
Hidup itu tak seindah yang ku bayangkan, harus menjalani perjalanan yang begitu rumit bagiku. Seperti di duakan tapi inilah kenyataannya, hidupku tidak sempurna karena suami tidak pernah menyempurnakan.
Tetap seperti dulu, suami memilih kerja di situbondo meninggalkan anak dan istrinya. Suami tidak pernah peduli dengan kita, dia begitu egois menemui kita hanya dua minggu sekali padahal aku bekerja keras demi anak kami. Sedangkan aku yang banting tulang hanya diberikan nafkah 100 ribu selama dua minggu.
"bang, uang 100ribu itu gak cukup. Anak kamu semakin hari semakin banyak pengeluaran, pempers aku sudah beli yang murah isi 30 45ribu sedangkan cemilannya kamu gak mau hitung?!"
"ya kan sabar, kan masih ada setoran sepeda motor ya cukup-cukupi"
"kamu harus bersyukur, aku masih bisa kerja dan bantu keuangan kamu"
"ya!"
Ku pikir aku harus punya tabungan. Setiap hari bank BMT datang dan aku buka rekening baru untuk masa depan anak ku, kalau tidak seperti itu mana ada suami peduli dengan kita.
"dek, mau buat tabungan?"
"iya mbk, persyaratan fotocopy ktp dan kk?"
Aku berikan fotocopy kk dan ktp,
"tanda tangan disini, dan ada uang admin sebesar 30ribu untuk pembukaan rekening?"
Aku berikan uang 30ribu,
"makasih mbk, besok buku tabungan sudah jadi"
"ok"
Tidak banyak ku tabung, sebesar 50ribu selama 10 hari. Setiap aku ambil gaji aku sisakan uang 50ribu untuk masa depan anak ku.
__ADS_1
Selama bekerja aku tukeran sepeda motor, Motor Revo dia bawa ke situbondo dan yang motor scoopy ku pakai sendiri. Alasan bekerja di situbondo hanya demi scoopy sedangkan belanja ku selama 1 bulan hanya 200ribu.
****
Beberapa bulan kemudian...
Sepeda motor Revo milik ku harus ganti ban depan, karena sudah tipis.
"neng, kamu tabung 1000rupiah setiap hari?"
"buat apa?"
"beli ban, yang revo kan ban nya sudah tipis"
"ya"
Di dalam hati yang paling dalam, kenapa harus aku? kenapa gak dia yang nabung? padahal sepeda motornya dia yang bawa. Resah hati ini selalu menjadi budak dia.
Ku ambil uang yang ku tabung di bank, aku serahkan dulu ke saudara yang ku pinjam kemaren, alasan uang itu belum di ganti.
***
Lama kelamaan, bukannya di ganti uangnya malah,,,
"bang, uang nya sudah di tagih? aku gak ada uang untuk bayar, kamu kan janji sama aku kamu mau bayarin?"
"sabar, nanti dapat arisan akan ku bayar"
"gak usah lah biar aku bayar sendiri nanti, nunggu kamu lama. Uang nya di butuhkan sekarang. Aku bayar semua utang nya udah gak ada lagi tabunganku" keceplosan buka rahasia tentang tabungan😯😐
__ADS_1
"ya udah terserah kamu aja"
Menyebalkan sekali suami satu ini, udah gak di nafkahi lahir dan batin, masih menyiksa pikiran ku selama ini.
***
Dapat arisan 1juta, pulang kerumah tinggal 400ribu.
"aku mau di kasik berapa?"
"200 ribu, kan aku masih punya hutang jadi aku gak kasik semua sama kamu"
"ok!!!"
Pas tahun baru 2022 di tahun ini, kita berlibur. Kita pergi ke TIRTA AGUNG, disana tempat cuci mata dan otak, tapi otak ku tidak pernah tercuci sama sekali. Dengan rambut gondrong yang paling ku benci, setiap kali ku sarankan potong tambut selalu saja alasannya,
"pengen dari dulu panjangin rambut, toh dari aku gak pernah ngurusin rambut kamu"
Selalu jadi pertengkaran si rambut gondrong, banyak yang koment karena rambutnya jelek banget dan sok gaya. Bener banget kata orang aku aja risih melihatnya. Walaupun dia suami aku, kayak gak menyatu prinsip kita.
"bang kapan potong rambut? kamu mau potong kalau aku udah bosen sama kamu?".
"tanya terus, biar dah. nanti aku bosen pasti di potong".
Bukannya aku ingin menjadikan dia boneka, tapi sewajarnya sepasang suami istri dua insan yang berbeda, menjadikan komitmen yang sama. Aku sampai risih melihat dia dengan rambut gondrongnya,,
Sepeda motor scoopy yang aku pakai, ku kembalikan ke dia. Gak tahan rasanya, mungkin aku sudah benar-benar bosan.
"bang, sepeda yang revo jangan di bawa. Aku mau pakai sendiri karena sepeda ini hasil keringat aku sendiri".
__ADS_1
"ya dh, aku juga kangen sama scoopy"
Sakit hati rasanya, diri ini selalu di permainkan laki-laki macam dia. Dia sebagai laki-laki hanya bisa menyalahkan istri ketika istri sudah benar-benar tidak sanggup lagi.