Suami Anak Mami

Suami Anak Mami
OPNAME


__ADS_3

Hari demi hari aku lewati, aku di gosipin ini/itu. Mereka tidak akan tau di posisi saya !!! semua orang hanya tau komentar.


Pulang dari situbondo, aku langsung sakit demam tinggi. Minum obat warung berkali-kali tetap saja tidak mempan, kini lagi musim virus covid-19 semua orang cemas dan takut untuk periksa kedokter. Flu sedikit saja sudah positif corona, entah semua orang/tetangga di situbondo lagi bicarain aku, gara-gara aku tidak merawat mertua yang lagi sakit. Suami juga gak percaya dari sana aku langsung sakit, suami hanya tahu aku berpura-pura.


Sesudah aku sakit, anakku demam tinggi, nafasnya ngos-ngosan kayak asma. Memang dari keluarga suami ada yang asma, hanya saja anak ku pertama kali sakit separah ini.


Aku berusaha menghubungi suami, semua orang tak memberi tahu anaknya lagi sakit. Suami sudah tidak pengang hp, karena pengang hp cuma buat liat **** sama game jadi biarlah dia hampa tanpa hp.


Pergi kerumah sakit, demamnya makin tinggi sekitar 40°C. Khawatir sekali karena masih bayi, napas yang ngos-ngosan, berkeringat tapi kulitnya masih panas. Perawat segera meng-infusnya, beberapa kali di tusuk jarum karena uratnya belum ketemu. Setelah selesai di pindah ke ruangan rawat inap, stok obat terbatas lalu aku di suruh membeli obat cairan ke apotek terdekat. Aku mencari beberapa apotek hanya 1 yang ku temukan obat ini.

__ADS_1


Suami masih belum bisa di hubungi, katanya dia lagi sakit perut. Sudah beberapa hari ini dia gak masuk kerja, aku hanya nitip pesan ke mbk, kalau rudi masuk rumah sakit.


Beberapa jam kemudian ayahnya rudi datang, bukan tanya kenapa anaknya? dia loyo kayak gak makan sebulan. Ku kira dia kaget setengah mati mendengar anaknya masuk rumah sakit !! ternyata tidak, dia hanya mengeluh sakit perut yang sudah beberapa hari ini. Dengan tangan kosong, suami tidak memberi uang sepeserpun. Aku cari pinjaman kesana kemari hanya untuk anak ku. Untung saja masih ada orang yang baik meminjam uang tanpa bunga.


*****


Hasil lab, darah ada infeksi, tipes, cuma yang di takutkan infeksinya itu tajut drop, dan hasilnya juga rendah. 2 hari ini di asap dua kali, sesaknya masih ada lalu di oksigen anaknya sampek nangis gak mau di kasik oksigen. Selama 3 hari ini deman masih belum turun hanya diberikan anti biotik 1 botol, dokter nya baru cek lalu di suntikkan cairan entah apa itu namanya. Semua sudah normal kirain akan pulang ternyata rudi mencret, kami harus menunggu lagi sampai benar-benar sembuh.


Lima hari lima malam, akhirnya kami boleh pulang. Tak sabar ingin dirumah sudah gak kerasan rasanya dirumah sakit.

__ADS_1


Suami berkata menyakitkan hati, padahal sudah tau anaknya masih sakit.


"coba aja di situbondo kan enak"


"aduhhh...kalo kamu masih ada adik dua, ya sudah rumah itu biar di pakek adek"


"gak lah, kalo adik kan masih belum tau dia mau iku apa gak, kalo aku kan sudah pasti mau bawa"


Diam dengan marah mau aku ucapkan tapi aku slalu kalah dengannya, sudah tau dia warga bondowoso masih kekeh dengan egoisnya, dia gila atau pura-pura gila sih!!!

__ADS_1


__ADS_2