Suami Anak Mami

Suami Anak Mami
MERENCANAKAN PERNIKAHAN


__ADS_3

Suatu hari akan menikah, aku berusaha ingin menjadi lebih baik lagi. Pernikahan adalah sakral yang akan di ucapkan janji-janji suci dan insyaallah aku mampu melakukan tanggung jawabku...


Bukannya aku bahagia akan menikah, malah aku di buat marah olehnya. Awalnya dia ingin meminjam uang, entah itu buat ap??!! Dia slalu minta uang rokok, tapi aku tidak memberikan karena aku bener-bener tifak punya uang. Enak saja minta uang rokok, semenjak masuk Lapas dia tidak pernah memberikan uang sepeserpun. Pas aku denger gosip dari tetangga, dia ambil BANK sebesar 1.500.000 aku kaget ternyata buat adiknya sekolah, padahal sudah selesai daftar di sekolah swasta dan sudah dapat seragam. Dia malah mendaftarkan adiknya ke Negeri, katanya dia ingin adiknya menjadi polisi entah apa itu alasannya, aku sudah pusing mikirin itu. Padahal kami akan segera menikah, dia seorang laki-laki, di adat kami semua laki-laki yang akan menikah bawa lamaran semacam peralatan Rumah atau seisi dalam rumah tapi dia santai saja sampai tetangga sana heran, kenapa? mendahulukan adiknya bukan dirinya sendiri.....


"heran yaa sama Didi biasa mikirin mau lamaran ke rumah istrinya malah ambil uang buat adiknya, bukannya sudah daftar dan dapat seragam ??"


"wong negeri sama swasta sama aja kok pelarannya!!"


"yalah, diakan nilainya kecil juga. Sok-sok an di sekolahin yang tinggi-tinggi"


Mereka sering adu mulut, tapi aku diam dan tidak bisa apa-apa.

__ADS_1


Aku pergi dari rumah calon suami, udah full telingaku mendengar apa kata mereka lalu ku bawa motor pergi dari sana. Dia telepone,,,


"kamu gak usah marah, aku mau pinjem uang kamu gak di bolehin !! kan aku minjem uang buat adik aku sendiri, aku pengen dia sukses gak kayak aku"


"Emang nya kamu sanggup nafkahin aku ??" tanya ku


"kenapa kamu bicara seperti itu ??"


"aku bisa nafkahin kamu, kamu tenang aja"


Sebenarnya berat jadi aku, aku sudah ingin memutuskan pernikahan ini tapi di sisi lain aku mikir menunggu 8 bulan itu bukan waktu yang sangat singkat, tapi gimana dengan orang tua aku, dia pasti kecewa sekali denganku. Sudah banyak pengeluaran dari tunangan sampai akan nikah nanti.

__ADS_1


"Udah gak papa kalo emang kamu udah gak suka sama dia, walaupun kamu mau putus sama dia ibu gak keberatan, mau banyak pengeluaran asalkan kamu bahagia. Ibu gak maksa kamu harus sama dia, itu tergantung pilihan kamu"


Bapak aku juga sependapat sama ibu, dia tidak keberatan kalah aku ngabisin uang berjuta-juta asalkan aku bahagia, tapi aku fikir aku hanya ingin setia sama satu orang itu saja. Dan akan aku perjuangkan mungkin saja dia akan bisa berubah setelah menikah nanti insyaallah....


Aku hanya bisa bertahan dan bersabar untuk menghadapai cobaan ini, kata pepatah akan indah pada waktunya dan aku yakin dia bisa berubah seperti yang ku harapkan dan menjadi suami yang bertanggung jawab seperti yang lain....


Dia pernah berkata padaku "nanti kalo kita udah nikah semua akan ku serahkan padamu entah itu uang hasil kerjaku, dan kamu harus bisa nyisihkan tabungan untuk masa depan kita nanti".


Dulu waktu dia masih kerja di Toko belum ada kasus itu, Dia slalu bersikap dewasa dan bijaksana ketika menikah sirih dia mulai berubah. Sempat dia bilang juga, memang aku seorang istri tapi status masih sirih belum bisa memberikan uang belanja sepenuhnya, karna separuh gajinya dia berikan kepada ibunya...


Aku percaya bahwa dia baik dan aku slalu percaya bahwa dia akan menjadikan aku wanita seperti ibunya....

__ADS_1


__ADS_2