Suami Anak Mami

Suami Anak Mami
EGOIS


__ADS_3

Empat kali setoran dia menghilang begitu saja, dua minggu tidak pulang dan tidak ada kabar. Sampai-sampai aku benar-benar kesal dengan kelakuannya. Aku mencoba whatsapp dia karena aku tau dia mungkin sudah baca WA ku yang kemaren masalah rambut gondrong.


"bang di tengah-tengah kan ada rudi yang harus kita besarin, motornya di gadain dulu lah untuk sementara biar aku yang cicil nanti, uangnya buat hutang-hutang biar lunas semua, apalagi bapak kan lagi sakit cobalah mengerti kamu pulang demi kami. Kasian ibu mari kita bagi beban, kamu kan bisa jaga rudi atau gak mau bantu ambil rumput buat makan sapi. Ingat pengorbananku dulu waktu kamu di penjara, aku memberontak kedua orang tuaku demi kamu yang terbaik, tapi apa nyatanya kamu kayak💩. Kayak rambut gondrong kamu kan udah punya anak bukan anak pujang lagi, dari dulu kamu gak pernah banyak gaya, kenapa sekarang malah niru gaya adek. Orang tua ku gak terima kalo aku di perlakuakan seperti ini. Bukannya aku ingin menghalangi keinginan mu tapi lihat situasi seperti ini kamu harus mengerti. kalo kamu gak mau terpaksa salah satu keluarga aku kesana"


"kamu itu memang gak pernah mau berubah dari dulu, kalo masalah rambut kan udah aku bilang pasti aku potong kamu yang gak sabaran. Sama lah orang tua ku juga gak terima aku di perlakukan seperti ini dari dulu kamu sering di bondowoso mana ada kamu mau mendampingi aku disini, jangan cuma liat dari pengorbananmu saja aku dari dulu kerja banting tulang hanya buat kamu, terlebih-lebih aku juga gak sanggup jalani hidup sama kamu"


Melihat chat dia aku langsung syok, bergelimang air mataku. Dia laki harus bertanggung jawab apalagi selama ini dia memang udah ktp bws. Mana ada orang tua yang suka anaknya sering di tinggal suami berminggu-minggu, padahal dia seorang suami bukan orang tua dia yang harus kecewa dengan ku sebaliknya orang tuaku yang kecewa dengan laki-laki seperti dia karena dia wajib nafkahi aku lahir dan batin, sampai aku kerja sendiri, cari uang sendiri demi kami semua sedangkan dia memberi aku belanja hanya 100ribu selama 2 minggu. Coba pikir mana ada wanita di perlakukan seperti itu, memang iya kami ada tanggungan bank, tapi ada waktu luang untuk mencari uang karena beli hp hanya untuk game dan tanggung jawabnya hanya untuk sepeda motor. Siapa yang tidak kesal, beli hp ku kira buat komunikasi kita selama berjauhan tapi nyatanya dia jarang hubungi kami.


Aku screen chat dia, ku kirim ke mbk ipar (mbk sepupu dia) mbk mencoba memahami kita tapi alhasil mertuaku yang sookk jadi pahlawan kesiangan membela anaknya, padahal dia seorang wanita dia tau apa yang ku rasakan tapi kenapa? sekali saja anak nya di beri arahan, apa memang benar sebuah pernihakan seperti ini?.


***


Aku meminta saudara sepupu ku pergi kesana, karena sudah tidak pulang selama 2 minggu. Aku berusaha ikhlas kalau memang dia bukan jodohku, sakit hati, perih rasanya...


Kemudian...


kaka sepupu datang kerumah dia, membicarakan apa yang harus dibicarakan.


"dek, kamu sebagai laki-laki harus bertanggung jawab, bukan hanya uang tapi secara batin juga di nafkahi. Bekerja tidak harus jauh sama istri dirumah juga ada kerjaan, walaupun upah kecil 25ribu 35ribu masih bisa di tabung satu bulan pasti nutut sama setorannya. Kasian anak kamu, sampai dia bilang ayah ke orang lain kemana-mana sama bapak orang. masalah rambut walaupun gak di potong, di panjangin sampai ketanah gak masalah asal kerjanya yang rajin. Kalo cuma main-main percuma banyak gaya tapi kerja gak semangat"


"iya kak aku ngerti, tapi adek ini gak pernah berubah dari dulu. Ambil omongan orang terus, pasti ku potong rambut nunggu habis tahun baru, saya sakit denger adek ngoceh kayak gitu bikin aku done lagi pikiran"


"aku juga kesel sama omongannya mantu, masak sepeda harus di gadein" kata si ibu mertua.


"gini aja, kamu pulang pamitan sungguh-sungguh sama orang tua kamu, kalo kamu mau kerja disini yaa... jangan lama-lama gak usah tetepin harus 2 minggu setidaknya disini 2 hari kamu pulang. kasian anak kamu"


"ya kak, nanti biar aku 1 minggu sekali pulang"

__ADS_1


"gak usah netepin hari, yang penting itu keluarga. saya aja kerja bisa pulang pergi dari rumah ke kawah ijen"


"ya kak"


Pulang dari sibon gak sabar ingin mendengar cerita kakak. Cerita ini dan itu malah bicara ku yang di keselin oleh ibu mertua, kedengarannya seperti di bolak balik. Di beri kesempatan pulang seminggu tapi setelah mencapai satu minggu dia tidak memberikan kabar sama sekali. Sampai aku kesel sendiri, sakit hati banget, tidak di hargai dan tidak mengerti dengan keadaanku.


Satu minggu menunggu, kaka sepupu telepone dia,,,


"hallo,,,,??" sinyal buruk.


"iya hollo...!!"


"kamu gak mau pulang?"


"iyha mau pulang kak, tapi disini masih ada yang meninggal"


"adek gak ngubungin saya, kan kesalahan dari adek ya biar adek yang ngomong"


"loh,,,mau pulang aja, kamu sek alasan ini dan itu. Gini aja, dari pada disini yang disalahin terus mending cari jalan yang baik. Udah itu pesen dari saya!!!"


Mikirin satu orang ini semua jadi stresss, sebagai suami dia malah mikirin kesalahan istri. Dimana orang tuanya? kenapa tidak di ajarin tata cara berkeluarga? istri sudah kerja, ngurusin anak, orang tua sakit dimana suami nya? pemikiran apa semacam itu!!.


Lalu dia telepone aku berkali-kali, aku tidak angkat karena sudah muak dengan tingkah lakunya. Seperti mental ku sudah kebalik, ingin ku tinggal dia secara diam-diam.


Tetangga ku ada yang telepone, katanya dari mbak ipar yang sering membantu ku.


"hallo..."

__ADS_1


"ya hallo..."signal agak susah.


"adek miya mana buk?"


"gak tau ya...?!"


"saya mau ngomong buk?"


"ya sebentar"


Lalu tetangga ku memberikan HP nya kepada ibuku.


"hallo...?"


"ya buk, dek miya ada?"


"gak ada nak, lagi nagih uang pentol"


"oh ya dah buk"


Di tutup telepone nya, lalu aku di sarankan oleh orang-orang.


"gak usah angkat telepone dari orang sibon, kalo suami kamu pulang berarti masih sayang ke rudi sama kamu"


"ya sih"


Aku hanya bisa berdoa semoga tuhan memberikan jalan yang terbaik.

__ADS_1


__ADS_2