Suami Anak Mami

Suami Anak Mami
PERSYARATAN DARI ORANG TUA KU


__ADS_3

Sidang terakhir aku tidak sempat jenguk, karena aku takut keputusan itu benar-benar tiga tahun, aku pasti mati disana karna aku tahu keluarga aku sudah tidak setuju. Sempat aku datang ke Lapas aku jenguk dia, dia berkata dengan sangat bahagia.


"Neng, bentar lagi abang pulang tinggal menunggu 4 bulan lagi"


Berarti selama masuk dari polsek terhitung 8 bulan jalan, bahagia sih bahagia dengernya tapi aku belum kasih tau orang tua ku, karena aku pun jarang komunikasi dengannya...


Pas aku pulang kerumah aku sendiri, ibu aku tanya kapan akan bebas dari penjara. Aku meyakinkan diri bahwa dia akan pulang tepat pada bulan puasa tahun ini dan ibu memberikan satu permintaan kepadaku,,


"kalo emang bener dia pulang tahun ini, ok gak masalah tapi satu hal. Dia harus ikut kesini dan tinggal disini, aku akan merestui kalian".

__ADS_1


Aku tahu ibu ku pasti trauma juga, dan alasan kenapa ibu ku bilang seperti itu aku adalah anak tunggalnya dan yang pasti dia tidak ingin di tinggalkan anak semata wayangnya...


Aku kembali ke tempat kosanku dan temanku kerja sendirian, dia baru datang kerja sebut saja Titiez namanya, dia baik sekali kadang aku sering pinjam uang, rajin anaknya gak pernah bolong kerjanya kalo aku jangan kan bolong selama seminggu itu paling aku ambil libur 2 atau 3 hari, gaji satu minggu sekali jadi aku paling kecil gaji setiap minggunya, kalau sudah kepepet tidak punya uang pinjam ke Titiez. Aku sempat di bilangin sama Mbak titiez,


"Mi, seseorang itu tidak gampang berubah, sekali dia nyakitin pasti dia akan ulangi, karna itu adalah watak"


Tidak pernah aku hiraukan dan aku yakin dia pasti berubah tidak akan pernah menyakiti perasaan aku lagi...


"Bang, ibu itu minta kamu harus ikut aku (kerumah orang tuaku di Bondowoso) kalo kita nikah nanti dan ibu akan merestuinya, kalau kamu tidak mau dengan persyaratan ini aku tidak akan memaksa kamu dan aku akan pergi ??!!"

__ADS_1


"ya udah kita jalanin" dengan enteng dia menjawab nya, entah itu berat atau tidak.


***


Pertengahan puasa, aku sudah menunggu kedatangan dia, dia akan menjemputku kayak dulu. Hari itu aku masih kerja entah dia sudah di rumah atau tidak, besoknya dia telfon akan menjemputku sore ini. Aku bahagia sekali kita akan kumpul lagi kayak dulu, aku membersihkan diri dulu mandi sebersih mungkin, akan tampil cantik di depan dia. Tidak lama kemudian dia datang dengan suara motornya yang jadul, kita mampir dulu ke tempat favorite kita yaitu warung BAKSO, aku teraktir dia dan merayakan kebahagiaan kita. Lanjut kita masih pergi kunjungi pantai kita foto-foto dan bergaya ala-ala orang korea...


Hampir maghrib, kita pulang kerumah dia. Banyak sekali orang-orang yang tanya, kejadian dia waktu itu. Aku hanya menatap, diam, duduk manis mendengarkan orang-orang yang sibuk bertanya...


Keesokan harinya kami pulang ke Bondowoso rumah ku, dengan ringan kedua orang tuaku memberikan tangannya kepada calon suamiku. memberi maaf sedalam-dalamnya....

__ADS_1


Hanya semalam kita menginep dirumah orang tuaku, ke esokan harinya kita meluncur lagi ke Situbondo karena aku masih kerja, rencana habis lebaran ini aku berhenti dan akan menikah.


__ADS_2