
Setelah aku sadar, rasanya panas, pengen di kipas, mau gerak sakit dan punggung kayak yang kebakar gitu.
Di dalam ruangan hanya ibu ku yang slalu temani aku, suamiku jarang sekali temeni sibuk dengan ponsel nya.
3 hari di rumah sakit, semua pasien disuruh belajar berbaring dan berjalan. "Ampunnnn...tega sekali ni perawat, mau miring aja susah"
"ayo belajar miring dulu, nanti pas belajar jalan. gak usa males, disini perawat juga cesar bukan cuma kalian"
Perawatnya galak atau dia menstruasi sih??? padahal di ruangan ini rata-rata umur nya masih muda-muda, bayak yang ngeluh ini dan itu. Hari ini pasien harus wajib pulang untung saja berat badan anak ku cukup untuk beradaptasi dan di suruh bawa pulang. Alhamdulillah, anak yang aku inginkan tercapai, aku slalu berdoa supaya tuhan berikan aku anak laki-laki dan aku ingin nanti anak ke duaku perempuan, alangkah bahagianya jika suatu saat nanti keluarga kecilku lengkap.
Hari ini aku akan pulang, aku akan menjadi ibu yang akan merawat dan membesarkannya. Suami ku slalu sianga mempersiapkan surat-surat yang di minta perawat rumah sakit.
Menaiki mobil pribadi milik saudaraku, kami semua pulang, suamiku seorang diri dengan bersepeda motor. Aku titip kepada suami biar belikan susu dulu buat si adek bayi karena aku takut ASI aku gak keluar. Kemudian kami sampai di rumah dengan selamat, semua orang berkumpul sudah ada tamu baru di rumahku semua orang bertanya. Pas sampai bayinya pengen nge ASI tapi belum bisa keluar airnya, terpaksa harus di formula dulu karena kasian dedek bayinya kelaparan.
__ADS_1
Selama dirumah sakit, ibu mertuaku tak menjenguk karena aku tau keberadaan dirumah sana kayak apa, sampai 1 minggu masih belum ada kabar dari rumah situbondo. Aku gak tau di tanya atau tidak karena hp selama lahiran di pegang suami, suami malah tanya aku "saudara kamu gak ada yang mau jenguk, padahal kan deket sekali kerumah sakit?" kayak gak salah denger aku. Kok kebalik biasanya ibu nya kenapa sampai sekarang gak datang-datang liat cucu nya malah saudara-saudara ku yang di tanya.
Dapat seminggu baru nongol mertua, semua ramai-ramai datang kerumah sampek nyewa mobil segala. Mertua sama adik bungsu nginep dirumahku hanya 3 hari saja, terus nular virusnya suamiku pamitan mau kerja lagi padahal aku masih butuh dia. Di rumah suamiku kayak aneh setiap sholat subuh dia bangun pergi ke kamar mandi sudah basah kuyup, aku curiga dia pasti liat vidio aneh lagi di belakang aku, Kalo bener seperti itu aku bener-bener kecewa berat sama dia, aku hanya bisa nangis gak bisa kebayang kalo dia benar-benar melakukan itu di belakangku. Ketika aku di tanya sama ibu "kenapa nangis??" aku hanya bisa jawab "bekas oprasinya sakit sekali" aku harus tutupi aib suamiku, karena dulu dia melakukannya sampai akhir kita tengkar lagi.
Ada mbk ipar datang dari situbondo, hari itu pas hari raya idul fitri suamiku pulang mau silaturrahmi ke orang tuanya. Terus ibu ku ngomong sama mbk ipar.
"ndok, pak Rudi ini kayak gak betah disini, padahal istrinya kan masih lahiran kayak gini, slalu mau pulang"
****
Aku lupa kasik tau nama anakku, dia adalah (Ramadhan Rudiansyah ahmad) nama yang sangat indah menurutku, aku bahagia, walaupun sangat berat menjadi ibu. Yang biasanya tidur nyenyak terbangun saat akan menyusui, sakit&perih saat di Asi oleh lidah bayi. Sekarang aku merasakan gimana menjadi seorang ibu, sungguh luar biasa para ibu-ibu membesarkan anaknya.
****
__ADS_1
Mbk iparku pulang, tau-tau suamiku marah-marah dari rumahnya, ku kira dia gak akan nginap ternyata dia masih nginap 1 malam dirumahnya sendiri, sungguh suami yang gak pengertian.
"gak usah bicarain aku di belakangku, kalo gak suka bilang, gak usah laporan ini itu sama orang lain"
Aku ngerti banget apa yang di katain dia, pasti mbk ipar udah bilang ke dia.
"aku gak tau tadi ibu bicara"
"ya gak usah di belakang aku, aku kan cuma niaf silaturrahmi apa salah sama orang tuaku sendiri??"
"ya udah lah gak usah di bahas, aku minta maaf atas nama ibu"
Saya ngerasa dia egois, padahal orang tuaku hanya ingin putrinya bahagia dengan adanya anak dia akan berubah, tapi ternyata salah. Dia slalu saja ingin bekerja di rumahnya sendiri, padahal kan baru lahiran mau di tinggal lagi.
__ADS_1