
Banyak sekali orang-orang bertanya, "kenapa kamu mau LDR-an, padahal kalo istri hamil masih sayang-sayang nya?"
kadang aku sakit hati mereka bicara seperti itu, tapi aku slalu jawab santai dan meyakinkan bahwa aku baik-baik saja.
"ya gak papa buk, kan suamiku kerja buat kita nanti, apalagi kami kan punya tanggungan bank"
Setiap hari ibu ku slalu ada di sampingku, setiap kali aku keluar rumah dia slalu ada di dekatku. Kemana-mana slalu sama ibu, jalan-jalan, ke pasar, ke rumah saudara pasti bersama ibu. Ibu ku slalu membelaku setiap kali aku di buli oleh tetangga, mereka tak henti-henti gosip yang pedas-pedas.
"ya gak papa lah, sering di tinggal suaminya disini tak kurang sedikitpun kasih sayang ku"
Sebenarnya ibu kesel juga sama suamiku, ibuku slalu nyalahin dia belum dapat kerjaan yang tetap nekat ambil bank, sebenarnya nutut banget pendapatan setiap harinya setoran hanya 325 per/bulan. Uang yang aku pengang yang hampir 2juta udah dia ambil, dia gak percaya lagi sama aku.
Aku memang suka online tapi aku berusaha jualan aku post di sosial media. Kemarin, ada temen nawarin cicilan bad cover 1 minggu sekali baru bayar. Pas dia pulang barang itu datang, entah dia gak suka atau gimana aku gak tau.
"kamu neng, udah tau ada setoran kamu ambil cicilan lagi"
__ADS_1
Kayak sakit gitu di katain seperti itu, padahal 35/minggu nutut banget aku pun tak ambil uang belanja, aku marah-marah ke dia udah gak ketahan emosi.
"ya udah aku kasik uang belanja 50 sehari kayak dulu kamu kasik ke aku"
Dia tiduran di kamar aku bentak-bentak dia sambil nangis, aku banting pintu kamar lalu aku pergi dari rumah. Tak ada orang dirumah ibu dan bapak lagi keluar, aku pergi lewat sawah hanya 1 orang yang melihat aku pergi.
Beberapa jam aku sudah gak pulang, aku di cari oleh ibu dan tetangga di rumah mereka sibuk tanya sana-sini keberadaan ku saat ini, Hp pun aku silent supaya tak ada yang menghubungi.
Selesai isya' aku baru buka Hp, banyak yang whatsapp tanya keberadaan ku, sebenarnya aku tak tau mau kemana karena pikiran pun kosong aku lagi hamil 4 bulan dan dirumah akan mengadakan syukuran 4 bulan anak yang aku kandung, aku ngumper di sekolah kosong setelah lama kelamaan aku sadar kok sepi?? terus ada nenek yang cari kayu, aku ikut dia di antar olehnya kerumah saudaraku.
"gak usa emosi seperti itu, kasian nanti sama anaknya??"
"ya kan aku kesel, padahal kan aku ingin ngumpulin barang-barang dirumah toh cuma 35ribu aku sanggup nyicil"
"lain kali gak usah main kabur-kaburan lagi ya nak??"
__ADS_1
"ya!!!"
Sesampai dirumah banyak orang-orang, malah suamiku ini kayak gak punya salah gitu. Aku langsung pergi ke kamar, mengingat perkataan dia masih jadi menangis, dia menghampiriku ku kira akan ada kata maaf ternyata tidak, dia langsung tidur di sebelahku malah saling diam (makin kesel ni hati).
Ke esokan harinya dia mau pulang.
"ni uangnya aku kasikkan semua, uangnya masih utuh. Terserah kamu mau ngasik berapa uang belanjaku"
Dia ambil dari tanganku "bukannya aku gak percaya sama kamu, kan udah aku bilang kita masih ada setoran. Nanti aku kasih seperlunya saja"
Tak ada rasa berdosa dia ambil semua uangnya, dia pergi pamitan mau kerja, sungguh laki-laki yang tak punya hati, aku merasa wanita yang tak pernah di anggap, seakan-akan aku tak tau mengurus uang. Dari situlah 1 minggu sekali aku di kasik belanja 50 ribu, sebulan naik 70ribu. Ya sudahlah mau gimana lagi !!!...
Suami berencana ingin berbisbis, dia berencana beli mesin padi. Awalnya joinan dengan bapakku, harga mesinnya 2juta mereka ingin berbisnis biar nambah penghasilan. Dua juta di bagi dua tapi sayang bapak gak punya uang untuk nambah, akhirnya suamiku yang beli dia pinjam kepada mertuaku 1juta nya, pada akhirnya mesin ini gak jalan, karena di kampung ku kebanyakan pakek kayu mereka kerja tidak mengandalkan mesin. Dari sini sudah rugi, tapi ada untung nya juga ada yang menyewa tapi dari kalangan tukang nebas.
Satu hari 50ribu, mereka sewa paling lama 1 mingguan. Awalnya buka harga 20ribu 1 hari, bensin yang punya sawah yang harus nanggung. Di kampung ku banyak yang tidak mau karena mereka merasa rugi padahal pakek mesin cepet, padahal perhitungan lebih bayak pakek kayu dari pada mesin cuma orang-orang sini yang gak ngerti....
__ADS_1
Pendapatan uang mesin lumayan banyak 500an, setiap kali aku kurang belanja aku ambil di uang ini, pas suami tau dia marah. Uang mesin harus di tabung, padahal kan aku hanya di beri uang 50 kadang 70ribu mana cukup. Aneh tapi nyata dia itu pelit banget, hanya bisa ngelus dada yang penting aku gak sering berantem sama dia.