus pukul dia" mertuaku dengan nada halus
"ya gak harus di pukul, peringati dia, ajari dia".....
Mertuaku membela anaknya seakan-akan dia tidak salah. Aku masih tetap di rumah mertuaku, keesokan harinya aku mencari kosan di dekat aku bekerja dan temanku juga mau kosan sama aku...
Dapat beberapa minggu sudah dapat kosan itu, sangat dekat sekali dengan pabrik karena kami di bagian paking jam kerja full time, bisa-bisa kami bekerja sampai 12 jam dan perhitungan gajinya satu jam 8ribu lumayanlah buat kebutuhan hidup. Kita ambil cuti sehari, teman aku ikut kerumah berpamitan sama mertuaku karna takut juga rumah orang takut di kira aku orang gak punya peraturan keluar masuk rumah orang, aku takut mertua berpikiran aku anak nakal gampang ambil keputusan sendiri tanpa ada teman. Tapi syukurlah aku punya teman baik hati dia mau di ajak kemana-mana dan akhirnya mertua izinin aku kos di kosan yang baru itu, jaminan teman juga bertanggung jawab...
Lega sekali sudah punya kosan, tidak ada yang mau ngatur-ngatur. Tinggal fokus saja sama kerjaan, tapi aku masih kesel sama tunanganku. Tapi dia sempat telfon aku untung saja hp aku online pas aku shif siang, dia minta maaf atas apa yang di ucapkan,
__ADS_1
"neng, abang minta maaf. Abang emosi saat itu, abang takut kehilangan kamu, mangkanya abang suka ucap sembarangan, kan kamu tau sendiri, abang kaya burung yang gak bisa apa-apa" ujarnya
"kamu tau ?! bukan hanya ibu mu yang menangis tapi ibu aku juga menangis, kamu udah malu-maluin keluarga aku. Inget itu !!!" sambil menangis
"abang minta maaf yaa jangan marah, muach muach 😚😚" dia buru2 menutup telpon nya karna banyak sekali antrian yang mau telfon keluarga nya...
Aku ampuni dia sekali lagi, karna di dalam hati paling dalam tuhan aja bisa memafkan umatnya kenapa saya tidak karna berkali-kali dia bikin aku kecewa sampai saat ini...
Mungkin karena aku sayang sama dia, aku bela-belain setiap seminggu sekali datang ke Lapas hanya demi ketemu sama dia, biasa lah masih bucin-bucin nya...
Kalo masih dirumah mertua pasti mertua ikut mau sayang-sayangan juga gak bisa paling cuma ngobrol atau membicarakan sesuatu yang tidak penting tapi, beda sekali kalau lagi berdua saja, yang lain pada mesra gitu, ciuman, pelukan, aku malu melihat mereka yang bercumbu mesrah....
Sekarang aku yang kerja, aku berikan hasil kerja ku tapi aku tidak memberi banyak karena aku anak kost jadi harus irit, paling besar 50rb aku berikan buat ngemil dia, tapi kok lama kelamaan dia ngelunjak juga sering minta uang ke aku..
__ADS_1
Setiap sidang pun aku slalu hadir, dengan keputusan-keputusan hakim yang aku dengar. Kasian sekali melihat mereka, tapi itu balasan mereka karna ulah mereka sendiri...