
Sudah tau punya hutang, dia santai-santai saja tanpa ada kabar. Siapa yang gak kesel, istri mengasuh anak sendiri sedangkan dia hanya mikirin uang, uang dan uang tapi belanja ku slalu kurang.
Istri mana yang tidak marah, janji mau lunasin hutang yang pinjam sewaktu lagi di rumah sakit, dia malah gak ada kabar. Di telpon dia cuek...
"dek tanya kan kakaknya minggu ini pulang atau tidak?"
"sudah bilang bak, katanya belum tau. Katanya belum punya uang"
Sebenarnya bukan hanya uang, jika memang sudah gak punya uang ya pulang. Anak kan masih sakit, aku juga butuh dia di samping aku. Cukup beli bensin aja, pulang demi kita itu sudah cukup. Jawaban yang slalu mengecewakan slalu aku rasakan.
Aku story di whatsapp (mending sendiri itu baik dari pada punya suami yang gak pernah ada untuk kita) story itu di baca banyak orang, saking kesalnya aku. Semua jadi masalah, bukan aku tidak mengerti dia tapi sedikit saja perhatian kepada anaknya. Yang aku tau seoarang ayah yang sangat sayang kepada keluarga nya dia akan memberi kabar entah dia sibuk, kapan pun dan dimana pun dia berada pasti akan memberi kabar setiap saat. Berharap sosok seorang suami dan ayah untuk anak ku bisa membahagia kan kami walau jarak jauh.
__ADS_1
"bisa gak? tidak usah emosi !! umbar aib di sosmed, malu di baca banyak orang. Aku pasti pulang, hanya saja aku tidak punya uang"
"tanya kabar rudi kan bisa, dia masih sakit butuh kita"
"cara kamu itu salah, gak usah marah dulu lah, ok aku salah kamu yang bener"
Aku cuma bisa nangis aja gak bisa belajar ngelawan suami, aku tinggal dia ke rumah saudara yang ada di dekat rumah. Dia pulang dengan marah, lalu dia tabrak ayam punya nya tetangga sampek meninggal.
Dapat beberapa minggu, dia datang lagi jemput aku, aku hanya bisa diam dan marah. Dia ajak aku ke situbondo karena hampir hari raya, aku hanya mengangguk tanpa berkata.
Hanya story bisa kecewa semua sama aku, padahal wanita hanya ingin di mengerti.
__ADS_1
"dek, lain kali jangan story apapun kalo lagi bertengkar. Sebenarnya saya juga marah sama kamu, intinya jangan pernah katakan masalah di sosmed"
"ya mbk, kan saya emosi. uang belanja udah di kasik, masak perhatian aja sama anak harus di minta"
Mendengar motivasi dari mbk ipar di telepon, aku jadi sadar dan gak akan ulangi lagi.
Hampir hari raya, kami di rumitkan dengan masalah-masalah kecil menjadi besar. Pulang ke situbondo, bukannya bahagia malah sengsara. Biasanya siap-siap ke masjid untuk melaksanakan sholat ID, ibu mertua sakit harus di bawa ke bidan terdekat. Gak semangat, hari raya ada yang sakit kepikiran terus sama ibu mertua. Sorenya aku demam tinggi harus di bawa ke bidan terdekat juga.
Udah tau aku demam, suami malah tidur pulas gak gantiin aku ngurus rudi. Untung aja ada adik no 2 yang gendong rudi sementara. Udah di periksa ke bidan untung aja malamnya enakan, masih bisa silaturrahmi ke saudara.
"bener udah enakan kamu neng??"
__ADS_1
"iyha"
3 hari disini, selesai sudah silaturrahmi ke saudara dari suami, giliran di rumahku orang tuaku masih menunggu kedatanganku untuk pergi kerumah saudara.